Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

7 hasil
Subjek: Perairan Bunyu
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

DISTRIBUSI SPASIAL DAN TEMPORAL IKAN HIU (Elasmobranchii ) DI PERAIRAN BUNYU KABUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN UTARA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

DISTRIBUSI SPASIAL DAN TEMPORAL IKAN HIU (Elasmobranchii) DI PERAIRAN BUNYU KABUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN UTARA ABSTRAK Hiu (Elasmobranchii) berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut, sehingga informasi distribusi spasial dan temporalnya diperlukan sebagai dasar pengelolaan perikanan dan konservasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui distribusi spasial dan temporal spesies hiu di Perairan Bunyu, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, pada Desember 2024–Februari 2025. Metode yang digunakan berupa survei lapangan deskriptif kuantitatif dengan enam kali operasi alat tangkap trawl (dua kali per bulan) pada kondisi pasang mati (neap tide). Data yang dikumpulkan meliputi parameter lingkungan (suhu, salinitas, pH, kecerahan), identifikasi spesies, pengukuran morfometrik, serta pemetaan distribusi menggunakan ArcGIS. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga spesies hiu yang tertangkap, yaitu Sphyrna lewini (hiu martil), Rhynchobatus australiae (hiu lontar), dan Chiloscyllium punctatum (hiu batu), dengan total 50 individu. Seluruh tangkapan merupakan anakan (juvenil) yang dominan ditemukan di perairan dangkal bersubstrat pasir-lumpur. Jumlah tertinggi terjadi pada Januari, diduga dipengaruhi kondisi suhu dan arus laut yang lebih stabil. Parameter lingkungan tercatat dengan kisaran suhu 30–31,6°C, salinitas 27–30‰, pH 7,51–7,79, dan kecerahan 2,5–3,5 m. Secara spasial, sebaran hiu terfokus di zona pesisir yang beririsan dengan aktivitas nelayan lokal. Temuan ini mengindikasikan bahwa Perairan Bunyu berfungsi sebagai habitat pembesaran (nursery ground) hiu pesisir. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan berbasis konservasi untuk mendukung keberlanjutan populasi hiu sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem laut di wilayah Kalimantan Utara Kata kunci: Hiu, distribusi spasial, distribusi temporal, Perairan Bunyu, juvenil, konservasi perikanan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Model dan sifat pertumbuhan ikan kerapu lumpur (Epinephelus sp.) Hasil tangkapan bubu dasar (Bottom fish pots) Di Perairan Bunyu Kabupaten Bulungan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pulau Bunyu mempunyai luas 192.32 km2 memiliki potensi hasil perikanan tangkap berlimpah di wilayah lautnya, salah satunya yaitu sumberdaya ikan kerapu lumpur (Epinepheluss sp.). Epinephelus sp. merupakan ikan dikenal dengan “groupers” memiliki sifat hidup soliter, memangsa ikan dan krustase serta komoditas perikanan mempunyai nilai ekonomis cukup tinggi. Penelitian bertujuan tentang model dan sifat pertumbuhan Epinephelus sp. Metode penelitian secara deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel purposive sampling yang dilakukan di pos penjualan ikan pulau Bunyu selama 2 bulan (Febuari-Maret 2023) dengan 8 kali sampling, menghasilkan total sampel sebanyak 240 ekor. Analisis model pertumbuhan menghasilkan parameter pertumbuhan yaitu nilai koefisien pertumbuhan (K), panjang infinitif, (L∞) dan dugaan umur pada panjang null (t0) pendekatan von Bertalanffy. Hasil penelitian menghasilkan struktur umur dengan persamaan y = 0.0142x + 2.85353 dan nilai R2 = 0.5826. Model pertumbuhan persamaan model Von Bertalanffy adalah Lt = 131.608 {1 - 2.71828-0.0194(t - 0.801835)}. Parameter pertumbuhan panjang infinitive mencapai (L∞) = 131,608 cm diperkirakan terjadi ketika ikan kerapu (Epinephelus sp.) mencapai umur 918 hari. Koefisien pertumbuhan (K) 0,0194 cm/hari dan estimasi umur pada panjang teoritis null (to) = -0,801 hari. Sifat pertumbuhan diekspresikan dalam hubungan panjang berat Epinephelus sp. menunjukkan pola pertumbuhan allometrik positif dalam total sampling. Hal ini berarti pertambahan berat lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan panjang atau kondisi tubuh ikan kerapu cenderung gemuk atau montok.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MODEL DAN SIFAT PERTUMBUHAN IKAN SELAR TETENGKEK (Megalaspis cordyla) DI PERAIRAN BUNYU KABUPATEN BULUNGAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

MODEL DAN SIFAT PERTUMBUHAN IKAN SELAR TETENGKEK (Megalaspis cordyla) DI PERAIRAN BUNYU KABUPATEN BULUNGAN ABSTRAK Pulau Bunyu berbentuk pulau kecil dengan luas 198.32 km² punya potensi hasil perikanan yang berlimpah di wilayah lautnya, salah satunya sumberdaya ikan selar tetengkek yang secara morfologis bernama ilmiah Megalaspis cordyla. Megalaspis cordyla adalah ikan pelagis kecil tergolong hewan carnivora dan sumberdaya ikan pelagis bernilai ekonomis cukup tinggi. Penelitian tentang model dan sifat pertumbuhan ikan Megalaspis cordyla dilakukan karena belum tersedia data ilmiah pertumbuhan biologi ikan selar dan melengkapi informasi tentang sumberdaya ikan di pulau Bunyu, agar pengelolaan sumberdaya perikanan di pulau Bunyu bisa lestari dan berkelanjutan. Tujuan penelitian ini berkaitan dengan model dan sifat pertumbuhan ikan Megalaspis cordyla. Analisis model pertumbuhan menjelaskan parameter pertumbuhan yaitu nilai koefisien pertumbuhan (K), panjang infinitif (L∞) dan dugaan umur pada panjang null (t0) dengan pendekatan von Bertalanffy. Analisis sifat pertumbuhan menggunakan metode hubungan panjang berat pola kubik. Penelitian dilakukan selama 2 bulan dengan 8 kali sampling total di perairan Bunyu terhadap sampel ikan Megalaspis cordylla. Penelitian ini menggunakan metode deksriptif kuantitatif dengan pendekatan metode samplingnya purposive sampling. Total sampel penelitian 192 ekor ikan Megalaspis cordylla. Model perubahan panjang per umur pada grafik pergeseran struktur umur ikan Megalaspis cordylla yaitu a = -0,0305 dan nilai b = 2,0437 dengan nilai koefesien determinasi R² = 0,7581 atau melebihi dari 75,81%. Model pertumbuhan dalam bentuk persamaan model von bertalanffy adalah Lt = 67,007 ( 1-2,14266 -0,031 (t - 0,679)). Parameter pertumbuhan dengan panjang infinitive mencapai (L∞) = 67,007 cm diperkirakan terjadi pada umur 530 hari (1 tahun 5 bulan 4 hari), koefesien pertumbuhan (K) = 0,031 cm/hari dan estimasi umur pada panjang teoritis null (t0) = 0,679 hari. Hubungan panjang dan berat (panjang total, standar dan cagak dengan berat) menghasilkan nilai b ≠ 3 atau b 3 berarti pertumbuhannya allometrik negatif yaitu pertambahan panjang lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan berat, yang didukung dengan hasil analisa uji t (thitung ttabel, terima H0) dengan nilai determinasi 73.9% - 76.4%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KOMPOSISI JENIS DAN UKURAN SERTA HUBUNGAN PANJANG BERAT IKAN HASIL TANGKAPAN BUBU DASAR DI PERAIRAN BUNYU

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

KOMPOSISI JENIS DAN UKURAN SERTA HUBUNGAN PANJANG BERAT IKAN HASIL TANGKAPAN BUBU DASAR DI PERAIRAN BUNYU ABSTRAK Kecamatan Bunyu di Kabupaten Bulungan memiliki karakter pulau kecil memiliki potensi sumberdaya ikan yang berlimpah. Penelitian ini menerangkan serta menguraikan pengenalan jenis, ukuran panjang dan berat persentase komposisi jenis dan kategori jenis tangkapan bubu dasar di perairan Bunyu. Penelitian menggunakan metode survey dan deskriptif pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Komposisi dan kategori tangkapan pada alat tangkap bubu dasar dengan tangkapan utama (main catch) yaitu Kerapu (Epinephelus coioides), Kakap Tompel (Lutjanus johnii), Kakap Merah (Lutjanus bohar), dan Kakap Merah Bambangan (Lutjanus erythropterus) dengan persentase 92.5 %. Hasil tangkapan sampingan (Bycatch) 7.5% dan hasil tangkapan buangan (discard) 0%. Total sampling 8 kali menggunakan alat tangkap bubu dasar. Hasil tangkapan utama yang tertangkap alat tangkap bubu dasar memiliki pola / sifat pertumbuhan isometrik pada jenis ikan kerapu (Epinephelus coioides) dan ikan kakap tompel (Lutjanus johnii). Sifat pertumbuhan allometrik negative pada ikan kakap merah (Lutjanus Bohar) dan kakap merah bambangan (Lutjanus erythropterus).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KELIMPAHAN DAN STRUKTUR UKURAN IKAN KIPER (Scatophagus argus) YANG TERTANGKAP DENGAN ALAT TANGKAP BUBU DI PERAIRAN BUNYU

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Secara umum permasalahan dalam usaha penangkapan yang beranggapan bahwa daerah penangkapan ikan potensial adalah perairan yang memiliki ikan yang melimpah, sehingga hasil tangkapan lebih banyak. Namun anggapan tersebut tidak selamanya dapat dibenarkan. Penggunaan alat penangkapan ikan yang tidak selektif berpengaruh terhadap komposisi hasil tangkapan yang bervariasi jenis dan ukurannya. Selain itu, pengamatan mengenai aspek biologi ikan kiper (Scatophagus argus) pada Perairan Bunyu belum pernah dilakukan, maka perlu dilakukan penelitian yang berkaitan dengan aspek biologi mengenai kelimpahan dan struktur ukuran ikan kiper (Scatophagus argus). Tujuan penelitian untuk mengetahui kelimpahan dan struktur ukuran ikan kiper (Scatophagus argus) yang tertangkap pada alat tangkap bubu di Perairan Bunyu. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahapan yaitu total pengambilan sampel sebanyak 4 trip selama 2 bulan di tempat pendaratan ikan. Kemudian tahap kedua yaitu melakukan identifikasi dan pengukuran sampel yang dilakukan di Laboratorium Biologi Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan mulai dari bulan Juni – Juli 2021, bertempat di Perairan Bunyu. Kelimpahan hasil tangkapan alat tangkapan bubu terdapat 5 spesies ikan yaitu kakap merah (Lutjanus argentimaculatus), Kerapu (Epinephelus malabaricus), Jangki Tompel (Lutjanus russelli), kiper (Scatophagus argus), dan buntal (Tetraodon sp.) Jenis ikan yang paling dominan yaitu ikan kiper (Scatophagus argus) dengan jumlah 39,71 %, hal ini diduga karena ikan kiper melakukan ruaya atau migrasi dan terdapat karang sebagai tempat persembunyian setelah selesai mencari makan. Struktur ukuran kiper (Scatophagus argus) rata- rata panjang dominan yaitu berada pada kisaran 21,5 – 23,9 jika dibandingkan dengan ukuran panjang pertama kali matang gonad Lm = 14 cm dapat dinyatakan bahwa semua hasil tangkapan termasuk dewasa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DISTRIBUSI UKURAN DAN HUBUNGAN PANJANG BERAT IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus sp.) HASIL TANGKAPAN BUBU MODIFIKASI BERBAHAN POLY VINYL CHLORIDE (PVC) DI PERAIRAN BUNYU

2021•

ABSTRAK Nelayan di perairan Bunyu masih banyak menggunakan alat tangkap bubu dikarenakan target hasil tangkapan bubu yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Ikan kakap merah (Lutjanus sp.) merupakan salah satu target hasil tangkapan dari alat tangkap bubu. Informasi terkait aspek distribusi ukuran dab hubungan panjang berat ikan kakap merah hasil tangkapan bubu di Indonesia sendiri masih relatif sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi ukuran serta hubungan panjang berat ikan kakap merah yang tertangkap menggunakan alat tangkap bubu modifikasi berbahan poly vinyl chloride (PVC) di perairan Bunyu. Penelitian ini dilakukan dari bulan September sampai bulan Oktober 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah sampel ikan kakap merah yang tertangkap sebanyak 59 ekor. Distribusi ukuran panjang total ikan kakap merah yang tertangkap berkisar pada ukuran 12.3-30.2 cm, ukuran panjang standar berkisar 9.6-20.4 cm dan berat tubuh ikan berkisar pada berat 34-451 gram. Berdasarkan analisa hubungan panjang berat terkonfirmasi sifat pertumbuhan ikan kakap merah hasil tangkapan bubu adalah alometrik negatif. Persamaan pada hubungan Panjang Total (PT) dan Berat (B) adalah y = 0.0432x2.6751 dan pada Panjang Standar (PS) dan Berat (B) adalah y = 0.0947x2.6134. Hasil pengujian kondisi perairan terhadap jumlah hasil tangkapan didapatkan dengan nilai signifikansi > 0.05, bermakna bahwa tidak terdapat pengaruh hasil tangkapan terhadap faktor kondisi perairan. Kata Kunci: Kakap Merah, Bubu Modifikasi, Perairan Bunyu, Panjang Total, Panjang Standar. ABSTRACT Fishermen in the water of Bunyu still use a lot of fishing gear because the target is traps that have a fairly high economic value. Red snapper (Lutjanus sp) is one of the catch targets from trap fishing gear. Information related to the aspect of size distribution and the relationship between length and weight of red snapper caught by traps in Indonesia is still relatively small. This study aims to determine the size distribution and length and weight relationship of red snapper caught using modified poly vinyl chloride (PVC) traps in Bunyu waters. This research was conducted from September to October 2020. The results showed that the number of samples of red snapper caught was 59 fish. The distribution of the total length ranged from 9.6-20.4 cm and the body weight of the fish ranged from 34-451 grams. Based on the analysis of the relationship between length and weight, it was confirmed that the growth properties of red snapper caught by traps were negative allometric. The equation for the relationship between Total Length (PT) and Weight (B) is y=0.0432x2.6751 and the Standard Length (PS) and Weight (B) is y = 0.0947x2.6134. The results of testing the condition of the waters on the number of catches were obtained with a significance value > 0.05, meaning that there was no effect of the catch on the water condition factor.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS MAKANAN DAN KEBIASAAN MAKAN IKAN KERAPU (EPINEPHALUSMALABARICUS) HASIL TANGKAPAN BUBU DASAR (BOTTOM FISH POTS)DI PERAIRAN BUNYU

2020•

Telah dilakukan penelitian Analisis Makanan Dan Kebiasaan Makan Ikan Kerapu (Epinephalus Malabaricus) Hasil Tangkpan Bubu Dasar (Bottom Fish Pots) Di Perairan Bunyu..Berdasarkan hasil penelitian di Perairan Pulau Bunyu menggunakan variabel isi lambung ikan kerapu jantan yang didapatkan berasal dari lambung dan usus terdapat tiga kelas dari biota laut yaitu kelas pisces / ikan, kelas crustacea (udang dan kepiting) dan kelas cepalopoda (cumi-cumi). Tiap-tiap kelas tersebut, terdapat empat jenis makanan yang berada dalam lambung ikan kerapu jantan yaitu ikan, udang, cumi dan kepiting. Hasil penelitian yang di olah didapatkan jenis spesies yang berasal dari lambung ikan kerapu jantan yang paling banyak di temukan adalah jenis kepiting dengan persentase sebesar 30,92%, kemudian jenis spesies udang sebesar 30,88% dan jenis spesies ikan sebesar 20,39% serta jenis cepalopoda/ cumi-cumi sebesar 17,81%. Hasil penelitian di olah menggunakan kriteria indeks preponderance.Hasil penelitian mengenai indeks proporderance ikan kerapu betina dengan menganalisis isi lambung dan usus ikan kerapu betina yang banyak di temukan adalah jenis ikan dengan persentase sebesar 42,7%, kemudian jenis spesies udang sebesar 32,2%, jenis spesies cumi sebesar 17,6% dan jenis kepiting sebesar 4% serta jenis kerangka sebesar 1,36%.Berdasarkan hasil penelitian mengenai isi lambung ikan kerapu betina, dimana jenis ikan paling banyak di temukan dalam usus dan lambung sebesar 42,7%,dari hasil penelitian menjelaskan bahwa apabila IP lebih dari 40% maka jenis makanan tersebut kategori jenis makanan utama..

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail