Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Ekstrak Rumput Laut
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK RUMPUT LAUT (KAPPAPHYCUS ALVAREZII) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI VIBRIO HARVEYI SECARA IN-VITRO

•

Udang windu (Panaeus monodon) merupakan salah satu produk ekspor yang mengalami penurunan produksi diakibatkan oleh penyakit yang disebabkan oleh bakteri Vibrio harveyi, menyebabkan penyakit luminescent Vibrio atau vibriosis. Usaha yang digunakan untuk menanggulangi penyakit ini dengan menggunakan antibiotik, namun pemberian dalam jangka panjang akan menyebabkan bakteri menjadi resisten. Penggunaan bahan alami merupakan solusi yang efektif untuk menggantikan antibiotik, salah satunya yaitu rumput laut (Kappaphycus alvarezii). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak rumput laut terhadap bakteri V. harveyi secara in-vitro. Alkohol 70% digunakan sebagai pelarut dalam proses ekstraksi. Pengujian antibakteri dengan menggunakan metode difusi kertas cakram, konsentrasi yang digunakan untuk uji antibakteri yaitu 5%, 10%, 15% dan 20%. Hasil penelitian uji antibakteri menunjukkan ekstrak rumput laut dengan konsentrasi 5% memiliki zona hambat sebesar 7 mm, 10% sebesar 7,1 mm, 15% sebesar 7,3 mm dan pada konsentrasi 20% memiliki zona hambat yang terbesar dengan diameter hambat 13,3 mm.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGGUNAAN EKSTRAK ETANOL RUMPUT LAUT (KAPPAPHYCUS ALVAREZII) UNTUK MENEKAN AKTIVITAS BAKTERI PENYEBAB PENYAKIT ICE-ICE PADA RUMPUT LAUT SECARA IN-VITRO

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bakteri patogen yang sering menyerang rumput laut yaitu bakteri Vibrio sp, penyakit pada rumput laut ini disebut Ice-ice atau bercak putih. Tujuan dari penelitan ini adalah untuk mengkaji potensi antibakteri ekstrak rumput laut segar terhadap bakteri Vibrio sp yang menyebabkan penyakit Ice-ice pada rumput laut, melalui uji in-vitro. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental, identifikasi bakteri didapatkan bakteri Vibrio sp dengan gram negatif. Uji in-vitro dilakukan dengan enam perlakuan tiga ulangan pada konsentrasi 15%, 20%, 25%, 30%, K+ dan K-. Hasil uji in-vitro memperlihatkan bahwa ekstrak rumput laut pada konsentrasi 15% sampai 30% berpotensi sebagai antibakteri Vibrio sp dengan diameter zona hambat terbesar pada konsetrasi 30% yaitu 19.2 mm.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail