Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Keperawatan Jiwa
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN LAKI-LAKI DENGAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN ISOLASI SOSIAL

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Isolasi sosial masih menjadi salah satu masalah keperawatan yang sering ditemukan pada klien skizofrenia di rumah sakit jiwa maupun ruang perawatan psikiatri. Kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan klien dalam menjalin hubungan interpersonal, berkomunikasi, serta berpartisipasi dalam lingkungan sosial. Apabila tidak ditangani dengan baik, isolasi sosial dapat menghambat proses pemulihan dan menurunkan kualitas hidup klien. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada dua klien laki-laki dengan isolasi sosial di RSUD dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dalam studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa kedua klien mengalami isolasi sosial dengan tanda seperti lebih suka menyendiri, kontak mata kurang, menolak berinteraksi, dan tidak mengikuti terapi aktivitas kelompok. Intervensi yang diberikan meliputi membina hubungan saling percaya, melatih berkenalan, bercakap-cakap, dan melakukan kegiatan sosial secara bertahap. Setelah dilakukan implementasi keperawatan, kedua klien menunjukkan peningkatan kemampuan berinteraksi dan lebih kooperatif dalam kegiatan sosial. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan asuhan keperawatan secara bertahap dan konsisten efektif dalam meningkatkan kemampuan interaksi sosial pada klien dengan isolasi sosial.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Asuhan Keperawatan pada Klien Gangguan Jiwa dengan Diagnosis Keperawatan Halusinasi

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Halusinasi merupakan salah satu gejala gangguan jiwa yang mempengaruhi persepsi, emosi, perilaku, dan interaksi sosial klien. Kondisi ini memerlukan penanganan melalui asuhan keperawatan jiwa yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosis keperawatan halusinasi di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua klien dengan diagnosis keperawatan halusinasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi implementasi, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan kedua klien mengalami halusinasi pendengaran yang ditandai dengan berbicara sendiri, mondar mandir, gelisah, dan menarik diri. Diagnosis keperawatan yang ditemukan yaitu halusinasi, isolasi sosial, risiko perilaku kekerasan, dan defisit perawatan diri. Intervensi berupa latihan menghardik, mengabaikan halusinasi, bercakap-cakap, aktivitas terjadwal, dan edukasi minum obat. Evaluasi menunjukkan adanya penurunan frekuensi halusinasi serta peningkatan kemampuan klien dalam mengontrol halusinasi. Kesimpulannya asuhan keperawatan jiwa secara terstruktur membantu klien mengenali dan mengontrol halusinasi serta meningkatkan kemampuan adaptasi klien.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN TERAPI OKUPASI MENGGAMBAR DALAM ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN HALUSINASI PENDENGARAN

2026•

Halusinasi pendengaran merupakan salah satu manifestasi gangguan persepsi sensori yang dapat mengganggu fungsi emosi, perilaku, dan kemampuan koping klien, sehingga memerlukan intervensi keperawatan yang tidak hanya berfokus pada farmakoterapi tetapi juga pendekatan nonfarmakologis. Terapi okupasi menggambar menjadi salah satu intervensi yang berperan sebagai media ekspresi emosi dan distraksi adaptif terhadap stimulus internal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan terapi okupasi menggambar terhadap perubahan tanda dan gejala halusinasi pendengaran pada klien dengan gangguan persepsi sensori pendengaran. Metode penelitian menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan pada dua klien, melalui tahapan pengkajian, penetapan diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Intervensi terapi okupasi menggambar diberikan secara terstruktur dan dievaluasi menggunakan instrumen Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS). Intervensi dilakukan selama 1 hari 1 kali dalam 3 hari secara berturut-turut dengan durasi 30-40 menit. Hasil penelitian menunjukkan penurunan skor AHRS pada kedua klien, di mana klien pertama mengalami penurunan skor dari 21 (halusinasi sedang) menjadi 8 (halusinasi ringan), sedangkan klien kedua mengalami penurunan skor dari 21 (halusinasi sedang) menjadi 12 (halusinasi ringan). Temuan ini menunjukkan bahwa terapi okupasi menggambar berkontribusi terhadap penurunan intensitas dan frekuensi halusinasi pendengaran serta meningkatkan kemampuan klien dalam mengalihkan perhatian dan mengontrol respons terhadap stimulus halusinasi. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat memperkuat peran perawat dalam penerapan intervensi nonfarmakologis sebagai bagian dari asuhan keperawatan jiwa pada klien dengan gangguan persepsi sensori pendengaran.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Asuhan Keperawatan pada Tn.S dengan Masalah Utama Isolasi Sosial: Menarik Diri di Ruang Teratai Rumah Sakit Umum dr. H. Jusuf SK TarakanAsuhan Keperawatan pada Tn.S dengan Masalah Utama Isolasi Sosial: Menarik Diri di Ruang Teratai Rumah Sakit Umum dr. H. Jusuf SK Tarakan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skizofrenia merupakan gangguan kejiwaan dan kondisi medis yang dapat mempengaruhi fungsi otak manusia, mempengaruhi emosional, tingkah laku serta dapat mempengaruhi fungsi normal kognitif. Isolasi sosial adalah kegagalan individu dalam melakukan interaksi dengan orang lain yang disebabkan oleh pikiran negatif atau mengancam. Seseorang dapat dikatakan mengalami gangguan isolasi sosial jika individu tersebut: menarik diri, tidak komunikatif, menyendiri, asik dengan pikiran dan dirinya sendiri, tidak ada kontak mata, sedih, afek tumpul, perilaku bermusuhan, menyatakan perasaan sepi atau ditolak, kesulitan membina hubungan di lingkungannya, menghindari orang lain dan mengungkapkan perasaan tidak dimengerti orang lain. Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn. S. Metode penulisan: deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Tn. “S”. Proses keperawatan dimulai dengan pengkajian, merumuskan diagnosa, membuat rencana keperawatan, melakukan implementasi dan evaluasi keperawatan. Pengkajian klien terdapat 3 diagnosa keperawatan yaitu menarik diri : isolasi sosial, gangguan persepsi sensori : halusinasi pendengaran dan defisit perawatan diri. Intervensi dan implementasi klien sesuai dengan format strategi pelaksana dari masing-masing diagnosa. Evaluasi dari tiga diangosa masalah keperawatan teratasi. Hasil pengkajian terdapat kesenjangan dengan beberapa tanda dan gejala tidak ada pada teori yaitu: afek klien datar, adanya perasaan bosan, dan tidak mampu berkonsentrasi. Pada saat pelaksanaan ke-3 diagnosa intervensinya sudah teratasi. Proses asuhan keperawatan klien, klien membutuhkan stimulus dari orang disekitar, untuk melakukan tindakan keperawatan klien mampu melakukan dengan benar, intervensi dipertahankan dan dilanjutkan dengan bantuan minimal oleh perawat. Diharapkan perawat mampu membimbing klien melanjutkan intervensi sesuai dengan yang diharapkan agar indikator tetap teratasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail