Perbandingan kebiasaan makan antara ikan bandeng, udang windu dan ikan mujair pada tambak tradisional di wilayah kabupaten bulungan
Produksi udang dalam tambak tradisional mengalamai fluktuasi yang cenderung menurun, hal ini terjadi karena beberapa faktor salah satunya yaitu faktor lingkungan dan adanya kompetitor atau predator didalam tambak. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk membandingkan kebiasaan makan antara biota budidaya (ikan bandeng dan udang windu) dengan hama atau kompetitor (ikan mujair) dalam tambak tradisional. Pengambilan sampel dilakukan pada saat panen total dengan mengambil masing-masing ikan dan udang. Sampel yang ada dibedah lalu diamati dan diidentifikasi jenis makanannya. Dari proses identifikasi pada lambung dan usus didaptkan jenis makanan yang sama pada Ikan bandeng, udang windu dan ikan mujair 10 jenis makanan, yaitu Coscinodiscus sp, Oscillatoria sp, Closterium gracile, Synedra sp, Nitzchia sp, Melosira sp, Ceratophyllum sp, Chaetomorpha sp, Navicula sp, Cyanophyta. Pada ikan bandeng dikelompokkan makan utama yaitu gosse, makanan tambahan yaitu lumut dan makanan tambahan yaitu plannkton. Pada udang windu dikelompokkan makanan utama yaitu lumut, makan tambahan yaitu gosse dan makanan pelengkap yaitu plankton, sedangkan pada ikan mujair dikelompokkan makanan utama yaitu gosse, makanan tambahan yaitu lumut dan makanan pelengkap yaitu plankton. Dari hasil pengamatan kebiasaan makan, pada ikan dan udang memiliki kebiasaan makan yang sama dari jenis makanan yang di makan. Dampak langsung dari persaingan ini sangat merugikan produktivitas tambak. Hal ini bermanifestasi dalam bentuk terhambatnya laju pertumbuhan individu biota budidaya, penurunan drastis pada tingkat kelangsungan hidup (Survival Rate) menghasilkan produktivitas panen yang rendah.