ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sungai Bengawan merupakan salah satu aliran sungai di Kota Tarakan yang dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk berbagai aktivitas, seperti kebutuhan rumah tangga, perikanan, dan sumber air baku. Tingginya intensitas pemanfaatan tersebut berpotensi menurunkan kualitas air sungai akibat masuknya bahan pencemar organik maupun anorganik, sehingga diperlukan upaya pemantauan kualitas air, salah satunya melalui pendekatan biologis menggunakan struktur komunitas plankton sebagai bioindikator. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas plankton sebagai bioindikator kualitas air di Sungai Bengawan Kota Tarakan, melalui pengukuran kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi plankton, serta mengkaji hubungannya dengan parameter kualitas air meliputi suhu, pH, Dissolved Oxygen (DO), Biochemical Oxygen Demand (BOD), nitrat, fosfat, dan Total Suspended Solid (TS). Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari hingga Maret 2026. Penelitian ini dilakukan pada lima stasiun pengamatan yang mewakili bagian hulu, tengah, dan hilir sungai. Sampel plankton diambil menggunakan plankton net dan diidentifikasi menggunakan mikroskop cahaya dengan bantuan Sedgwick–Rafter Counting Chamber. Hasil penelitian menunjukan jumlah spesies pada 5 stasiun berkisar antara 8 hingga 16 spesies plankton. Pada setiap stasiun, didominasi fitoplankton terdiri dari kelompok Bacillariophyceae, Dinoflagellata, dan beberapa jenis zooplankton seperti Rotifera dan Vorticella. Kelimpahan plankton di Sungai Bengawan berkisar antara 55-95 ind/L, dengan nilai tertinggi pada stasiun IV dan terendah pada stasiun 1 dan V. Rata-rata kelimpahan plankton seluruh stasiun yaitu 68 ind/L. Nilai Indeks Keanekaragaman (H') berkisar antara 1,972–2,653 dengan nilai rata-rata 2,398 yang menunjukkan kategori keanekaragaman sedang. Nilai indeks dominansi berkisar antara 0,086-0,1570 dengan rata-rata seluruh stasiun 0,103 termasuk dalam kategori dominansi rendah. Indeks ke seragaman (E) berkisar antara 0,901–1,000 dengan nilai rata-rata 0,975 menunjukkan kategori keseragaman tinggi. Berdasarkan hasil tersebut, kondisi perairan Sungai Bengawan secara umum tergolong tercemar ringan hingga sedang dengan indikator keanekaragaman sedang, keseragaman tiggi, dan dominansi rendah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Kabupaten Bulungan dikenal sebagai salah satu daerah utama penghasil udang windu di Indonesia, dengan luas lahan tambak yang paling besar di Provinsi Kalimantan Utara. Faktor pendukung utama yang menentukan keberhasilan budidaya udang windu (Penaeus monodon) pada sistem tambak tradisional yakni kualitas air dan keberadaan plankton. Plankton memiliki peran penting sebagai produsen primer dan indikator kesuburan perairan, sehingga berpengaruh terhadap keseimbangan ekosistem tambak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis parameter fisika-kimia air dan struktur komunitas plankton pada tambak udang windu di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Penelitian menggunakan metode survei dengan pengambilan sampel air dan plankton di lima lokasi tambak, yaitu Pulau Kepiting, Pulau Tengkolang, Pulau Berasan, Pulau Tanjung Karis, dan Desa Salimbatu. Parameter kualitas air yang diukur meliputi suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut (DO), nitrat, fosfat, nitrit, dan amoniak. Data dibandingkan dengan baku mutu air tambak berdasarkan Permen KP No. 75 Tahun 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar parameter kualitas air berada dalam kisaran baku mutu, meskipun suhu, amoniak (0,31–0,54 mg/L), dan nitrit (0,02–0,034 mg/L) sedikit melebihi ambang batas. Struktur komunitas plankton menunjukan kelimpahan sebesar 2.482 sel+ind/sel jumlah ini berada pada kategori rendah. Nilai indeks keanekaragaman (H′) sedang serta indeks keseragaman (E) yang relatif tinggi dan terdapat jenis plankton yang mendominasi yaitu Oscillatoria (fitoplankton) dan Cyclops (zooplankton). Hal ini menunjukkan kondisi perairan tambak yang masih tergolong stabil dan produktif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Produksi udang dalam tambak tradisional mengalamai fluktuasi yang cenderung menurun, hal ini terjadi karena beberapa faktor salah satunya yaitu faktor lingkungan dan adanya kompetitor atau predator didalam tambak. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk membandingkan kebiasaan makan antara biota budidaya (ikan bandeng dan udang windu) dengan hama atau kompetitor (ikan mujair) dalam tambak tradisional. Pengambilan sampel dilakukan pada saat panen total dengan mengambil masing-masing ikan dan udang. Sampel yang ada dibedah lalu diamati dan diidentifikasi jenis makanannya. Dari proses identifikasi pada lambung dan usus didaptkan jenis makanan yang sama pada Ikan bandeng, udang windu dan ikan mujair 10 jenis makanan, yaitu Coscinodiscus sp, Oscillatoria sp, Closterium gracile, Synedra sp, Nitzchia sp, Melosira sp, Ceratophyllum sp, Chaetomorpha sp, Navicula sp, Cyanophyta. Pada ikan bandeng dikelompokkan makan utama yaitu gosse, makanan tambahan yaitu lumut dan makanan tambahan yaitu plannkton. Pada udang windu dikelompokkan makanan utama yaitu lumut, makan tambahan yaitu gosse dan makanan pelengkap yaitu plankton, sedangkan pada ikan mujair dikelompokkan makanan utama yaitu gosse, makanan tambahan yaitu lumut dan makanan pelengkap yaitu plankton. Dari hasil pengamatan kebiasaan makan, pada ikan dan udang memiliki kebiasaan makan yang sama dari jenis makanan yang di makan. Dampak langsung dari persaingan ini sangat merugikan produktivitas tambak. Hal ini bermanifestasi dalam bentuk terhambatnya laju pertumbuhan individu biota budidaya, penurunan drastis pada tingkat kelangsungan hidup (Survival Rate) menghasilkan produktivitas panen yang rendah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
The success of tiger shrimp (Penaeus mondon) aquaculture in ponds is highly influenced by water quality, the presence of pests and diseases, the fertility of the aquatic environment, and the availability of natural feed such as plankton. This study aims to analyze the plankton community structure in traditional tiger shrimp ponds on Tibi Island, Bulungan Regency. The research was conducted from May to September 2024. Plankton samples were collected eight times (every two weeks) using a composite sampling technique. The study focused on species identification, abundance, and ecological indices including diversity index, evenness index, and dominance index. Results showed that phytoplankton were dominated by the - classes Bacillariophyceae and Zygnemophyceae, while zooplankton were predominantly from the class Maxillopoda. Phytoplankton abundance ranged from 131-299 cells/L in plot 1 and 177-345 cells/L in plot 2, indicating oligotrophic conditions. The phytoplankton diversity index ranged from 0.88-1.51 (plot 1) and 0.43-1.29 (plot 2), reflecting low to moderate diversity levels. Evenness index ranged from 0.40-0.69 (plot 1) and 0.18-0.55 (plot 2); dominance index ranged from 0.24-0.50 (plot 1) and 0.25-0.78 (plot 2). Zooplankton abundance was recorded at 0-56 ind/L in plot 1 and 0-47 ind/L in plot 2 (also indicating oligotrophic conditions). Zooplankton diversity index ranged from 0.00-1.33; evenness index from 0.00-1.00; and dominance index from 0.00-1.00. The overall plankton community structure suggests that the aquatic environment remains relatively fertile and continues to support traditional tiger shrimp aquaculture.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tambak merupakan media budidaya air payau yang digunakan untuk pembesaran udang yang berlokasi di wilayah pesisir. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan budidaya udang di tambak adalah kesuburan kualitas air, tanah dan biologi (plankton). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kesuburan tambak budidaya udang windu sistem tradisional di Kecamatan Tarakan Barat Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu membandingkan BM berdasarkan Permen KP. No. 75 tahun 2016, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 21 Tahun 2015. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan maret-mei 2024 pada tambak udang windu di Kecamatan Tarakan Barat. Tambak udang windu yang digunakan penelitian sebanyak 3 petak tambak dan setiap petak diambil sampel air, sedimen dan plankton sebanyak 3 (tiga) ulangan. Parameter kualitas air tambak yang diukur yaitu suhu, pH, salinitas, alkalinitas, kecerahan, nitrat, fospat, kalium, dan oksigen terlarut, sedangkan parameter tanah yaitu pH, fospat, nitrat, dan kalium, serta perhitungan kelimpahan plankton, keanekaragaman, keseragaman dan dominansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kualitas air dan tanah tambak seperti amonia, fospat, dan alkalinitas, pH tanah, fospat tanah dan kalium tanah tidak memenuhi standar baku mutu yang ditetapkan. Hasil perhitungan kelimpahan plankton berjumlah 23 individu dengan perincian fitoplankton berjumlah 16 individu dan zooplankton berjumlah 7 individu. Indeks keanekaragaman plankton termasuk kategori sedang, indeks keseragaman plankton termasuk kategori dari tidak merata dan merata, sedangkan indeks dominansi termasuk kategori tidak ada jenis yang mendominasi. Status kesuburan air tambak udang windu berdasarkan unsur hara nitrat dan fospat termasuk kategori kesuburan rendah dan subur.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Fitoplankton merupakan produsen primer yang berperan penting bagi perairan. Fitoplankton membentuk materi organik dari anorganik melalui proses fotosintesis dan dimanfaatkan oleh organisme lainnya. Sedangkan tahap terakhirnya adalah dekomposer yaitu terjadi pelepasan nitrat dan fosfat. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara kelimpahan fitoplankton dengan kandungan nitrat dan fosfat di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kelurahan Pamusian. Penelitian dilakukan pada Juni – Juli 2023. Pengambilan sampel dilakukan pada 5 titik. Metode kerja meliputi pengambilan sampel air untuk menguji kandungan nitrat, fosfat serta fitoplankton dan dilakukan juga pengambilan data pendukung sepert suhu, oksigen terlarut dan pH. Sampel fitoplankton diidentifikasi kemudian dihitung kelimpahan dan keanekaragaman. Hasil penelitian menunjukkan nitrat berkisar 0,07 – 4,12 mg/L dan fosfat berkisar 0,02 – 0,31 mg/L. Fitoplankton yang ditemukan terdapat 9 genus dari 6 kelas yaitu Bacillariophyceae 4 genus (Synedra, Rhizosolenia, Cyclotella, dan Navicula distars ), Cyanophyta 1 genus (Anabaena), Coscinodiscophycidae 1 genus (Isthmia), Dinophyceae 1 genus (Dinophysis acuminata), Litostomatea 1 genus (Loxophyllum), dan Phytomastigophorca 1 genus (Ceratium extensum). Kelimpahan fitoplankton berkisar 9 – 13 sel/L, indeks keanekaragaman berkisar 0,362 – 1,333. Berdasarkan pengujian statistik, terdapat korelasi antara nitrat dan fosfat terhadap kelimpahan fitoplankton dengan korelasi sebesar 0,856 sehingga termasuk dalam kategori korelasi tinggi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Lingkungan perairan tambak tradisonal yang stabil ditandai dengan keragaman plankton yang tinggi, jumlah individu setiap spesies tinggi dan merata serta kualitas air yang sesuai untuk pertumbuhan organisme budidaya, termasuk plankton sebagai pakan alami yang berukuran kecil (mikroskopik) yang jumlahnya sangat banyak dan tidak cukup kuat untuk menahan gerakan air yang begitu besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis – jenis plankton yang tumbuh pada tambak tradisional. Lokasi penelitian yaitu di tambak tradisional di Muara Bulungan. Lokasi tambak berada didekat muara. Sampel di ambil dari 1 tambak tradisional pada 3 stasiun yaitu stasiun 1 (sungai), stasiun 2 (In-let/pintu tambak), dan stasiun 3 (tengah tambak) dengan dua kali pengambilan sampel pada air pasang dan air surut. Data yang dikumpulkan akan dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Dari hasil penelitian tersebut ditemukan 14 spesies fitoplankton yaitu Eucampia sp, Coscinodiscus sp, Chaetoceros sp, Pleurosigma sp, Melosira sp, dll, dan 5 spesies zooplankton yaitu Nauplius sp, Ostracoda sp, Lecane luna, Trichocherco, Calanus sp, dengan jumlah spesies yang berbeda-beda pada tiap stasiun.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Perairan sungai menjadi pusat ekosistem tempat tumbuh dan berkembangnya berbagai jenis biota. Adanya aktivitas masyarakat di daerah aliran sungai berpotensi menyebabkan pencemaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pencemaran perairan di Sungai Pamusian (Stasiun I), Sungai Sebengkok (Stasiun II), dan Sungai Kampung Bugis (Stasiun III) dengan menganalisis struktur komunitas plankton sebagai bioindikator kualitas air. Metode pada penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian diperoleh jenis fitoplankton yang di temukan pada 3 Sungai lokasi penelitian terdiri 5 kelas fitoplankton yaitu kelas Bacillariophyceae, Coscinodiscophyceae, Cyanophyceae, Mediophyceae dan Dinophyceae serta 1 kelas zooplankton yaitu Crustacea. Jenis fitoplankton yang paling banyak di temukan yaitu dari kelas Bacillariophyceae dan Cyanophyceae. Nilai kelimpahan fitoplankton pada lokasi penelitian berturut-turut yaitu 42 sel/L, 13 sel/L dan 20 sel/L. Kelimpahan zooplankton pada lokasi penelitian berturut-turut yaitu 8 ind/L, 4 ind/L dan 5 ind/L. Kelimpahan plankton pada perairan ini termasuk dalam kategori kesuburan rendah. Nilai Indeks keanekaragaman fitoplankton pada lokasi penelitian berturut-turut yaitu 2,614; 2,598; 2,470 dengan kategori kesuburan tinggi. Nilai indeks keanekaragaman zooplankton berturut-turut yaitu 1,305; 1,040; 1,055 termasuk dalam kategori kesuburan sedang. Nilai Indeks Keseragaman fitoplankton berturut-turut yaitu 0,888; 0,959; 0,912, sedangkan nilai ndeks keseragaman zooplankton berturut-turut 0,941; 1, 057; 0,960 artinya tidak ada jenis yang mendominansi. Nilai indeks dominansi fitoplankton berturut-turut 0,028; 0,021; 0,030 dan zooplankton berturut-turut 0,094; 0,094; 0,090 menunjukkan tidak ada spesies tertentu yang mendominansi. Indeks saprobitas pada stasiun I dan II berturut-turut yaitu 2,0 dan 2,5 termasuk kategori pencemaran sangat ringan dengan fase saprobitas olisaprobik, sedangkan stasiun III memiliki indeks saprobitas 0,75 termasuk kategori pencemaran ringan dengan fase saprobitas mesosaprobik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Tanjung Pasir merupakan salah satu wilayah yang berada di Tarakan Timur yang menjadi tempat industri serta padat penduduk. Aktivitas industri dan domestik di wilayah tersebut berpotensi menimbulkan pencemaran yang akan mempengaruhi kualitas perairan di wilayah tersebut. Penurunan kualitas perairan dapat diindikasikan dengan terjadinya ketidakseimbangan ekosistem plankton. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi plankton sebagai bioindikator kualitas air. Parameter yang di amati yaitu kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman, dominansi plankton, serta indeks saprobitas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Teknik penentuan lokasi sampling menggunakan metode purposive sampling dengan tiga titik sampling yaitu pemukiman penduduk, area industri, jauh dari kegiatan masyarakat. Data yang diperoleh berupa hasil identifikasi plankton dari tiga stasiun pengamatan yang dijadikan acuan untuk menentukan indeks saprobitas. Hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh jenis fitoplankton pada ketiga stasiun terdiri dari 5 kelas yaitu Bacillariophyceae, Coscinodiscophyceae, Cyanophyceae, Medophyceae dan Dinophyceae, sedangkan zooplankton terdiri dari 4 kelas yaitu Crustacea, Caliata, Maxillopoda, dan Protozoa. Jenis fitoplankton yang paling banyak ditemukan pada ketiga stasiun adalah kelas Bacillariophyceae dan Dinophyceae. Kelimpahan fitoplankton yang didapatkan 14-21 sel/L sedangkan kelimpahan zooplankton yan didapatkan 7-16 ind/L. Kelimpahan plankton pada perairan ini termasuk dalam kategori kesuburan rendah. Indeks keanekaragaman fitoplankton 2,395-2,750 termasuk dalam kategori tinggi sedangkan zooplankton 1,310-1,923 termasuk dalam kategori kestabilan sedang. Indeks keseragaman fitoplankton 0,883-0,970 sedangkan zooplankton 0,673-0,979 termasuk ke dalam kategori antar jenis merata atau tidak ada jenis yang mendominasi. Indeks dominansi fitoplankton 0,013-0,023 sedangkan zooplankton 0,030-0,045 termasuk dalam kategori tidak ada individu atau spesies tertentu yang mendominasi. Berdasarkan pengukuran indeks saprobitas dari ketiga stasiun diperoleh nilai saprobitas 2,8 sehingga dapat dikategorikan ke dalam pencemaran sangat ringan dengan fase saprobitas oligosaprobik
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Plankton merupakan komponen utama dalam rantai makanan ekosistem perairan yang terdiri dari fitoplankton dan zooplankton. Meningkatnya aktivitas pada daerah pesisir akan mempengaruhi perairan dan berdampak pada produktivitas tambak tradisional. Tujuan penelitian untuk mengetahui kelimpahan, keanekaragaman, dan dominansi fitoplankton dan zooplankton pada perairan tambak tradisional Kelurahan Pamusian Kota Tarakan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan April 2021. Penelitian menggunaan metode deskriptif kuantitatif dengan penentuan lokasi menggunakan teknik purpossive sampling. Identifikasi plankton dilakukan di Laboratorium Nutrisi dan Pakan Ikan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Hasil penelitian ditemukan Fitoplankton berjumlah 3 kelas yaitu Bacillariophyceae, Cynophyceae, dan Dinophyceae. Zooplankton berjumlah 5 kelas yaitu Crustacea, Rotifera, Polychaeta, Tunicata, dan Pisces. Kelimpahan zooplankton yaitu berkisar antara 0,9-15,1 ind/L, kelimpahan Fitoplankton yaitu berkisar antara 1,33–6,69 ind/L, hal ini menunjukkan bahwa kelimpahan zooplankton tergolong rendah (oligotrofik). Keanekaragaman Zooplakton berkisar antara 0,91-1,60, sedangkan keanekaragaman Fitoplankton berkisar antara 1,96-3,38. Keanekaragaman termasuk dalam komunitas rendah, dan indeks dominansi zooplaknton yang didapatkan berkisar antara 0,43-0,52 indeks dominansi pada pagi hari berkisar antara 0,12-0,37 sedangkan indeks dominansi Fitoplankton berkisar antara 0,07-1,23. kondisi komunitas tersebut terdapat jenis yang mendominasi yaitu kelas crustacea jenis Bacillariophyceae..
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
STRUKTUR KOMUNITAS PLANKTON PADA PERAIRAN TAMBAK TRADISIONAL BUDIDAYA UDANG WINDU (Penaeus monodon) KOTA TARAKAN Abstrak Salah satu unsur penting dalam pengembangan budidaya tambak adalah plankton yang terdiri atas fitoplankton dan zooplankton yang berfungsi sebagai pakan alami untuk pertumbuhan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui struktur komunitas plankton pada perairan tambak tradisional budidaya udang windu (Penaeus monodon) di Kelurahan Karang Harapan Kota Tarakan. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Desember 2021 hingga Februari 2022. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kuantitatif. Penentuan lokasi dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan memilih 3 titik, titik 1 bagian inlet titik 2 sebelah barat sudut tambak dan titik 3 sebelah timur sudut tambak dengan pengambilan sampel sebanyak 8 kali. Hasil dari penelitian didapatkan 16 jenis fitoplankton yang terdiri 6 kelas, yaitu kelas Bacillariophyceae, Mediophyceae, Zygnemophyceae, Chlorophyceae, Cyanophyceae dan Coscinodiscophyceae jenis paling banyak ditemukan pada sampling pertama sampai sampling kedelapan adalah kelas Bacillariophyceae dan kelas Zygnemophyceae, untuk jenis zooplankton didapatkan 6 jenis yang terdiri 4 kelas, yaitu kelas Maxillopoda, Crustaceae, Phytomastigophorea dan Heksanauplia, jenis yang paling banyak didapatkan adalah kelas Maxillopoda. Kelimpahan fitoplankton 3.500-15.167 sel/L, zooplankton berkisar 0.00-1000 ind/L. Indeks keanekaragaman fitoplankton berkisar 0.699-1.562, dan zooplankton 0.00-0.733. Indeks keseragaman fitoplankton berkisar 0.131-0.564, sedangkan zooplankton 0.00-0.409. Indeks dominansi fitoplankton berkisar 0.261-0.659, dan zooplankton 0.00-0.371. Berdasarkan nilai yang didapatkan dapat disimpulkan bahwa untuk nilai kelimpahan fitoplankton masuk dalam kriteria perairan mesotrofik dan eutrofik (sedang sampai tinggi) zooplankton masuk dalam kriteria perairan oligotrofik dan mesotrofik (kesuburan perairan rendah sampai sedang). Indeks keanekaragaman fitoplankton (kestabilan komunitas rendah sampai sedang), jenis zooplankton (kestabilan komunitas rendah). Indeks keseragaman fitoplankton (rendah sampai sedang), jenis zooplankton (rendah). Indeks dominansi fitoplankton (rendah sampai sedang), dominansi zooplankton (rendah). Parameter pendukung pada tambak tradisional budidaya udang windu yang terletak di Kelurahan Karang Harapan Kota Tarakan masih baik untuk kehidupan organisme perairan. Kata Kunci: Plankton, Tambak Tradisional, Kualitas air, Kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Zooplankton memiliki peran sangat penting dalam rantai makanan di lingkungan perairan. Zooplankton berperan sebagai penghubung antara produsen primer dengan karnivora besar dan kecil dan mempengaruhi kompleksitas rantai makanan dalam ekosistem perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi struktur komunitas zooplankton di Sungai Sakalawa yang berlokasi di Kelurahan Kampung Empat Kota Tarakan yang dilaksanakan pada bulan Agustus sampai September 2021. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan penentuan lokasi menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada perairan Sungai Sakalawa ditemukan zooplankton sebanyak 7 spesies dari 4 filum. Jenis zooplankton yang ditemukan diantaranya Harpacticoid sp, Calanus sp, Cyclops sp, Nauplius sp, Nematoda sp, Bivlave sp, dan Discorbis sp,. Kelimpahan zooplankton pada perairan ini berkisar antara 4,00-26,00 ind/L. Berdasarkan kelimpahan zooplankton yang terjadi menunjukkan kondisi perairan tergolong dalam kategori rendah (oligotrofik). Nilai indeks keanekaragaman zooplankton didapatkan nilai berkisar 0,45-1,59 dan indeks keseragaman zooplankton yang ditemukan berkisar 0,25-1,00. Indeks dominansi didapatkan rata-rata berkisar antara 0,42-0,53. Nilai dominansi yang terjadi pada zooplankton menggambarkan bahwa tidak ada individu atau spesies tertentu yang mendominasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Plankton terbagi menjadi dua kelompok besar yaitu plankton tumbuhan (fitoplankton) dan plankton hewani (zooplankton). Plankton merupakan salah satu organisme di suatu perairan yang sangat penting dalam menentukan kesuburan pada suatu perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas plankton yang terdiri dari kelimpahan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, indeks dominansi dengan kondisi kualitas perairan di Sungai Malinau Kecamatan Malinau Kota Kabupaten Malinau. Penelitian dilakukan pada tanggal 7 hingga 28 Desember 2019. Pengambilan sampel plankton dilakukan 3 stasiun pengamatan yaitu stasiun 1 Tikungan Sungai Malinau di Desa Malinau Hulu, stasiun 2 Percabangan Sungai Malinau di Desa Malinau Seberang, dan stasiun 3 Kawasan Penambangan Pasir dan Kerikil Malinau Kota. Identifikasi dilakukan di Laboratorium Nutrisi dan Pakan Ikan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Kelimpahan Fitoplankton didapatkan berkisar 1-9 sel/L. Kelimpahan zooplankton didapatkan berkisar 2-5 Ind/L. Indeks keanekaragaman fitoplankton berkisar 0,996-1,446. Indeks keanekaragaman zooplankton berkisar 0,524-1,097. Indeks keseragamaan fitoplankton berkisar 0,849 – 0,957. Indeks keseragamaan zooplankton berkisar 0,757 – 0,973. Indeks dominansi fitoplankton berkisar 0, 278 – 0, 406. Indeks dominansi zooplankton berkisar 0,343 – 0,525. Kelimpahan plankton di Sungai Malinau termaksuk dalam kategori rendah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Plankton yang terdiri dari fitoplankton dan zooplankton memiliki peran yang sangat penting di perairan yaitu sebagai bioindikator dalam menentukan tingkat kesuburan perairan dan juga sebagai pakan alami bagi biota perairan, terutama dalam proses budidaya tambak tradisional. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui struktur komunitas plankton pada Tambak Tradisional di Desa Tanjung Buka Kabupaten Bulungan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2021. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kuantitatif. Penentuan lokasi dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan memilih 4 lokasi sampling yang mewakili Perairan Tambak Tradisional dengan 4 kali pengambilan sampel selama 1 bulan. Hasil dari penelitian ini diperoleh kelimpahan fitoplankton 60.000-495.500 sel/liter, masuk kriteria perairan eutrofik dengan unsur hara tinggi, keanekaragaman jenis fitoplankton 2,30-2,69 kestabilan komunitas sedang, keseragaman fitoplankton tinggi dengan nilai 0,75-0,96, dan dominansi rendah dengan nilai 0,1-0,2 artinya tidak ada genus yang mendominasi genus lain. Kelimpahan dalam tambak masuk kriteria mesotrofik unsur hara sedang dengan nilai 3.000-13.000 sel/liter. Sedangkan perairan luar tambak termasuk perairan eutrofik kaya akan unsur hara dengan nilai 6.500-24.000, keanekaragaman jenis zooplankton 0,38-1,12 komunitas tidak stabil, keseragaman zooplankton tinggi dengan nilai 0,50-0,97, dan dominansi tinggi dengan nilai 0,4-0,8 artinya ada satu genus yang mendominasi di perairan tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This study aims to determine the structure of the plankton community as a water bioindicator. The location of the research was carried out at two points, namely station I in the estuary area and at station II close to settlements. Sampling was carried out 15 times for 2 months. The structure of the plankton community at high tide in Amal Baru coastal waters as the object of research includes abundance, diversity index, uniformity index, and dominance index. The types of phytoplankton found at the research site consisted of 3 classes, namely Bacillariophyceae, Coscinodiscophyceae and Dinophycea classes and zooplankton from Crustacea classes. The most common type of phytoplankton found at the research site is the Bacillariophyceae class because this class has good adaptability to its environment. Phytoplankton abundance index values obtained ranged from 14-94 cells/l and zooplankton abundance values obtained ranged from 4-16, including in the low category. The diversity index value is in the medium category with the uniformity index in the high uniformity category and low dominance. The chemical and physical factors of the Amal Baru coastal waters of the city of Tarakan at the research location are still good for the life of aquatic organisms.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Mangrove (Sonneratia alba) memiliki peran sebagai pengekspor bahan organik diperairan. Bahan organik ini dibutuhkan sebagai penunjang pertumbuhan bagi biota yang ada didaerah tersebut, salah satunya adalah fitoplankton Skeletonema costatum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan konsentrat serasah daun mangrove Sonneratia alba sebagai pupuk organik dalam kultur pakan alami Skeletonema costatum.Penelitian ini bersifat eksperimental dengan perlakuan K = kontrol, A = 0,5 mL (konsentrat serasah), B = 1,5 mL (konsentrat serasah), C = 2,5 mL (konsentrat serasah), dengan 3 kali ulangan. Perlakuan C menunjukkan laju pertumbuhan terbaik yaitu sebesar 108.000 sel/mL. Parameter kualitas air selama pengkulturan sesuai dengan nilai optimum untuk pertumbuhan fitolankton Skeletonema costatum. dengan nilai suhu 28-29 °C, salinitas 27-29 ppt. Penambahan konsentrat serasah daun mangrove sonneratia alba pada media kultur memberikan pengaruh ysang signifikan terhadap laju pertumbuhan Skeletonema costatum.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
STUDI KONDISI FITOPLANKTON DI PERAIRAN TAMBAK TRADISIONAL KELURAHAN KARANG HARAPAN KOTA TARAKAN ABSTRAK Fitoplankton memiliki peran sebagai produsen primer di perairan. Fitoplankton juga dapat menjadi biota indikator dalam mengukur tingkat kesuburan suatu perairan. Perairan yang memiliki produktifitas primer yang tinggi umumnya ditandai dengan tingginya kelimpahan fitoplankton. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kondisi fitoplankton yang terdapat di perairan tambak tradisional Kelurahan Karang Harapan Kota Tarakan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2019 sampai Januari 2020 menggunakan metode eksploratif. Hasil penelitian jenis fitoplankton ditemukan berjumlah 10 spesies dengan komposisi fitoplankton yang terdiri dari 3 kelas di antaranya Bacillariophyceae, Chlorophyceae dan Oligotrichea. Kelimpahan fitoplankton yaitu berkisar antara 11 – 20 sel/L dengan Indeks Keanekaragaman 1,516 - 2,059, Indeks Keseragaman 0,586 – 0,761 dan Indeks Dominansi 0,143 – 0,240. Berdasarkan hasil tersebut indeks keanekaragaman, indeks keseragaman fitoplankton termasuk dalam kestabilan komunitas sedang dan tidak terdapat jenis fitoplankton yang mendominasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Struktur komunitas plankton di Perairan Tanjung Batu Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara masih kurang dilakukan. Maka dari itu perlu dilakukan suatu pengkajian tentang struktur komunitas plankton khususnya di Perairan Tanjung Batu Kota Tarakan sehingga dapat diketahui jenis plankton yang terdapat di perairan tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui struktur komunitas plankton (kelimpahan plankton, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman dan indeks dominansi) yang berada di Perairan Tanjung Batu Kota Tarakan, dan untuk mengetahui kondisi lingkungan perairan dari habitat plankton di Perairan Tanjung Batu Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara. Metode penelitian dilakukan dengan dua pendekatan yaitu pendekatan survei dan laboratorium. Penelitian ini dilakukan selama ± 3 (tiga) bulan dari bulan Februari - April 2021. Hasil pengamatan dan identifikasi plankton yang banyak ditemukan di perairan Tanjung Batu Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara yaitu pada kelas Bacillarophyceae untuk jenis fitoplankton dan Crustacea untuk jenis zooplankton. Kelimpahan plankton tergolong dalam kelimpahan rendah, indeks keanekaragaman pada kedua stasiun termasuk dalam kategori nilai keanekaragaman sedang dan kestabilan komunitas sedang, indeks keseragaman tergolong dalam kategori indeks keseragaman merata dengan komunitas yang stabil, indeks dominansi tidak terdapat spesies yang mendominasi. Sebaran pada parameter kualitas air tidak menunjukkan perbedaan nilai signifikan antara stasiun. Nilai suhu dan pH di Perair tergolong dalam kategori optimal untuk pertumbuhan plankton, kecerahan tergolong dalam kategori rendah, nilai salinitas termasuk dalam kondisi baik bagi perairan, nilai nitrat tergolong dalam kesuburan perairan tinggi sedangkan nilai fosfat tergolong dalam kesuburan perairan sedang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Zooplankton memiliki peranan yang sangat penting di lautan, yaitu sebagai bagian dari rantai makanan dan juga perannya sebagai bioindikator pencemaran di perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi jenis zooplankton dan mengetahui indeks keanekargaman, indeks keseragaman dan indeks dominansi zooplankton. Penelitian dilakukan di kawasan perairan Tanah Merah dan Bebatu Kabupaten Tana Tidung. Penentuan lokasi secara purpossive sampling dengan mengikuti perahu nelayan pada saat menangkap ikan. Indeks keanekaragaman zooplankton yang diperoleh bervariasi dengan nilai rata-rata dari keenam stasiun berkisar antara 0,8856-1,7521 sehingga termasuk dalam kategori keanekaragaman jenis dan kestabilan komunitas sedang. Indeks keseragaman memiliki nilai E mendekati 1, yang menggambarkan bahwa sebaran individu zooplankton antar jenis merata atau jumlah individu masing-masing spesies relatif merata. Indeks dominansi di perairan Tanah Merah dan Bebatu Kabupaten Tana Tidung menunjukkan indikasi tidak terjadinya jenis zooplankton yang mendominasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Danau Manuk Bungkul berada disekitar permukiman warga di Desa Manuk Bungkul dan dimanfaatkan sebagai sumber mata pencaharian. Danau Manuk Bungkul ini memiliki beragam biota, sehingga biota yang ada saling berinteraksi dalam proses rantai makanan. Rantai makanan yang paling utama yaitu fitoplankton dan tahap akhir dalam rantai makanan adalah dekomposer yang akan menghasilkan unsur hara berupa nitrat dan fosfat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara kandungan nitrat dan fosfat dengan kelimpahan fitoplankton di Danau Manuk Bungkul Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober – November 2019, dengan menggunakan metode eksploratif, deskriptif dan kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan pada 3 titik stasiun. Metode kerja meliputi pengambilan sampel air untuk menguji kandungan nitrat dan fosfat serta pengambilan sampel fitoplankton, dilakukan juga pengambilan data pendukung sepert suhu, oksigen terlarut dan pH. Sampel fitoplankton diidentifikasi kemudian penghitungan kelimpahan dan keanekaragaman. Hasil penelitian menunjukkan kandungan nitrat berkisar 0,004-0,111 mg/l dan fosfat berkisar 0,001-0,319 mg/l. Fitoplankton yang ditemukan terdapat 6 spesies dari 4 kelas yaitu Bacillariophyceae 3 spesies, Chlorophyceae 1 spesies, Euglenoidae 1 spesies dan Dinophyceae 1 spesies. Kelimpahan fitoplankton berkisar 3-60 sel/l, indeks keanekaragaman berkisar 0,120-1,436. Berdasarkan pengujian statistik, terdapat korelasi antara nitrat dan fosfat terhadap kelimpahan fitoplankton.