Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

ASMIRA

14 karya publik ditemukan.

2026: 22025: 22023: 32022: 52021: 2

PEMBERIAN ZAT PENGATUR TUMBUH ALAMI DARI EKSTRAK KECAMBAH KACANG HIJAU PADA STEK TANAMAN KRISAN (Chrysanthemum indicum L.)

2026 · Book ·

Tanaman Krisan (Chrysanthemum indicum L.) merupakan salah satu tanaman hias populer yang memiliki nilai ekonomi tinggi, namun perbanyakan melalui stek seringkali terkendala oleh pertumbuhan akar dan tunas yang lambat. Aplikasi zat pengatur tumbuh alami, seperti ekstrak kecambah kacang hijau, dapat menjadi alternatif yang aman dan ekonomis untuk memacu pertumbuhan vegetative tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai konsentrasi ekstrak kecambah kacang hijau sebagai zat pengatur tumbuh alami terhadap pertumbuhan stek pucuk krisan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan perlakuan ekstrak kecambah kacang hijau yang terdiri dari K0 : Kontrol, K1 : Konsentrasi 20%, K2 : Konsentrasi 40%, K3 : Konsentrasi 60%, K4 : Konsentrasi 80% dan K5 : konsentrasi 100% beserta zat pengatur tumbuh sintetis growtone, K+ : 10g/100 ml air. Terdapat 7 perlakuan dengan 4 ulangan, masing-masing ulangan terdapat 4 sampel sehingga diperoleh 112 unit percobaan. Parameter yang diamati meliputi pertambahan jumlah daun, pertambahan tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah bunga dan jumlah cabang yang di pantau hingga 12 minggu setelah tanam. Data hasil penelitian diuji menggunakan Uji Normalitas, data yang berdistribusi normal dianalisis dengan Sidik Ragam Anova (Analysis Of Variance) dan dilanjutkan dengan Uji Duncan Multiple Range Test (DMRT), sedangkan data yang tidak berdistribusi normal dianalisis menggunakan analisis non-parametrik Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kecambah kacang hijau memberikan pengaruh terhadap setiap parameter pertumbuhan stek pucuk krisan. Perlakuan K1 dengan konsentrasi 20% mampu menghasilkan rata-rata pertambahan jumlah daun sebesar 19,00 dan rata-rata pertambahan tinggi tanaman sebesar 20,71, Perlakuan K3 dengan konsentrasi 60% menghasilkan rata-rata jumlah anakan tertinggi sebesar 3,25, sedangkan perlakuan K2 dengan konsentrasi 40% menghasilkan rata-rata jumlah bunga tertinggi sebesar 4,86 dan rata-rata jumlah cabang tertinggi sebesar 4,0.

PEMBERIAN ZAT PENGATUR TUMBUH ALAMI DARI EKSTRAK KECAMBAH KACANG HIJAU PADA STEK TANAMAN KRISAN (Chrysanthemum indicum L.)

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanaman Krisan (Chrysanthemum indicum L.) merupakan salah satu tanaman hias populer yang memiliki nilai ekonomi tinggi, namun perbanyakan melalui stek seringkali terkendala oleh pertumbuhan akar dan tunas yang lambat. Aplikasi zat pengatur tumbuh alami, seperti ekstrak kecambah kacang hijau, dapat menjadi alternatif yang aman dan ekonomis untuk memacu pertumbuhan vegetative tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai konsentrasi ekstrak kecambah kacang hijau sebagai zat pengatur tumbuh alami terhadap pertumbuhan stek pucuk krisan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan perlakuan ekstrak kecambah kacang hijau yang terdiri dari K0 : Kontrol, K1 : Konsentrasi 20%, K2 : Konsentrasi 40%, K3 : Konsentrasi 60%, K4 : Konsentrasi 80% dan K5 : konsentrasi 100% beserta zat pengatur tumbuh sintetis growtone, K+ : 10g/100 ml air. Terdapat 7 perlakuan dengan 4 ulangan, masing-masing ulangan terdapat 4 sampel sehingga diperoleh 112 unit percobaan. Parameter yang diamati meliputi pertambahan jumlah daun, pertambahan tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah bunga dan jumlah cabang yang di pantau hingga 12 minggu setelah tanam. Data hasil penelitian diuji menggunakan Uji Normalitas, data yang berdistribusi normal dianalisis dengan Sidik Ragam Anova (Analysis Of Variance) dan dilanjutkan dengan Uji Duncan Multiple Range Test (DMRT), sedangkan data yang tidak berdistribusi normal dianalisis menggunakan analisis non-parametrik Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kecambah kacang hijau memberikan pengaruh terhadap setiap parameter pertumbuhan stek pucuk krisan. Perlakuan K1 dengan konsentrasi 20% mampu menghasilkan rata-rata pertambahan jumlah daun sebesar 19,00 dan rata-rata pertambahan tinggi tanaman sebesar 20,71, Perlakuan K3 dengan konsentrasi 60% menghasilkan rata-rata jumlah anakan tertinggi sebesar 3,25, sedangkan perlakuan K2 dengan konsentrasi 40% menghasilkan rata-rata jumlah bunga tertinggi sebesar 4,86 dan rata-rata jumlah cabang tertinggi sebesar 4,0.

