Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

56 hasil
Subjek: identifikasi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI DAN KELIMPAHAN KEPITING BAKAU (SCYLLA SPP) PADA TAMBAK TRADISIONAL DI KOTA TARAKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis kepiting bakau dan kelimpahannya di tambak tradisional kota Tarakan. Penelitian ini mengunakan metode deskriptif dengan mengambarkan dan menguraikan data primer yang diperoleh di lapangan, serta didukung dengan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan jumlah kepiting bakau yang tertangkap sebanyak 32 ekor. Berdasarkan data bobot dan panjang dari ketiga lokasi yang diperoleh dari empat kali sampling, didapatkan kisaran bobot tubuh sebesar 443,5 g dan panjang 12,3 cm. Kepiting yang tertangkap di tambak daerah Mulawarman, memiliki ukuran tubuh dan bobot yang lebih besar dibandingkan dengan kepiting dari kedua lokasi tambak tradsional lainnya. Jenis kepiting bakau yang tertangkap adalah spesies Scylla serrate. Rasio jenis kelamin kepiting bakau dari ketiga lokasi, yaitu. Pasar Tenguyun, Kampung Empat dan Mulawarman, menunjukkan rasio jenis kelamin didominasi oleh individu jantan. Untuk status reproduksi pada individu betina, ditemukan TKG yang bervariasi, yaitu; TKO I, TKO II dan TKO III. Kesimpulan dari tiga lokasi tambak tradisional jenis kepiting bakau yang teridentifikasi adalah Scylla serrate. Jumlah kepiting yang tertangkap paling banyak didapatkan pada lokasi tambak trandisional Kampung Empat sebanyak 13 ekor sedangkan untuk rasio jenis kelamin dari tiga lokasi tambak tradisional, didominasikan individu jantan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA SARANG BURUNG WALET RUMAHAN(Collocalia fuciphaga) (STUDI KASUS DI DESA PAGALUYON KECAMATAN SEMBAKUNG ATULAI KABUPATEN NUNUKAN)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Reko Imanuel Bureni. 1640202041. 2020. “Strategi Pengembangan Usaha Sarang Burung Walet Rumahan Studi Kasus di Desa Pagaluyon Kecamatan Sembakung Atulai Kabupaten Nunukan”. Dibimbing oleh Nia Kurniasih Suryana. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Usaha sarang burung walet rumahan merupakan usaha yang dikembangkan di Desa Pagaluyon Kecamatan Sembakung Atulai. Numun belum adanya pengetahuan pengusaha sarang burung walet rumahan yang ada di Desa Pagaluyon Kecamatan Sembakung Atulai tentang strategi pengembangan usaha sarang burung walet rumahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan usaha sarang burung walet rumahan di Desa Pagaluyon, Kecamatan Sembakung Atulai. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis matriks IFAS dan EFAS dan analisis SWOT. Hasil penelitian di peroleh strategi pengembangan usaha sarang burung walet rumahan di Desa Pagaluyon, terletak pada kuadran I (Growth oriented strategy), maka alternatif strategi yang tepat digunakan adalah Strategi S-O, yaitu (1) Mengoptimalkan dan meningkatkan produksi sarang walet, harga jual sarang walet yang tinggi, dan kualitas produk sarang walet yang baik, dengan memanfaatkan pada penggolongan harga jual, permintaan pasar ekspor yang besar, festival hari-hari besar membuat meningkatnya harga sarang walet, dan kemajuan dibidang teknologi, informasi komunikasi dan transportasi yang mendukung peningkatan, promosi dan penjualan sarang walet dalam pengembangan usaha sarang burung walet, (2) Memberikan jaminan terhadap produk dalam hal bentuk dan warna sarang walet, kualitas produk sarang walet dengan khasiat sarang burung walet sebagai bahan pangan fungsional yang sangat bermanfaat bagi kesehatan sehingga menjadikan permintaan pasar ekspor yang semakin besar, (3) Mengoptimalkan dan meningkatkan produksi sarang walet, bentuk dan warna sarang walet, dan kualitas sarang walet untuk memperluas jaringan pasar sarang walet dengan melakukan promosi melalui kamajuan dibidang teknologi, informasi, komunikasi dan transportasi dalam memenuhi permintaan pasar ekspor yang besar. Adapun saran dari hasil penelitian ini adalah (1) Bagi pemerintah agar dapat memperhatikan usaha sarang burung walet yang ada di Desa Pagaluyon, karena belum adanya perhatian dan kerja sama dari pemerintah dengan para pengusaha sarang burung walet yang ada di Desa Pagaluyon sehingga para pengusaha terkendala dalam hal pengetahuan pengembangan sumber daya manusia dan permodalan yang minim kiranya pemerintah dapat berpartisipasi dalam hal tersebut sehingga para pengusaha sarang burung walet dapat mengembangkan usahanya, (2) Bagi pengusaha sarang burung walet di Desa Pagaluyon. Dapat meningkatkan usaha sarang walet rumahan dengan memanfaatkan segala kekuatan dan peluang yang ada dalam usaha sarang burung walet dan meminimalisir kelemahan sehingga dapat mengatasi ancaman-ancaman yang ada dalam usaha sarang burung walet di Desa Pagaluyon.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

