ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi guru tentang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam pengajaran Bahasa Inggris Di SMA Negeri Tarakan. Untuk mencapai tujuannya, penelitian ini dirancang dengan pendekatan kualitatif. Partisipan dalam studi ini adalah tiga orang guru Bahasa Inggris dari SMAN 2, SMAN 3, dan SMAN 4 Tarakan yang mengajar di tingkat kelas sepuluh. Dalam pengumpulan data, peneliti memanfaatkan tiga instrumen utama: kuesioner, catatan lapangan observasi, dan pedoman wawancara. Untuk menganalisa data, peneliti menggunakan metode yang didasarkan pada teori Creswell (Creswell's theory). Penelitian ini menunjukkan bahwa guru-guru di Sekolah Menengah Atas Negeri di Tarakan secara umum memiliki persepsi positif terhadap integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Penggunaan aplikasi seperti Grammarly, Quizziz, Google Translate, dan ChatGPT dinilai efektif dalam meningkatkan keterampilan bahasa, efisiensi pembelajaran, serta kemandirian belajar siswa. Selain itu, AI dianggap membantu dalam merancang materi dan melakukan evaluasi pembelajaran. Meskipun demikian, sejumlah tantangan diidentifikasi, antara lain keterbatasan akses teknologi di kalangan siswa dan kurangnya pelatihan profesional bagi guru. Kekhawatiran juga muncul terkait ketergantungan siswa terhadap AI serta akurasi informasi yang dihasilkan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan literasi digital siswa, penguatan kompetensi guru, serta dukungan kelembagaan yang memadai guna memastikan implementasi AI yang optimal dan bertanggung jawab. Secara keseluruhan, para guru menunjukkan sikap progresif terhadap penggunaan AI, meskipun tetap mempertimbangkan berbagai kendala yang menyertainya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana persepsi guru dan siswa terhadap perbandingan penerapan kurikulum 2013 dengan kurikulum merdeka mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Muhammadiyah 2 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Sampel dalam penilaian adalah kepala sekolah, guru bahasa Indonesia dan seluruh siswa kelas VIII sebanyak 35 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, observasi, wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data yang yang digunakan ada empat tahap yaitu pengumpulan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan perkembangan dari proses pembelajaran. Hal ini dapat di lihat dengan adanya perkembangan kompetensi pada siswa melalui pembelajaran yang berdiferensiasi. Kemudian dilihat dari hasil kuesioner yang berikan kepada siswa dan guru menunjukkan bahwa persepsi guru pada penerapan kurikulum 2013 berkategori rendah “Responden dengan kategori rendah adalah responden yang memilki pemahaman rendah tentang penerapan kurikulum yang diterapkan terutama tentang proses pembelajaran yang diaplikasikan kepada siswa/i terkait tentang kurikulum dengan presentase sebesar 45% dengan frekuensi 1 artinya pada proses belajar mengajar presepsi guru pada penerapan kurikulum 2013 perlu ditingkatkan lagi. Sedangkan persepsi guru pada penerapan kurikulum merdeka belajar masuk dalam kategori sangat tinggi “Responden dengan kategori Sangat Tinggi”adalah responden yang memilki pemahaman tinggi penerapan kurikulum yang diterapkan terutama tentang proses pembelajaran yang diaplikasikan kepada siswa/i terkait tentang kurikulum yang diterapkan” dengan presentase sebesar 55% dengan frekuensi 1 artinya pada proses belajar mengajar presepsi guru pada penerapan kurikulum merdeka belajar cukup memahami terkait kurikulum merdeka belajar tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PERSEPSI GURU SEKOLAH DASAR TERHADAP KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya kesulitan belajar matematika yang dialami siswa. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan persepsi guru sekolah dasar terhadap kesulitan belajar matematika siswa. Penelitian ini melibatkan 39 guru Sekolah Dasar (SD) dari sekolah yang berada di Kelurahan Pantai Amal. Data dikumpulkan melalui kuesioner terbuka dan wawancara mendalam dengan enam guru sekolah dasar mewakili tipe dilakukan sebagai proses triangulasi. Data dianalisis secara kualitatif untuk mendeskripsikan bagaimana persepsi guru sekolah dasar terhadap kesulitan belajar matematika siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa guru tidak mengalami kesulitan selama proses pembelajaran matematika tetapi siswa terkadang tidak aktif, diam dan pasif dan cenderung tidak mengerti dengan materi yang telah disampaikan. Guru dapat mengetahui adanya kesulitan yang di alami oleh siswa dengan pemberian tugas secara langsung dan melihat nilai siswa yang tidak sesuai dengan KKM. Dengan begitu guru akan memberikan bimbingan secara khusus kepada siswa yang mengalami kesulitan. Selain itu, guru menjelaskan materi secara berulang-ulang dan aktif memberikan latihan soal. Selama proses pembelajaran guru menggunakan media pembelajaran, alat peraga dan metode yang menarik agar siswa tidak mengalami kesulitan dalam pembelajaran. Pihak-pihak yang juga terlibat mengenai adanya kesulitan belajar matematika yang utama adalah guru dan orang tua. Selain itu terdapat kerabat terdekat, teman sebaya dan juga perlu adanya dukungan dari komunitas edukasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan diagnostik guru masih perlu dukungan terutama dalam mendiagnosis adanya kesulitan belajar matematika yang di alami oleh siswa.