Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

ERWIN NANDI MARBUN

2 karya publik ditemukan.

2025: 2

Analisis Ukuran Pertama Matang Gonad dan Tertangkap Pada Ikan Marga Lutjanus Hasil Tangkapan Rawai yang Didaratkan di Perairan Kota Tarakan

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian mengenai reproduksi ikan, khususnya ukuran pertama kali matang gonad (Lm) dan ukuran pertama kali tertangkap (Lc), penting dilakukan sebagai dasar pengelolaan perikanan berkelanjutan. Informasi tersebut masih terbatas pada ikan kakap merah (Lutjanus argentimaculatus) dan kakap? jenaha (Lutjanus johnii) yang merupakan hasil tangkapan utama nelayan rawai di perairan Tarakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad (TKG), serta menduga ukuran Lm dan Lc pada kedua spesies tersebut. Sampel diperoleh dari hasil tangkapan rawai yang didaratkan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Selumit Pantai, Kota Tarakan, pada November 2024–Januari 2025 dengan total 157 ekor (73 ekor Lutjanus argentimaculatus dan 84 ekor Lutjanus johnii). Analisis dilakukan secara deskriptif kuantitatif melalui pengamatan gonad serta perhitungan Lm dan Lc menggunakan distribusi frekuensi panjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nisbah kelamin L argentimaculatus didominasi jantan (1:0,74), sedangkan Lutjanus johnii relatif seimbang (1:1,15). Uji Chi-square menunjukkan perbedaan jenis kelamin tidak signifikan terhadap distribusi TKG. Nilai Lm diperoleh sebesar 34,05 cm untuk Lutjanus argentimaculatus dan 31,7 cm untuk Lutjanus johnii, sedangkan nilai Lc berturut-turut 46,86 cm dan 46,23 cm. Perbandingan Lc > Lm menunjukkan bahwa sebagian besar ikan yang tertangkap telah matang gonad sebelum dieksploitasi. Dengan demikian, pemanfaatan stok ikan kakap di perairan Tarakan masih tergolong berkelanjutan, serta dapat menjadi dasar dalam penetapan ukuran minimum tangkap dan strategi pengelolaan perikanan.

Analisis Ukuran Pertama Matang Gonad dan Tertangkap Pada Ikan Marga Lutjanus Hasil Tangkapan Rawai yang Didaratkan di Perairan Kota Tarakan

2025 · Book ·

Penelitian mengenai reproduksi ikan, khususnya ukuran pertama kali matang gonad (Lm) dan ukuran pertama kali tertangkap (Lc), penting dilakukan sebagai dasar pengelolaan perikanan berkelanjutan. Informasi tersebut masih terbatas pada ikan kakap merah (Lutjanus argentimaculatus) dan kakap? jenaha (Lutjanus johnii) yang merupakan hasil tangkapan utama nelayan rawai di perairan Tarakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad (TKG), serta menduga ukuran Lm dan Lc pada kedua spesies tersebut. Sampel diperoleh dari hasil tangkapan rawai yang didaratkan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Selumit Pantai, Kota Tarakan, pada November 2024–Januari 2025 dengan total 157 ekor (73 ekor Lutjanus argentimaculatus dan 84 ekor Lutjanus johnii). Analisis dilakukan secara deskriptif kuantitatif melalui pengamatan gonad serta perhitungan Lm dan Lc menggunakan distribusi frekuensi panjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nisbah kelamin L argentimaculatus didominasi jantan (1:0,74), sedangkan Lutjanus johnii relatif seimbang (1:1,15). Uji Chi-square menunjukkan perbedaan jenis kelamin tidak signifikan terhadap distribusi TKG. Nilai Lm diperoleh sebesar 34,05 cm untuk Lutjanus argentimaculatus dan 31,7 cm untuk Lutjanus johnii, sedangkan nilai Lc berturut-turut 46,86 cm dan 46,23 cm. Perbandingan Lc > Lm menunjukkan bahwa sebagian besar ikan yang tertangkap telah matang gonad sebelum dieksploitasi. Dengan demikian, pemanfaatan stok ikan kakap di perairan Tarakan masih tergolong berkelanjutan, serta dapat menjadi dasar dalam penetapan ukuran minimum tangkap dan strategi pengelolaan perikanan.