ThesisOpen AccessMetadata saja
•
Telah dilakukan penelitian bioekologi kepiting batu (Menippe mercenaria) di perairan Kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan di tiga stasiun perairan yaitu 1. Tanjung Pasir, 2. Pelabuhan Tengkayu 1 (SDF) dan 3. Muara Idec Mamburungan. Berdasarkan hasil penelitian di tiga perairan tersebut dapat disimpulkan bahwa pengamatan pada saat pasang tertinggi lebih banyak populasi kepiting batu (Menippe mercenaria) dibandingkan pengamatan pada saat surut terendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik morfometrik dan meristik serta bioekologi kepiting (Menippe mercenaria) yaitu parameter kualitas air yang terdiri dari parameter fisik dan kimia
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
MORFOMETRIK DAN MERISTIK IKAN HIU CICAK (Chiloscyllium plagiosum) HASIL TANGKAPAN DI PERAIRAN KOTA TARAKAN Abstrak Ikan hiu cicak (Chiloscyllium plagiosum) merupakan salah satu spesies hiu yang memiliki nilai penting baik secara ekologis maupun ekonomis. Spesies ini termasuk dalam famili Hemiscylliidae dan tersebar luas di perairan tropis, termasuk perairan Indonesia. Di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, aktivitas penangkapan ikan yang cukup intensif menjadikan kawasan ini penting untuk dikaji dalam konteks keanekaragaman dan konservasi hiu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies hiu cicak serta menganalisis karakter morfometrik dan meristiknya di perairan sekitar Pulau Tarakan. Pengumpulan data dilakukan melalui survei lapangan dengan menggunakan alat tangkap jaring insang dan pancing. Parameter morfometrik yang diukur meliputi panjang total, lebar kepala, dan tinggi tubuh, sedangkan karakter meristik mencakup jumlah sirip, gigi, dan celah insang. Data dianalisis secara deskriptif untuk melihat variasi dan kesesuaian karakter terhadap identifikasi spesies. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hiu cicak yang tertangkap memiliki panjang total antara 26,5–62,5 cm dengan bentuk tubuh pipih yang adaptif terhadap kehidupan bentik. Karakter meristik yang ditemukan terdiri atas dua sirip dorsal, dua sirip pektoral, dua sirip pelvik, satu sirip anal, satu sirip kaudal, lima celah insang, serta jumlah gigi 16–34 buah, sesuai dengan ciri khas spesies C. plagiosum. Kesimpulannya, hasil ini menegaskan kesesuaian identifikasi morfometrik dan meristik ikan hiu cicak di perairan Tarakan serta memberikan data dasar penting bagi upaya pengelolaan dan konservasi populasi hiu secara berkelanjutan di wilayah tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Gastropoda merupakan salah satu kelompok moluska yang memiliki peranan penting dalam ekosistem pesisir. Kandungan gastopoda lainnya yaitu adanya kandungan nutrisi tinggi, seperti karbohidrat, protein, asam lemak, dan vitamin. Salah satu jenis yang banyak ditemukan di perairan Pantai Amal adalah (Stramonita gradata). Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis panjang–berat serta komposisi proksimat pada gastropoda (Stramonita gradata) yang berasal dari perairan Pantai Amal, Kota Tarakan. Proses penelitian meliputi pengambilan sampel, pengukuran morfometrik, preparasi, serta analisis proksimat yang mencakup kadar air (SNI 01-2354.2-2006), abu (Furnance), protein (SNI 01-2354.4-2006), lemak (SNI 01-2354.3-2006), dan karbohidrat (SNI 01-2370-1991). Sebanyak 30 ekor sampel dikoleksi kemudian dianalisis di Laboratorium Nutrisi dan Pakan Ikan Universitas Borneo Tarakan. Hasil pengukuran morfometrik menunjukkan panjang cangkang 3,0–4,0 cm dengan rata-rata 3,42 cm, berat 5,4–12,4 g dengan rata-rata 8,69 g, serta diameter 1,6–2,6 cm dengan rata-rata 2,23 cm. Analisis proksimat memperlihatkan bahwa pada sampel segar terkandung kadar air 80,66%, abu 3,00%, protein 49,91%, lemak 1,60%, dan karbohidrat 24,23%. Sedangkan pada sampel kering diperoleh kadar air 7,00%, abu 24,00%, protein 39,06%, lemak 0,70%, dan karbohidrat 21,48%. Kandungan protein yang tinggi disertai lemak yang rendah menunjukkan bahwa (Stramonita gradata) berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber protein hewani alternatif yang bergizi dan sehat. Temuan ini dapat dijadikan data dasar terkait kandungan gizi gastropoda sekaligus mendukung pemanfaatan sumber daya pesisir secara berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hiu martil (Sphyrna lewini) merupakan salah satu spesies Elasmobranchii yang memiliki bentuk kepala pipih dan melebar menyerupai martil, yang berfungsi sebagai alat bantu navigasi dan pencarian mangsa. Perairan Kota Tarakan, Kalimantan Utara, merupakan wilayah strategis yang terletak di antara Laut Sulawesi dan Selat Makassar dengan karakteristik oceanografi yang dinamis, menjadikannya habitat potensial bagi berbagai jenis hiu, termasuk S. lewini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakter morfometrik, meristik, dan pola pertumbuhan hiu martil (S. Lewini) yang didaratkan di PPI Lingkas Kota Tarakan. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan selama 30 hari di kawasan PPI Lingkas yang didaratkan oleh nelayan alat tangkap pukat hela (trawl). Parameter morfometrik yang diamati meliputi panjang total (TL), panjang fork (FL), lebar kepala, dan tinggi badan, sementara parameter meristik mencakup jumlah sirip, gigi, dan lubang insang. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa panjang total hiu martil berkisar antara 55–80 cm dengan rata-rata 64,63 cm. Rasio TL:FL sebesar 1:0,76 dan proporsi lebar kepala sekitar 23% dari TL menunjukkan morfologi khas yang mendukung peran ekologis sebagai predator pelagis. Karakter meristik pada semua individu menunjukkan pola yang konsisten, yakni 2 sirip punggung, 2 sirip dada, 2 sirip perut, 1 sirip dubur, 1 sirip ekor, dan 5 pasang lubang insang. Analisis hubungan panjang-berat menunjukkan perbedaan pola pertumbuhan, dengan jantan cenderung isometrik dan betina menunjukkan pertumbuhan allometrik negatif, mencerminkan adanya dimorfisme seksual serta perbedaan strategi adaptasi ekologis dan reproduksi. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi acuan ilmiah dalam mendukung upaya konservasi dan pengelolaan sumberdaya hiu martil secara berkelanjutan, khususnya di wilayah perairan Kalimantan Utara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan hiu lumpur (Hemigaleus microstoma) dari famili Hemigaleidae merupakan predator puncak yang berperan penting dalam ekosistem laut Indo-Pasifik Barat. Spesies ini memiliki nilai komersial tinggi namun berstatus "Vulnerable" menurut IUCN akibat penangkapan berlebih dan degradasi habitat. Kajian biologi ikan hiu di Indonesia masih terfokus pada aspek pemanfaatan, sementara studi morfometrik dan meristik masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik morfometrik, meristik, dan pola pertumbuhan ikan hiu lumpur yang didaratkan di Pos Pembelian Ikan Lingkas, Kota Tarakan. Metode peneltiian menggunakan deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan metode survei di lapangan sebanyak 8 kali. Penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data yang di ambil berupa data morfometrik, meristik, panjang total, berat total, dan jenis kelamin. Hasil penelitian dilakukan sebanyak 30 sampel (23 jantan, 7 betina) dianalisis dengan menggukan metode morfometrik, meristik, penentuan jenis kelamin dan hubungan panjang-berat. Panjang total jantan berkisar 53–94 cm (Standar deviasi /SD = 71,00 ± 11,37 cm) dengan berat kisaran 0,7–3,8 kg (SD = 1,57 ± 0,70 kg). Ikan hiu jenis kelamin betina memiliki panjang berkisar 56–96 cm (SD = 69,14 ± 12,88 cm) dengan berat 1,1 – 4 kg (SD = 1,77 ± 1,03 kg). Karakter meristik relatif homogen pada kedua jenis kelamin, kecuali jumlah baris gigi jantan lebih tinggi pada betina. Hasil menunjukkan pola pertumbuhan alometrik negatif dengan pertambahan panjang lebih cepat dari pertumbuhan berat. Temuan ini memberikan data dasar biologi yang penting untuk pengelolaan berkelanjutan dan strategi konservasi ikan hiu lumpur di perairan Kalimantan Utara. Kata kunci: H. microstoma, identifikasi, meristik, morfometrik, pola pertumbuhan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Kota Tarakan memiliki perikanan tangkap, salah satunya berasal dari alat tangkap rawai senggol (modifikasi rawai dasar). Alat tangkap ini efektif menangkap berbagai jenis ikan pari, salah satunya adalah ikan pari loreng (Himantura undulata). Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik morfometrik, meristik dan rasio ukuran serta hubungan panjang berat pari loreng hasil tangkapan rawai senggol yang didaratkan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Selumit Pantai Kota Tarakan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling selama 3 bulan dari periode November 2024 hingga Januari 2025, dengan total sebanyak 54 ekor. Hasil analisis menunjukkan bahwa pari loreng memiliki bentuk tubuh quadrangular dengan sirip dada membulat, rostrum runcing, warna dorsal coklat bercorak menyerupai sarang lebah, ventral putih polos, serta ekor panjang dengan 1-2 duri beracun. Rasio lebar cakram terhadap total sebesar 0,57, sedangkan panjang cakram terhadap panjang total sebesar 0,53. Hubungan panjang dan berat total menunjukkan pertumbuhan allometrik negatif. Hubungan panjang cakram dan berat total menunjukkan pertumbuhan allometrik positif. Pola pertumbuhan tidak seimbang (allometrik) di pengaruhi oleh faktor ekologi, ketersediaan makanan, dan tekanan penangkapan. Hasil penelitian ini memberikan data ilmiah penting bagi khalayak ramai dalam pengelolaan sumberdaya pari secara berkelanjutan untuk menjaga ekosistem laut di perairan Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan tembang (Sardinella lemuru) adalah salah satu ikan pelagis kecil yang hidup bergerombol dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena kandungan gizi di dalamnya meliputi kadar air 78%, protein 20% dan lemak 0,7%. Ikan ini banyak diminati oleh masyarakat dari berbagai kalangan, karena harganya yang terjangkau. Tingginya permintaan berpotensi menyebabkan overfishing, sehingga perlu dilakukan pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik morfometrik dan meristik ikan tembang sebagai salah satu upaya mendukung pengelolaan. Pengambilan sampel antara Desember 2023 hingga Februari 2024. Total 50 ekor sampel, 19 ekor jantan dan 31 ekor betina. Terdapat 13 karakter morfometrik dan 5 karakter meristik yang diukur. Terdapat perbedaan signifikan pada empat karakter morfologi antara ikan jantan dan betina, yaitu pada panjang baku, panjang sebelum sirip pektoral, tinggi badan dan tinggi batang ekor. Hasil analisis nilai F yang tinggi dan tingkat signifikansi yang rendah, menandakan adanya perbedaan nyata antara kedua jenis kelamin. Ikan betina memiliki panjang total yang lebih besar dibandingkan ikan jantan untuk karakter-karakter tersebut. Perbedaan ini mencerminkan dinamika pertumbuhan dan perkembangan morfologi yang berbeda antara jenis kelamin, betina menunjukkan keunggulan dalam ukuran pada karakter-karakter tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tarakan memiliki potensi perikanan yang cukup besar terkait aktivitas perikanan tangkap di perairan Juata Laut dengan ragam alat tangkap yang digunakan, salah satunya alat tangkap pukat hela (trawl). Alat tangkap trawl merupakan alat penangkapan ikan berkantong dilengkapi papan pembuka mulut jaring. Salah satu ikan yang ditangkap oleh nelayan trawl di Juata Laut adalah ikan bawal (Pampus sp). Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik morfometrik meristik dan rasio ukuran ikan Pampus sp serta Hubungan Panjang Berat (HPB). Penelitian ini menggunakan metode deksriptif kualitatif dan kuantitatif. Data yang dikumpulkan dari objek penelitian terkait ciri morfometrik, meristik dan ukuran ikan, yang digunakan dalam analisis rasio ukuran mendeskripsikan aspek morfometrik meristik dan analisis Hubungan Panjang Berat (HPB) menggambarkan sifat pertumbuhan dari sampel ikan Pampus sp. Hasil penelitian menujukkan bahwa secara morfometrik meristik ikan Pampus sp. memiliki karakter bentuk tubuh besar-gepeng membulat, bagian atas tubuh berwarna putih keperakan, terdapat bintik kecil berwarna hitam, sirip perut dan dubur berujung putih kekuningan dan jari-jari sirip punggung terakhir sejajar panjang, satu sirip punggung (dorsal), bagian depan sirip dorsal dan anal memanjang, serta ukuran Panjang Standar (PS) sebesar 0,86 kali dari ukuran Panjang Total (PT) dan ukuran Tinggi Badan (TB) sebesar 0,53 kali dari ukuran Panjang Total (PT). Karakteristik tersebut mengarah pada genus Pampus sp dengan indikasi jenis ikan bawal putih (P. argenteus). Regresi hubungan Panjang Total (PT) dan Panjang Standar (PS) terhadap Berat (B) sampel ikan Pampus sp. menghasilkan pola pertumbuhan allometrik positif (b = 3,579), bermakna pertumbuhan panjang lebih lambat dibandingkan dengan pertambahan berat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Kota Tarakan mempunyai potensi sumberdaya ikan yang sangat berlimpah dan cukup beragam. Salah satunya hasil tangkapan nelayan berupa ikan selangat yang memiliki nilai ekonomis dan ekologis yang cukup tinggi banyak di konsumsi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakter morfometrik dan meristik serta perbedaan ikan selangat jantan dan betina secara morfologi ikan selangat yang di peroleh dari Pasar Guser. Pengambilan sampel pada bulan Oktober hingga akhir bulan November 2023 dengan jumlah sampel sebanyak 17 ekor ikan jantan dan 17 ekor ikan betina. Hasil analisis persamaan regresi linear menunjukan ikan selangat jantan dan betina berkisar 0,3345 – 0,6322. Hasil perhitungan meristik ikan selangat jantan dan betina pada sirip Dorsal, sirip Pectoral, sirip Ventral, sirip Anal, sirip Caudal memiliki sirip lengkap D. V – VII. 7 – 10, P. III – V. 7, V. III – IV. 3 – 4, A.10 – 15, C. II. 7 – 12. Ikan selangat betina memiliki tubuh yang lebih panjang dibandingkan ikan selangat jantan dengan ukuran ikan selangat jantan 12,5 – 13,6 cm dan betina 13,5– 15 cm.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berfokus pada karakter morfometrik dan meristik ikan kakap putih (Lates calcarifer) yang terdapat ditempat pendaratan ikan juata laut kota tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa karakter morfometrik dan meristik serta perbedaan ikan kakap putih jantan dan betina secara morfologi di tempat pendaratan ikan juata laut kota tarakan. Pengambilan sampel selama 2 minggu pada tanggal 16 April sampai dengan 30 April dengan jumlah sampel ikan sebanyak 30 ekor. Hasil Analisis persamaan regresi linear menunjukkan ikan kakap putih jantan dan kakap putih betina memiliki keberatan yang sangat kuat berkisar 0,831 – 0,996 dan pada uji diskriminan ditemukan lima perbedaan karakter mofometrik yaitu PS, PK, TK, PSSV, PSSA ikan kakap putih betina lebih panjang dibandingkan dengan ikan kakap putih jantan. Hasil perhitungan meristik pada ikan kakap putih jantan dan betina memiliki sirip lengkap D¹. VII ; D². I.12, P. 18, V.II. 18, A¹.III; A².7, C. 18- 20, LL 67 - 80. Kata Kunci : Lates calcarifer; Morfometrik dan Meristik; TPI Juata Laut
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berfokus pada karakter morfometrik dan meristik ikan kuwe (Caranx ignobilis) hasil tangkapan kelong diperairan Tanjung Buka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa karakter morfometrik dan meristik serta perbedaan ikan kuwe jantan dan betina secara morfologi di periaran Tanjung Buka. Pengambilan sampel selama bulan mei hingga juli 2023 dengan jumlah sampel ikan sebanyak 30 ekor. Hasil Analisis persamaan regresi linear menunjukkan ikan kuwe jantan dan kuwe betina memiliki keeratan yang sangat kuat berkisar 0,831 – 0,996 dan pada uji diskriminan ditemukan lima perbedaan karakter mofometrik yaitu PS, PK, TK, PSSV, PSSA ikan kuwe betina lebih panjang dibandingkan dengan ikan kuwe jantan. Hasil perhitungan meristik pada ikan kuwe jantan dan betina memiliki sirip lengkap D¹. VII ; D². I.20, P. 19, V.I. 4, A¹.II ; A². 17 – 18, C. 19 - 23 + 2, LL¹.58 - 62 ; LL². 30 – 31.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kota Tarakan merupakan wilayah yang memiliki aktivitas penangkapan ikan tenggiri sp cukup potensial. Salah satu jenis ikan tenggiri yang tertangkap adalah ikan tenggiri papan (Scomberomorus Gutattus). Ikan Tenggiri Papan (Scomberomorus gutattus) merupakan ikan yang memiliki nilai ekonomi tinggi di Kota Tarakan akan tetapi untuk karakteristik morfomterik meristik masih belum ada. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis ikan tenggiri papan melalui pendekatan karakterisitk morfomterik merstik yang berada di Perairan Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Pengambilan sampel dilakukan di perairan yang menggunakan jaring insang dasar. jumlah sampel yang digunakan selama penelitian adalah 30 ekor. Hasil penelitian menunjukkan jumlah karakter ikan yang diukur sebanyak 16 ekor seperti PT,PC,PB,PK, PD,PPR,PV,PA,PDD1,PDD2,PDP, PDV,PDA,TK,TB dan TBE. Yang memiliki nilai berurutan 57,0 cm, 28,2 cm, 27,2 cm , 5,7 cm , 6,2 cm , 5,9 cm , 6,6 cm , 15,0 cm ,7,8 cm , 4,2 cm , 1,3 cm, 0,8 cm, 3,9 cm , 5,5 cm , 6,2 cm , 1,4 cm. Koefisien determinasi karakter morfometrik 0,999 dimana nilai R2 menujukkan hubungan sangat kuat. Meristik ikan tenggiri papan dilihat dari sirip dorsal dan ventral dengan rumus dan nilai D.XIII-XIV 16-18 , P.17-21, V. 6-7, A.20, dan C.12-15.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sungai Kayan yang berada di Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara memiliki peranan penting bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang sungai tersebut, baik sebagai sarana transportasi maupun sebagai tempat usaha untuk menggantungkan hidup sehari-hari. Salah satu sumber daya ikan di Sungai Kayan adalah ikan Tawes (Barbonymus gonionotus). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui morfometrik dan meristik ikan Tawes di perairan Kayan Desa Long Bia Kecamatan Peso. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 2 kali sehari selama 1 bulan. Jumlah sampel yang digunakan selama penelitian sebanyak 30 ekor. Hasil penelitian menunjukkan hasil analisis regresi linier karakter morfometrik terhadap panjang total memiliki hubungan yang sangat kuat, yaitu berkisar 0,91 – 0,99. Karakter meristik ikan tawes adalah P.II.10-12, D.VI.8-9, V.II.6-8, A.III.4-6, C.17-20 dan gurat sisik 28-30.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Ikan selangat pada umumnya hidup di pesisir lautan dan tergolong ikan demersal yaitu ikan yang hidup dan makan di dasar laut dan sungai. Penangkapannya menggunakan purse seine, payang, jermal, jaring insang dan pukat tepi serta jaring dogol, namun penelitian ini menggunakan alat tangkap Gillnet. Tujuan penelitian ini adalah untuk menerangkan ciri / karakteristik morfometrik meristik dan rasio ukurannya serta menguraikan dan menjelaskan Hubungan Panjang Berat (HPB) yang mendeskripsikan sifat pertumbuhan. Penelitian ini mengunakan metode pendekatan deksriptif kualitatif dan kuantitatifdengan kegiatan observasi. Penelitian dilaksanakan selama 2 bulan dari bulan Desember 2021 sampai Januari 2022. Pengukuran morfometrik sampel ikan selangat terhadap total sampel sebanyak 24 ekor dengan penghitungan sampel 3 ekor pada setiap sampling selama penelitian dilakukan 8 kali sampling. Penghitungan analisa hubungan panjang berat menggunakan total sampel sebanyak 2290 sampel ikan selangat (Anodontostoma sp.). Hasil penelitian ini terdapat 24 karakter morfometrik dan 7 karakter meristik. Ukuran Panjang Cagak (PC) dan Panjang Baku (PB) sebesar 0.8 kali dari Panjang Total (PT). Hubungan panjang berat ikan selangat menunjukan pertumbuhan allometrik positif. Pengukuran kualitas air di lokasi penelitian masih cukup baik dan dapat mendukung kehidupan ikan, khususnya bagi kehidupan ikan selangat (Anodontostoma sp). Selangat fish (Anodontostoma sp.) generally inhabit the coastal waters amd are classified as demersal fish, that inhabit and eat on the bottom of the sea and are rivers. They are caught using purse seine, drif gillnet, trawl, gillnet and edge trawl and Danish seine, but this study made use off gillnet fishing gear. This study aims to analyse and determine the morphometric caracteristics of the Selangat fish, their size ratio, and explain the Length-Weight Relationship (LWR) which helps to describe the nature of growth. The descriptive qualitative and qualitative research methods with observation was carried out. The present study was conducted for two months, from Desember 2021 to January 2022. Morphometric measurement was teken on 24 Selangat fish samples with 3 fish counted at each sampling. There were a total of 8 sampling times during the study. Calculation of the length-weight relationship analysis used a total sample of 2290 Selangat fish (Anodontostoma sp.). the result of this study determined 24 morphometric and 7 meristic characteristics. The fork legth (FL) and standard legth (SL) was 0.8 times the total legth (TL). The legth-weight relationship of Selangat fish showed positive allometric growth. Regarding the measurement result, the water quality is classified as sufficient and can support fish life, especially for Selangat fish (Anodontostoma sp.).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Perairan Bangkudulis merupakan salah satu daerah penangkapan ikan dengan keanekaragaman jenis laut yang tinggi. Salah satunya adalah ikan Senangin (E. tetradactylum). Secara ekonomi, ikan ini menawarkan nilai jual dan protein yang tinggi, yang berpotensi menyebabkan penangkapan ikan berlebihan dan menyebabkan populasi ikan menurun. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian biologi ikan Senangin. Salah satu aspek biologinya adalah karakteristik morfometrik dan meristik. Metode purposive sampling digunakan dalam penelitian ini. Pengambilan sampel dilakukan oleh nelayan yang menggunakan jaring insang dasar untuk menangkap ikan. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak enam kali selama tiga bulan. Jumlah sampel yang digunakan selama penelitian adalah 60 ekor dengan rincian 47 ekor jantan dan 13 ekor betina. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran betina lebih besar dari pada jantan. Koefisien determinasi (R2) ikan jantan dan betina dari karakter morfometrik terhadap Total Length (TL) berkisar antara 0,89 sampai dengan 0,99, dimana nilai R2 menunjukkan hubungan yang sangat erat. Uji diskriminan menunjukkan bahwa diameter mata jantan lebih besar daripada betina. Diameter mata jantan adalah 3,5% - 3,8% dari TL, sedangkan pada betina 3,1% - 3,6% dari TL. Meristik ikan Senangin adalah D1.VII; D2.I.4-16; P I.16-17 + 4 filamen, V 5-7, A II.15-17, C 16- 18.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Lobster mempunyai nilai ekonomis yang tinggi sesuai dengan jenis dan ukuran. Lobster Pakistan (Panulirus polyphagus) hasil tangkapan jaring insang (gillnet) di perairan Tarakan memiliki harga Rp.600.000/kg dan lobster Mutiara (Panulirus ornatus) dengan kisaran harga Rp.800.000/kg. Tingginya nilai ekonomis lobster mempengaruhi pola pemanfaatan yang cenderung eksploitatif. Pola pemanfaatan lestari sumberdaya lobster memerlukan kebijakan yang berbasis data/informasi secara ilmiah, termasuk data morfometrik-meristik lobster. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakter morfometrik-meristik lobster hasil tangkapan jaring insang (gillnet) di perairan Tarakan, yang dilakukan pada April hingga Mei 2021. Metode penelitian dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan pengambilan sampel dengan metode purposive sampling serta analisis data menggunakan analisis karakter dan rasio ukuran morfometrik-meristik. Panulirus polyphagus terbesar 32 cm, memiliki warna hijau kecoklatan, spina lebih sedikit, 10 kaki jalan, dan memilik 8 pleopod. Panulirus ornatus terbesar 28 cm, memiliki warna tubuh biru, spina lebih banyak, 10 kaki jalan dan memiliki 8 pleopod. Hasil analisa regresi Panjang Total (PT) dengan Panjang Abdomen (PAb) dan Panjang Karapas (PK), diketahui nilai signifikan F pada Panulirus polyphagus lebih kecil dari 0.05 dan pada Panulirus ornatus nilai signifikasi F juga lebih kecil dari 0.05. Hal ini bermakna bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara keterkaitan ukuran panjang total dengan ukuran panjang karapas / abdomen. Kata Kunci: Morfometrik-Meristik, Lobster Pakistan, Lobster Mutiara, Jaring Insang, Perairan Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi Morfometrik Dan Meristik Pampus chinensis, Pampus argenteus, danPampus niger menggunakan alat tangkap trawl di Perairan Pulau Bunyu jarang di lakukan. Di lihat dari segi nilai ekonomis ikan bawal memiliki nilai harga jual, dan kandungan protein cukup tinggi. Tujuan penelitian adalah mengetahui Morfometrik Dan Meristik P.chinensis, P.argenteus dan P.niger dari hasil tangkapan trawl di Perairan Pulau Bunyu. Penelitian di lakukan selama 2 bulan (bulan purnama air laut). Metode penelitan yang digunakan deskriptif kuantitatif, dengan penentuan lokasi purposive sampling. Hasil tangkapan nelayan trawl berupaP.chinensis, P.argenteus, dan P.niger. Pengambilan sampel ikan sebanyak 10 ekor dengan menghitung persentase dari proporsi 10 karakter morfometrik. Tiap spesies dilakukan pengambilan sampel sebanyak 3 ekor untuk mendapatkan parameter Morfometrik Dan Meristik. Metode identifikasi berdasarakan 10 karakter yaitu Panjang total, Panjang standar, Lebar mata, Lebar badan, Lebar ekor, Panjang kepala, Panjang sirip pectoral, Panjang sirip dorsal, Panjang sirip anal dan Panjang sirip caudal. Metode identifikasi meristik yaitu Bentuk tubuh, Pola warna, Bentuk moncong dan Bentuk ekor. Hasil penelitian mofometrik P.chinensis yaitu panjang total 15-19 cm, panjang standar 11-14,5 cm dan lebar badan 9-12 cm. P.argenteus yaitu panjang total 16-19,5 cm, panjang standar 10-13 cm dan lebar badan 8-9 cm. dan P.niger yaitu panjang total 16-17,5 cm, panjang standar 11-13 cm dan lebar badan 8-9 cm. Hasil peneletian ketiga jenis ikan bawal berdasarkan ciri meristik memiliki bentuk tubuh yang sama yaitu pipih, dimana perbedaan ketiga jenis ikan tersebut yaitu, pola warna, bentuk moncong dan bentuk ekor.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•
Ikan patin (Pangasius djambal), patin Sungai Kayan (Pangasius rheopilus) dan tembaring (Lutjanus goldiei) adalah jenis ikan yang sering ditemukan di perairan Sungai Kayan, namun keberadaannya yang semakin sulit ditemukan. Hal menarik lainnya, telah ditemukan jenis lain dari ikan-ikan tersebut sehingga diperlukan suatu kajian terhadap potensi ikan sebagi introduksimaupun native. Tujuan penelitan untuk mengidentifikasi morfometrik dan meristik serta adanya indikasi introduksi meupun nativespesies dari jenis-jenis tersebut. Penelitian dilaksanakan selama satu bulan, sejak Maret hingga April 2020, di sungai Kayan Kabupaten Bulungan.Metode yang digunakan berupa pengukuran morfometrik meristik pada bagian tubuh ikan.Selain itu, juga mengidentifikasi bentuk ekor, organ tambahan, bentuk sisik dan letak mulut.Identifikasi menggunakan buku panduan identifikasi FAO, 1984.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan morfometrik dan menganalisis fenetik bivalvia di Kota Tarakan dan Pulau Bunyu sebagai potensi sumber belajar kelas X SMA. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksploratif dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Lokasi penelitian terdiri dari 6 stasiun. Parameter yang diukur yaitu morfometrik dan fenetik bivalvia. Parameter penunjang berupa faktor lingkungan yang meliputi suhu air, suhu udara, pH air, salinitas, dan Total Dissolve Solid (TDS). Hasil penelitian ditemukan 4 spesies bivalvia diantaranya yaitu Meretrix meretrix, Meretrix lyrata, Mererix lusoria dan Polymesoda erosa. Hasil pengukuran morfometrik bivalvia dari seluruh spesies menunjukkan adanya perbedaan dari masing-masing stasiun yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan faktor adaptasi. Hasil analisis hubungan kekerabatan menunjukkan adanya 2 klaster utama dari hubungan kekerabatan terdekat hingga hubungan kekerabatan paling jauh. Hubungan kekerabatan terdekat yaitu M.meretrix dengan M.lyrata disertai nilai similaritas 90%. Hubungan kekerabatan terdekat berikutnya yaitu M.lusoria dengan M.meretrix & M.lyrata disertai nilai similaritas 85%. Selanjutnya P.erosa dengan M.meretrix & M.lyrata disertai nilai similaritas 23% dan hubungan kekerabatan paling jauh ada pada P.erosa dengan M.lusoria disertai nilai similaritas 19%. Kemudian dilakukan analisis keterkaitan penelitian morfometrik dan fenetik dengan pembelajaran Biologi. Hasil analisis keterkaitan penelitian pada pembelajaran Biologi terdapat pada materi animalia invertebrata kelas X SMA dengan Kompetensi Dasar (KD) 3.8 dan 4.8. Langkah pemanfaatan hasil penelitian menjadi potensi implementasi pada pembelajaran Biologi, antara lain: (1) kejelasan potensi; (2) kesesuaian dengan tujuan pembelajaran; (3) Kejelasan sasaran; (4) kejelasan pedoman eksplorasi; (5) kejelasan perolehan yang ingin dicapai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Macrobrachium rosenbergii merupakan komoditas hasil perikanan air tawar yang sangat potensial untuk dikembangkan dan memiliki kualitas tinggi. Informasi karakteristik morfometrik dan meristik udang galah ini masih minim. Oleh karena itu, dilakukan penelitian tentang morfometrik dan meristik udang galah pada bulan Desember hingga Januari 2020. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik Morfometrik-Meristik udang galah hasil tangkapan bubu dasar di Perairan Muara Desa Tepian Sembakung, menggunakan metode purposive random sampling. Sampel udang yang diambil dari hasil tangkapan nelayan menggunakan alat tangkap bubu dasar ( berukuran 83 cm x 24 cm ). Sebanyak 150 sampel yang digunakan, terdiri dari 53 jantan (21,1-8 cm, 107,52-6,26 gram), 97 betina (57-7,8 cm, 57,29-6,57 gram). Secara umum terdapat perbedaan karakteristik pada udang jantan dan betina. Hubungan antara PT-PAb pada udang jantan sekitar 76,67%, PT-PK sekitar 99,83%, udang betina PT-PAb sekitar 66,48% dan PT-PK sekitar 99,88%. Karakter meristik udang galah sebagai berikut: jumlah duri rostum atas (5-15) dan jumlah duri rostum bawah (4-17). Berdasarkan data yang diperoleh, didapatkan bahwa pertumbuhan semua karakter yang diukur hampir bersifat allometrik.