ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan merancang alat ukur temperatur berbasis Arduino Uno dan sensor DS18B20 pada sistem uji konduksi satu dimensi serta mengevaluasi tingkat ketelitiannya. Metode pengembangan menggunakan kerangka NIDA (Need, Idea, Decision, and Action) dengan validasi kesalahan terhadap thermogun. Alat pengukur mengintegrasikan dua sensor DS18B20, resistor pull-up 4,7 kΩ, dan LCD I2C 16×2 untuk akuisisi data real-time. Pengujian pada spesimen besi, stainless steel, dan kuningan menunjukkan tingkat kesalahan tertinggi pada besi, yaitu sebesar 133,04% (T_1) dan 43,13% (T_2). Sementara itu, nilai kesalahan pada stainless steel mencapai 66,59% (T_1) dan 15,32% (T_2), serta pada kuningan sebesar 25,93% (T_1) dan 17,78% (T_2). Hasil ini mengindikasikan bahwa sistem masih memerlukan kalibrasi dan optimasi lebih lanjut untuk meningkatkan ketelitian pengukuran temperatur pada alat uji konduksi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian mengenai reproduksi ikan, khususnya ukuran pertama kali matang gonad (Lm) dan ukuran pertama kali tertangkap (Lc), penting dilakukan sebagai dasar pengelolaan perikanan berkelanjutan. Informasi tersebut masih terbatas pada ikan kakap merah (Lutjanus argentimaculatus) dan kakap? jenaha (Lutjanus johnii) yang merupakan hasil tangkapan utama nelayan rawai di perairan Tarakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad (TKG), serta menduga ukuran Lm dan Lc pada kedua spesies tersebut. Sampel diperoleh dari hasil tangkapan rawai yang didaratkan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Selumit Pantai, Kota Tarakan, pada November 2024–Januari 2025 dengan total 157 ekor (73 ekor Lutjanus argentimaculatus dan 84 ekor Lutjanus johnii). Analisis dilakukan secara deskriptif kuantitatif melalui pengamatan gonad serta perhitungan Lm dan Lc menggunakan distribusi frekuensi panjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nisbah kelamin L argentimaculatus didominasi jantan (1:0,74), sedangkan Lutjanus johnii relatif seimbang (1:1,15). Uji Chi-square menunjukkan perbedaan jenis kelamin tidak signifikan terhadap distribusi TKG. Nilai Lm diperoleh sebesar 34,05 cm untuk Lutjanus argentimaculatus dan 31,7 cm untuk Lutjanus johnii, sedangkan nilai Lc berturut-turut 46,86 cm dan 46,23 cm. Perbandingan Lc > Lm menunjukkan bahwa sebagian besar ikan yang tertangkap telah matang gonad sebelum dieksploitasi. Dengan demikian, pemanfaatan stok ikan kakap di perairan Tarakan masih tergolong berkelanjutan, serta dapat menjadi dasar dalam penetapan ukuran minimum tangkap dan strategi pengelolaan perikanan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Udang windu merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Namun, proses identifikasi kesegaran udang secara manual sering kali memerlukan waktu yang cukup lama serta membutuhkan keahlian khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem klasifikasi kesegaran udang windu berbasis citra digital dengan metode Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM) dan Artificial Neural Network (ANN). Sistem tersebut diintegrasikan ke dalam interface desktop menggunakan PyQt5 sehingga dapat mempermudah pengguna dalam menilai kualitas udang secara efektif. Total dataset yang digunakan sebanyak 400 dataset dengan rincian 200 untuk udang segar dan 200 untuk udang tidak segar. Dari dataset tersebut kemudian dibagi proporsi 85% (340 data) untuk data latih dan 15% (60 data) untuk data uji. Proses pelatihan dilakukan dengan epoch sebanyak 200 dan batch size 35 dengan latar belakang putih pada setiap pengambilan dataset. Hasil terbaik diperoleh pada epoch ke-199 dengan nilai loss sebesar 0,0199 dan accuracy sebesar 0,9971. Hasil pengujian terhadap 60 data uji menunjukkan bahwa sistem mampu mengidentifikasi kesegaran udang dengan nilai precision 1,00, recall 1,00, dan F-measure 1,00 pada kelas udang segar. Sedangkan pada kelas udang tidak segar diperoleh nilai precision 1,00, recall 0,90, dan F-measure 0,95. Hal ini menandakan bahwa sistem berhasil mendeteksi kedua kelas udang windu dengan tingkat keakuratan yang tinggi. Hanya saja perlu ada perbaikan pada pengambilan dataset citra udang tidak segar .Dengan adanya aplikasi ini, proses identifikasi kesegaran udang dapat dilakukan dengan lebih baik sehingga membantu dalam pemilihan udang segar dan tidak segar secara lebih efektif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
this study aimed to analyse the control of coffee bean raw material inventory using the Economic Order Quantity (EOQ) method at Repeat Coffee Shop in Tarakan City. The research method used was quantitative. The quantitative method is a research approach conducted based on weighted calculations as the basis for analysis, where data is processed using manual calculations, Microsoft excel, and POM QM. The study results indicated that the EOQ method is more efficient than conventional calculation method and the POQ. this result is supported by the total cost of Rp 6,096,743, the frequency of order at 5 times, and the order quantity of 37.459 kg of coffee bean raw materials during the month of November 2024. the owner of Repeat Coffee Shop can apply the EOQ method to help manage raw material inventory efficiently.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
.Indonesia memiliki potensi besar dalam pemanfaatan energi terbarukan, terutama energi surya, dengan intensitas sinar matahari harian rata-rata 1.200 W/m². Kondisi ini ideal untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), terutama yang beroperasi secara mandiri (PLTS Off-Grid). Sementara itu, sistem lampu lalu lintas, meskipun penting dalam pengaturan arus kendaraan, masih banyak menggunakan waktu tetap yang tidak efisien ketika volume kendaraan bervariasi. Untuk mengatasi ini, diusulkan sistem pengendali adaptif berbasis PLC (Programmable Logic Controller) dengan metode time scheduling. Pada jam sibuk, seperti pukul 07:00 hingga 09:00, durasi lampu hijau diperpanjang untuk menyesuaikan dengan volume kendaraan yang lebih tinggi. PLC menyesuaikan waktu nyala lampu secara real-time, merespons kondisi lalu lintas dengan cepat. Pada jam sibuk sore 16:00 hingga 17:00, siklus total lampu lalu lintas adalah 199 detik dengan rincian sebagai berikut arah Selatan memiliki waktu tunggu 147 detik dengan 48 detik lampu hijau, arah Utara menunggu 165 detik dengan 30 detik lampu hijau, arah Timur menunggu 166 detik dengan 29 detik lampu hijau, dan arah Barat menunggu 120 detik dengan 75 detik lampu hijau. Lampu kuning menyala selama 3 detik di semua arah, dan terdapat jeda 1 detik merah sebelum pergantian antar simpang. Penyesuaian ini membantu mengurangi kemacetan dan meningkatkan kelancaran lalu lintas sepanjang hari.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pada umumnya pengaturan lampu lalu lintas (traffic tights) saat ini menggunakan waktu yang tetap dimana lampu diatur agar bekerja secara bergantian pada waktu yang tetap, tanpa memperhatikan kondisi arus lalu lintas, misalnya pada simpang empat dari masing-masing arah jalan dibuat lamanya lampu hijau, kuning, merah dengan waktu yang sama. Dalam kondisi ini terdapat antrian panjang di satu sisi dan di sisi lain antrian sangat pendek, maka pengaturan durasi waktu yang sama rata ini akan menimbulkan waktu berhenti yang tidak perlu. Dalam penelitian ini menggunakan jenis metode eksperimental yang dikerjakan dengan tahap pengadaan, merangkai, dan pelaksanaan uji coba. Dengan menggunakan Programmable Logic Controller (PLC) dan User Interface (UI) sebagai pengontrolan dan monitoring sistem lampu lalu lintas di persimpangan jalan dengan tujuan untuk mendesain dan mensimulasikan sistem lampu lalu lintas pada jalur simpang empat secara manual menggunakan software GX-Developer dan software GT-Designer3. PLC digunakan sebagai pengontrolan otomatis kerja traffic lights yang mengatur waktu operasional traffic lights yang dapat merespon dan mengikuti semua perintah yang diberikan oleh sistem UI. Sehingga pengujian pengaturan pewaktuan lampu pada simpang empat dapat di setting langsung pada sistem UI dengan timer pada program traffic lights, timer hasil perhitungan, dan timer pada stopwatch memiliki perbedaan waktu relatif. Sehingga, didapatkan hasil real timer pada stopwatch pada lampu hijau simpang 1 selama 41,79 detik, lampu hijau simpang 2 selama 41,79 detik, lampu hijau simpang 3 selama 25,77 detik, dan lampu hijau simpang 4 selama 21,89 detik, dengan lampu kuning semua simpang 3 detik, dan lampu merah semua simpang hanya 1 detik sebagai waktu jeda antara lampu merah dan hijau pada simpang 1 ke simpang lainnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Seiring dengan banyaknya kendaraan yang ada maka dibuatlah traffic light. Pada tanggal 10 Desember 1868, traffic light pertama kali diterapkan di Inggris, tujuannya adalah mengatur lalu lintas di jalan raya. Adanya traffic light ini dapat mencegah kemacetan serta mengurangi kecelakaan yang ada di jalan. Serta juga dapat mengatur lajunya arus lalu lintas. Dalam penelitian ini penulis mencoba untuk bereksperimen, dengan kontrol PLC berbasis photoelectric yang terpasang pada traffic light. Tujuan utama dalam pengotrolan ini adalah memperhitungankan jarak antrian dan lama waktu tunggu pada traffic light dangan sensor sebagai photoelectric sebagai pengindraan yang mengirim sinyal pada PLC sebagai pusat kontrol. Terdapat tiga sensor yang digunakan yang berfungsi sebagai pendeteksi panjang antrian kendaraan pada setiap simpang. Jika antrian kendaraan mencapai sensor pertama waktu pada lampu hijau 7 detik lebih lama dibanding waktu normal. Jika antrian kendaraan mencapai sensor kedua waktu lampu hijau lebih lama 13 detik. Jika antrian kendaraan mencapai sensor ketiga maka waktu lampu hijau lebih lama 20 detik dari waktu normal. Syarat mengaktifkan sensor apabila terhalang selama 5 detik. Pada sistem kontrol traffic light ini, waktu tunggu (lampu merah) terlama antrian kendaraan 109 detik kondisi simpang dalam keadaan normal. Jika sensor aktif secara bersamaan waktu lampu hijau terlama 43 detik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berfokus pada karakter morfometrik dan meristik ikan kakap putih (Lates calcarifer) yang terdapat ditempat pendaratan ikan juata laut kota tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa karakter morfometrik dan meristik serta perbedaan ikan kakap putih jantan dan betina secara morfologi di tempat pendaratan ikan juata laut kota tarakan. Pengambilan sampel selama 2 minggu pada tanggal 16 April sampai dengan 30 April dengan jumlah sampel ikan sebanyak 30 ekor. Hasil Analisis persamaan regresi linear menunjukkan ikan kakap putih jantan dan kakap putih betina memiliki keberatan yang sangat kuat berkisar 0,831 – 0,996 dan pada uji diskriminan ditemukan lima perbedaan karakter mofometrik yaitu PS, PK, TK, PSSV, PSSA ikan kakap putih betina lebih panjang dibandingkan dengan ikan kakap putih jantan. Hasil perhitungan meristik pada ikan kakap putih jantan dan betina memiliki sirip lengkap D¹. VII ; D². I.12, P. 18, V.II. 18, A¹.III; A².7, C. 18- 20, LL 67 - 80. Kata Kunci : Lates calcarifer; Morfometrik dan Meristik; TPI Juata Laut
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu biota di estuaria yang sering tertangkap pada kegiatan penangkapan ikan oleh nelayan adalah ikan kakap putih (Lates calcarifer). Aspek yang menjadi fokus riset adalah terkait dengan struktur ukuran dan pertumbuhan ikan kakap putih. Tujuan dari penelitian ini yaitu menguraikan dan menjelaskan struktur ukuran panjang dan berat, menerangkan model pertumbuhan dengan pendekatan von Bertalanffy, menerangkan pola/sifat pertumbuhan dengan pendekatan hubungan panjang berat dan faktor kondisi. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Desember 2021-Maret 2022 di perairan estuaria sungai Kayan (perairan muara Ancam, perairan muara Bulungan dan perairan muara Mapat) menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dan metode pengumpulan sampel secara purposive random sampling. Hasil penelitian menunjukkan struktur ukuran pada ikan kakap putih (Lates calcarifer) memiliki panjang dominan pada kisaran 32,9-37,2 cm dengan berat 496,2 – 728,4 gram (total), 32,9-37,2 cm dengan berat 496,2-728,4 gram (jantan), dan 37,4-39,8 cm dengan berat 701,8-804,6 gram (betina). Model pertumbuhan Von Bertalanffy pada sampel ikan kakap putih (Lates calcarifer) menghasilkan persamaan Lt = 91.208 {1 - 2.71828 -0.016 ( t - 0.935 )}. Hubungan panjang berat ikan kakap putih (Lates calcarifer) secara keseluruhan, jantan dan betina bersifat allometrik negative dan memiliki nilai faktor kondisi nilai 1 atau mendekati 1 yang menunjukkan bahwa kondisi ikan kakap putih jantan dan betina dalam kondisi atau bentuk tubuh yang cukup baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancangan alat yang dapat mengidentifikasi campuran bahan bakar minyak di penjual bensin eceran melalui deteksi warna yang menggunakan sensor warna. Sehingga kerusakan pada tangki dan mesin motor dapat di minimalisir akibat dari penggunaan bahan bakar kendaraan yang tidak murni atau telah tercampur dengan hal lainnya.Berdasar pengujian yang dilakukan alat ini bisa membaca nilai warna pada objek BBM akan tetapi masih memiliki nilai error yang berpengaruh pada pembacaan warnanya. Pada Campuran BBM 10% nilai error alat ini adalah (10-8)/10 x 100%= 20% dan pada Campuran BBM 20% nilai error alat ini adalah (10-7)/10 x 100% = 30%. Tapi alat ini terbilang akurat karena pada saat pengujian membaca campuran sudah membaca tepat lebih banyak dibanding tingkat kesalahannya. .This study aimed to design a tool that is able to recognize fuel-oil mixtures in retail gasoline sellers through color detevtion using a color sensor. Hence, the damage to the tank and motor engine can be minimized due to the consumption of the vehicle's impure fuel which is contaminated with other substances. Based on the tests carried out this tool could read the color value on the fuel-oil object but the error value was still found that affected the color identification quality. At 10% fuel-oil mixture the error value of this tool was (10-8)/10 x 100% = 20% and at 20% fuel-oil mixture the error value of this tool was (10-7)/10 x 100% = 30%. However, this tool was fairly accurate to identify the fuel-oil mixtures more precisely than the error rate.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Penelitian terkait reproduksi ikan khususnya tentang Lm dan Lc pada hasil tangkapan rawai dasar yang ada di Pulau Tarakan perlu dilakukan pengkajian, guna menjaga kelestarian dan keberadaan populasi ikan yang ada di perairan. Tujuan penelitian untuk mendapatkan data ukuran panjang total dan standar serta berat ikan, mendapatkan data karakteristik dan tingkat kematangan gonad ikan, serta menjelaskan ukuran pertama kali matang gonad dan ukuran pertama kali tertangkap ikan hasil tangkapan utama perikanan rawai dasar yang didaratkan di Kota Tarakan. Metode penelitian menggunakan metode observasi dengan pengamatan dan pengukuran ikan hasil tangkapan rawai dasar. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2021. Hasil pengukuran sampel ikan Arut (Pomadasys sp) diperoleh kisaran panjang total 24,7-51,9 cm, berat berkisar 237-2150 gram dan panjang standar 18,8-40,3 cm. Sampel ikan Kakap Merah (Lutjanus sp) diperoleh kisaran panjang total 32,0-50,8 cm, panjang standar 25,8-45,2 cm dan berat berkisar 509-2640 gram. Hasil pengamatan karakteristik Tingkat Kematangan Gonad (TKG) sampel ikan Arut (Pomadasys sp) berada pada TKG I-V dan sampel ikan Kakap Merah (Lutjanus sp) diperoleh TKG I-III. Hasil pengukuran Lm dan Lc sampel ikan Arut (Pomadasys sp) diperoleh nilai Lm > Lc (Lm = 30,17 cm; Lc = 25,98 cm) dan nilai Lm dan Lc pada sampel ikan kakap merah (Lutjanus sp) menunjukan Lm > Lc (Lm = 41,51 cm; Lc = 36,39 cm).