Abstrak
Udang windu (Panaeus monodon) merupakan salah satu produk ekspor yang mengalami penurunan produksi diakibatkan oleh penyakit yang disebabkan oleh bakteri Vibrio harveyi, menyebabkan penyakit luminescent Vibrio atau vibriosis. Usaha yang digunakan untuk menanggulangi penyakit ini dengan menggunakan antibiotik, namun pemberian dalam jangka panjang akan menyebabkan bakteri menjadi resisten. Penggunaan bahan alami merupakan solusi yang efektif untuk menggantikan antibiotik, salah satunya yaitu rumput laut (Kappaphycus alvarezii). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak rumput laut terhadap bakteri V. harveyi secara in-vitro. Alkohol 70% digunakan sebagai pelarut dalam proses ekstraksi. Pengujian antibakteri dengan menggunakan metode difusi kertas cakram, konsentrasi yang digunakan untuk uji antibakteri yaitu 5%, 10%, 15% dan 20%. Hasil penelitian uji antibakteri menunjukkan ekstrak rumput laut dengan konsentrasi 5% memiliki zona hambat sebesar 7 mm, 10% sebesar 7,1 mm, 15% sebesar 7,3 mm dan pada konsentrasi 20% memiliki zona hambat yang terbesar dengan diameter hambat 13,3 mm.