ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh kartu flashcard terhadap penguasaan kosakata siswa kelas VIII di SMP Negeri 11 Tarakan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya penguasaan kosakata siswa, yang memengaruhi kemampuan mereka dalam memahami materi pembelajaran bahasa Inggris pada kegiatan membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara. Selain itu, metode pengajaran tradisional yang berbasis hafalan sering kali mengurangi motivasi siswa dan menghambat retensi kosakata dalam jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang menarik dan efektif untuk meningkatkan penguasaan kosakata siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimental, khususnya desain kelompok kontrol tidak setara. Populasi penelitian terdiri dari siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Tarakan pada tahun ajaran 2025/2026. Sampel penelitian terdiri dari 58 siswa yang dipilih melalui pengambilan sampel purposif, dengan kelas VIII.3 sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIII.2 sebagai kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui tes awal dan tes akhir yang mengukur tiga aspek penguasaan kosakata: makna, ejaan, dan penggunaan. Data dianalisis menggunakan Uji t Sampel Berpasangan dan Uji Wilcoxon Signed Rank. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kartu flashcard memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap penguasaan kosakata siswa. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 73,59 pada pra-tes menjadi 81,29 pada pasca-tes. Analisis statistik menunjukkan nilai signifikansi di bawah 0,05 (p 0,001), yang menunjukkan bahwa peningkatan tersebut secara statistik signifikan. Selain itu, peningkatan juga teramati pada semua aspek penguasaan kosakata, yaitu makna, ejaan, dan penggunaan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kartu flashcard merupakan media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan penguasaan kosakata siswa kelas VIII di SMP Negeri 11 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi guru tentang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam pengajaran Bahasa Inggris Di SMA Negeri Tarakan. Untuk mencapai tujuannya, penelitian ini dirancang dengan pendekatan kualitatif. Partisipan dalam studi ini adalah tiga orang guru Bahasa Inggris dari SMAN 2, SMAN 3, dan SMAN 4 Tarakan yang mengajar di tingkat kelas sepuluh. Dalam pengumpulan data, peneliti memanfaatkan tiga instrumen utama: kuesioner, catatan lapangan observasi, dan pedoman wawancara. Untuk menganalisa data, peneliti menggunakan metode yang didasarkan pada teori Creswell (Creswell's theory). Penelitian ini menunjukkan bahwa guru-guru di Sekolah Menengah Atas Negeri di Tarakan secara umum memiliki persepsi positif terhadap integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Penggunaan aplikasi seperti Grammarly, Quizziz, Google Translate, dan ChatGPT dinilai efektif dalam meningkatkan keterampilan bahasa, efisiensi pembelajaran, serta kemandirian belajar siswa. Selain itu, AI dianggap membantu dalam merancang materi dan melakukan evaluasi pembelajaran. Meskipun demikian, sejumlah tantangan diidentifikasi, antara lain keterbatasan akses teknologi di kalangan siswa dan kurangnya pelatihan profesional bagi guru. Kekhawatiran juga muncul terkait ketergantungan siswa terhadap AI serta akurasi informasi yang dihasilkan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan literasi digital siswa, penguatan kompetensi guru, serta dukungan kelembagaan yang memadai guna memastikan implementasi AI yang optimal dan bertanggung jawab. Secara keseluruhan, para guru menunjukkan sikap progresif terhadap penggunaan AI, meskipun tetap mempertimbangkan berbagai kendala yang menyertainya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi mengajar guru yang diterapkan di kelas untuk mengajarkan mata pelajaran Bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif (Qualitative Research). Sampel dari penelitian ini adalah 1 orang guru mata pelajaran Bahasa Inggris yang mengajar siswa kelas tujuh di SMPN 3 Tarakan. Untuk mengambil data, peneliti menggunakan 3 instrumen penelitian, yaitu catatan lapangan observasi (Observations Field Note), panduan wawancara (Interviews Guide), dan dokumentasi (Documentation). Untuk menganalisa data, peneliti menggunakan metode yang didasarkan pada teori Creswell (Creswell's theory). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada enam strategi pengajaran yang digunakan di kelas, yaitu model pembelajaran instruksi digunakan sebanyak 24%, Desain Proyek Menggunakan Pembelajaran Komunikatif (Project Design Using Communicative Learning) 19%, dan Model Pembelajaran Diskusi (Discussion Instructional Model) 17%. Model Example Non-Example dan Model Pembelajaran Investigasi Group (Group Investigation (GI) Instructional Model) masing-masing digunakan sebanyak 14%, sedangkan Model Pembelajaran Problem Posing digunakan sebanyak 12%. Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pembelajaran yang paling sering digunakan guru di kelas saat mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris adalah Model pembelajaran instruksi (Direct Instruction (DI) Instructional Model) dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Model pembelajaran instruksi (Direct Instruction (DI) Instructional Model) adalah strategi pengajaran yang sangat efektif, terutama dalam mengembangkan keterampilan dasar seperti penguasaan kosakata dan kompetensi berbahasa dalam pengajaran bahasa Inggris. Model pembelajaran instruksi (Direct Instruction (DI) Instructional Model) memiliki dampak yang signifikan terhadap prestasi Bahasa inggris siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
DESKRIPSI KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V DI SDN 007 TARAKAN ABSTRAK Wiwik wijayanti, 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan belajar matematika yang dialami oleh siswa kelas V di SDN 007 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru, siswa, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar matematika pada siswa, antara lain faktor diri sendiri seperti motivasi belajar yang rendah, pemahaman konsep dasar yang kurang, dan tingkat kecemasan yang tinggi. Selain itu. Faktor lingkungan keluarga seperti dukungan orang tua dan keluarga, sangat berpengaruh terhadap perkembangan siswa terutama dalam hal memberikan masukan dan motivasi bagi siswa untuk belajar yang menyebabkan rajin atau tidaknya siswa untuk mengulang pelajaran dirumah. Faktor lingkungan sekolah seperti cara guru menjelaskan materi yang tidak mudah dipahami, metode pengajaran yang kurang efektif, keterbatasan media pembelajaran, faktor lingkungan masyarakat tidak menjadi faktor yang mempunyai pengaruh besar dalam kesulitan belajar siswa. Penelitian ini menemukan bahwa kesulitan dalam memahami konsep-konsep matematika dasar seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian menjadi tantangan utama bagi siswa. Beberapa siswa juga mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal cerita yang memerlukan pemahaman lebih mendalam dan kemampuan berpikir kritis. Penggunaan metode pengajaran yang monoton dan tidak variatif membuat siswa merasa bosan dan kurang termotivasi untuk belajar matematika. Selain itu, kurangnya penggunaan media pembelajaran yang menarik dan interaktif juga menyebabkan siswa tidak tertarik untuk mengikuti pelajaran. media pembelajaran yang lebih menarik serta memberikan perhatian lebih kepada siswa yang mengalami kesulitan. Selain itu, peran orang tua dalam mendukung proses belajar anak di rumah juga sangat penting untuk membantu mengatasi kesulitan belajar matematika.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
TEACHING METHOD USED BY ENGLISH TEACHER IN TEACHING SPEAKING SKILL AND THE IMPACT AT MA RAUDHATUL QUR’AN TARAKAN ABSTRAK Metode pengajaran adalah suatu metode penyampaian informasi pembelajaran atau melaksanakan tugas-tugas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan (1) Untuk mengetahui metode pengajaran yang digunakan oleh guru Bahasa Inggris dalam mengajarkan keterampilan Berbicara (2) Untuk mendeskripsikan dampak metode pengajaran yang digunakan terhadap keterampilan berbicara siswa di MA Raudhatul Qur’an Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru bahasa Inggris di MA Raudhatul Qur’an Tarakan. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen wawancra, observasi dan dokumentasi serta dianalisis secara kualitatif dan dideskripsikan secara naratif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknik seperti diskusi kelompok, bermain peran, dan presentasi memberikan siswa kesempatan berharga untuk berlatih berbicara dalam lingkungan yang aman dan menarik. Namun, penerapan metode ini yang tidak merata di berbagai kelompok siswa menghambat efektivitasnya secara keseluruhan. Seperti yang terlihat pada Grup 2, praktik konsisten melalui aktivitas interaktif menyebabkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan berbicara mereka. Sebaliknya, Grup 1, 3, dan 4, yang memiliki paparan terbatas terhadap metode tersebut, mengalami kesulitan dalam kefasihan, pengucapan, dan kepercayaan diri. Dengan memprioritaskan keterampilan komunikasi praktis, guru dapat memberdayakan siswa untuk menggunakan bahasa Inggris dengan percaya diri dalam berbagai situasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS REMEDIAL TEACHING MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS XI DI SMA NEGERI 1 SEBATIK TAHUN AJARAN 2022/2023 ABSTRAK Pembelajaran remedial adalah sebuah kegiatan yang sangat penting dalam keseluruhan proses belajar mengajar. Melalui program remedial, guru berusaha membantu siswa untuk mencapai kesuksesan belajar secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis Remedial Teaching pada mata pelajaran biologi kelas XI SMA Negeri 1 Sebatik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data berupa reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Triangulasi yang digunakan adalah triangulasi sumber untuk menguji keabsahan data. Subjek penelitiannya yaitu 1 orang guru yang mengajar mata pelajaran Biologi di kelas XI SMA dengan penentuan sampel menggunakan Purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa yang dilakukan oleh Guru biologi pada perencanaan pengajaran remedial: Guru biologi Meneliti kembali kasus (melakukan diagnosis), dan Pemilihan alternatif tindakan, dan kegiatan yang tidak dilaksanakan yaitu Pemberian layanan Bimbingan dan Konseling. Pada pelaksanaan pengajaran remedial: Remedial dilaksanakan di kelas. Waktu dilaksanakan remedial remedial Setelah Ulangan Akhir Semester (UAS). Metode yang digunakan adalah metode kerja kelompok. Strategi pendekatan remedial yaitu kuratif. Pada evaluasi pengajaran remedial: Guru melakukan pengukuran kembali terhadap prestasi belajar dalam bentuk merangkum materi, guru memberikan Re-evaluasi kepada siswa yang sudah remedial tapi masih belum tuntas dalam bentuk rangkuman. Guru Biologi hanya melakukan re-diagnosis melalui pengamatan pengalaman mengajar setiap proses pembelajaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterlaksanaan pengajaran remedial terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA siswa kelas VIII SMP Negeri 13 Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data berupa reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Triangaulasi yang digunakan adalah triangulasi teknik dan triangulasi sumber untuk menguji keabsahan data. Objek dalam penelitian ini adalah pengajaran remedial terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA. Subjek penelitiannya yaitu 1 orang guru yang mengajar mata pelajaran IPA dikelas VIII dan 11 siswa kelas VIII yang belum mencapai standar KKM. Berdasarkan analisis data yang dilakukan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pengajaran remedial yang dilakukan oleh guru adalah diagnosis kesulitan belajar, menyusun program remedial dan pengukuran kembali hasil belajar. Adapun keterlaksanaan pengajaran remedial terhadap hasil belajar siswa kelas VIII-3 dan VIII-4 terjadi peningkatan yaitu dari 25 siswa kelas VIII-3 dan 27 siswa kelas VIII-4 memperoleh ketuntasan 100%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Sikap adalah segala perbuatan dan tindakan yang berdasarkan pada pendirian dan keyakinan yang dimiliki. Sikap mencerminkan perasaan seseorang terdapat sesuatu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap mahasiswa PGSD UBT dalam pembelajaran matematika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah kuantitatif deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa aktif PGSD UBT yang telah melaksanakan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP). Sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 mahasiswa yang diambil menggunakan random sampling. Pada skala Sikap Mathematics Teaching Anxiety diperoleh hasil diantaranya: penguasaan materi matematika, pengalaman mengajar matematika dan kesiapan dalam pengajaran matematika. Untuk skala sikap Mathematics Teaching as a Male Domain menyimpulkan bahwa pria dan wanita sama baiknya dalam pengajaran matematika Pada skala sikap Effectance Motivation in Mathematics diperoleh bahwa dalam pengajaran matematika sekolah dasar masih memiliki rasa kurang percaya diri dalam mengajar, terutama mengajar dikelas tinggi. akan tetapi masih memiliki rasa peduli untuk membantu siswa yang kesulitan dalam mengerjakan soal matematika
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PERSEPSI GURU SEKOLAH DASAR TERHADAP KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya kesulitan belajar matematika yang dialami siswa. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan persepsi guru sekolah dasar terhadap kesulitan belajar matematika siswa. Penelitian ini melibatkan 39 guru Sekolah Dasar (SD) dari sekolah yang berada di Kelurahan Pantai Amal. Data dikumpulkan melalui kuesioner terbuka dan wawancara mendalam dengan enam guru sekolah dasar mewakili tipe dilakukan sebagai proses triangulasi. Data dianalisis secara kualitatif untuk mendeskripsikan bagaimana persepsi guru sekolah dasar terhadap kesulitan belajar matematika siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa guru tidak mengalami kesulitan selama proses pembelajaran matematika tetapi siswa terkadang tidak aktif, diam dan pasif dan cenderung tidak mengerti dengan materi yang telah disampaikan. Guru dapat mengetahui adanya kesulitan yang di alami oleh siswa dengan pemberian tugas secara langsung dan melihat nilai siswa yang tidak sesuai dengan KKM. Dengan begitu guru akan memberikan bimbingan secara khusus kepada siswa yang mengalami kesulitan. Selain itu, guru menjelaskan materi secara berulang-ulang dan aktif memberikan latihan soal. Selama proses pembelajaran guru menggunakan media pembelajaran, alat peraga dan metode yang menarik agar siswa tidak mengalami kesulitan dalam pembelajaran. Pihak-pihak yang juga terlibat mengenai adanya kesulitan belajar matematika yang utama adalah guru dan orang tua. Selain itu terdapat kerabat terdekat, teman sebaya dan juga perlu adanya dukungan dari komunitas edukasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan diagnostik guru masih perlu dukungan terutama dalam mendiagnosis adanya kesulitan belajar matematika yang di alami oleh siswa.