Penegakkan Hukum Administrasi Terhadap Pengedaran Sediaan Farmasi Tanpa Izin

2025 · Book ·

ABSTRAK PENEGAKKAN HUKUM ADMINISTRASI TERHADAP PENGEDARAN SEDIAAN FARMASI TANPA IZIN Peredaran sediaan farmasi tanpa izin merupakan bentuk pelanggaran hukum di sektor kesehatan yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat, menurunkan mutu pelayanan kesehatan, serta melemahkan kepercayaan publik terhadap sistem pengawasan negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan hukum mengenai pengedaran sediaan farmasi tanpa izin di Indonesia serta menganalisis penerapan sanksi administratif terhadap pelaku usaha yang melanggar ketentuan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatif, Penelitian ini menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach), Pendekatan konseptual (conseptual approach), Pendekatan Historis (historical approach), Pendekatan Komporatif (comporative approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021, dan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintah, menjadi dasar hukum, dan penerapan dalam penegakkan administratif sesuai dengan Pasal 283 ayat (4) dan ayat (5), Undang-Undang Nomor 17 tahun 2023, berupa teguran tertulis, denda administratif, perintah penarikan produk dari peredaran, perintah pemusnahan produk, penghentian sementara kegiaatan produk atau distribusi, dan pencabutan izin.

Penegakkan Hukum Administrasi Terhadap Pengedaran Sediaan Farmasi Tanpa Izin

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENEGAKKAN HUKUM ADMINISTRASI TERHADAP PENGEDARAN SEDIAAN FARMASI TANPA IZIN Peredaran sediaan farmasi tanpa izin merupakan bentuk pelanggaran hukum di sektor kesehatan yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat, menurunkan mutu pelayanan kesehatan, serta melemahkan kepercayaan publik terhadap sistem pengawasan negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan hukum mengenai pengedaran sediaan farmasi tanpa izin di Indonesia serta menganalisis penerapan sanksi administratif terhadap pelaku usaha yang melanggar ketentuan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatif, Penelitian ini menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach), Pendekatan konseptual (conseptual approach), Pendekatan Historis (historical approach), Pendekatan Komporatif (comporative approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021, dan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintah, menjadi dasar hukum, dan penerapan dalam penegakkan administratif sesuai dengan Pasal 283 ayat (4) dan ayat (5), Undang-Undang Nomor 17 tahun 2023, berupa teguran tertulis, denda administratif, perintah penarikan produk dari peredaran, perintah pemusnahan produk, penghentian sementara kegiaatan produk atau distribusi, dan pencabutan izin.

Interferensi Bahasa Bugis Terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia Di Desa Sei Batang Kecamatan Sebatik Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara (Kajian Fonologi)

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan bunyi interferensi bahasa Bugis terhadap bahasa Indonesia di desa Sei Batang Kecamatan Sebatik Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pada penelitian ini, teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis adalah teknik simak libat cakap, teknik rekam dan teknik catat. Data pada penelitian ini berupa tuturan lisan masyarakat, sedangkan sumber datanya yaitu masyarakat desa Sei batang Kecamatan Sebatik kabupaten Nunukan Kalimantan Utara. Berdasarkan hasil dari penelitian ini ditemukan tiga belas bentuk interferensi. Bentuk interferensi tersebut yaitu Interferensi fonem vokal /a/ (2 kata), Interferensi fonem vokal /e/ (7 kata), Interferensi fonem vokal /i/ (1 kata), Interferensi fonem vokal /o/ (2 kata), Interferensi fonem vokal /u/ (1 kata), Interferensi Asimilasi Fonem (2 kata), Interferensi Fonem Monoftongisasi (7 kata), Interferensi Fonemis Zerosiasi (4 kata), Interferensi fonem glotal stop /?/ (57 kata), Interferensi fonem /n/ diubah menjadi /ng/ (56 kata), interferensi fonem /m/ diubah menjadi /ng/ (16 kata), Interferensi penggantian vokal dan konsonan (5 kata), dan Interferensi penambahan fonem (13 kata), sehingga jumlah kata yang mengalami interferensi ini sebanyak 173 data. Bentuk interferensi ini berupa interferensi fonologi, yaitu pada pengurangan bunyi fonem, penambahan fonem, perubahan fonem /n/ menjadi /ŋ/, perubahan fonem /m/ menjadi /ŋ/, dan perubahan bunyi vokal. Faktor penyebab terjadinya interferensi karena terbawanya kebiasaan atau masih adanya pengaruh dari bahasa Bugis. This research aimed to describe changes in the sound of Bugis language interference with Indonesian in Set Batang village, Sebatik District, Nunukan Regency, North Kalimantan. This research used descriptive qualitative methods In this research, the data collection techniques used by the author were skillful listening, recording and note-taking techniques The data in this research is in the form of oral speech from the community, while the data source is the community of Sei Batang village, Sebatik subdistrict, Nunukan district, North Kalimantan Based on the results of this research, thirteen forms of interference were found. The forms of interference were vowel phoneme interference /a/ (2 words), vowel phoneme interference /e/ (7 words), vowel phoneme interference /i/ (1 word), vowel phoneme interference /o/ (2 words), phoneme interference vowel /u/ (1 word), Phoneme Assimilation Interference (2 words), Monophthongization Phoneme Interference (7 words), Zerosiation Phonemic Interference (4 words), Glottal stop phoneme interference/7/ (57 words), Phoneme interference /n/ changed to /n/ (56 words), phoneme interference /m/ changed to /n/ (16 words), Vowel and consonant replacement interference (5 words), and Phonetne addition interference (13 words). So, the number of words experiencing interference was 173 The interference was in the form of phonology, namely reducing phoneme sounds, adding phonemes, changing the phoneme /n/ to /p/, changing the phoneme /m/ to /n/, and changing vowel sounds. Factors causing interference were carried over by habits or the influence of the Bugis language

Interferensi Bahasa Bugis Terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia Di Desa Sei Batang Kecamatan Sebatik Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara (Kajian Fonologi)

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan bunyi interferensi bahasa Bugis terhadap bahasa Indonesia di desa Sei Batang Kecamatan Sebatik Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pada penelitian ini, teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis adalah teknik simak libat cakap, teknik rekam dan teknik catat. Data pada penelitian ini berupa tuturan lisan masyarakat, sedangkan sumber datanya yaitu masyarakat desa Sei batang Kecamatan Sebatik kabupaten Nunukan Kalimantan Utara. Berdasarkan hasil dari penelitian ini ditemukan tiga belas bentuk interferensi. Bentuk interferensi tersebut yaitu Interferensi fonem vokal /a/ (2 kata), Interferensi fonem vokal /e/ (7 kata), Interferensi fonem vokal /i/ (1 kata), Interferensi fonem vokal /o/ (2 kata), Interferensi fonem vokal /u/ (1 kata), Interferensi Asimilasi Fonem (2 kata), Interferensi Fonem Monoftongisasi (7 kata), Interferensi Fonemis Zerosiasi (4 kata), Interferensi fonem glotal stop /?/ (57 kata), Interferensi fonem /n/ diubah menjadi /ng/ (56 kata), interferensi fonem /m/ diubah menjadi /ng/ (16 kata), Interferensi penggantian vokal dan konsonan (5 kata), dan Interferensi penambahan fonem (13 kata), sehingga jumlah kata yang mengalami interferensi ini sebanyak 173 data. Bentuk interferensi ini berupa interferensi fonologi, yaitu pada pengurangan bunyi fonem, penambahan fonem, perubahan fonem /n/ menjadi /ŋ/, perubahan fonem /m/ menjadi /ŋ/, dan perubahan bunyi vokal. Faktor penyebab terjadinya interferensi karena terbawanya kebiasaan atau masih adanya pengaruh dari bahasa Bugis. This research aimed to describe changes in the sound of Bugis language interference with Indonesian in Set Batang village, Sebatik District, Nunukan Regency, North Kalimantan. This research used descriptive qualitative methods In this research, the data collection techniques used by the author were skillful listening, recording and note-taking techniques The data in this research is in the form of oral speech from the community, while the data source is the community of Sei Batang village, Sebatik subdistrict, Nunukan district, North Kalimantan Based on the results of this research, thirteen forms of interference were found. The forms of interference were vowel phoneme interference /a/ (2 words), vowel phoneme interference /e/ (7 words), vowel phoneme interference /i/ (1 word), vowel phoneme interference /o/ (2 words), phoneme interference vowel /u/ (1 word), Phoneme Assimilation Interference (2 words), Monophthongization Phoneme Interference (7 words), Zerosiation Phonemic Interference (4 words), Glottal stop phoneme interference/7/ (57 words), Phoneme interference /n/ changed to /n/ (56 words), phoneme interference /m/ changed to /n/ (16 words), Vowel and consonant replacement interference (5 words), and Phonetne addition interference (13 words). So, the number of words experiencing interference was 173 The interference was in the form of phonology, namely reducing phoneme sounds, adding phonemes, changing the phoneme /n/ to /p/, changing the phoneme /m/ to /n/, and changing vowel sounds. Factors causing interference were carried over by habits or the influence of the Bugis language

PRODUKSI SERASAH MANGROVE Rhizophora mucronata DI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE DAN KEPITING KELURAHAN PAMUSIAN KOTA TARAKAN

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Mangrove memiliki bagian seperti daun, ranting, buah serta bunga yang gugur dan berperan penting sebagai pemasok bahan organik disuatu perairan. Salah satu ekositem mangrove yang ada di Kota Tarakan yaitu Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kelurahan Pamusian. Tujuan penelitian ini untuk menghitung jumlah produksi serasah mangrove Rhizophora mucronata di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kelurahan Pamusian Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus hingga November 2021. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu deksriptif dan kuantitatif. Penentuan titik lokasi penelitian ini yaitu menggunakan teknik purposive sampling dengan memilih 3 stasiun berdasarkan tegakan mangrove yang dominan. Pengambilan sampel menggunakan jaring penampung serasah yang berukuran 2x2 m dengan waktu pengambilan 1 minggu sekali selama 2 bulan. Hasil produksi serasah mangrove Rhizophora mucronata memiliki nilai sebesar 1.31 g/m2/hari. Komponen produksi serasah paling banyak berasal dari daun dan paling sedikit berasal dari ranting, bunga dan buah. Produksi serasah paling tinggi berasal dari stasiun 3 karena lokasi ini memiliki jumlah kerapatan pohon yang tinggi.

PRODUKSI SERASAH MANGROVE Rhizophora mucronata DI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE DAN KEPITING KELURAHAN PAMUSIAN KOTA TARAKAN

2022 · Thesis ·

Mangrove memiliki bagian seperti daun, ranting, buah serta bunga yang gugur dan berperan penting sebagai pemasok bahan organik disuatu perairan. Salah satu ekositem mangrove yang ada di Kota Tarakan yaitu Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kelurahan Pamusian. Tujuan penelitian ini untuk menghitung jumlah produksi serasah mangrove Rhizophora mucronata di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kelurahan Pamusian Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus hingga November 2021. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu deksriptif dan kuantitatif. Penentuan titik lokasi penelitian ini yaitu menggunakan teknik purposive sampling dengan memilih 3 stasiun berdasarkan tegakan mangrove yang dominan. Pengambilan sampel menggunakan jaring penampung serasah yang berukuran 2x2 m dengan waktu pengambilan 1 minggu sekali selama 2 bulan. Hasil produksi serasah mangrove Rhizophora mucronata memiliki nilai sebesar 1.31 g/m2/hari. Komponen produksi serasah paling banyak berasal dari daun dan paling sedikit berasal dari ranting, bunga dan buah. Produksi serasah paling tinggi berasal dari stasiun 3 karena lokasi ini memiliki jumlah kerapatan pohon yang tinggi.

STUDI DESKRIPTIF KEDISIPLINAN SISWA DI MAN TARAKAN

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kedisiplinan siswa MAN Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa siswi Man Tarakan yang berjumlah 414 siswa. Dari populasi tersebut 15% dari populasi sehingga jumlah sampel yang digunakan 15% X 414 siswa = 62 siswa. Adapun teknik pengambilan sample yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara random sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala likert. Penelitian ini menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dengan menggunakan rumus standar deviasi dengan tujuan untuk mengetahui tinggi, sedang atau rendahnya nilai suatu objek dalam penelitian. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan IBM SPSS Statistic. Berdasarkan hasil analisis yang didapatkan dari skala yang telah diisi oleh siswa, maka dapat diketahui bahwa kedisiplinan siswa kategori sedang 32 siswa dengan presentase (50%), dan pada kategori tinggi 31 siswa dengan presentase (50%). Kategori tinggi ini menunjukkan bahwa siswa di MAN Tarakan telah melakukan atau memenuhi aturan-aturan yang berada disekolah.

Keanekaragaman dan kelimpahan hasil tangkapan nelayan menggunakan alat tangkap pukat hela (trawl) di Muara Sesayap Kalimantan Utara

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Keanekaragaman merupakan jumlah jenis dan masing masing jenis di dalam suatu komunitas yang memiliki aset dan potensi bagi suatu daerah, baik darat maupun yang ada di perairan. keanekaragaman makhluk hidup yang ada dilaut sangat berlimpah sehingga perlu dijaga kelestariannya, namun pada saat ini masih banyak nelayan menggunakan Pukat hela (trawl) sebagai alat tangkap, yang dimana pukat hela (trawl) tersebut termasuk alat tangkap yang kurang selektif dalam memilah hasil tangkapan. Tujuan penelitian untuk melihat tingkat keanekaragaman dan kelimpahan ikan di Muara Sesayap, Kalimantan Utara. Pengumpulan data dilakukan di Perairan Muara Sesayap Kalimantan Utara dari bulan Oktober – November 2021 dengan menggunakan alat tangkap Pukat hela (trawl) dengan mesh size alat tangkap yaitu 2,50 cm dan Semua ikan hasil tangkapan yang telah diidentifikasi dihitung kelimpahannya. Hasil tangkapan di perairan muara sesayap yang terdistribusi ke dalam 18 genus dan 21 spesies. Kelimpahan tertinggi yaitu Harpadon nehereus dengan nilai 57% dan Penaeus merguensis 16% dan Penaeus semiculcatus 17%, Spesies dengan kelimpahan terendah yaitu Trigiliarca granosa (0,01%), Drepane punctata (0,01%), Cynaglaossus sp (0,02%), Caranx Leptolepis (0,02%), Leiognathus sp (0,05%). Kelimpahan ikan terbagi pada saat pasang purnama dan pasang perbani yang berbeda, yaitu hasil tangkapan udang pada saat pasang purnama dan ikan nomei pada saat pasang perbani.

Keanekaragaman dan kelimpahan hasil tangkapan nelayan menggunakan alat tangkap pukat hela (trawl) di Muara Sesayap Kalimantan Utara

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keanekaragaman merupakan jumlah jenis dan masing masing jenis di dalam suatu komunitas yang memiliki aset dan potensi bagi suatu daerah, baik darat maupun yang ada di perairan. keanekaragaman makhluk hidup yang ada dilaut sangat berlimpah sehingga perlu dijaga kelestariannya, namun pada saat ini masih banyak nelayan menggunakan Pukat hela (trawl) sebagai alat tangkap, yang dimana pukat hela (trawl) tersebut termasuk alat tangkap yang kurang selektif dalam memilah hasil tangkapan. Tujuan penelitian untuk melihat tingkat keanekaragaman dan kelimpahan ikan di Muara Sesayap, Kalimantan Utara. Pengumpulan data dilakukan di Perairan Muara Sesayap Kalimantan Utara dari bulan Oktober – November 2021 dengan menggunakan alat tangkap Pukat hela (trawl) dengan mesh size alat tangkap yaitu 2,50 cm dan Semua ikan hasil tangkapan yang telah diidentifikasi dihitung kelimpahannya. Hasil tangkapan di perairan muara sesayap yang terdistribusi ke dalam 18 genus dan 21 spesies. Kelimpahan tertinggi yaitu Harpadon nehereus dengan nilai 57% dan Penaeus merguensis 16% dan Penaeus semiculcatus 17%, Spesies dengan kelimpahan terendah yaitu Trigiliarca granosa (0,01%), Drepane punctata (0,01%), Cynaglaossus sp (0,02%), Caranx Leptolepis (0,02%), Leiognathus sp (0,05%). Kelimpahan ikan terbagi pada saat pasang purnama dan pasang perbani yang berbeda, yaitu hasil tangkapan udang pada saat pasang purnama dan ikan nomei pada saat pasang perbani.

STUDI DESKRIPTIF KEDISIPLINAN SISWA DI MAN TARAKAN

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kedisiplinan siswa MAN Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa siswi Man Tarakan yang berjumlah 414 siswa. Dari populasi tersebut 15% dari populasi sehingga jumlah sampel yang digunakan 15% X 414 siswa = 62 siswa. Adapun teknik pengambilan sample yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara random sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala likert. Penelitian ini menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dengan menggunakan rumus standar deviasi dengan tujuan untuk mengetahui tinggi, sedang atau rendahnya nilai suatu objek dalam penelitian. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan IBM SPSS Statistic. Berdasarkan hasil analisis yang didapatkan dari skala yang telah diisi oleh siswa, maka dapat diketahui bahwa kedisiplinan siswa kategori sedang 32 siswa dengan presentase (50%), dan pada kategori tinggi 31 siswa dengan presentase (50%). Kategori tinggi ini menunjukkan bahwa siswa di MAN Tarakan telah melakukan atau memenuhi aturan-aturan yang berada disekolah.

Kajian Aspek Teknis dan Komposisi Hasil Tangkapan Pada Perikanan Trammel net di Mamburungan Kota Tarakan

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Nelayan di Mamburungan menggunakan alat tangkap trammel net yang berbentuk empat persegi panjang berlapis tiga sebagai alat tangkap utama untuk menangkap udang dan ikan yang cukup efektif. Penelitian bertujuan untuk mengetahui aspek teknis dan komposisi hasil tangkapan pada pengoperasian trammel net di perairan Mamburungan Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2020 sampai Maret 2020. Berdasarkan hasil penelitian secara teknis, keragaan trammel net terdiri atas jaring lapis dalam dan lapis luar, jaring serampad atas dan serampad bawah, tali ris atas dan bawah, palampung utama, pemberat utama, tali pelampung, tali pemberat, pemberat batu dan pelampung tanda. Ukuran kapal penangkapan pada trammel net yaitu panjang 8 m, lebar 1 m dan tinggi 1 m, dengan mesin kapal merk Yamaha kekuatan 15 PK. Hasil tangkapan utama (HTU) terdapat 2 spesies udang yaitu P. merguensis dan P. monodon. Hasil Tangkapan Sampingan (HTS) terdapat 4 spesies yaitu Pseudocienna amovensis, Ilisha elongata, Anodontostoma chacunda, dan Caesionidae malaricus. Hasil Tangkapan Buangan (HTB) terdapat 8 spesies yaitu Psettodes erumeri, Arius sp., Tetraodon nigroviridis, Dasyatis sp., Cynoglossus lingua, Ilisha elongata, Stomatopoda sp. dan Portunus sp.

Kajian Aspek Teknis dan Komposisi Hasil Tangkapan Pada Perikanan Trammel net di Mamburungan Kota Tarakan

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nelayan di Mamburungan menggunakan alat tangkap trammel net yang berbentuk empat persegi panjang berlapis tiga sebagai alat tangkap utama untuk menangkap udang dan ikan yang cukup efektif. Penelitian bertujuan untuk mengetahui aspek teknis dan komposisi hasil tangkapan pada pengoperasian trammel net di perairan Mamburungan Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2020 sampai Maret 2020. Berdasarkan hasil penelitian secara teknis, keragaan trammel net terdiri atas jaring lapis dalam dan lapis luar, jaring serampad atas dan serampad bawah, tali ris atas dan bawah, palampung utama, pemberat utama, tali pelampung, tali pemberat, pemberat batu dan pelampung tanda. Ukuran kapal penangkapan pada trammel net yaitu panjang 8 m, lebar 1 m dan tinggi 1 m, dengan mesin kapal merk Yamaha kekuatan 15 PK. Hasil tangkapan utama (HTU) terdapat 2 spesies udang yaitu P. merguensis dan P. monodon. Hasil Tangkapan Sampingan (HTS) terdapat 4 spesies yaitu Pseudocienna amovensis, Ilisha elongata, Anodontostoma chacunda, dan Caesionidae malaricus. Hasil Tangkapan Buangan (HTB) terdapat 8 spesies yaitu Psettodes erumeri, Arius sp., Tetraodon nigroviridis, Dasyatis sp., Cynoglossus lingua, Ilisha elongata, Stomatopoda sp. dan Portunus sp.