ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Isolasi sosial merupakan kondisi ketika individu mengalami penurunan kemampuan berinteraksi dan menjalin hubungan sosial sehingga cenderung menarik diri dari lingkungan. Kondisi ini sering ditemukan pada klien dengan gangguan jiwa dan dapat memengaruhi kualitas hidup serta proses pemulihan. Studi kasus ini bertujuan menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan pada klien perempuan dengan diagnosis keperawatan isolasi sosial di RSUD dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua klien perempuan yang mengalami isolasi sosial. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Asuhan keperawatan dilaksanakan melalui tahapan pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Hasil pengkajian menunjukkan kedua klien mengalami perilaku menarik diri, lebih suka menyendiri, kontak mata kurang, afek tumpul, kesulitan memulai percakapan, serta tidak mengikuti aktivitas kelompok. Diagnosis keperawatan utama yang ditegakkan adalah isolasi sosial. Intervensi yang diberikan meliputi membina hubungan saling percaya, membantu klien mengenali manfaat interaksi sosial, melatih kemampuan berkenalan dan bercakap-cakap, serta mendorong keterlibatan dalam aktivitas sosial secara bertahap. Setelah implementasi, kedua klien menunjukkan peningkatan kemampuan berinteraksi, mampu berkomunikasi sederhana, dan lebih kooperatif saat diajak berbicara. Penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan isolasi sosial dapat meningkatkan kemampuan interaksi sosial secara bertahap. Dukungan keluarga dan tenaga kesehatan secara berkelanjutan diperlukan untuk mempertahankan perkembangan kemampuan sosial klien.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Isolasi sosial masih menjadi salah satu masalah keperawatan yang sering ditemukan pada klien skizofrenia di rumah sakit jiwa maupun ruang perawatan psikiatri. Kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan klien dalam menjalin hubungan interpersonal, berkomunikasi, serta berpartisipasi dalam lingkungan sosial. Apabila tidak ditangani dengan baik, isolasi sosial dapat menghambat proses pemulihan dan menurunkan kualitas hidup klien. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada dua klien laki-laki dengan isolasi sosial di RSUD dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dalam studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa kedua klien mengalami isolasi sosial dengan tanda seperti lebih suka menyendiri, kontak mata kurang, menolak berinteraksi, dan tidak mengikuti terapi aktivitas kelompok. Intervensi yang diberikan meliputi membina hubungan saling percaya, melatih berkenalan, bercakap-cakap, dan melakukan kegiatan sosial secara bertahap. Setelah dilakukan implementasi keperawatan, kedua klien menunjukkan peningkatan kemampuan berinteraksi dan lebih kooperatif dalam kegiatan sosial. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan asuhan keperawatan secara bertahap dan konsisten efektif dalam meningkatkan kemampuan interaksi sosial pada klien dengan isolasi sosial.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN ISOLASI SOSIAL ABSTRAK Isolasi sosial merupakan salah satu masalah keperawatan yang sering ditemukan pada klien dengan gangguan jiwa, khususnya skizofrenia. Kondisi ini ditandai dengan perilaku menarik diri, menghindari interaksi sosial, kurangnya komunikasi, dan ketidakmampuan menjalin hubungan yang bermakna dengan orang lain. Studi kasus ini bertujuan untuk memperoleh gambaran penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosis keperawatan isolasi sosial di Ruang Teratai RSUD dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan. Studi kasus menggunakan rancangan deskriptif dengan pendekatan studi kasus terhadap dua klien yang mengalami isolasi sosial. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi. Proses asuhan keperawatan meliputi pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Diagnosis utama yang ditemukan pada kedua klien adalah isolasi sosial, disertai diagnosis pendukung berupa halusinasi dan harga diri rendah. Intervensi keperawatan dilakukan menggunakan Strategi Pelaksanaan (SP) 1 sampai SP 4 yang berfokus pada identifikasi penyebab isolasi sosial, latihan berkenalan, bercakap-cakap dengan orang lain, serta latihan komunikasi sosial. Hasil evaluasi menunjukkan kedua klien mengalami kemajuan secara bertahap dalam kemampuan berinteraksi sosial, ditandai dengan meningkatnya kemauan berkenalan, bercakap-cakap, dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial meskipun belum optimal. Keberhasilan asuhan keperawatan didukung oleh hubungan terapeutik yang baik antara perawat dan klien. Penerapan asuhan keperawatan secara sistematis melalui Strategi Pelaksanaan (SP) mampu membantu meningkatkan kemampuan interaksi sosial pada klien dengan isolasi sosial.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Isolasi sosial merupakan salah satu masalah keperawatan yang sering ditemukan pada pasien dengan gangguan jiwa, khususnya skizofrenia. Kondisi ini ditandai dengan ketidakmampuan individu berinteraksi secara positif dengan orang lain, penarikan diri dari lingkungan sosial, afek datar, serta kurangnya partisipasi dalam kegiatan kelompok. Data RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan mencatat 67 kasus isolasi sosial pada tahun 2022 dan 10 kasus pada periode Januari–April 2024, menjadikan isolasi sosial sebagai salah satu prioritas penanganan keperawatan jiwa. Studi kasus ini bertujuan menggambarkan penerapan asuhan keperawatan secara sistematis pada klien dengan diagnosis keperawatan isolasi sosial. Metode yang digunakan adalah deskriptif studi kasus terhadap dua klien (Tn. S, 48 tahun dan Ny. Y, 39 tahun) dengan diagnosis medis skizofrenia paranoid di Ruang Teratai RSUD dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan, dilaksanakan pada 27 April–3 Mei 2026. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi, dan kepustakaan. Hasil pengkajian menunjukkan kedua klien mengalami isolasi sosial disertai masalah defisit perawatan diri. Klien 1 juga mengalami halusinasi pendengaran, sedangkan Klien 2 mengalami harga diri rendah. Intervensi dilaksanakan menggunakan Strategi Pelaksanaan (SP) 1–4 yang mencakup latihan berkenalan secara bertahap, berbicara saat kegiatan harian, serta latihan sosialisasi. Setelah implementasi, kedua klien menunjukkan peningkatan kemampuan berinteraksi, meskipun masih tampak gugup. Keberhasilan asuhan didukung oleh penerapan komunikasi terapeutik yang efektif dan kerja sama tim kesehatan. Disimpulkan bahwa penerapan asuhan keperawatan dengan pendekatan SP isolasi sosial secara bertahap efektif meningkatkan kemampuan sosial klien selama perawatan di rumah sakit jiwa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosis keperawatan isolasi sosial merupakan upaya penting dalam membantu meningkatkan kemampuan interaksi sosial pada pasien dengan gangguan jiwa, khususnya skizofrenia. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada dua klien dengan diagnosis keperawatan isolasi sosial. Metode yang digunakan yaitu studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil pengkajian menunjukkan kedua klien mengalami perilaku menarik diri, afek datar atau tumpul, kurang kontak mata, tidak memiliki teman dekat, serta tidak berminat mengikuti aktivitas kelompok. Intervensi keperawatan dilakukan menggunakan strategi pelaksanaan isolasi sosial secara bertahap selama empat hari melalui latihan berkenalan, bercakap-cakap, dan meningkatkan interaksi sosial. Setelah dilakukan implementasi keperawatan,pada klien 1 mulai mampu berinteraksi secara bertahap, mau bercakap-cakap dengan perawat maupun pasien lain, serta mulai mengikuti kegiatan kelompok walaupun masih tampak gugup, sedangkan pada klien 2 mulai menunjukkan minat untuk berkomunikasi dan menjawab pertanyaan dengan lebih baik, namun klien masih membutuhkan dukungan dan bimbingan. Kesimpulan studi kasus ini menunjukkan bahwa penerapan strategi pelaksanaan isolasi sosial dapat membantu meningkatkan kemampuan interaksi sosial pada klien dengan gangguan jiwa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Lumpur mangrove diketahui mengandung bahan organik tinggi yang menjadi habitat potensial bagi berbagai mikroorganisme, termasuk bakteri yang berperan penting dalam proses biogeokimia dan bioremediasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi jenis bakteri yang terdapat pada lumpur mangrove di tiga lokasi di Kota Tarakan, yaitu Amal, Perikanan, dan Mamburungan. Proses penelitian meliputi pengambilan sampel lumpur pada kedalaman 30 cm, pembuatan media, sterilisasi alat dan bahan, isolasi bakteri, serta pengujian biokimia yang mencakup uji pewarnaan gram, katalase, oksidase, dan MIO (Motility, Indole, Ornithine). Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat bakteri dari ketiga lokasi memiliki karakter morfologi dan fisiologi yang bervariasi, terdiri dari bakteri gram positif dan gram negatif dengan bentuk kokus dan basil. Isolat dari lokasi Amal didominasi oleh bakteri gram positif berbentuk kokus, sedangkan dari lokasi Perikanan dan Mamburungan didominasi oleh basil gram positif maupun negatif. Berdasarkan hasil uji biokimia, beberapa isolat teridentifikasi sebagai Staphylococcus spp., Bacillus spp., dan Pseudomonas spp. Variasi hasil katalase dan oksidase menunjukkan adanya perbedaan aktivitasenzimatik antar lokasi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa lumpur mangrove di Kota mengandung berbagai jenis bakteri dengan bentuk dan sifat yang beragam, terdiri dari bakteri gram positif dan gram negatif. Beberapa bakteri yang berhasil diidentifikasi antara lain Staphylococcus spp., Bacillus spp., dan Pseudomonas spp. dengan potensi besar sebagai agen bioteknologi dan bioremediasi lingkungan. Penelitian lebih lanjut dengan metode molekuler seperti analisis gen 16S rRNA disarankan untuk mengonfirmasi hasil identifikasi fenotipik dan mengeksplorasi potensi fungsional isolat yang diperoleh.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Mikroalga merupakan organisme penting yang berperan sebagai pakan alami dalam akuakultur karena kaya nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, mengidentifikasi, dan membudidayakan mikroalga lokal sebagai kandidat pakan alami dalam akuakultur. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Tahapan penelitian terdiri dari pengambilan sampel menggunakan planton net (20 µm), isolasi mikroalga dengan teknik pengenceran bertingkat menggunakan air steril dilanjutkan dengan agar platting diperkaya nutrisi KW21, serta identifikasi jenis mikroalga berdasarkan pendekatan morfologi dan tudi literatur. Parameter pertumbuhan sel diukur berdasarkan nilai absorbansipada panjang gelombang 680 nm menggunakan spektrofortometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah berhasil diisolasi lima genus mikroalga, yaitu Pleurocapsa sp., Chlorella sp., Dunailella sp., dua isolat bertipe Chlorelloid, dan Chlamydomonas sp. Isolat Chlamydomonas sp. menunjukkan laju pertumbuhan spesifik (SGR) tertinggi. Dari ke 6 isolat diperoleh 5 isolat yang memiliki karakteristik dan potensi untuk dikembangkan sebagai pakan alami dalam akuakultur.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Isolasi sosial atau yang biasa disebut dengan menarik diri merupakan suatu keadaan dimana seorang individu tidak dapat bersosialisasi dengan orang lain yang ada di sekitarnya. Gejala isolasi sosial dapat berupa adanya ketidakinginan seorang individu untuk berinteraksi dengan orang lain dan orang tersebut merasa rendah diri. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mendapatkan gambaran asuhan keperawatan pada pasien dengan isolasi sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif yaitu metode ilmiah yang menggambarkan keadaan yang sedang terjadi pada dua kasus secara intensif. Subjek studi kasus yang digunakan dalam penelitian ini adalah dua orang pasien dengan masalah keperawatan yang sama yaitu isolasi sosial. Hasil dari penelitian ini adalah didapatkan hasil pengkajian yang sama pada kedua klien yang diperoleh dari keluhan utama yaitu klien tidak ingin berinteraksi dengan orang lain, selain itu didapatkan perbandingan dari hasil asuhan keperawatan yang diberikan kepada kedua klien, yang dimana klien pertama mengalami peningkatan kemampuan yang signifikan sedangkan pada klien kedua belum mengalami peningkatan yang signifikan. Penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosis isolasi sosial ini menggunakan tiga tahapan yaitu tahap pengkajian, tahap perumusan diagnosis, tahap intervensi, tahap implementasi, dan tahap evaluasi. Diharapkan laporan tugas akhir ini dapat menambah pengetahuan, menambah wawasan dan dapat dijadikan sebagai pedoman dalam pemberian asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosis isolasi sosial.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Intisari — Tenaga listrik merupakan salah satu kebutuhan utama dalam kehidupan masyarakat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan mendukung kehidupan sehari-hari. PT. PLN merupakan perusahaan yang bertanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan energi listrik tersebut, namun dalam proses menjalankan tugasnya, PT. PLN menghadapi banyak tantangan teknis dan operasional. Salah satu tantangan utamanya adalah melindungi infrastruktur kelistrikan seperti trafo, switchgear, dan kabel dari lonjakan tegangan yang dapat merusaknya. Lonjakan tegangan ini dapat disebabkan oleh banyak faktor, antara lain petir, gangguan jaringan listrik, dan pengoperasian alat berat. Oleh karena itu, perlu diketahui secara menyeluruh mengenai kinerja alat proteksi petir pada jaringan distribusi 20 kV di PT. PLN Tarakan. Dalam skripsi ini akan mengkaji dan menganalisis kerja dari arrester serta jarak maksimum arrester. Metode yang digunakan dalam skripsi ini metode Koordinasi Isolasi. Penempatan lightning arrester dapat mempengaruhi kinerja lightning arrester tersebut dalam memproteksi trafo pada gardu distribusi Tingkat kegagalan proteksi arrester sangat tergantung dari TID peralatan, tegangan kerja lightning arrester dan lokasi penempatan arrester itu sendiri. Dari hasil perhitungan dan analisis data menunjukkan bahwa pada jaringan 20 kV penyulang 5 PT.PLN Tarakan, TID transformator sebesar 5 kA dengan 125 kV, karakteristik kerja arrester dengan tegangan pengenal 24 kV, tegangan pelepasan 87 kV serta arus pelepasan sebesar 5 kA dengan tingkat perlindungan 95,7 kV. Hal ini sesuai dengan SPLN 7: 1978 yang menetapkan tingkat isolasi dasar transformator dan penangkal petir. Sedangkan dari hasil perhitungan untuk jarak penempatan arrester terhadap transformator tidak boleh melebihi 2,745 meter dan hasil dari analisis skripsi adalah sekitar 1,8-2,4 meter.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Budidaya ikan air tawar yang paling banyak dibudidayakan di Kota Tarakan adalah ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Budidaya ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) semakin berkembang menunjukkan bahwa minat masyarakat dalam mengkomsumsi ikan meningkat. Penyakit bakterial adalah penyakit yang biasa menyerang ikan lele dumbo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis patogen bakteri dan dampak dari serangan bakteri yang ada pada ikan lele dumbo yang dibudidayakan di Kota Tarakan. Metode pengambilan data yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif dengan metode pengambilan sampel ikan lele dumbo dilakukan secara random sampling. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret- Agustus 2022. Isolat bakteri diperoleh dari bagian tubuh ikan yang luka, lendir, hati, ginjal dan usus. Bakteri ditumbuhkan pada media TSA dan diidentifikasi menggunakan uji KOH 3%, Katalase, Oksidase, O/F, MIO, dan Glukosa. 45 sampel ikan lele dumbo dari 3 lokasi budidaya didapatkan hasil identifikasi bakteri yang menyerang ikan lele dumbo yaitu sebanyak 4 jenis bakteri dari Aeromonas sp. Plesiomonas sp. Vibrio sp, dan Enterobacter sp. Dampak dari serangan bakteri membuat 25% produksi ikan lele di tiga lokasi budidaya berkurang. Parameter kualitas air di tiga lokasi budidaya selama penelitian menunjukkan bahwa Suhu berkisar 30 oC, pH berkisar 6,8-8,8, dan Amoniak berkisar 2,1-2,8 mg/L yang diperoleh masih dapat berada pada batas optimum, sedangkan oksigen terlarutnya rendah berkisar 0,46-2,76 mg/l.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perbedaan merawat pasien Covid-19 dan non Covid-19 membuat perawat khawatir tertular saat merawat dan keraguan dalam penggunaan alat pelindung diri, sehingga beberapa perawat kurang menerima apabila ditempatkan di ruang isolasi Covid-19. Tujuan penelitian untuk mengeksplorasi pengalaman Self Efficay dan Self Esteem pada perawat di ruang isolasi Covid-19 RSUD dr. H. Jusuf SK. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi. Pertisipan penelitian berjumlah 10 perawat yang pernah merawat Covid-19 dengan purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan dimensi self-efficacy perawat dikategorikan tingkat kekuatan (strength) dibuktikan dengan subtema 1) perawat merasa memiliki kemampuan, 2) memiliki kemampuan diri (kepercayaan diri), 3) memiliki kemampuan diri dalam situasi yang berbeda. Self Esteem perawat dikategorikan pada aspek competence saat merawat pasien Covid-19 termasuk dalam kategori tinggi dibuktikan dengan subtema 1) perawat merasa percaya diri, 2) senang dengan pujian atas hasil kerjanya dan 3) puas dengan diri sendiri. Tantangan perawat dalam merawat pasien Covid-19 adalah sebagian besar merasakan adanya tantangan dalam perbedaan merawat pasien covid-19 dalam hal pelayanan karena adanya penggunaan APD (terutama penggunaan hazmat dan masker N95), penggunaan alat bantu pernapasan (ventilator mekanik dan HFNC) serta perbedaan psikis pasien yang terpapar covid-19. Kesimpulan bahwa kekhawatiran diawal pandemik Covid-19 menjadi tantangan perawat dalam memberikan pelayanan, namun dengan adanya pengalaman membuat perawat mampu menjawab tantangan sebagai garda terdepan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Gangguan jiwa adalah kumpulan-kumpulan keadaan yang tidak normal baik secara fisik ataupun mental. Isolasi sosial merupakan keadaan dimana seorang individu mengalami penurunan atau bahkan sama sekali tidak mampu berinteraksi dengan orang lain di sekitarnya. Tujuan umum penulisan laporan tugas akhir ini adalah mendapatkan gambaran dan pengalaman yang nyata tentang penerapan asuhan keperawatan kepada klien Tn. R dengan masalah utama isolasi sosial: menarik diri. Penyusunan laporan tugas akhir ini mengunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Pada kasus Tn.R, hasil pengkajian klien terdapat 3 masalah keperawatan yaitu: isolasi sosial: menarik diri, gangguan konsep diri: harga diri rendah, dan resiko perilaku kekerasan. Terdapat kesenjangan diagnosa antara teori dan kasus pada Tn.R yaitu diagnosa resiko perilaku kekerasan ada pada kasus tetapi tidak ada di teori. Proses pemecahan masalah pada kasus Tn.R yaitu melaksanakan 3 (tiga) strategi pelaksanaan untuk masing-masing diagnosa keperawatan. Strategi pelaksanaan hanya dilakukan pada pasien sedangkan strategi pelaksanaan pada keluarga tidak dilakukan karena keluarga jarang menjenguk klien di rumah sakit. Proses asuhan keperawatan klien membutuhkan stimulus dari orang disekitar, untuk melakukan tindakan keperawatan klien mampu melakukan dengan benar, intervensi dipertahankan dan dilanjutkan SP berikutnya oleh perawat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skizofrenia adalah salah satu gangguan jiwa berat yang dapat mempengaruhi pikiran, perasaan, dan perilaku individu. Isolasi sosial adalah suatu pengalaman menyendiri dari seseorang dan perasaan segan terhadap orang lain sebagai sesuatu yang negatif atau keadaan yang mengancam (Herman, 2015). Tujuan umum dari laporan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui isolasi sosial pada pasien dengan skizofrenia di Ruang Teratai Rumah Sakit Umum dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode : penulisan menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Metode ini menggunakan pengumpulan data dengan cara sebagai berikut : wawancara, observasi pasien, studi kepustakaan, studi dokumentasi. Terdapat tiga diagnosa prioritas yaitu Isolasi Sosial : Menarik Diri, Halusinasi : Pendengaran dan Penglihatan, Defisit Perawatan Diri. Kesimpulan : terdapat kesenjangan pada diagnosa Ny.N yaitu diagnosa harga diri rendah karena klien tidak menunjukkan tanda resiko harga diri rendah. Pada pelaksanaan semua SP dapat dilaksanakan meskipun diawal pelaksanaan tidak berjalan dengan baik. Saran : meningkatkan komunikasi terapeutik dan bina hubungan saling percaya pada Ny. N .
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skizofrenia merupakan gangguan kejiwaan dan kondisi medis yang dapat mempengaruhi fungsi otak manusia, mempengaruhi emosional, tingkah laku serta dapat mempengaruhi fungsi normal kognitif. Isolasi sosial adalah kegagalan individu dalam melakukan interaksi dengan orang lain yang disebabkan oleh pikiran negatif atau mengancam. Seseorang dapat dikatakan mengalami gangguan isolasi sosial jika individu tersebut: menarik diri, tidak komunikatif, menyendiri, asik dengan pikiran dan dirinya sendiri, tidak ada kontak mata, sedih, afek tumpul, perilaku bermusuhan, menyatakan perasaan sepi atau ditolak, kesulitan membina hubungan di lingkungannya, menghindari orang lain dan mengungkapkan perasaan tidak dimengerti orang lain. Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn. S. Metode penulisan: deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Tn. “S”. Proses keperawatan dimulai dengan pengkajian, merumuskan diagnosa, membuat rencana keperawatan, melakukan implementasi dan evaluasi keperawatan. Pengkajian klien terdapat 3 diagnosa keperawatan yaitu menarik diri : isolasi sosial, gangguan persepsi sensori : halusinasi pendengaran dan defisit perawatan diri. Intervensi dan implementasi klien sesuai dengan format strategi pelaksana dari masing-masing diagnosa. Evaluasi dari tiga diangosa masalah keperawatan teratasi. Hasil pengkajian terdapat kesenjangan dengan beberapa tanda dan gejala tidak ada pada teori yaitu: afek klien datar, adanya perasaan bosan, dan tidak mampu berkonsentrasi. Pada saat pelaksanaan ke-3 diagnosa intervensinya sudah teratasi. Proses asuhan keperawatan klien, klien membutuhkan stimulus dari orang disekitar, untuk melakukan tindakan keperawatan klien mampu melakukan dengan benar, intervensi dipertahankan dan dilanjutkan dengan bantuan minimal oleh perawat. Diharapkan perawat mampu membimbing klien melanjutkan intervensi sesuai dengan yang diharapkan agar indikator tetap teratasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skizofrenia adalah suatu penyakit yang mempengaruhi otak dan menyebabkan timbulnya pikiran kacau, persepsi, emosi, gerakan atau perilaku yang aneh. Skizofrenia merupakan sekelompok reaksi psikotik yang mempengaruhi berbagai area fungsi individu, termasuk berpikir, berkomunikasi, merasakan dan menunjukkan emosi serta gangguan otak yang ditandai dengan pikiran kacau, waham, halusinasi, dan perilaku aneh. Tujuan dari penulisan laporan tugas akhir ini untuk mendapatkan gambaran dan pengalaman yang nyata mengenai penerapan asuahan keperawatan kepada klien Tn. A dengan masalah utama isolasi sosial: menarik diri. Metode penulisan ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi khusus kasus dengan pendekatan proses keperawatan pada Tn. A. Adapun teknik pengumpulan data yang saya gunakan dalam menyusun laporan tugas akhir ini yaitu wawancara dan observasi langsung. Hasil pengkajian klien terdapat 3 masalah keperawatan yaitu: Isolasi sosial: menarik diri, gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, defisit perawatan diri. Kesimpulan pada diagnosa terdapat kesenjangan antara teori dan kasus pada Tn. A yaitu adanya diagnosa yang terdapat pada kasus Tn. A tetapi tidak terdapat pada teori. Diagnosa keperawatan untuk pasien dengan masalah isolasi sosial: menarik diri adalah, gangguan persepsi sensori: halusinasi, isolasi sosial dan gangguan konsep diri : harga diri rendah. Sedangkan di kasus Tn. A diagnosa keperawatan prioritas yang muncul: isolasi sosial: menarik diri, gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, dan defisit perawatan diri. Pada saat pengkajian tidak ditemukan data tanda dan gejala diagnosa gangguan konsep diri: harga diri rendah. Pada bagian implementasi tidak semua strategi pelaksanaan dilakukan dan pada bagian strategi pelaksanaan keluarga tidak dilakukan sama sekali. Diharapkan keluarga klien selalu mendampingi dan bekerja sama dalam proses penyembuhan klien. Kata kunci: Skizofrenia, Isolasi Sosial: Menarik Diri, Asuhan Keperawatan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skizofrenia merupakan gangguan kejiwaan dan kondisi medis yang dapat mempengaruhi fungsi otak manusia, mempengaruhi emosional, tingkah laku serta dapat mempengaruhi fungsi normal kognitif. Halusinasi merupakan salah satu gejala gangguan jiwa skizofrenia dimana seseorang akan mengalami perubahan pada persepsi sensori, merasakan sensasi yang palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan, perabaan dan penciuman. Halusinasi Pendengaran adalah klien mendengar suara-suara yang tidak berhubungan dengan stimulasi nyata yang orang lain tidak mendengarnya. Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn. R. Metode penulisan: deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Tn. “R”. Hasil pengkajian klien terdapat 3 masalah keperawatan yaitu: Gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, Isolasi sosial : menarik diri, risiko perilaku kekerasan, dan 3 diagnosa keperawatan yaitu gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, menarik diri : Isolasi sosial dan risiko perilaku kekerasan.. Kesimpulan: penulis menemukan kesenjangan yang ada pada kasus tetapi tidak ada pada teori yaitu pada kasus klien terdapat diagnosa Isolasi sosial : menarik diri tetapi pada teori untuk pasien gangguan persepsi sensori: halusinasi tidak ada diagnosa Isolasi sosial : menarik diri. Pada saat pelaksanaan ada satu diagnosa yang intervensinya belum teratasi yaitu halusinasi. Proses asuhan keperawatan klien klien membutuhkan stimulus dari orang disekitar, untuk melakukan tindakan keperawatan klien mampu melakukan dengan benar, intervensi dipertahankan dan dilanjutkan secara mandiri oleh klien di rumah. Diharapkan keluarga mampu membimbing klien melanjutkan intervensi sesuai dengan yang diharapkan agar indikator dapat teratasi. Kata kunci: Skizofrenia, Gangguan Perubahan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. R DENGAN ISOLASI SOSIAL DI RUANG TERATAI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. H. JUSUF SK TARAKAN ABSTRAK Skizofrenia merupakan suatu penyakit yang mempengaruhi fungsi otak yang menyebabkan timbulnya gangguan pikiran, perilaku yang aneh dan individu yang menarik diri dari hubungan sosial. Sehingga menimbulkan delusi dan halusinasi. Tujuan penulisan ini untuk mengetahui gambaran dan pengalaman nyata dalam pelaksanaan penerapan Asuhan Keperawatan pada Tn. R dengan masalah utama isolasi sosial: Menarik diri di Di ruang teratai Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Jusuf SK Tarakan. Dari hasil pengkajian ditemukan 3 masalah keperawatan yang ada pada Tn. R yaitu: Isolasi sosial: Menarik diri, gangguan persepsi sensori: Halusinasi pendengaran&penglihatan dan defisit perawatan diri: Berhias. Kesimpulannya di temukan adanya kesenjangan yang terdapat pada teori namun tidak terdapat pada kasus yaitu diagnosa harga diri rendah. Sebaliknya terdapat pada kasus tetapi tidak terdapat pada teori yaitu diagnosa defisit perawatan diri: Berhias. Maka dari itu diharapakan keluarga klien dapat memberikan dukungan kepada klien agar membantu proses penyembuhan. Karena salah satu faktor pendukung dalam proses penyembuhan orang dengan gangguan jiwa adalah dukungan keluarga.