SELEKSI DAN IDENTIFIKASI CENDAWAN TANAH DAN CENDAWAN ENDOFIT SEBAGAI UPAYA MITIGASI SERANGAN Ganoderma boninense PADA TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis J.)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu kendala pada budidaya kelapa sawit yaitu penyakit busuk pangkal batang (BPB) yang disebabkan oleh patogen Ganoderma boninense. beberapa cendawan tanah dan endofit asal tanaman kelapa sawit memiliki kemampuan dalam menghambat pertumbuhan G. boninense. Penelitan bertujuan untuk memperoleh dan mengidentifikasi cendawan tanah dan endofit asal tanaman kelapa sawit yang memiliki potensi sebagai agens pengendali G. boninense. Tahapan penelitian terdiri dari isolasi dan purifikasi cendawan tanah dan endofit asal tanaman kelapa sawit, uji patogenesitas, karakterisasi, aktivitas proteolitik, kelarutan fosfat dan uji antagonisme pada G. boninense. Hasil penelitian diperoleh 4 genus cendawan tanah non patogen yaitu Penicillium, Fusarium, Paecylomices dan Aspergillus. Cendawan endofit non patogen diperoleh 3 genus yaitu Aspergillus, Paecylomices dan Misellia Sterillia. Hasil uji kelarutan fosfat menunjukkan isolat CT3 (Aspergillus) memiliki kemampuan melarukan fosfat dengan indeks kelarutan fosfat 5,12% dan isolat CT10 (Penicillium) melarutkan fosfat dengan indeks kelarutan fosfat 2,98%. Semua isolat non patogen tidak memiliki kemampuan aktivitas proteolitik. Hasil uji antagonisme didapatkan 2 genus cendawan yang memiliki kemampuan dalam menghambat G. boninense yaitu Penicillium dan Fusarium. Hasil uji daya hambat pada genus Penicillium terdapat 2 isolat yang menghambat pertumbuhan G. boninense yaitu isolat CT2 dengan daya hambat 13% dan isolat CT4 dengan daya hambat 36,5% melalui mekanisme kompetisi dan antibiosis. Mekanisme penghambatan kompetisi ditunjukkan oleh 2 isolat yang termasuk dalam genus Fusarium yaitu isolat CT6 dengan daya hambat 35% dan isolat CT7 dengan daya hambat 35%. Berdasarkan hasil penelitian perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai isolat-isolat cendawan yang di dapatkan sebagai bahan formulasi Bio-insectisida yang aman.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI JENIS DAN KARAKTER MOLEKULER IKAN DARI PERAIRAN SUNGAI MENTARANG HULU DESA LONG BERANG KABUPATEN MALINAU KALIMANTAN UTARA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis dan karakter molekuler ikan dari perairan Sungai Mentarang Hulu, Desa Long Berang, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara menggunakan metode DNA barcoding dengan penanda gen mitokondria Cytochrome c Oxidase Subunit I (COI). Sampel yang dianalisis terdiri atas enam sekuen dengan kode RA1, RA2, RA4, RA5, RA9, dan RA11. Analisis dilakukan melalui ekstraksi DNA, PCR, elektroforesis, sekuensing, pencocokan sekuen pada database GenBank, analisis jarak genetik, dan filogenetik. Hasil pencocokan menunjukkan tingkat kemiripan sebesar 93,24–100%, dengan kemiripan tertinggi RA1 dengan Tor douronensis, RA2 dengan Lobocheilos erinaceus, RA4 dengan Cyclocheilichthys repasson, RA5 dengan Parachela oxygastroides, RA9 dengan Hemibagrus fortis, dan RA11 dengan Gastromyzon ornaticauda. Jarak genetik terendah ditemukan pada RA5 dengan P. oxygastroides sebesar 0,000. Analisis filogenetik menunjukkan adanya pengelompokan sampel berdasarkan kedekatan genetik dengan sekuen pembanding. Berdasarkan hasil tersebut, DNA barcoding gen COI dapat digunakan untuk membantu menentukan identitas jenis serta mengetahui hubungan kekerabatan genetik ikan dari perairan Sungai Mentarang Hulu, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS INTEGRASI ANGGARAN LINGKUNGAN DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN DESA (Studi Pada Desa Taras Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi anggaran lingkungan dalam pengelolaan keuangan Desa Taras, Kecamatan Malinau Barat, Kabupaten Malinau. Jenis Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari Kepala Desa, Sekretaris Desa, Kepala Urusan Keuangan/Bendahara Desa Dan Masyarakat Desa. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, serta uji keabsahan data melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan akuntansi lingkungan di Desa Taras telah mencakup tahapan identifikasi, pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan. Terdapat Unsur Akuntasi Lingkungan Dalam Pengelolaan Keuangan Desa Namun Masih Terintegritas Dalam Sistem Keuangan Desa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Identifikasi dan Morfometri Siput Air Tawar (Mollusca: Gastropoda) di Perairan Lotik dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Siput air tawar merupakan salah satu organisme yang banyak ditemukan pada ekosistem perairan dan berperan dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Kalimantan utara memiliki banyak sungai dan anak sungai yang berpotensi menjadi habitat bagi berbagai jenis siput air tawar. Namun data awal mengenai siput air tawar di wilayah ini masih terbatas. Penelitian ini penting dilakukan yang didasarkan pada minimnya data mengenai siput air tawar di wilayah penelitian, dan perubahan kondisi habitat perairan berpotensi mempengaruhi keberadaan siput air tawar bahkan hilangnya spesies tertentu sebelum keberadaan spesies teridentifikasi. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui morfometri siput air tawar. Metode penelitian ini menggunakan line transek, dengan tiga transek pada setiap stasiun yang ditempatkan pada bagian tepian kiri, tengah, dan tepian kanan anak sungai. Setiap transek terdiri atas tiga plot berukuran 1x1m. Pengambilan sampel dilakukan dengan menelusuri area plot penelitian dan mengumpulkan siput air tawar yang ditemukan pada berbagai substrat yang terdapat di dalam plot serta melakukan pengukuran parameter lingkungan yang meliputi suhu, pH, oksigen terlarut (Dissolved Oxygen), kecerahan air, dan kecepatan arus. Hasil penelitian ditemukan lima spesies siput air tawar, yaitu Sulcospira testudinaria, Clea nigricans, Filopaludina javanica, Pila saxea, dan Radix rubiginosa. Setiap spesies menunjukkan perbedaan karakter morfologi dan morfometri pada ukuran serta bentuk cangkang dan operkulum yang digunakan sebagai dasar dalam proses identifikasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Identifikasi Tumbuhan Paku (Pteridophyta) di Kawasan Hutan Lindung Sekitar Bukit Mas Tarakan serta Potensinya sebagai Sumber Belajar Biologi

