ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Udang windu merupakan salah satu komoditas unggulan di Kota Tarakan, namun penyampaian informasi harga dan proses pencatatan masih dilakukan secara manual sehingga kurang efisien dan berpotensi menyebabkan keterlambatan informasi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini mengembangkan sistem informasi harga udang windu berbasis mobile yang memanfaatkan teknologi QR Code sebagai sarana penyajian informasi meliputi harga, ukuran, kode peti, harga jual per kilogram, dan stok per kilogram. Penelitian ini menerapkan metode Research and Development (R&D) yang mencakup tahapan observasi, perancangan, implementasi menggunakan Flutter dan Firebase, serta pengujian melalui Black Box Testing, Usability Testing, pengujian pencahayaan, dan pengujian sudut kemiringan QR Code. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi berhasil dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Berdasarkan Black Box Testing, seluruh fitur aplikasi berfungsi dengan baik dan memperoleh tingkat keberhasilan sebesar 100%. Pada pengujian pencahayaan menunjukkan bahwa QR Code dapat dipindai pada berbagai kondisi intensitas cahaya, meskipun waktu pembacaan menjadi lebih lama pada kondisi minim pencahayaan. Sementara itu, pengujian sudut kemiringan membuktikan bahwa QR Code tetap dapat terdeteksi pada sudut 45°, 75°, dan 90° dengan perbedaan waktu deteksi namun tetap mampu menampilkan informasi harga udang windu. Selain itu, Usability Testing yang melibatkan 23 responden menghasilkan nilai Learnability sebesar 4,41, Memorability 4,45, Efficiency 4,47, Errors 4,43, dan Satisfaction 4,47, dengan rata-rata keseluruhan sebesar 4,446 yang termasuk dalam kategori sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan aplikasi dapat memudahkan pengguna dalam mengakses informasi harga udang windu di Sinar Rejeki Beringin 2 Ujung.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Limbah hasil perikanan mengandung senyawa-senyawa seperti amonia, COD, tingkat kekeruhan dan keasaman (pH) yang ketika masuk ke lingkungan perairan dapat menyebabkan terjadinya pencemaran. Kandungan selulosa yang tinggi pada daun pandan laut berduri (Pandanus tectorius) dapat dimanfaatkan sebagai biosorben untuk menyerap senyawa-senyawa yang dapat mencemari perairan sehingga kondisi perairan dapat menjadi lebih baik. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis efektivitas daun pandan laut sebagai biosorben dalam menurunkan senyawa PH, COD, Kekeruhan dan amonia pada limbah hasil perikanan. Metode analisis ph menggunakan ph meter, amonia menggunakan spektrofotometer (SNI 06-6989; 30-2005), COD Menggunakan titrasi (SNI 6989.73; 2019) dan kekeruhan menggunakan Turbidimeter. Terdapat 5 perlakukan yakni A (perendaman 60 menit). B (perendaman 90 menit), C (perendaman 120 menit), D (perendaman 150 menit) dan E (tanpa perendaman serbuk daun pandan laut). Hasil uji ph tertinggi terdapat pada perlakuan C (9,28) dan terendah E (7,86). Hasil uji COD tertinggi perlakuan B (1824 mg/l) dan terendah E (48 mg/l). Hasil uji kekeruhan A (1581 NTU) dan terendah E (314 NTU). Hasil uji amonia tertinggi perlakukan perlakuan E (11.61 mg/l) dan terendah C (2,02 mg/l). Hasil uji menunjukkan terjadi penurunan senyawa amonia yang diberi perlakuan perendaman serbuk daun pandan laut sehingga dapat disimpulkan daun pandan laut memiliki efektivitas dalam mengabsor senyawa amonia pada limbah hasil perikanan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya perbedaan kontribusi sektor perikanan terhadap struktur perekonomian daerah dan dinamika ekspor antarprovinsi di Pulau Kalimantan. Secara teoritis, sektor yang memiliki keunggulan komparatif diharapkan mampu mendorong daya saing ekspor, namun secara empiris kondisi tersebut belum tentu sejalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keunggulan komparatif sektor perikanan, mengkaji posisi dan dinamika daya saing ekspor, serta mengidentifikasi keterkaitan antara keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif pada lima provinsi di Kalimantan selama periode 2017–2024. Metode analisis yang digunakan adalah Location Quotient (LQ) untuk menentukan sektor basis dan non-basis, serta Export Product Dynamic (EPD) untuk menilai pertumbuhan pangsa pasar dan posisi daya saing ekspor. Data yang digunakan merupakan data sekunder time series yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kalimantan Utara dan Kalimantan Selatan tergolong sektor basis dengan nilai LQ rata-rata lebih dari satu, sedangkan Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah termasuk sektor non-basis. Berdasarkan analisis EPD, daya saing ekspor sektor perikanan menunjukkan pola fluktuatif, di mana tidak semua sektor basis berada pada kategori Rising Star. Beberapa provinsi non-basis justru menunjukkan dinamika ekspor yang lebih progresif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keunggulan komparatif tidak selalu berbanding lurus dengan keunggulan kompetitif. Oleh karena itu, diperlukan strategi peningkatan nilai tambah, efisiensi distribusi, serta perluasan akses pasar internasional guna memperkuat daya saing ekspor sektor perikanan secara berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian mengenai reproduksi ikan, khususnya ukuran pertama kali matang gonad (Lm) dan ukuran pertama kali tertangkap (Lc), penting dilakukan sebagai dasar pengelolaan perikanan berkelanjutan. Informasi tersebut masih terbatas pada ikan kakap merah (Lutjanus argentimaculatus) dan kakap? jenaha (Lutjanus johnii) yang merupakan hasil tangkapan utama nelayan rawai di perairan Tarakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad (TKG), serta menduga ukuran Lm dan Lc pada kedua spesies tersebut. Sampel diperoleh dari hasil tangkapan rawai yang didaratkan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Selumit Pantai, Kota Tarakan, pada November 2024–Januari 2025 dengan total 157 ekor (73 ekor Lutjanus argentimaculatus dan 84 ekor Lutjanus johnii). Analisis dilakukan secara deskriptif kuantitatif melalui pengamatan gonad serta perhitungan Lm dan Lc menggunakan distribusi frekuensi panjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nisbah kelamin L argentimaculatus didominasi jantan (1:0,74), sedangkan Lutjanus johnii relatif seimbang (1:1,15). Uji Chi-square menunjukkan perbedaan jenis kelamin tidak signifikan terhadap distribusi TKG. Nilai Lm diperoleh sebesar 34,05 cm untuk Lutjanus argentimaculatus dan 31,7 cm untuk Lutjanus johnii, sedangkan nilai Lc berturut-turut 46,86 cm dan 46,23 cm. Perbandingan Lc > Lm menunjukkan bahwa sebagian besar ikan yang tertangkap telah matang gonad sebelum dieksploitasi. Dengan demikian, pemanfaatan stok ikan kakap di perairan Tarakan masih tergolong berkelanjutan, serta dapat menjadi dasar dalam penetapan ukuran minimum tangkap dan strategi pengelolaan perikanan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
MORFOMETRIK DAN MERISTIK IKAN HIU CICAK (Chiloscyllium plagiosum) HASIL TANGKAPAN DI PERAIRAN KOTA TARAKAN Abstrak Ikan hiu cicak (Chiloscyllium plagiosum) merupakan salah satu spesies hiu yang memiliki nilai penting baik secara ekologis maupun ekonomis. Spesies ini termasuk dalam famili Hemiscylliidae dan tersebar luas di perairan tropis, termasuk perairan Indonesia. Di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, aktivitas penangkapan ikan yang cukup intensif menjadikan kawasan ini penting untuk dikaji dalam konteks keanekaragaman dan konservasi hiu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies hiu cicak serta menganalisis karakter morfometrik dan meristiknya di perairan sekitar Pulau Tarakan. Pengumpulan data dilakukan melalui survei lapangan dengan menggunakan alat tangkap jaring insang dan pancing. Parameter morfometrik yang diukur meliputi panjang total, lebar kepala, dan tinggi tubuh, sedangkan karakter meristik mencakup jumlah sirip, gigi, dan celah insang. Data dianalisis secara deskriptif untuk melihat variasi dan kesesuaian karakter terhadap identifikasi spesies. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hiu cicak yang tertangkap memiliki panjang total antara 26,5–62,5 cm dengan bentuk tubuh pipih yang adaptif terhadap kehidupan bentik. Karakter meristik yang ditemukan terdiri atas dua sirip dorsal, dua sirip pektoral, dua sirip pelvik, satu sirip anal, satu sirip kaudal, lima celah insang, serta jumlah gigi 16–34 buah, sesuai dengan ciri khas spesies C. plagiosum. Kesimpulannya, hasil ini menegaskan kesesuaian identifikasi morfometrik dan meristik ikan hiu cicak di perairan Tarakan serta memberikan data dasar penting bagi upaya pengelolaan dan konservasi populasi hiu secara berkelanjutan di wilayah tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
DISTRIBUSI SPASIAL DAN TEMPORAL IKAN HIU (Elasmobranchii) DI PERAIRAN BUNYU KABUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN UTARA ABSTRAK Hiu (Elasmobranchii) berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut, sehingga informasi distribusi spasial dan temporalnya diperlukan sebagai dasar pengelolaan perikanan dan konservasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui distribusi spasial dan temporal spesies hiu di Perairan Bunyu, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, pada Desember 2024–Februari 2025. Metode yang digunakan berupa survei lapangan deskriptif kuantitatif dengan enam kali operasi alat tangkap trawl (dua kali per bulan) pada kondisi pasang mati (neap tide). Data yang dikumpulkan meliputi parameter lingkungan (suhu, salinitas, pH, kecerahan), identifikasi spesies, pengukuran morfometrik, serta pemetaan distribusi menggunakan ArcGIS. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga spesies hiu yang tertangkap, yaitu Sphyrna lewini (hiu martil), Rhynchobatus australiae (hiu lontar), dan Chiloscyllium punctatum (hiu batu), dengan total 50 individu. Seluruh tangkapan merupakan anakan (juvenil) yang dominan ditemukan di perairan dangkal bersubstrat pasir-lumpur. Jumlah tertinggi terjadi pada Januari, diduga dipengaruhi kondisi suhu dan arus laut yang lebih stabil. Parameter lingkungan tercatat dengan kisaran suhu 30–31,6°C, salinitas 27–30‰, pH 7,51–7,79, dan kecerahan 2,5–3,5 m. Secara spasial, sebaran hiu terfokus di zona pesisir yang beririsan dengan aktivitas nelayan lokal. Temuan ini mengindikasikan bahwa Perairan Bunyu berfungsi sebagai habitat pembesaran (nursery ground) hiu pesisir. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan berbasis konservasi untuk mendukung keberlanjutan populasi hiu sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem laut di wilayah Kalimantan Utara Kata kunci: Hiu, distribusi spasial, distribusi temporal, Perairan Bunyu, juvenil, konservasi perikanan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGAWASAN PENCEMARAN LINGKUNGAN YANG DIHASILKAN OLEH INDUSTRI DI SEKTOR PERIKANAN KOTA TARAKAN ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis peraturan yang mengatur tentang pengawasan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup terhadap industri perikanan yang melakukan pencemaran lingkungan, serta untuk menganalisis penegakan hukum administrasi terhadap pelanggaran pencemaran lingkungan hidup yang dilakukan oleh industri perikanan di Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe penelitian Normatif, dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Data yang di peroleh dalam penelitian ini berdasarkan hasil wawancara dengan Pejabat Pengawas Dinas Lingkungan Hidup Kota Tarakan, dan ikut serta dalam pengawasan langsung di salah satu industri perikanan yang melakukan pelanggaran bersama dengan Pejabat Pengawas Dinas Lingkungan Hidup Kota Tarakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Tarakan sudah sesuai dengan prosedur maupun regulasi yang ada terkait dengan pengawasan pencemaran lingkungan, namun hal ini ternyata belum efektif karena masih terdapat industri yang melanggar atau tidak mematuhi ketentuan izin lingkungan, seperti PT.D yang masih didapati tidak memenuhi kewajiban dalam dokumen AMDAL dan UKL-UPL yang mengakibatkan pencemaran ligkungan, berdasarkan pelanggaran pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh PT.D maka di kenakan Sanksi Administrasi berupa Paksaan Pemerintah agar segera memperbaiki pengelolaan lingkungannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penelitian ini memberikan beberapa saran, diantaranya perlunya peningkatan efektivitas pengawasan serta Kerjasama antara pemerintah daerah, pihak industri, maupun masyarakat untuk meciptakan pengawasan yang lebih efektif, serta penerapan sanksi yang lebih tegas terhadap pelaku usaha yang melanggar ketentuan lingkungan. Dan diperlukan edukasi maupun pembinaan bagi industri perikanan agar kepatuhan terhadap peraturan lingkungan meningkat. dengan adanya pengawasan yang lebih ketat dan penegakan hukum yang lebih baik, diharapkan pencemaran lingkungan dapat diminimalisir dan keberlanjutan lingkungan di Kota Tarakan dapat terjaga.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
