ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Fitoplankton merupakan produsen primer yang berperan penting bagi perairan. Fitoplankton membentuk materi organik dari anorganik melalui proses fotosintesis dan dimanfaatkan oleh organisme lainnya. Sedangkan tahap terakhirnya adalah dekomposer yaitu terjadi pelepasan nitrat dan fosfat. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara kelimpahan fitoplankton dengan kandungan nitrat dan fosfat di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kelurahan Pamusian. Penelitian dilakukan pada Juni – Juli 2023. Pengambilan sampel dilakukan pada 5 titik. Metode kerja meliputi pengambilan sampel air untuk menguji kandungan nitrat, fosfat serta fitoplankton dan dilakukan juga pengambilan data pendukung sepert suhu, oksigen terlarut dan pH. Sampel fitoplankton diidentifikasi kemudian dihitung kelimpahan dan keanekaragaman. Hasil penelitian menunjukkan nitrat berkisar 0,07 – 4,12 mg/L dan fosfat berkisar 0,02 – 0,31 mg/L. Fitoplankton yang ditemukan terdapat 9 genus dari 6 kelas yaitu Bacillariophyceae 4 genus (Synedra, Rhizosolenia, Cyclotella, dan Navicula distars ), Cyanophyta 1 genus (Anabaena), Coscinodiscophycidae 1 genus (Isthmia), Dinophyceae 1 genus (Dinophysis acuminata), Litostomatea 1 genus (Loxophyllum), dan Phytomastigophorca 1 genus (Ceratium extensum). Kelimpahan fitoplankton berkisar 9 – 13 sel/L, indeks keanekaragaman berkisar 0,362 – 1,333. Berdasarkan pengujian statistik, terdapat korelasi antara nitrat dan fosfat terhadap kelimpahan fitoplankton dengan korelasi sebesar 0,856 sehingga termasuk dalam kategori korelasi tinggi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Fosfor merupakan unsur hara esensial bagi tanaman agar dapat tumbuh secara optimal. Ketersbahan organik fosfor pada sedimen di kawasan mangrove berfungsi untuk membantu berlangsungnya proses fotosinstesis, penggunaan gula dan pati oleh tanaman. Rendahnya kandungan fosfor pada sedimen berdampak bagi terhambatnya pertumbuhan tanaman di kawasan mangrove. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meguji kandungan fosfor total pada sedimen berdasarkan perbedaan kedalaman di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kelurahan Pamusian Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai dengan bulan Juni 2023. Metode dalam penelitian ini adalah Metode deskriptif kuantitatif dengan mendeskripsikan kandungan Fosfor (P) pada sedimen berdasarkan perbedaan kedalaman pada setiap stasiun sampling. Pengambilan sampel sedimen dilakukan pada tiga Stasiun berbeda yaitu Stasiun 1 dekat daerah aliran sungai, Stasiun 2 dekat menara pengawas dan Stasiun 3 dekat daerah pemukiman warga. Pengujian sampel sedimen dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Hasil penelitian ini diperoleh kandungan Fosfor (P) pada kedalaman 10 cm berkisar 12,44 mg/L- 14, 22 mg/L, kedalaman 20 cm berkisar 12, 59 mg/L – 17,87 mg/L dan kedalaman 30 cm berkisar 12, 44 mg/L – 13, 51 mg/L.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penentuan status mutu air penting dilakukan terutama pada perairan sungai yang umumnya rentan terhadap pencemaran yang diakibatkan oleh aktivitas manusia di sepanjang bantaran sungai. Berbagai aktivitas di bantaran Sungai Pamusian berpotensi dapat menurunkan kualitas perairan sehingga fungsi ekosistem yang terdapat di lingkungan tersebut dapat menurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan status mutu air sungai dengan metode indeks pencemaran di daerah aliran Sungai Pamusian berdasarkan parameter fisika dan kimia yaitu suhu, kekeruhan, pH, DO, COD, dan BOD yang mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif sedangkan penentuan titik sampling menggunakan metode purposive sampling. Titik pengambilan sampel diambil pada 3 stasiun berdasarkan sumber zat pencemar yang masuk ke dalam sungai. Hasil penelitian didapatkan bahwa parameter yang sesuai dengan standar baku mutu air sungai adalah suhu, kekeruhan, pH, DO dan COD pada ketiga stasiun, sedangkan parameter yang tidak sesuai dengan standar baku mutu adalah BOD di stasiun 1 dan 3. Hasil pengukuran Indeks Pencemaran pada stasiun 1, 2, dan 3 secara berurutan adalah 1,48; 1,52; 1,54 sehingga perairan tersebut termasuk dalam kategori tercemar ringan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Mangrove memiliki bagian seperti daun, ranting, buah serta bunga yang gugur dan berperan penting sebagai pemasok bahan organik disuatu perairan. Salah satu ekositem mangrove yang ada di Kota Tarakan yaitu Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kelurahan Pamusian. Tujuan penelitian ini untuk menghitung jumlah produksi serasah mangrove Rhizophora mucronata di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kelurahan Pamusian Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus hingga November 2021. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu deksriptif dan kuantitatif. Penentuan titik lokasi penelitian ini yaitu menggunakan teknik purposive sampling dengan memilih 3 stasiun berdasarkan tegakan mangrove yang dominan. Pengambilan sampel menggunakan jaring penampung serasah yang berukuran 2x2 m dengan waktu pengambilan 1 minggu sekali selama 2 bulan. Hasil produksi serasah mangrove Rhizophora mucronata memiliki nilai sebesar 1.31 g/m2/hari. Komponen produksi serasah paling banyak berasal dari daun dan paling sedikit berasal dari ranting, bunga dan buah. Produksi serasah paling tinggi berasal dari stasiun 3 karena lokasi ini memiliki jumlah kerapatan pohon yang tinggi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
The Pamusian watershed has the potential to be polluted due to human activities along the riverbanks such as domestic, industrial waste and various activities from the Tenguyun Market. This activity causes the Pamusian watershed to experience a decrease in quality, this is based on the quality of the water quality status in the downstream watershed which is classified as polluted waters and can no longer be used as a source of water for cultivation activities. Disruption of the function of the watershed ecosystem will affect the quality and quantity of the Pamusian watershed ecosystem. The purpose of this study is to determine the community's assessment and community preferences for the existence and sustainability of the Pamusian watershed ecosystem, as well as to estimate the economic value of the benefits of goods and services through willingness to pay. The research method used is descriptive analysis and the Contingent Valuation Method approach to analyze the community's willingness to pay. The results showed that the community's assessment of the existence of the Pamusian watershed has changed including the water has been polluted by 44%, there has been a flood of 42%, and the loss of flora and fauna is 14%, the community's preference for the preservation of the Pamusian watershed is 98% of respondents agreeing to the effort improvement of the Pamusian watershed ecosystem. The estimation of the economic value of the Pamusian watershed ecosystem through the willingness to pay of the community, namely the total WTP Indirect Use Value (IUV) of IDR 5.4 billion per year and the WTP Existence Value (EV) of IDR 7.2 billion per year. This value describes the community's willingness to pay for efforts to maintain river environmental services, both indirect benefits and benefits from the existence of the Pamusian watershed ecosystem.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Gastropoda termasuk salah satu sumber daya hayati yang memiliki tingkat keanekaragaman tinggi di ekosistem mangrove yang memegang peranan penting dalam proses dekomposisi serasah dan mineralisasi materi organik terutama yang bersifat herbivor dan detrivor. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis mengenai struktur komunitas gastropoda di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kelurahan Pamusian Kota Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kuantitatif. Sampel gastropoda di ambil dari 3 titik stasiun yaitu daerah aliran Sungai Pamusian, daerah menara pengawas, dan daerah dekat pemukiman penduduk. Hasil identifikasi ditemukan 5 jenis gastropoda diantaranya yaitu Cerithidea cingulata, Cerithidea obtusa, Assiminea lutea, Cassidula aurisfelis, dan Alcyna lifunsis. Hasil kelimpahan gastropoda pada kedalaman 10 cm berkisar 127-8.400 ind/m2, kedalaman 20 cm berkisar 0-2.291 ind/m2, dan kedalaman 30 cm berkisar 0-1.400 ind/m2. Hasil Indeks keanekaragaman (H’) gastropoda berkisar 0-0,36, Indeks keseragaman (E) gastropoda berkisar 0,51 dan Indeks dominansi (C) gastropoda berkisar 0,56-1. Gastropoda yang dominan ditemukan yaitu jenis Assiminea lutea
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Mangrove memiliki bagian seperti daun, ranting, buah serta bunga yang gugur dan berperan penting sebagai pemasok bahan organik di suatu perairan. Salah satu ekosistem mangrove yang ada di Kota Tarakan yaitu Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting, tepatnya terletak di Kelurahan Pamusian. Tujuan penelitian ini untuk menghitung jumlah produksi serasah mangrove jenis api-api (Avicennia alba) di Kawasan Konservasi Mangrove, Kelurahan Pamusian, Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2020-Januari 2021. Metode yang digunakan penelitian ini yaitu deksriptif kuantitatif. Penentuan titik lokasi penelitian ini yaitu menggunakan teknik purposive sampling dengan memilih 3 stasiun berdasarkan tegakan mangrove yang dominan. Pengambilan sampel menggunakan jaring penampung serasah yang berukuran 2x2 m dengan waktu pengambilan 1 minggu sekali. Hasil produksi serasah mangrove api-api (Avicennia alba) berkisar 1,07-1,77 g/m2/hari dan dikonversikan selama setahun dapat mencapai nilai sebesar 5,30 ton/ha/tahun. Komponen produksi serasah paling banyak berasal dari ranting dan paling sedikit dari daun, buah dan bunga. Produksi serasah paling tinggi berasal dari stasiun 2 karena lokasi ini memiliki jumlah kerapatan yang tinggi di antara titik stasiun lainnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Nitrogen dalam sedimen merupakan unsur esensial bagi tumbuhan yang berperan dalam proses fotosintesis dan merangsang pertumbuhan. Penelitianaini bertujuan untukamenguji kandunganaNitrogena(N) total padaasedimen berdasarkan perbedaan kedalaman di KawasanaKonservasi Mangroveadan Kepiting KelurahanaPamusian KotaaTarakan. Penelitianadilaksanakan padaabulanaFebruariasampaiadenganaApril 2021. Metode yangadigunakanadalamapenelitian adalahametode deskriptif kuantitatif denganamendeskripsikan kandungan Nitrogen (N) pada sedimen berdasarkan perbedaan kedalaman di setiap stasiun penelitian dan penentuan lokasi titik sampling untuk pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan sampel sedimen dilakukan pada 3 titik stasiun yaitu daerah aliran Sungai Pamusian, daerah menara pengawas dan daerah dekat pemukiman penduduk. Pengujian sampel sedimen dilakukan di Laboratorium Tanah Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan Nitrogen (N) pada sedimen di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kelurahan Pamusian kedalaman 10 cm berkisar 0,25 – 0,32 %, kedalaman 20 cm berkisar 0,19 – 0,24 %, dan kedalaman 30 cm berkisar 0,14 – 0,20 %. Jenis tekstur sedimen yang mendominasi yaitu substrat lempung hingga lempung berpasir.