Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: pola pertumbuhan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Identifikasi morfometrik, meristik dan pertumbuhan ikan hiu lumpur (hemigalleus microstoma) yang didaratkan pada pos pendaratan ikan lingkas kota tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan hiu lumpur (Hemigaleus microstoma) dari famili Hemigaleidae merupakan predator puncak yang berperan penting dalam ekosistem laut Indo-Pasifik Barat. Spesies ini memiliki nilai komersial tinggi namun berstatus "Vulnerable" menurut IUCN akibat penangkapan berlebih dan degradasi habitat. Kajian biologi ikan hiu di Indonesia masih terfokus pada aspek pemanfaatan, sementara studi morfometrik dan meristik masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik morfometrik, meristik, dan pola pertumbuhan ikan hiu lumpur yang didaratkan di Pos Pembelian Ikan Lingkas, Kota Tarakan. Metode peneltiian menggunakan deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan metode survei di lapangan sebanyak 8 kali. Penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data yang di ambil berupa data morfometrik, meristik, panjang total, berat total, dan jenis kelamin. Hasil penelitian dilakukan sebanyak 30 sampel (23 jantan, 7 betina) dianalisis dengan menggukan metode morfometrik, meristik, penentuan jenis kelamin dan hubungan panjang-berat. Panjang total jantan berkisar 53–94 cm (Standar deviasi /SD = 71,00 ± 11,37 cm) dengan berat kisaran 0,7–3,8 kg (SD = 1,57 ± 0,70 kg). Ikan hiu jenis kelamin betina memiliki panjang berkisar 56–96 cm (SD = 69,14 ± 12,88 cm) dengan berat 1,1 – 4 kg (SD = 1,77 ± 1,03 kg). Karakter meristik relatif homogen pada kedua jenis kelamin, kecuali jumlah baris gigi jantan lebih tinggi pada betina. Hasil menunjukkan pola pertumbuhan alometrik negatif dengan pertambahan panjang lebih cepat dari pertumbuhan berat. Temuan ini memberikan data dasar biologi yang penting untuk pengelolaan berkelanjutan dan strategi konservasi ikan hiu lumpur di perairan Kalimantan Utara. Kata kunci: H. microstoma, identifikasi, meristik, morfometrik, pola pertumbuhan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

SIFAT PERTUMBUHAN IKAN MARGA Lutjanus HASIL TANGKAPAN RAWAI YANG DIDARATKAN DI TEMPAT PENDARATAN IKAN SELUMIT PANTAI KOTA TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pola pertumbuhan ikan marga Lutjanus khususnya kakap jenaha (Lutjanus johnii) dan kakap merah (Lutjanus argntimaculatus), yang tertangkap menggunakan alat tangkap rawai (longline) dan didaratkan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Selumit Pantai, Kota Tarakan. Metode penelitian bersifat deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling selama tiga bulan (12 kali pengambilan sampel) . Parameter yang diamati meliputi panjang total, panjang standar, panjang cagak, berat tubuh ikan, serta kualitas air (suhu, pH, salinitas, dan kecerahan). Hasil analisis hubungan panjang-berat menunjukkan bahwa kedua spesies memiliki pola pertumbuhan allometrik negatif (b 3), yang berarti pertmbuhan panjang lebih dominan dibanding peningkatan berat tubuh. Nilai faktor kondisi (Kn) berkisar 0,83 – 1,29 pada kakap jenaha dan 0,70 – 1,39 pada kakap merah; nilai Kn diatas 1 menandakan kondisi tubuh baik. Seluruh parameter kalitas air berada dalam kisaran yang sesuai bagi kehidupan ikan, namun variasi pertumbuhan diduga dipengaruhi faktor lain seperti ketersediaan pakan dan kepadatan populasi. Temuan ini menjadi sumber informasi awal untuk mendukung upaya pengelolaan perikanan kakap secara berkelanjutan di wilayah pesisir Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pola Pertumbuhan dan Faktor Kondisi Ikan Mujair (Oreochromis sp) dan Ikan Beloso (Saurida sp) Dalam Tambak Tradisional Di Kalimantan Utara

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sistem pertambakan khususnya di wilayah pesisir Kalimantan Utara memiliki bentuk yang tidak beraturan dengan lahan yang cukup luas yang di kelola secara tradisional untuk setiap tambaknya. Bentuk dan ukuran yang tidak ideal tersebut memanfaatkan proses pasang surut sehingga ikan-ikan yang termasuk non budidaya akan ikut masuk ke dalam tambak saat proses pasang surut terjadi. Ikan mujair dan ikan beloso menjadi salah satu ikan non budidaya. Keberadaan ikan tersebut menjadi salah satu ikan yang cukup mengganggu dalam proses budidaya dalam tambak. Proses pertumbuhan atau perkembangbiakan ikan mujair yang sangat cepat dengan ukuran yang beragam mulai dari yang terkecil sampai terbesar pada saat panen menyebabkan ikan ini menjadi ikan kompetitor sedangkan ikan beloso menjadi ikan predator utama bagi udang yang dibudidaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pertumbuhan dan faktor kondisi ikan mujair (Oreochromis sp) dan ikan beloso (Saurida sp) di Tambak Tradisional Kalimantan Utara. Pengambilan sampel dilakukan pada saat panen dan dengan menggunakan alat tangkap bubu, pancing dan jala. Proses pengambilan sampel dilakukan pada bulan November 2023 sampai Februari 2024 di Tambak Tradisional Kalimantan Utara. Pengukuran panjang total dan berat total sebanyak 88 ekor untuk ikan mujair dan 30 ekor untuk ikan beloso dari hasil panen dari Tambak. Analisis pola pertumbuhan panjang berat ikan mujair adalah W = 0,0187.L 2,9503 dan menunjukkan korelasi yang sangat tinggi (R2 = 0,98) sedangkan pola pertumbuhan ikan beloso adalah W = 0,0049.L 3,1388 dan menunjukkan korelasi yang sangat tinggi (R2 = 0,97). Pola pertumbuhan ikan mujair bersifat alometrik negatif sedangkan pola pertumbuhan ikan beloso bersifat alometrik positif. Hasil faktor kondisi ikan mujair berkisar 0,80 – 1,24 dan ikan beloso berkisar 0,84 – 1,21. Hal ini menunjukkan ikan mujair memiliki tubuh yang kurus, artinya lingkungan di tambak kurang mendukung kehidupan ikan mujair tersebut. Ikan beloso memiliki bentuk tubuh yang gemuk yang artinya lingkungan tambak mendukung kehidupan ikan beloso.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASPEK PERTUMBUHAN, FAKTOR KONDISI DAN RASIO KELAMIN IKAN PUPUT (Ilisha elongata) DARI HASIL TANGKAPAN NELAYAN DI PERAIRAN JUATA LAUT KOTA TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penangkapan ikan puput yang dilakukan secara terus menerus akan berdampak pada penurunan populasi dan hasil tangkapan. Tujuan dari penelitian ini menjelaskan pola pertumbuhan, faktor kondisi dan rasio kelamin ikan puput (Ilisha elongata) dari hasil tangkapan nelayan di wilayah perairan Juata Laut Kota Tarakan. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik random sampling sebanyak 12 kali pada periode neap tide selama 2 bulan (Januari-Februari 2022). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pola pertumbuhan ikan puput (Ilisha elongata) jenis kelamin jantan dan betina adalah allometrik negatif (b3). Hasil analisis factor kondisi (Kn) ikan puput (Ilisha elongata) di perairan Juata Laut berkisar 1,00 – 1,01 untuk Jantan dan 1,02 – 1,04 untuk betina sehingga menunjukkan bentuk tubuh yang kurang pipih. Hasil perbadingan rasio kelamin pada ikan puput (Ilisha elongata) 1: 1,57 (140 ekor jantan : 220 ekor betina). Kesimpulan dari penilitian ini didapatkan pola pertumbuhan ikan puput selama minggu ke-1 sampai ke-7 menunjukkan pertumbuhan panjang lebih cepat daripada pertambahan berat dan faktor kondisi ikan puput didapatkan bentuk tubuh yang kurang pipih dengan kondisi perairan Juata Laut yang baik (>100). Berdasarkan rasio kelamin, betina lebih banyak daripada jantan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail