Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Penulis: MASNIA
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Perbandingan kebiasaan makan antara ikan bandeng, udang windu dan ikan mujair pada tambak tradisional di wilayah kabupaten bulungan

2025•

Produksi udang dalam tambak tradisional mengalamai fluktuasi yang cenderung menurun, hal ini terjadi karena beberapa faktor salah satunya yaitu faktor lingkungan dan adanya kompetitor atau predator didalam tambak. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk membandingkan kebiasaan makan antara biota budidaya (ikan bandeng dan udang windu) dengan hama atau kompetitor (ikan mujair) dalam tambak tradisional. Pengambilan sampel dilakukan pada saat panen total dengan mengambil masing-masing ikan dan udang. Sampel yang ada dibedah lalu diamati dan diidentifikasi jenis makanannya. Dari proses identifikasi pada lambung dan usus didaptkan jenis makanan yang sama pada Ikan bandeng, udang windu dan ikan mujair 10 jenis makanan, yaitu Coscinodiscus sp, Oscillatoria sp, Closterium gracile, Synedra sp, Nitzchia sp, Melosira sp, Ceratophyllum sp, Chaetomorpha sp, Navicula sp, Cyanophyta. Pada ikan bandeng dikelompokkan makan utama yaitu gosse, makanan tambahan yaitu lumut dan makanan tambahan yaitu plannkton. Pada udang windu dikelompokkan makanan utama yaitu lumut, makan tambahan yaitu gosse dan makanan pelengkap yaitu plankton, sedangkan pada ikan mujair dikelompokkan makanan utama yaitu gosse, makanan tambahan yaitu lumut dan makanan pelengkap yaitu plankton. Dari hasil pengamatan kebiasaan makan, pada ikan dan udang memiliki kebiasaan makan yang sama dari jenis makanan yang di makan. Dampak langsung dari persaingan ini sangat merugikan produktivitas tambak. Hal ini bermanifestasi dalam bentuk terhambatnya laju pertumbuhan individu biota budidaya, penurunan drastis pada tingkat kelangsungan hidup (Survival Rate) menghasilkan produktivitas panen yang rendah.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perbandingan kebiasaan makan antara ikan bandeng, udang windu dan ikan mujair pada tambak tradisional di wilayah kabupaten bulungan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Produksi udang dalam tambak tradisional mengalamai fluktuasi yang cenderung menurun, hal ini terjadi karena beberapa faktor salah satunya yaitu faktor lingkungan dan adanya kompetitor atau predator didalam tambak. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk membandingkan kebiasaan makan antara biota budidaya (ikan bandeng dan udang windu) dengan hama atau kompetitor (ikan mujair) dalam tambak tradisional. Pengambilan sampel dilakukan pada saat panen total dengan mengambil masing-masing ikan dan udang. Sampel yang ada dibedah lalu diamati dan diidentifikasi jenis makanannya. Dari proses identifikasi pada lambung dan usus didaptkan jenis makanan yang sama pada Ikan bandeng, udang windu dan ikan mujair 10 jenis makanan, yaitu Coscinodiscus sp, Oscillatoria sp, Closterium gracile, Synedra sp, Nitzchia sp, Melosira sp, Ceratophyllum sp, Chaetomorpha sp, Navicula sp, Cyanophyta. Pada ikan bandeng dikelompokkan makan utama yaitu gosse, makanan tambahan yaitu lumut dan makanan tambahan yaitu plannkton. Pada udang windu dikelompokkan makanan utama yaitu lumut, makan tambahan yaitu gosse dan makanan pelengkap yaitu plankton, sedangkan pada ikan mujair dikelompokkan makanan utama yaitu gosse, makanan tambahan yaitu lumut dan makanan pelengkap yaitu plankton. Dari hasil pengamatan kebiasaan makan, pada ikan dan udang memiliki kebiasaan makan yang sama dari jenis makanan yang di makan. Dampak langsung dari persaingan ini sangat merugikan produktivitas tambak. Hal ini bermanifestasi dalam bentuk terhambatnya laju pertumbuhan individu biota budidaya, penurunan drastis pada tingkat kelangsungan hidup (Survival Rate) menghasilkan produktivitas panen yang rendah.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS IV-B SD NEGERI 043 TARAKAN MELALUI PENERAPAN MEDIA SIMULASI PHET DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas IV-B melalui penerapan media simulasi PhET (Physical Education Technology) dalam pembelajaran matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas IV-B yang berjumlah 24 peserta didik. Data dikumpulkan melalui angket motivasi belajar, tes soal dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media simulasi PhET dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik, yang ditandai dengan peningkatan skor motivasi belajar pada siklus I dan II. Pada siklus I, skor motivasi belajar peserta didik mencapai 75,00% yang temasuk dalam kategori sangat termotivasi, dan pada siklus II meningkat menjadi 95,83% yang termasuk dalam kategori sangat termotivasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media simulasi PhET dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran matematika, karena PhET memungkinkan peserta didik untuk belajar secara interaktif dan menyenangkan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS IV-B SD NEGERI 043 TARAKAN MELALUI PENERAPAN MEDIA SIMULASI PHET DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas IV-B melalui penerapan media simulasi PhET (Physical Education Technology) dalam pembelajaran matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas IV-B yang berjumlah 24 peserta didik. Data dikumpulkan melalui angket motivasi belajar, tes soal dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media simulasi PhET dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik, yang ditandai dengan peningkatan skor motivasi belajar pada siklus I dan II. Pada siklus I, skor motivasi belajar peserta didik mencapai 75,00% yang temasuk dalam kategori sangat termotivasi, dan pada siklus II meningkat menjadi 95,83% yang termasuk dalam kategori sangat termotivasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media simulasi PhET dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran matematika, karena PhET memungkinkan peserta didik untuk belajar secara interaktif dan menyenangkan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISIS REMEDIAL TEACHING MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS XI DI SMA NEGERI 1 SEBATIK TAHUN AJARAN 2022/2023

2023•Koleksi Perpustakaan

ANALISIS REMEDIAL TEACHING MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS XI DI SMA NEGERI 1 SEBATIK TAHUN AJARAN 2022/2023 ABSTRAK Pembelajaran remedial adalah sebuah kegiatan yang sangat penting dalam keseluruhan proses belajar mengajar. Melalui program remedial, guru berusaha membantu siswa untuk mencapai kesuksesan belajar secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis Remedial Teaching pada mata pelajaran biologi kelas XI SMA Negeri 1 Sebatik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data berupa reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Triangulasi yang digunakan adalah triangulasi sumber untuk menguji keabsahan data. Subjek penelitiannya yaitu 1 orang guru yang mengajar mata pelajaran Biologi di kelas XI SMA dengan penentuan sampel menggunakan Purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa yang dilakukan oleh Guru biologi pada perencanaan pengajaran remedial: Guru biologi Meneliti kembali kasus (melakukan diagnosis), dan Pemilihan alternatif tindakan, dan kegiatan yang tidak dilaksanakan yaitu Pemberian layanan Bimbingan dan Konseling. Pada pelaksanaan pengajaran remedial: Remedial dilaksanakan di kelas. Waktu dilaksanakan remedial remedial Setelah Ulangan Akhir Semester (UAS). Metode yang digunakan adalah metode kerja kelompok. Strategi pendekatan remedial yaitu kuratif. Pada evaluasi pengajaran remedial: Guru melakukan pengukuran kembali terhadap prestasi belajar dalam bentuk merangkum materi, guru memberikan Re-evaluasi kepada siswa yang sudah remedial tapi masih belum tuntas dalam bentuk rangkuman. Guru Biologi hanya melakukan re-diagnosis melalui pengamatan pengalaman mengajar setiap proses pembelajaran.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS REMEDIAL TEACHING MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS XI DI SMA NEGERI 1 SEBATIK TAHUN AJARAN 2022/2023

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS REMEDIAL TEACHING MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS XI DI SMA NEGERI 1 SEBATIK TAHUN AJARAN 2022/2023 ABSTRAK Pembelajaran remedial adalah sebuah kegiatan yang sangat penting dalam keseluruhan proses belajar mengajar. Melalui program remedial, guru berusaha membantu siswa untuk mencapai kesuksesan belajar secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis Remedial Teaching pada mata pelajaran biologi kelas XI SMA Negeri 1 Sebatik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data berupa reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Triangulasi yang digunakan adalah triangulasi sumber untuk menguji keabsahan data. Subjek penelitiannya yaitu 1 orang guru yang mengajar mata pelajaran Biologi di kelas XI SMA dengan penentuan sampel menggunakan Purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa yang dilakukan oleh Guru biologi pada perencanaan pengajaran remedial: Guru biologi Meneliti kembali kasus (melakukan diagnosis), dan Pemilihan alternatif tindakan, dan kegiatan yang tidak dilaksanakan yaitu Pemberian layanan Bimbingan dan Konseling. Pada pelaksanaan pengajaran remedial: Remedial dilaksanakan di kelas. Waktu dilaksanakan remedial remedial Setelah Ulangan Akhir Semester (UAS). Metode yang digunakan adalah metode kerja kelompok. Strategi pendekatan remedial yaitu kuratif. Pada evaluasi pengajaran remedial: Guru melakukan pengukuran kembali terhadap prestasi belajar dalam bentuk merangkum materi, guru memberikan Re-evaluasi kepada siswa yang sudah remedial tapi masih belum tuntas dalam bentuk rangkuman. Guru Biologi hanya melakukan re-diagnosis melalui pengamatan pengalaman mengajar setiap proses pembelajaran.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail