ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keberadaan distribusi nitrat dan fosfat di perairan dipengaruhi oleh arus dan pasang surut. Studi konsentrasi nitrat dan fosfat dapat memberikan informasi variabilitas konsentrasi nitrat dan fosfat dalam mensuplai nutrien pada budidaya rumput laut. Penelitian ini dimulai dengan penentuan stasiun pengamatan melalui pendekatan teknik purposive sampling dan observasi lapangan pada daerah aliran sungai (DAS) yang bermuara pada pesisir perairan budidaya rumput laut Kota Tarakan. Pengamatan langsung (insitu) yaitu kondisi kualitas nitrat, fosfat. Kondisi kualitas air pendukung pH, suhu dan salinitas perairan. Pengambilan sampel pada saat air pasang dan surut. Analisis data secara deskriptif menggambarkan parameter utama distribusi konsentrasi nitrat dan fosfat Konsentrasi nitrat (NO3) pada kondisi perairan pasang berkisar antara 0,24 - 0,46 mg/L, dan surut 0,48-0,6 mg/L, dan konsentrasi fosfat (PO4) pada kondisi perairan pasang berkisar antara 0,24 - 0,46 mg/L, dan surut 0,48-0,6 mg/L. Nilai konsentrasi nitrat dan fosfat ini masih berada dalam kisaran yang baik. Parameter kualitas air lainnya seperti suhu, salinitas dan pH masih berada dalam kisaran yang optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Konsumsi jagung manis terus mengalami peningkatan, seiring dengan pertambahan penduduk dan pola konsumsi. Permintaan terhadap jagung manis selalu meningkat setiap tahun tetapi luas areal tanam semakin menyempit, sehingga perlu adanya upaya peningkatan produksi jagung manis dengan memanfaatkan tanah marginal. Akan tetapi, kesuburan tanah marginal tergolong rendah yang dicirikan dengan cadangan unsur hara rendah, pH masam, P-total tinggi namun P-tersedia rendah. P (Fosfat) didalam tanah berasal dari bahan organik, pupuk kimia dan mineral-mineral didalam tanah. Ketersediaan P-tersedia dipengaruhi oleh pH, fiksasi senyawa Fe, Al dan Ca sehingga pemupukan P menjadi tidak efesien. Salah satu upaya meningkatkan efesiensi pemupukan P-tersedia yang rendah yaitu dengan memanfaatkan bakteri pelarut fosfat sebagai pupuk hayati. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian bakteri pelarut fosfat dengan bahan pembawa padat serta pengaruhnya dalam menurunkan dosis pupuk P pada budidaya tanaman jagung manis. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) satu faktor dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan, dengan perlakuan yaitu: PO (Tanpa Perlakuan), P1 (100% Urea + 100% KCL + 100% SP36), P2 (Limbah Udang 100kg/ha + isolat B5(6) + (50% SP36 + 100% Urea dan KCL)), P3 (Arang Sekam 100kg/ha + isolat B1 (17) + (50% SP35 + 100% Urea dan KCL)), P4 (Arang Sekam 100kg/ha + isolat B5(6) + (50% SP36 + 100% Urea dan KCL)), P5 (Limbah Udang 100kg/ha + isolat B1(17) + (50% SP36 + 100% Urea dan KCL)). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan P2 memberikan nilai tertinggi pada pertumbuhan maupun produksi tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) dibandingkan perlakuan yang lainnya. Perlakuan yang diberikan formulasi isolat bakteri pelarut fosfat dengan bahan pembawa dapat menurunkan dosis pupuk SP36 hingga 50%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Danau Manuk Bungkul berada disekitar permukiman warga di Desa Manuk Bungkul dan dimanfaatkan sebagai sumber mata pencaharian. Danau Manuk Bungkul ini memiliki beragam biota, sehingga biota yang ada saling berinteraksi dalam proses rantai makanan. Rantai makanan yang paling utama yaitu fitoplankton dan tahap akhir dalam rantai makanan adalah dekomposer yang akan menghasilkan unsur hara berupa nitrat dan fosfat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara kandungan nitrat dan fosfat dengan kelimpahan fitoplankton di Danau Manuk Bungkul Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober – November 2019, dengan menggunakan metode eksploratif, deskriptif dan kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan pada 3 titik stasiun. Metode kerja meliputi pengambilan sampel air untuk menguji kandungan nitrat dan fosfat serta pengambilan sampel fitoplankton, dilakukan juga pengambilan data pendukung sepert suhu, oksigen terlarut dan pH. Sampel fitoplankton diidentifikasi kemudian penghitungan kelimpahan dan keanekaragaman. Hasil penelitian menunjukkan kandungan nitrat berkisar 0,004-0,111 mg/l dan fosfat berkisar 0,001-0,319 mg/l. Fitoplankton yang ditemukan terdapat 6 spesies dari 4 kelas yaitu Bacillariophyceae 3 spesies, Chlorophyceae 1 spesies, Euglenoidae 1 spesies dan Dinophyceae 1 spesies. Kelimpahan fitoplankton berkisar 3-60 sel/l, indeks keanekaragaman berkisar 0,120-1,436. Berdasarkan pengujian statistik, terdapat korelasi antara nitrat dan fosfat terhadap kelimpahan fitoplankton.