ABSTRAK Tindak Pidana Perikanan dengan bahan peledak, yang merupakan isu yang ditangani pemerintah Indonesia, adalah taktik digunakan oleh nelayan adat untuk menangkap ikan khas tersebut ditemukan di terumbu karang. Mengenai hal ini Indonesia telah membuat kebijakan hukum mengenai kegiatan-kegiatan ilegal kelautan yang rawan mengancam biota laut dan ekosistem bawah laut. Tindak Pidana Perikanan dengan bom digunakan oleh pelaku kejahatan untuk mencapai tujuan tertentu, dengan metode atau modus kejahatan terencana yang merugikan potensi sumber daya ikan di wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia, Tindak Pidana Perikanan dengan bom digunakan oleh pelaku kejahatan untuk mencapai tujuan tertentu, dengan metode atau modus kejahatan terencana yang merugikan potensi sumber daya ikan di wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia, merupakan tindakan yang melanggar hukum di Indonesia dan oleh karena itu dianggap sebagai Tindak Pidana Perikanan Penggunaan bom dan bahan peledak dalam penangkapan ikan diatur dalam Undang-Undang Perikanan merupakan tindakan yang melanggar hukum di Indonesia dan oleh karena itu dianggap sebagai Tindak Pidana Perikanan Penggunaan bom dan bahan peledak dalam penangkapan ikan diatur dalam Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan. Penelitian ini mengunakan metode penelitian Normatif yaitu penelitian hukum untuk menemukan aturan hukum, prinsip-prinsip hukum, maupun doktrin-doktrin hukum guna menjawab isu hukum yang dihadapi. Hasil penelitian menunjukan dalam pengaturan Tindak Pidana Perikanan oleh Warga Negara Asing di Zona Ekonomi Eksklusif diatur didalam UNCLOS 1982 termasuk didalamnya Zona Ekonomi Eksklusif dan Landas Kontinen. Rezim Hukum Internasional tentang zona ekonomi ekslusif telah dikembangkan oleh peraturan internasional melalui konperensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang hukum laut ketiga dan praktek negara (state practice) dimaksudkan untuk melindungi kepentingan negara pantai dari bahaya dihabiskannya sumber daya alam hayati di dekat pantainya oleh kegiatan-kegiatan perikanan berdasarkan rezim laut lepas, serta analisis putusan pengadilan Negeri Kota 286/Pid.Sus/2023 PN Tarakan hasil yang didapatkan pada putusan menunjukan bahwa pentingnya putusan ini sebagai bentuk penegakan hukum yang tegas dalam kasus-kasus tindak pidana perikanan dalam perlindungan lingkungan dan kedaulatan indonesia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Limbah kerang merupakan sisa-sisa kerang yang tidak dapat dimakan karena sifatnya yang keras.Cangkang kerang kapah (Meretrix sp) mengandung sekitar 87% kalsium oksida (CaO) yang berpotensi sebagai bahan dasar ekstraksi kalsium karbonat (CaCO3). Tujuan dari penelitian ini adalah Menganalisis pH, TSS, COD, dan amonia sebelum dan sesudah pemberian serbuk cangkang kerang kapah yang dikalsinasi pada suhu 500oc terhadap limbah cair industri perikanan. Penelitian ini dimulai dari pengambilan sampel, preparasi, pengujian senyawa aktif yang terdiri dari uji pH,COD,Amonia,TSS. Hasil analisis menunjukkan Pengukuran pH sebelum penambahan serbuk cangkang menunjukkan nilai tertinggi sebesar 8,81, sedangkan nilai terendah sebesar 8,66 setelah penambahan serbuk cangkang, pada pengujian parameter COD sebelum penambahan serbuk cangkang kerang kapah menunjukkan nilai tertinggi yaitu 272 mg/l. Namun setelah penambahan serbuk cangkang terlihat pengaruh yang signifikan dengan nilai terendah mencapai 16 mg/. hasil pengukuran kadar amonia pada limbah cair sebelum penambahan serbuk cangkang kerang kapah diperoleh nilai sebesar 30 mg/L. Dari hasil pengukuran kadar amonia setelah penambahan serbuk cangkang kerang kapah terlihat nilai tersebut mengalami penurunan, dengan nilai terendah mencapai 0,03 mg/L. Perlakuan dengan menggunakan serbuk cangkang kapah memberikan dampak terhadap total padatan tersuspensi (TSS) hal ini karena adanya partikel-partikel yang tidak larut dari serbuk cangkang kerang kapah baik yang kecil maupun yang besar dapat berdampak pada air karena partikel-partikel tersebut tidak larut dan tidak dapat mengendap.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Kemajuan suatu daerah sangat tergantung pada peran dan kinerja instansi pemerintah. Untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, setiap instansi harus beroperasi dengan efektif, maka dari itu Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus mematuhi prinsip-prinsip pengelolaan keuangan negara yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kinerja keuangan pemerintah Kota Tarakan Tahun 2021-2023 menggunakan konsep Value For Money Berdasarkan Rasio Ekonomis, Rasio Efisiensi, dan Rasio Efektivitas. Penelitian ini bersifat Deskriptif Kuantitatif yang dilaksanakan pada Dinas Perikanan Kota Tarakan. Mengumpulkan data dengan menggunakan metode purposive sampling dengan mengambil data berupa Laporan Realisasi Anggaran (LRA) dan Laporan akuntabilitas Kinerja instansi pemerintahan, dengan rumus perhitungan menggunakan (1) Rasio Ekonomis, (2) Rasio Efisiensi, dan (3) Rasio Efektivitas. Hasil penelitian menunjukan kinerja keuangan Dinas Perikanan Kota Tarakan pada tahun 2021-2023 jika dilihat dari : (1) Rasio Ekonomis memiliki kriteria cukup ekonomis. (2) Rasio Efisiensi memiliki kriteria cukup efisien setiap tahunnya.(3) Rasio Efektivitas memiliki kriteria cukup Efektif Setiap tahu
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Produksi udang windu (Penaeus monodon) dari tahun ke tahun tidak stabil. Peningkatan produksi udang windu telah dikembangkan dengan berbagai cara, salah satunya penambahan bahan alami yang kaya nutrisi seperti daun mengkudu. Daun mengkudu (Morinda citrifolia) merupakan tanaman herbal yang mengandung asam amino, senyawa fenolik, alkaloid, fenol dan glikosida yang bersifat anti mikroba, antibakteri dan anti inflamasi, serta mengandung senyawa metabolit sekunder yang berguna untuk pengobatan dan pertumbuhan udang windu (Penaeus monodon). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun mengkudu untuk meningkatkan pertumbuhan udang windu yang diuji tantang Vibrio parahaemolyticus. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan yaitu, perlakuan kontrol (P1) tanpa pemberian ekstrak daun mengkudu, perlakuan (P2) 50 ppm, perlakuan (P3) 100 ppm, perlakuan (P4) 150 ppm. Berdasarkan hasil penelitian pemberian pakan Artemia salina dengan penambahan ekstrak daun mengkudu dengan dosis yang berbeda berpengaruh pada pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang windu. Daun mengkudu memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhandan kelangsungan hidup udang windu yang diuji tantang dengan bakteri Vibrio parahaemolyticus. Nilai kelangsungan hidup udang windu (Penaeus monodon) tertinggi diperoleh pada perlakuan (P4) dengan dosis 150 ppm, dan berbeda nyata dibandingkan perlakuan tanpa pemberian ekstrak daun mengkudu. Pemberian ekstrak daun mengkudu dapat meningkatkan sistem imunitas pada udang windu terhadap serangan bakteri Vibrio parahaemolyticus.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kelayakan yaitu, Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kelayakan yaitu, analisis B/C Ratio (Benefit Cost), R/C Ratio (Revenue Cost), BEP (Break Event Point) dari ketiga analisis tersebut telah dilaksanakan observasi pada masing-masing objek usaha industri rumah tangga makanan olahan perikanan di Kota Tarakan ada empat karakteristrik usaha industri yang diteliti yaitu usaha Amplang, usaha Pempek, usaha Pentol ikan, usaha Abon ikan terdapat 16 sampel dari keempat karakteristik tersebut. Berdasarkan kriteria analisis kelayakan yang telah ditentukan, dari 16 sampel terdapat satu usaha yang dapat dikatakan tidak layak dalam analisis B/C Ratio yang hasilnya 1 yaitu usaha Pempek88 sebesar 0.7 yang menyatakan usaha tersebut tidak layak dan merugikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perairan muara Sesayap dan Bulungan merupakan wilayah perairan yang memiliki potensi sumberdaya ikan yang melimpah salah satunya adalah udang bintik (Metapenaus sp.) yang menjadi komoditas penting dan bernilai ekonomis tinggi di Kalimantan Utara. Dengan nilai ekonomi yang tinggi maka akan sejalan dengan tingginya kegiatan penangkapan udang bintik di perairan muara Sesayap dan Bulungan yang terkadang tidak memperhatikan prinsip ekologi tapi semata-mata aspek ekonomi sementara sumberdaya ikan harus tetap lestari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perikanan udang bintik berdasarkan domain sumberdaya ikan di muara Sesayap dan Bulungan Kalimantan Utara. Metode penelitian bersifat deskriftif kuantitatif dengan pengumpulan data primer dan sekunder. Pengambilan sampel dengan metode purposive sampling dengan pertimbangan pada waktu pengoperasian alat tangkap tugu (Stownet) dioperasikan pada saat siklus air pasang purnama dan pasang perbani. Analisis data per masingmasing indikator dilakukan dengan sistem skoring sesuai dengan ketentuan modul Ecosytem Approach to Fisheries Manajemen. Dari hasil evaluasi yang dilakukan terhadap kondisi eksisting pemanfaatan sumberdaya udang bintik di perairan muara Sesayap dan Bulungan kalimantan Utara dengan domain sumber daya ikan didapatkan nilai skoring antara 2 dan 3. Berdasarkan tren CpUE pada kondisi yang stabil, tren ukuran udang dengan rata-rata udang yang ditangkap relatif sama, proporsi ikan yuwana dimana tidak ada udang bintik yang tertangkap dibawah ukuran matang gonad, komposisi spesies dimana ikan target lebih dominan dibandingkan ikan non target, range collapse dengan hasil tangkapan yang sama dengan lokasi penangkapan yang relatif sama dan pada spesies endangred, threatened, dan protected (ETP) yaitu terdapat spesies yang tertangkap tetapi dilepaskan kembali. Praktek penangkapan udang bintik relatif dalam kondisi stabil maka kondisi eksisting ini tetap dipertahankan tanpa ada penambahan jumlah alat tangkap baru
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS PERIKANAN UDANG BINTIK (Metapenaeus sp.) BERDASARKAN DOMAIN SOSIAL EKONOMI DI MUARA BULUNGAN DAN SESAYAP Abstrak Perairan Muara Bulungan dan Muara Sesayap memiliki potensi sumberdaya ikan yang besar. Penghasilan masyarakat nelayan khususnya nelayan tugu berasal dari hasil tangkapan utama yaitu udang dan ikan. Potensi ini dapat menjadi penopang kehidupan dari segi sosial dan ekonomi masyarakat yang bekerja sebagai nelayan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perikanan udang bintik (Metapenaeus sp.) berdasarkan domain sosial dan ekonomi di muara Bulungan dan Sesayap. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 3 kali sampling pada alat tangkap tugu (stownet). Data yang dikumpulkan pada penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi terhadap nelayan tugu di perairan muara Bulungan dan Sesayap terkait indikator domain sosial dan domain ekonomi. Analisis data menggunakan skor terhadap masing-masing indikator yaitu domain sosial, partisipasi pemangku kepentingan, konflik perikanan dan pemanfaatan pengetahuan lokal dalam pengelolaan sumberdaya ikan, serta domain ekonomi dengan indikator kepemilikan aset, pendapatan rumah tangga perikanan, dan rasio tabungan. Hasil penelitian partisipasi pemangku kepentingan dalam proses penangkapan dengan alat tangkap tugu masih dikategorikan rendah, mulai dari proses perijinan sampai proses pengawasan masih belum dilakukan dengan semestinya. Proses penangkapan dan waktu penangkapan masih memanfaatkan pengetahuan lokal. Usaha penangkapan udang dengan alat tangkap tugu cukup menjanjikan dengan pendapatan rata-rata yaitu Rp. 4.633.333 lebih besar dari UMK Provinsi Kalimantan Utara tahun 2022. Dengan waktu kerja yang lebih sedikit nelayan tugu masih dapat menabung rata-rata muara Bulungan 18.8% (Rp. 666.667.00) dan muara Sesayap 28% (Rp. 1.533.333).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pulau Bunyu merupakan potensi perikanan yang terindikasi sangat potensial. Potensi perikanannya dari sektor perikanan tangkap. Masyarakat pulau Bunyu dominan berprofesi sebagai nelayan dengan menggunakan alat tangkap bubu. Alat tangkap pada bubu merupakan jenis alat tangkap yang banyak digunakan oleh nelayan karena alat tangkap bubu tersebut ramah lingkungan dengan bahan yang digunakan terbuat dari bambu teranyam dan menghasilkan tangkapan beragam jenis ikan yang masuk kategori ikan – ikan ekonomis tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan dan menjelaskan nilai efektifitas hasil tangkapan pada pengoperasian bubu dengan perlakuan umpan dan dapat menguraikan pengaruh perlakuan umpan terhadap hasil tangkapan. Penelitian ini menggunakan metode experimental fishing dengan perlakuan terkait umpan yaitu perlakuan A (tanpa umpan), perlakuan B (umpan ikan rucah) dan perlakuan C (umpan kelapa bakar). Hasil dari penelitian menunjukan bahwa jenis ikan yang tertangkap iala ikan demersal meliputi: Baronang (Siganus sp.), Depak (Lutjanus sp.), Nupin (Lethrinus sp.), Rebanu (Lutjanus sp.), dan Kerapu (Epinephalus sp.). Kesimpulan hasil nilai efektifitas terbesar pada perlakuan umpan ikan rucah (100%) dan efektifitas terendah pada perlakuan umpan kelapa bakar (23%). Hasil uji analisa varian (ANOVA) data perlakuan umpan terhadap hasil tangkapan pada alat tangkap bubu, menghasilkan bahwa perlakuan umpan berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapan baik pada satuan berat dan individu ekor.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Wilayah pesisir kabupaten Bulungan memiliki ragam hasil tangkapan ikan pelagis dan ikan demersal, salah satunya berada di perairan muara Ancam. Unit penangkapan dominan di wilayah perairan muara Ancam yaitu unit penangkapan tugu (stowner) Nilai produktivitas perikanan tangkap di wilayah kabupaten Bulungan dipengaruhi oleh produktivitas perikanan tugu. Alat tangkap tugu termasuk kategori alat tangkap perangkap yang memanfaatkan arus pasang dan surut perairan laut. Aspek penting dalam pengelolaan sumberdaya perikanan nilai ekonomis bagi masyarakat adalah faktor efektivitas dengan adanya informasi ilmiah tentang kelimpahan dan struktur hasil tangkapan (jenis dan ukuran). Penelitian bertujuan menerangkan kelimpahan hasil tangkapan utama, komposisi hasil tangkapan dan distribusi frekuensi ukuran panjang dan berat. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif pendekatan observasi terhadap sampel Hasil tangkapan Utama (HTU) selama Januari Februari 2022, dengan purposive sampling selama 8 kali sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 8 jenis Hasil Tangkapan Utama (HTU) yaitu udang yellow. udang dogol, udang mantis, udang merah, udang putih, udang loreng, udang windu dan udang pistol dengan total tangkapan 49.74 kg dan rata rata kelimpahannya 49.48%. Jenis udang dengan nilai kelimpahan terbesar dan dominan tertangkap adalah udang putih. Persentase komposisi jenis hasil tangkapan utama tugu yaitu udang yellow 11% dengan struktur ukuran rerata Panjang Total (PT) 8.18 cm dan rerata Berat Total (BT) 6.67 gram; udang brown 7% dengan 9.23 cm dan 9.05 gram: udang mantis 7% dengan 10.84 cm dan 10.51 gram; udang merah 6% dengan 8.85 cm dan 7.60 gram, udang putih 51% dengan 8.92 cm dan 8.15 gram; udang loreng 18% dengan 10.62 cm dan 11.15 gram; udang windu 11% dengan 9.94 cm dan 8.67 gram, serta udang tembak 0,28% dengan 8.05 cm dan 7.60 gram.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keanekaragaman merupakan jumlah jenis dan masing masing jenis di dalam suatu komunitas yang memiliki aset dan potensi bagi suatu daerah, baik darat maupun yang ada di perairan. keanekaragaman makhluk hidup yang ada dilaut sangat berlimpah sehingga perlu dijaga kelestariannya, namun pada saat ini masih banyak nelayan menggunakan Pukat hela (trawl) sebagai alat tangkap, yang dimana pukat hela (trawl) tersebut termasuk alat tangkap yang kurang selektif dalam memilah hasil tangkapan. Tujuan penelitian untuk melihat tingkat keanekaragaman dan kelimpahan ikan di Muara Sesayap, Kalimantan Utara. Pengumpulan data dilakukan di Perairan Muara Sesayap Kalimantan Utara dari bulan Oktober – November 2021 dengan menggunakan alat tangkap Pukat hela (trawl) dengan mesh size alat tangkap yaitu 2,50 cm dan Semua ikan hasil tangkapan yang telah diidentifikasi dihitung kelimpahannya. Hasil tangkapan di perairan muara sesayap yang terdistribusi ke dalam 18 genus dan 21 spesies. Kelimpahan tertinggi yaitu Harpadon nehereus dengan nilai 57% dan Penaeus merguensis 16% dan Penaeus semiculcatus 17%, Spesies dengan kelimpahan terendah yaitu Trigiliarca granosa (0,01%), Drepane punctata (0,01%), Cynaglaossus sp (0,02%), Caranx Leptolepis (0,02%), Leiognathus sp (0,05%). Kelimpahan ikan terbagi pada saat pasang purnama dan pasang perbani yang berbeda, yaitu hasil tangkapan udang pada saat pasang purnama dan ikan nomei pada saat pasang perbani.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Alat tangkap tugu (stownet) merupakan alat tangkap yang bersifat pasif dan termasuk dalam alat tangkap perangkap, yang dalam pengoperasiannya memanfaatkan pasang surut atau arus dan ruaya ikan. Stownet alat tangkap yang terbuat dari jaring yang berbentuk kantong dan dipasang semi permanen menentang arus. Penelitian bertujuan menguraikan dan menjelaskan ciri morfologis hasil tangkapan serta persentase jumlah total dan jumlah perjenis hasil tangkapan dan menerangkan kategori hasil tangkapan utama, sampingan dan buangan (HTU, HTS, HTB), dalam satuan persentase jumlah individu dan berat di perairan Muara Ancam Kabupaten Bulungan. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif selama Januari - Maret 2022, dengan purposive sampling selama 8 kali sampling. Hasil penelitian menghasilkan jumlah sampel sebanyak 24 spesies dari 3 kelompok organisme yaitu 12 jenis ikan demersal (19,96%), 8 jenis ikan pelagis (10,84%), 1 jenis moluka (3%), 2 jenis krustase (170%). Total sampel sebanyak 83.10 ekor dengan total berat 71,739 kg. Kategori Hasil Tangkapan Utama (HTU) 69,44% (satuan berat) dan 64,38 % (satuan individu), Hasil Tangkapan Sampingan (HTS) 6,09 % (satuan berat) dan 7,52 (satuan individu) dan Hasil Tangkapan Buangan (HTB) 24,47 % (satuan berat) dan 28,10 % (satuan individu).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tugu (Stownet) merupakan alat tangkap bersifat pasif yang dalam pengoperasiaanya dipasang tegak lurus dengan arah arus pasang surut (tidal trap) dan memanfaatkan ruaya organisme perairan. Hasil tangkapan Tugu di Perairan Muara Sesayap dan Sembakung Kalimantan Utara mempunyai keanekaragaman yang tinggi baik jenis maupun ukuran. Tujuan penelitian ini adalah menguraikan komposisi jenis dan ukuran hasil tangkapan alat tangkap Tugu di Perairan Muara Sesayap dan Sembakung Kalimantan Utara. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel selama 2 bulan dalam 4 trip mengunakan alat tangkap Tugu dengan mata jaring masing-masing 1 inchi pada bagian kantong dan 1,5 inchi pada bagian badan. Hasil identifikasi terhadap sampel didapatkan sebanyak 28 spesies dari 6 kelompok organisme perairan sebanyak 26.779 ekor dengan berat 49,245 kg. Hasil tangkapan didominasi oleh hasil tangkapan sampingan (HTS) dan hasil tangkapan buangan (HTB) dengan persentase 43%.Komposisi ukuran pada udang putih (Metapenaeus sp) dan udang bintik (Metapenaeus sp) yaitu berkisar antara 2-5,8 cm. Ukuran yang dominan pada udang putih (Metapenaeus sp) dengan kisaran ukuran 3,29-3,71 dan 3,64-4,09 pada udang bintik (Metapenaeus sp). Udang putih (Metapenaeus sp) dan udang bintik (Metapenaeus sp) sebagai hasil tangkapan utama (HTU) didominasi oleh ukuran dewasa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Kota Tarakan merupakan wilayah maritim yang dikelilingi oleh laut dan juga merupakan wilayah yang kaya dengan hasil-hasil perikanan. Kota Tarakan merupakan kota yang menjadi pintu keluar masuk bagi produk perikanan di provinsi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi pengembangan sektor perikanan di Kota Tarakan dalam membantu perekonomian Kota Tarakan. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling, berdasarkan metode purposive sampling sampel yang diperoleh dari 3 golongan responden yaitu Nelayan, Pebisnis, dan Pemerintah sehingga diperoleh data sebanyak 99 dari responden tersebut. Penelitian ini mengkaji dengan menggunakan alat analisis SWOT untuk menemukan strategi pengembangan sektor perikanan di Kota Tarakan dengan memperhatikan potensi yang dimiliki. Hasil analisis membagi pengembangan ke dalam tiga konsep pengembangan yaitu pengembangan yang berwawasan lingkungan, pengembangan dengan memaksimalkan kerja sama antara pengelola dengan instansi terkait, dan pengembangan yang meningkatkan pengetahuan dalam perawatan sumber daya alam. Kata Kunci: strategi pengembangan, sumber daya perikanan, potensi