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tumbuhan paku (Pteridophyta) merupakan kelompok tumbuhan yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan serta berpotensi dimanfaatkan sebagai bioindikator lingkungan. Kawasan Hutan Lindung sekitar Bukit Mas, Kota Tarakan memiliki keanekaragaman flora yang cukup tinggi, namun informasi ilmiah mengenai jenis-jenis tumbuhan paku di kawasan tersebut masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan paku yang terdapat di kawasan tersebut serta menganalisis potensinya sebagai sumber belajar biologi pada jenjang SMP/MTs. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode survei eksploratif melalui teknik jelajah bebas (free roaming). Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling pada area seluas 1,4 hektar atau sekitar 5% dari total luas kawasan dengan mempertimbangkan kondisi habitat yang lembap dan teduh. Identifikasi tumbuhan paku dilakukan berdasarkan pengamatan langsung terhadap karakter morfologi tumbuhan paku yang ditemukan di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di kawasan Hutan Lindung sekitar Bukit Mas ditemukan 7 famili dan 7 genus tumbuhan paku, yaitu Aspleniaceae (Asplenium), Polypodiaceae (Pyrrosia), Nepherolepidaceae (Nephrolepis), Lycoopodiaceae (Lycopodiaella), Gleicheniaceae (Dicranopteris), Blechnaceae (Blechnum), serta Pteridaceae (Adiantum). Hasil penelitian ini berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber belajar biologi pada materi klasifikasi makhluk hidup melalui draf panduan praktikum berbasis lingkungan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Identifikasi Tumbuhan Mangrove Di Kawasan Wisata Belagaone Karya Di Kabupaten Nunukan Dan Potensinya Sebagai Bahan Ajar Biologi

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan mangrove di Kawasan Wisata Belagaone Karya, Kabupaten Nunukan, serta menganalisis potensinya sebagai bahan ajar Biologi. Penelitian dilakukan pada Agustus– September 2025 menggunakan metode deskriptif eksploratif dengan teknik purposive sampling melalui 5 transek dan 5 plot pada setiap transek. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga jenis mangrove, yaitu (Bakau minyak) Rhizopora apiculata, (Api-api putih) Avicennia alba, (Bakau taji) Ceriops tagal. Spesies yang paling dominan adalah (Bakau minyak) Rhizopora apiculata, sedangkan (Bakau taji) Ceriops tagal memiliki jumlah individu paling sedikit dan hanya ditemukan pada transek 4 dan 5. Kondisi lingkungan seperti suhu rata-rata 28°C, salinitas 73%o, pH air 6,86, pH tanah 3,5, kondisi air laut pada saat surut, dan substrat tanah berlumpur, masih mendukung pertumbuhan mangrove. Hasil penelitian ini berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan ajar Biologi kelas X SMA pada materi keanekaragaman hayati dan ekologi untuk meningkatkan pemahaman konsep serta kepedulian peserta didik terhadap lingkungan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IMPLEMENTASI PERATURAN KEPOLISIAN NOMOR 7 TAHUN 2021 TENTANG REGISTRASI DAN IDENTIFIKASI KENDARAAN BERMOTOR DALAM PERUBAHAN IDENTITAS KENDARAAN (STUDI DI POLRES MALINAU)

2026•

ABSTRAK Implementasi Peraturan Kepolisian Nomor 7 Tahun 2021 tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor dalam Perubahan Identitas Kendaraan (Studi di Polres Malinau) Novera Nita Balang Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya kendaraan bermotor yang mengalami perubahan identitas, baik bentuk, warna, maupun mesin, namun belum seluruhnya diregistrasi dan diidentifikasi sesuai ketentuan Peraturan Kepolisian Nomor 7 Tahun 2021, sehingga berpotensi menimbulkan permasalahan administrasi dan kepastian hukum. Rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi bagaimana penerapan pengaturan dan asas hukum registrasi serta identifikasi kendaraan bermotor dalam praktik perubahan identitas kendaraan di Polres Malinau, serta bagaimana implementasi peraturan tersebut terhadap kendaraan yang mengalami perubahan identitas di Polres Malinau ditinjau dari teori penegakan hukum. Metode penelitian hukum yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis empiris, dengan metode pengumpulan data melalui studi kepustakaan, observasi/pengamatan, dan wawancara dengan pihak Satlantas Polres Malinau serta masyarakat pengguna kendaraan bermotor. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor terhadap kendaraan yang mengalami perubahan identitas di Polres Malinau pada dasarnya sudah berjalan sesuai dengan ketentuan Peraturan Kepolisian Nomor 7 Tahun 2021. Namun dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa kendala, antara lain keterbatasan sumber daya manusia, sarana dan prasarana pendukung, koordinasi antarinstansi, serta rendahnya kesadaran hukum masyarakat dalam melaporkan perubahan identitas kendaraan bermotor, terutama di wilayah perbatasan, sehingga pelaksanaannya belum berjalan secara optimal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Identifikasi Jenis -Jenis Bambu dan Potensinya Sebagai Konten Eduwisata di Area Wisata Air Terjun Karoengan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tumbuhan bambu termasuk suku Poaceae dan salah satu jenis tumbuhan yang tumbuh subur di area wisata Air Terjun Karoengan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis - jenis tumbuhan bambu dan potensinya sebagai konten eduwisata di area wisata Air Terjun Karoengan. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey explorative (jelajah) dengan mengumpulkan informasi semua jenis bambu yang selanjutnya dilakukan analisis dengan mencocokkan karakteristik morfologi dengan literatur. Penelitian dilaksanakan di area wisata Air Terjun Karoengan kecamatan Tarakan Timur. Berdasarkan hasil identifikasi tumbuhan bambu di Air Terjun Karoengan ditemukan 3 genus tumbuhan bambu yaitu Bambusa, Thyrsostachys, dan Dendrocalamus. Tumbuhan bambu berpotensi menjadi konten eduwisata karena memiliki nilai edukatif, nilai lingkungan, daya tarik atau niai rekreasi, dan penyampaian informasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI DARI LUMPUR MANGROVE DI KOTA TARAKAN

2026•

Lumpur mangrove diketahui mengandung bahan organik tinggi yang menjadi habitat potensial bagi berbagai mikroorganisme, termasuk bakteri yang berperan penting dalam proses biogeokimia dan bioremediasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi jenis bakteri yang terdapat pada lumpur mangrove di tiga lokasi di Kota Tarakan, yaitu Amal, Perikanan, dan Mamburungan. Proses penelitian meliputi pengambilan sampel lumpur pada kedalaman 30 cm, pembuatan media, sterilisasi alat dan bahan, isolasi bakteri, serta pengujian biokimia yang mencakup uji pewarnaan gram, katalase, oksidase, dan MIO (Motility, Indole, Ornithine). Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat bakteri dari ketiga lokasi memiliki karakter morfologi dan fisiologi yang bervariasi, terdiri dari bakteri gram positif dan gram negatif dengan bentuk kokus dan basil. Isolat dari lokasi Amal didominasi oleh bakteri gram positif berbentuk kokus, sedangkan dari lokasi Perikanan dan Mamburungan didominasi oleh basil gram positif maupun negatif. Berdasarkan hasil uji biokimia, beberapa isolat teridentifikasi sebagai Staphylococcus spp., Bacillus spp., dan Pseudomonas spp. Variasi hasil katalase dan oksidase menunjukkan adanya perbedaan aktivitasenzimatik antar lokasi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa lumpur mangrove di Kota mengandung berbagai jenis bakteri dengan bentuk dan sifat yang beragam, terdiri dari bakteri gram positif dan gram negatif. Beberapa bakteri yang berhasil diidentifikasi antara lain Staphylococcus spp., Bacillus spp., dan Pseudomonas spp. dengan potensi besar sebagai agen bioteknologi dan bioremediasi lingkungan. Penelitian lebih lanjut dengan metode molekuler seperti analisis gen 16S rRNA disarankan untuk mengonfirmasi hasil identifikasi fenotipik dan mengeksplorasi potensi fungsional isolat yang diperoleh.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Identifikasi Dan Klasifikasi Tumbuhan Lumut (Bryophyta) Di Kawasan Hutan Penelitian Universitas Borneo Tarakan Serta Pemanfaatannya Sebagai Sumber Belajar Biologi

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan tumbuhan lumut (Bryophyta) yang terdapat di kawasan Hutan Penelitian Universitas Borneo Tarakan serta mengkaji potensinya sebagai sumber belajar biologi. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei eksploratif dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilaksanakan melalui pengamatan langsung di lapangan terhadap ciri morfologi lumut dengan bantuan tabel pertelaan, dokumentasi visual, pencatatan mikrohabitat, serta identifikasi lanjutan di laboratorium menggunakan mikroskop binokuler. Untuk mendukung analisis ekologi, dilakukan pula pengukuran faktor lingkungan meliputi suhu, intensitas cahaya, kelembapan udara, dan pH tanah. Hasil penelitian menunjukkan terdapat enam jenis lumut yang termasuk dalam kelas Bryopsida, yaitu Leucobryum javense, Rhynchostegium sp., Hypnum cupressiforme, Dicranum scoparium, Gymnostomiella vernicosa, dan Brachythecium sp. Seluruh jenis ditemukan pada kondisi lingkungan yang lembap dengan suhu rata-rata 26°C, intensitas cahaya 449 lux, pH tanah 5,6, dan kelembapan udara 77,7%, yang mendukung pertumbuhan optimal lumut di daerah tropis. Setiap jenis menunjukkan karakter morfologi yang khas serta kemampuan adaptasi terhadap berbagai substrat, seperti tanah, batang pohon, dan batu. Keanekaragaman tumbuhan lumut yang ditemukan memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber belajar biologi, khususnya pada materi keanekaragaman hayati, klasifikasi tumbuhan, ekologi, dan adaptasi organisme. Pemanfaatan hasil penelitian ini diharapkan dapat mendukung pembelajaran biologi yang bersifat kontekstual dan berbasis potensi lokal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Identifikasi morfometrik, meristik dan pertumbuhan ikan hiu lumpur (hemigalleus microstoma) yang didaratkan pada pos pendaratan ikan lingkas kota tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan hiu lumpur (Hemigaleus microstoma) dari famili Hemigaleidae merupakan predator puncak yang berperan penting dalam ekosistem laut Indo-Pasifik Barat. Spesies ini memiliki nilai komersial tinggi namun berstatus "Vulnerable" menurut IUCN akibat penangkapan berlebih dan degradasi habitat. Kajian biologi ikan hiu di Indonesia masih terfokus pada aspek pemanfaatan, sementara studi morfometrik dan meristik masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik morfometrik, meristik, dan pola pertumbuhan ikan hiu lumpur yang didaratkan di Pos Pembelian Ikan Lingkas, Kota Tarakan. Metode peneltiian menggunakan deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan metode survei di lapangan sebanyak 8 kali. Penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data yang di ambil berupa data morfometrik, meristik, panjang total, berat total, dan jenis kelamin. Hasil penelitian dilakukan sebanyak 30 sampel (23 jantan, 7 betina) dianalisis dengan menggukan metode morfometrik, meristik, penentuan jenis kelamin dan hubungan panjang-berat. Panjang total jantan berkisar 53–94 cm (Standar deviasi /SD = 71,00 ± 11,37 cm) dengan berat kisaran 0,7–3,8 kg (SD = 1,57 ± 0,70 kg). Ikan hiu jenis kelamin betina memiliki panjang berkisar 56–96 cm (SD = 69,14 ± 12,88 cm) dengan berat 1,1 – 4 kg (SD = 1,77 ± 1,03 kg). Karakter meristik relatif homogen pada kedua jenis kelamin, kecuali jumlah baris gigi jantan lebih tinggi pada betina. Hasil menunjukkan pola pertumbuhan alometrik negatif dengan pertambahan panjang lebih cepat dari pertumbuhan berat. Temuan ini memberikan data dasar biologi yang penting untuk pengelolaan berkelanjutan dan strategi konservasi ikan hiu lumpur di perairan Kalimantan Utara. Kata kunci: H. microstoma, identifikasi, meristik, morfometrik, pola pertumbuhan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KULTUR AXENIC MIKROALGA LOKAL SEBAGAI SUMBER PAKAN ALAMI AKUAKULTUR

2025•

Mikroalga merupakan organisme penting yang berperan sebagai pakan alami dalam akuakultur karena kaya nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, mengidentifikasi, dan membudidayakan mikroalga lokal sebagai kandidat pakan alami dalam akuakultur. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Tahapan penelitian terdiri dari pengambilan sampel menggunakan planton net (20 µm), isolasi mikroalga dengan teknik pengenceran bertingkat menggunakan air steril dilanjutkan dengan agar platting diperkaya nutrisi KW21, serta identifikasi jenis mikroalga berdasarkan pendekatan morfologi dan tudi literatur. Parameter pertumbuhan sel diukur berdasarkan nilai absorbansipada panjang gelombang 680 nm menggunakan spektrofortometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah berhasil diisolasi lima genus mikroalga, yaitu Pleurocapsa sp., Chlorella sp., Dunailella sp., dua isolat bertipe Chlorelloid, dan Chlamydomonas sp. Isolat Chlamydomonas sp. menunjukkan laju pertumbuhan spesifik (SGR) tertinggi. Dari ke 6 isolat diperoleh 5 isolat yang memiliki karakteristik dan potensi untuk dikembangkan sebagai pakan alami dalam akuakultur.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Identifikasi dan Karakterisasi Jenis Udang (Crustacea) Di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kawasan Hutan Gunung Selatan Kota Tarakan Dan Potensinya Terhadap Pembelajaran Biologi

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keberadaan udang air tawar pada ekosistem sungai tropis memiliki peran penting dalam menjaga kesimbangan ekologis serta berpotensi menjadi sumber belajar kontekstual dalam pendidikan biologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan karakteristik morfologi serta habitat udang (Crustacea) yang ditemukan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Hutan Gunung Selatan Kota Tarakan, sekaligus mengkaji relevansinya sebagai sumber pembelajaran biologi. Penelitian menggunakan metode deskriptif-eksploratif dengan teknik purposive sampling pada empat stasiun pengamatan. Sebanyak 12 individu berhasil dikoleksi, masing-masing 1 individu (Stasiun I), 2 individu (Stasiun II), 4 individu (Stasiun III), dan 5 individu (Stasiun IV). Seluruh sampel teridentifikasi sebagai satu spesies, yaitu Macrobrachium rosenbergii (udang galah). Spesies ini ditemukan pada habitat beraliran lambat dengan substrat berpasir hingga sedikit berlumpur, disertai batuan berlumut dan vegetasi riparian yang rapat. Karakteristik habitat tersebut mendukung ketersediaan ruang berlindung dan sumber pakan bagi M. rosenbergii. Temuan ini memiliki implikasi pedagogis yang signifikan, karena dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar berbasis lingkungan pada materi Keanekaragaman Hayati di SMA serta pengayaan materi pada mata kuliah Invertebrata dan Ekologi Hewan di perguruan tinggi. Dengan demikian, hasil penelitian ini tidak hanya berkontribusi pada dokumentasi keanekaragaman fauna perairan di Kota Tarakan, tetapi juga memperkuat integrasi potensi lokal dalam pembelajaran biologi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI ROTAN (Calamus sp.) DI HUTAN KABIRAN DESA MALINAU HULU SEBAGAI POTENSI PEMBELAJARAN BIOLOGI

2025•

Identifikasi tumbuhan adalah proses untuk mengenali dan menentukan ciri-ciri morfologi tumbuhan. Rotan adalah jenis tanaman memanjat dari keluarga palma (Arecaceae) yang memiliki batang berbentuk silindris, fleksibel, dan biasanya berukuran panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis rotan. yang ada di Hutan Kabiran Desa Malinau Hulu dan menganalisis potensi hasil penelitian rotan sebagai pembelajaran biologi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan metode jelajah secara purposive sampling di bantu dengan tabel pertelaan rotan. Identifikasi sampel menggunakan buku identifikasi rotan. Hasil penelitian ditemukan 7 spesies rotan yaitu Daemonorops jenkinsiana (Griff.) Mart., Korthalsia flagellaris Miquel, Calamus javensis Blume., Korthalsia rostrata Blume., Calamus scipionum Loureiro., Daemonorops sabut Becc., dan. Calamus caesius Blume. Hasil penelitian ini dapat diintegrasikan sebagai sumber belajar biologi pada materi keanekaragaman hayati dengan kompetensi dasar 3.2 Menganalisis berbagai tingkat keanekaragaman hayati di Indonesia beserta ancaman dan pelestariannya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Sistem Deteksi Kesegaran Sayur Kubis Putih Secara Real-time Berbasis Desktop Menggunakan Algoritma Deep learning YOLOv8

2025•

kali tidak konsisten terutama pada pengamatan berskala besar. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, peneliti mengusulkan sistem deteksi tingkat kesegaran kubis putih secara otomatis dan real-time dengan menggunakan algoritma deep learning YOLOv8. Sistem ini akan mengidentifikasi berdasarkan tiga tingkatan kesegaran, yaitu kubis segar, kubis kurang segar, dan kubis busuk. Dataset yang digunakan terdiri dari 3009 citra kubis putih hasil dari proses pre-processing berupa resize, dan rotasi, serta proses augmentasi citra berupa brightness untuk meningkatkan variasi sampel sehingga diperoleh proporsi 93% (3009 citra) data latih, 3% (106 citra) data validasi, dan 3% (106 citra) data uji. Hasil pengujian sistem terhadap 106 citra data uji menghasilkan nilai rata rata recall sebesar 0,847, recall sebesar 0,878 dan f-measure sebesar 0,863. Kemudian hasil pengujian sistem secara real-time terhadap citra multi objek (berisi tiga kelas secara acak) yang diambil sebanyak 1 kali per 10 detik selama 5 menit pada jarak 20 cm dihasilkan nilai recall sebesar 0,919, recall sebesar 0,902, dan f-measure sebesar 0,903, sedangkan pada jarak 30 cm diperoleh nilai recall sebesar 0,889, recall sebesar 0,911, dan f-measure sebesar 0,888. Dari hasil pengujian tersebut membuktikan bahwa sistem dapat bekerja dalam mendeteksi kesegaran kubis putih secara real-time paling baik pada jarak 20 cm. Hal ini membuktikan bahwa usulan sistem dapat menjadi solusi efektif untuk seleksi mutu produk kubis putih secara otomatis dan real-time.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

RANCANG BANGUN IDENTIFIKASI NOMINAL UANG KERTAS RUPIAH UNTUK LANSIA MENGGUNAKAN METODE DEEP LEARNING DAN TEXT TO SPEECH

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Lansia merupakan individu yang telah berusia 60 tahun ke atas, yang umumnya mengalami penurunan fungsi tubuh, termasuk berkurangnya kemampuan penglihatan, termasuk dalam mengenal nominal uang kertas. Ketidakmampuan dalam mengenali nominal uang kertas dapat menimbulkan masalah, baik dalam kegiatan transaksi sehari-hari seperti berbelanja. Penelitian ini mengembangkan sistem identifikasi nilai nominal mata uang kertas rupiah untuk lansia menggunakan Convolutional Neural Network (CNN) berbasis arsitektur VGG16 dengan fitur text to speech. Dataset yang terdiri dari 7 kelas (jenis uang kertas) dengan total 4.200 citra uang kertas diambil dengan menggunakan kamera ponsel, dan kemudian dipisahkan menjadi dua skema anotasi yang masing-masing sebanyak 2.100 citra. Skema pertama dilatih berdasarkan nominal uang, sedangkan skema kedua dilatih berdasarkan keseluruhan area uang kertas. Pembagian data dilakukan dengan proporsi 70% untuk train, 20% untuk valid, dan 10% untuk test. Hasil dari proses pelatihan menunjukkan bahwa skema pertama meraih tingkat akurasi pelatihan sebesar 99,47% dan validasi sebesar 100%, sedangkan skema kedua mencatat 74,37% untuk pelatihan dan 98,45% untuk validasi. Penilaian terhadap data uji menunjukkan bahwa skema pertama menghasilkan precision, recall, dan f1-score yang mencapai 100% tanpa adanya kesalahan klasifikasi, sementara skema kedua mencapai angka 99% dengan sedikit kekeliruan pada nominal Rp10.000 dan Rp20.000. Kemudian, pengujian secara realtime yang dilakukan terhadap sepuluh orang lansia menunjukkan bahwa skema pertama lebih baik dalam mengenali uang dengan nilai Rp1.000 sampai Rp100.000, kecuali untuk Rp50.000, sedangkan skema kedua hanya mampu mengenali Rp2.000 dan Rp10.000 dengan baik. Skor System Usability Scale (SUS) yang diperoleh adalah 70,25 yang termasuk dalam kategori “baik”. Fitur text to speech beroperasi dengan baik dan dapat menyimpan secara otomatis dalam format MP3. Keterbatasan utama adalah ketergantungan CNN standar pada penempatan nominal yang tepat dan kondisi pencahayaan yang sesuai. Pengembangan lebih lanjut dengan teknologi deteksi objek seperti YOLO atau SSD diperlukan untuk meningkatkan fleksibilitas sistem dalam kondisi penggunaan nyata.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Identifikasi Kesulitan Belajar Biologi Siswa SMA Negeri 1 Sebatik

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kesulitan belajar adalah keadaan dimana seorang siswa mengalami kesulitan, kendala, atau gangguan yang menghambat untuk mencapai tujuan akademik. Hambatan yang dihadapi tersebut dapat menyebabkan seseorang gagal mencapai tujuan pembelajaran. Kesulitan belajar yang dihadapi setiap orang berbeda-beda. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor kesulitan belajar biologi siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Sebatik menggunakan purposive sampling adalah metode pengambilan sampel data yang didasarkan pada pertimbangan tertentu. Peneliti menggunakan angket kesulitan belajar biologi, jumlah angket yang diberikan berjumlah 20 item pertanyaan yang berarti siswa diminta untuk memilih salah satu jawaban yang sesuai dengan keputusan peneliti. Siswa SMA Negeri 1 sebatik mengalami kesulitan belajar yang tergolong cukup disebabkan oleh faktor eksternal yaitu faktor keluarga sebesar 71% adapun faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar yaitu faktor orang tua yaitu cara mendidik anak, perhatian dan arahan orang tua, hubungan orang tua dengan anak dan bimbingan dari orang tua dan faktor sekolah sebesar 70% adapun faktor yang mempengaruhi pada faktor sekolah yaitu guru dapat menjadi kesulitan belajar jika gurunya tidak berkualitas, hubungan kurang baik dengan siswa. Faktor eksternal lainnya yaitu faktor masyarakat dan faktor internal seperti fisiologi dan psikologis tidak menyebabkan kesulitan belajar (persentase 73%). Temuan dari penelitian ini berimplikasi guru dapat mengoptimalkan belajar mengajar yang bermakna dan bervariasi agar dapat meminimalisir kesulitan belajar siswa. Guru sebaiknya memberikan pelajaran yang bervariatif, menjadi fasilitator yang bijaksana untuk keaktifan siswa meningkatkan pengetahuan yang luas dan dapat memberikan media yang tepat sehingga proses belajar siswa menjadi bermakna.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI MINAT BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 8 TARAKAN

2024•

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat minat belajar matematika siswa Kelas VIII SMP Negeri 8 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Tarakan. Sampel pada penelitian ini berjumlah 69 menggunakan teknik Slovin. Tenik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan instrument angket. Selanjutnya data dianalisis dengan teknik analisis kuantitatif menggunkan statistika deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa minat belajar matematika siswa Kelas VIII SMP Negeri 8 Tarakan berada pada kategori sedang. Persentase pada kategori tinggi adalah (31,8%) persentase pada kategori sedang (43,47%) dan persentase pada kategori rendah (24,64%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail