ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Masa pandemi covid-19 telah menimbulkan permasalahan dalam pelaksanaan BR (Belajar Dari Rumah) pada pembelajaran yang dilakukan dari rumah guru tidak bisa membimbinga siswa secara langsung, Guru hanya koordinasi dengan orang tua siswa dalam membantu membimbing siswa dalam belajar. Berkaitan dengan tersebut penelitian in bertujuan untuk mendeskripsikan apa saja peran orang tua dalam motivasi belajar siswa kelas V SDN 031 Tarakan. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif deskripsi dengan lokasi penelitian yaitu di SDN 031 Tarakan. Informan pada penelitian ini ialah orang tua dan siswa kelas V SDN 031 Tarakan. Penelitian ini menggunakan Teknik pengumpulan data wawancara, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa orang tua telah menjalankan peranya sebagai (1) pengasuh dan pendidik, orang tua tidak bisa selalu mengontrol waktu anak untuk dalam belajar karena kesibukan dalam dan jarang berada di rumah. (2) sebagai pembimbing, orang tua telah mengenal anaknya terutama dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan belajar sehinga orang tua memberikan tambahan belajar berupa les pada sore hari. (3) sebagai motivator, orang tua selalu memberikan penguatan berupa pujian, nasehat dan motivasi yang dilakukan setiap hari kepada anak. (4) sebagai fasilitator, orang tua selalu berusaha untuk memberikan fasilitas belajar yang anak butuhkan selama pembelajar yang dilakukan dari rumah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematikan berdasarkan prosedur newman. Tujuan penelitian ini adalah Mendeskripsikan jenis kesulitan belajar dalam menyelesaikan soal cerita matematika berdasarkan prosedur Newman pada kelas IX MTs Al-Ikhlas Nunukan dan Mendeskripsikan faktor apa saja yang menyebabkan siswa melakukan kesulitan belajar dalam menyelesaikan soal cerita matematika berdasarkan prosedur Newman pada kelas IX MTs Al-Ikhlas Nunukan. Penelitian melibatkan 33 siswa kelas IX MTs Al-Ikhlas Nunukan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan wawancara dengan 6 subjek untuk diwawancarai. Data dianalisis secara kualitatif untuk mendeskripsikan jenis kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita dan faktor penyebab berdasarkan prosedur newman. Berdasarkan hasil penelitian: 1) terdapat 4 jenis kesulitan belajar dalam menyelesaikan soal cerita yaitu kesulitan memahami masalah, kesulitan transformasi, kesulitan ketrampilan proses dan kesulitan penulisan jawaban akhir; 2) Faktor penyebab siswa mengalami kesulitan belajar dalam menyelesaikan soal cerita matematika yaitu kurang teliti, kurang hati-hati dan terburu-buru dalam menjawab soal cerita yang diberikan, dan tidak dapat melakukan proses perhitungan dengan baik dan benar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pembelajaran yang dilakukan selama masa pandemi covid-19 menimbulkan kesulitan belajar yang dialami oleh siswa, oleh karena itu peran guru sangat penting dalam membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar. Berkaitan dengan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam menghadapi kesulitan belajar siswa kelas IV-A di SDN 031 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriftif dengan lokasi penelitian yaitu di SDN 031 Tarakan. Informan pada penelitian ini adalah kepala sekolah, guru kelas, dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumen. Proses analisis data melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru SDN 031 Tarakan telah menjalankan perannya (1) sebagai pembimbing, yaitu guru telah mengenal siswanya terutama yang mengalami kesulitan belajar sehingga guru dapat memberikan bimbingan belajar seperti bimbingan individu dan kelompok. (2) sebagai fasilitator, yaitu guru telah mengusahakan fasilitas belajar berupa sumber belajar seperti buku paket atau tema dan LKPD sedangkan untuk media belajar guru menggunakan laptop, LCD dan speaker untuk menampilkan media audio visual kepada siswa yang belajar disekolah sedangkan siswa yang belajar daring guru mengirimkan video pembelajaran melalui whatsapp group. (3) sebagai motivator, yaitu guru selalu memberikan penguatan berupa pujian, nasehat dan motivasi yang dilakukan saat pembelajaran daring maupun belajar disekolah. (4) sebagai evaluator, guru mengevaluasi hasil belajar siswa dengan memberikan tugas dan ulangan harian secara daring melalui whatsapp group dan saat pembelajaran di sekolah, guru juga menanyakan hal yang belum dipahami oleh siswa. Guru akan melakukan tindaklanjut terhadap siswa yang nilainya dibawah KKM dengan melakukan remedial.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PERSEPSI GURU SEKOLAH DASAR TERHADAP KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya kesulitan belajar matematika yang dialami siswa. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan persepsi guru sekolah dasar terhadap kesulitan belajar matematika siswa. Penelitian ini melibatkan 39 guru Sekolah Dasar (SD) dari sekolah yang berada di Kelurahan Pantai Amal. Data dikumpulkan melalui kuesioner terbuka dan wawancara mendalam dengan enam guru sekolah dasar mewakili tipe dilakukan sebagai proses triangulasi. Data dianalisis secara kualitatif untuk mendeskripsikan bagaimana persepsi guru sekolah dasar terhadap kesulitan belajar matematika siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa guru tidak mengalami kesulitan selama proses pembelajaran matematika tetapi siswa terkadang tidak aktif, diam dan pasif dan cenderung tidak mengerti dengan materi yang telah disampaikan. Guru dapat mengetahui adanya kesulitan yang di alami oleh siswa dengan pemberian tugas secara langsung dan melihat nilai siswa yang tidak sesuai dengan KKM. Dengan begitu guru akan memberikan bimbingan secara khusus kepada siswa yang mengalami kesulitan. Selain itu, guru menjelaskan materi secara berulang-ulang dan aktif memberikan latihan soal. Selama proses pembelajaran guru menggunakan media pembelajaran, alat peraga dan metode yang menarik agar siswa tidak mengalami kesulitan dalam pembelajaran. Pihak-pihak yang juga terlibat mengenai adanya kesulitan belajar matematika yang utama adalah guru dan orang tua. Selain itu terdapat kerabat terdekat, teman sebaya dan juga perlu adanya dukungan dari komunitas edukasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan diagnostik guru masih perlu dukungan terutama dalam mendiagnosis adanya kesulitan belajar matematika yang di alami oleh siswa.