Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Kata kunci: Hiu
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI MORFOMETRIK, MERISTIK DAN PERTUMBUHAN IKAN HIU MARTIL (Sphyrna lewini) DIDARATKAN DI PPI LINGKAS KOTA TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hiu martil (Sphyrna lewini) merupakan salah satu spesies Elasmobranchii yang memiliki bentuk kepala pipih dan melebar menyerupai martil, yang berfungsi sebagai alat bantu navigasi dan pencarian mangsa. Perairan Kota Tarakan, Kalimantan Utara, merupakan wilayah strategis yang terletak di antara Laut Sulawesi dan Selat Makassar dengan karakteristik oceanografi yang dinamis, menjadikannya habitat potensial bagi berbagai jenis hiu, termasuk S. lewini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakter morfometrik, meristik, dan pola pertumbuhan hiu martil (S. Lewini) yang didaratkan di PPI Lingkas Kota Tarakan. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan selama 30 hari di kawasan PPI Lingkas yang didaratkan oleh nelayan alat tangkap pukat hela (trawl). Parameter morfometrik yang diamati meliputi panjang total (TL), panjang fork (FL), lebar kepala, dan tinggi badan, sementara parameter meristik mencakup jumlah sirip, gigi, dan lubang insang. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa panjang total hiu martil berkisar antara 55–80 cm dengan rata-rata 64,63 cm. Rasio TL:FL sebesar 1:0,76 dan proporsi lebar kepala sekitar 23% dari TL menunjukkan morfologi khas yang mendukung peran ekologis sebagai predator pelagis. Karakter meristik pada semua individu menunjukkan pola yang konsisten, yakni 2 sirip punggung, 2 sirip dada, 2 sirip perut, 1 sirip dubur, 1 sirip ekor, dan 5 pasang lubang insang. Analisis hubungan panjang-berat menunjukkan perbedaan pola pertumbuhan, dengan jantan cenderung isometrik dan betina menunjukkan pertumbuhan allometrik negatif, mencerminkan adanya dimorfisme seksual serta perbedaan strategi adaptasi ekologis dan reproduksi. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi acuan ilmiah dalam mendukung upaya konservasi dan pengelolaan sumberdaya hiu martil secara berkelanjutan, khususnya di wilayah perairan Kalimantan Utara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DISTRIBUSI SPASIAL DAN TEMPORAL IKAN HIU (Elasmobranchii ) DI PERAIRAN BUNYU KABUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN UTARA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

DISTRIBUSI SPASIAL DAN TEMPORAL IKAN HIU (Elasmobranchii) DI PERAIRAN BUNYU KABUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN UTARA ABSTRAK Hiu (Elasmobranchii) berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut, sehingga informasi distribusi spasial dan temporalnya diperlukan sebagai dasar pengelolaan perikanan dan konservasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui distribusi spasial dan temporal spesies hiu di Perairan Bunyu, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, pada Desember 2024–Februari 2025. Metode yang digunakan berupa survei lapangan deskriptif kuantitatif dengan enam kali operasi alat tangkap trawl (dua kali per bulan) pada kondisi pasang mati (neap tide). Data yang dikumpulkan meliputi parameter lingkungan (suhu, salinitas, pH, kecerahan), identifikasi spesies, pengukuran morfometrik, serta pemetaan distribusi menggunakan ArcGIS. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga spesies hiu yang tertangkap, yaitu Sphyrna lewini (hiu martil), Rhynchobatus australiae (hiu lontar), dan Chiloscyllium punctatum (hiu batu), dengan total 50 individu. Seluruh tangkapan merupakan anakan (juvenil) yang dominan ditemukan di perairan dangkal bersubstrat pasir-lumpur. Jumlah tertinggi terjadi pada Januari, diduga dipengaruhi kondisi suhu dan arus laut yang lebih stabil. Parameter lingkungan tercatat dengan kisaran suhu 30–31,6°C, salinitas 27–30‰, pH 7,51–7,79, dan kecerahan 2,5–3,5 m. Secara spasial, sebaran hiu terfokus di zona pesisir yang beririsan dengan aktivitas nelayan lokal. Temuan ini mengindikasikan bahwa Perairan Bunyu berfungsi sebagai habitat pembesaran (nursery ground) hiu pesisir. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan berbasis konservasi untuk mendukung keberlanjutan populasi hiu sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem laut di wilayah Kalimantan Utara Kata kunci: Hiu, distribusi spasial, distribusi temporal, Perairan Bunyu, juvenil, konservasi perikanan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail