ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PEMBELAJARAN NUMERASI PADA TOPIK LINGKARAN DENGAN MENGGUNAKAN FLIPBOOK INTERAKTIF: STUDI KASUS TENTANG PENGALAMAN BELAJAR SISWA Abstrak Numerasi merupakan kemampuan seseorang untuk mengenali, mendeskripsikan, menafsirkan, dan menyampaikan informasi yang melibatkan simbol, angka, dan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari, sehingga memiliki peran penting dalam dunia pendidikan. Salah satu media yang memperkuat kemampuan numerasi siswa adalah flipbook interaktif, karena dapat membangun pengalaman belajar secara langsung melalui visualisasi konsep matematika secara sistematis dan interaktif. Namun, penelitian kualitatif yang secara khusus mengeksplorasi pengalaman siswa dalam pembelajaran numerasi pada topik lingkaran melalui penggunaan flipbook interaktif masih belum banyak ditemukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman siswa dalam pembelajaran numerasi pada topik lingkaran melalui penggunaan flipbook interaktif, dengan menggunakan pendekatan kualitatif berdesain studi kasus sebagai bagian dari Design-Based Research (DBR), yang dilaksanakan pada tahap uji coba desain flipbook di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Kota Tarakan dengan enam partisipan yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara, lalu dianalisis melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman belajar siswa terbentuk melalui tiga aspek, yaitu keterlibatan siswa dalam pembelajaran, pengalaman siswa dalam menjalani proses numerasi, dan interaksi siswa dengan media flipbook interaktif, yang saling berkaitan dan turut dipengaruhi oleh dukungan guru serta lingkungan belajar. Flipbook interaktif membantu mengkonkretkan konsep lingkaran yang abstrak dan mendorong strategi penyelesaian numerasi, namun keberhasilannya tidak mutlak karena sebagian siswa tetap lebih fokus belajar dengan buku cetak, sehingga flipbook lebih tepat sebagai media pelengkap. Temuan ini mengimplikasikan bahwa penerapan media pembelajaran digital seperti flipbook interaktif perlu dirancang secara fleksibel dan tidak menggantikan sepenuhnya sumber belajar konvensional, agar pengalaman belajar numerasi siswa dapat berkembang secara optimal sesuai kebutuhan dan gaya belajar masing-masing.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan numerasi yang tidak hanya menuntut penguasaan konsep dan prosedur matematika, tetapi juga kemampuan untuk berpikir secara kritis dalam memahami dan menyelesaikan permasalahan di dunia nyata yang dihadapi. Orientasi kritis menjadi aspek penting dalam numerasi karena memungkinkan siswa untuk mengekstraksikan informasi, Menyusun strategi, mengevaluasi strategi penyelesaian, serta merefleksikan hasil yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi orientasi kritis siswa ketika berhadapan dengan soal dan tugas yang berkaitan dengan masalah numerasi selama pembelajaran menggunakan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Partisipan penelitian terdiri atas dua Data dikumpulkan melalui pretest, posttest, tugas selama proses pembelajaran, observasi, dan wawancara. Analisis data dilakukan secara tematik dan memberikan hasil bahwa OKKN tampak melalui kemampuan mengidentifikasi informasi yang relevan, menghubungkan konsep matematika dengan konteks permasalahan, mempertimbangkan dan mengevaluasi strategi penyelesaian, serta merefleksikan hasil yang diperoleh. Temuan penelitian dikelompokkan ke dalam empat tema utama, yaitu orientasi kritis dalam konteks numerasi, pengalaman belajar, persepsi dan proses berpikir dalam penyelesaian masalah, serta hambatan dan kesulitan yang dialami siswa. Siswa yang mengikuti pembelajaran RME menunjukkan kecenderungan lebih aktif dalam mengonstruksi pemahaman, mengaitkan matematika dengan situasi nyata, dan melakukan refleksi terhadap proses penyelesaian masalah dibandingkan siswa pada pembelajaran konvensional.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena learning loss atau penurunan kemampuan akademik siswa pada mata pelajaran Matematika di kelas XI SMAN 1 Tarakan. Kondisi ini ditandai dengan rendahnya penguasaan konsep dasar matematika, kesulitan dalam memahami materi lanjutan, rendahnya motivasi belajar, serta menurunnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal matematika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara mendalam mengenai upaya dan strategi yang dilakukan oleh guru dalam mengatasi fenomena learning loss tersebut. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penentuan subjek dalam penelitian ini menerapkan teknik purposive sampling, yang melibatkan dua orang guru Matematika kelas XI SMAN 1 Tarakan. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi langsung terhadap proses pembelajaran di kelas, wawancara semistruktur, dan dokumentasi. Uji keabsahan data dilakukan melalui teknik ketekunan pengamatan dan triangulasi yang mencakup triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman yang terdiri atas tiga tahapan esensial, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan lima strategi utama dalam mengatasi learning loss, yaitu: 1) Memperkuat pemahaman dasar Matematika siswa, 2) Menyesuaikan jam pelajaran untuk membantu pemahaman siswa, 3) Membuat rangkuman materi untuk siswa, 4) Menciptakan kenyamanan dalam belajar. Upaya-upaya tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan akademik siswa, tetapi juga berhasil meningkatkan motivasi belajar, kepercayaan diri, dan partisipasi aktif siswa selama proses pembelajaran matematika berlangsung.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Anemia merupakan kondisi penurunan kadar hemoglobin dalam darah yang dapat menyebabkan berkurangnya kemampuan darah mengangkut oksigen ke jaringan tubuh. Kondisi ini masih menjadi masalah kesehatan yang cukup tinggi dan dapat menimbulkan dampak terhadap aktivitas, produktivitas, dan kualitas hidup pasien. Laporan tugas akhir ini bertujuan untuk melaksanakan asuhan keperawatan pada du pasien dengan diagnosis medis anemia secara komprehensif di Ruang Dahlia A RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua pasien, yaitu Ny. S dan Ny. E, melalui tahapan pengkajian diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa pasien dengan anemia mengalami keluhan lemah, pucat, akral dingin, CRT memanjang, penurunan nafsu makan, serta kadar Hb rendah. Diagnosis keperawatan yang muncul disesuaikan dengan kondisi klinis masing-masing pasien dan dilakukan untervensi keperawatan yang berfokus pada pemantauan kondisi umum, pemenuhan kebutuhan oksigenasi, nutrisi, aktivitas, serta edukasi kesehatan. Setelah dilakukan asuhan keperawatan, ditemukan adanya perbaikan kondisi pasien sesuai dengan respons terhadap tindakan yang diberikan. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah asuhan keperawatan yang komprehensif berperan penting dalam membantu stabilisasi kondisi pasien anemia dan meningkatkan kualitas perawatan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 ABSTRAK Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 menjadi salah satu masalah kesehatan utama di dunia dengan prevalensi yang terus meningkat setiap tahunnya. Tujuan studi kasus ini adalah untuk memperoleh gambaran penerapan asuhan keperawatan pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek dalam studi kasus ini adalah dua pasien dengan diagnosis medis Diabetes Melitus Tipe 2. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi rekam medis. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa masalah keperawatan yang muncul pada kedua pasien meliputi ketidakstabilan kadar glukosa darah, intoleransi aktivitas, nyeri akut, pola napas tidak efektif, dan gangguan eliminasi urin. Intervensi keperawatan yang diberikan berupa pemantauan kadar glukosa darah, manajemen nutrisi, manajemen energi, manajemen nyeri, dukungan eliminasi urin, pencegahan infeksi, edukasi kesehatan, serta kolaborasi dalam pemberian terapi medis. Setelah dilakukan tindakan keperawatan, kondisi pasien menunjukkan perbaikan yang ditandai dengan berkurangnya keluhan, meningkatnya toleransi aktivitas, membaiknya pola eliminasi, dan kadar glukosa darah yang lebih terkontrol. Kesimpulan studi kasus ini menunjukkan bahwa penerapan asuhan keperawatan yang komprehensif, sistematis, dan berkesinambungan dapat membantu meningkatkan status kesehatan pasien Diabetes Melitus Tipe 2 serta mendukung pencegahan komplikasi lebih lanjut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Halusinasi menjadi salah satu gejala yang sering ditemukan pada klien dengan skizofrenia, ditandai dengan munculnya persepsi tanpa adanya stimulus nyata. Tujuan studi kasus ini adalah memperoleh gambaran penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosis gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran dan penglihatan. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek studi kasus terdiri dari dua klien dengan diagnosis medis skizofrenia paranoid yang mengalami halusinasi pendengaran dan penglihatan di Ruang Teratai RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Asuhan keperawatan dilaksanakan selama lima kali pertemuan melalui intervensi berupa mengenali karakteristik halusinasi, teknik menghardik, mengabaikan halusinasi, meningkatkan kepatuhan minum obat, bercakap-cakap dengan orang lain, dan melakukan aktivitas terjadwal.Hasil studi menunjukkan adanya perbedaan masalah keperawatan pada kedua klien. Klien 1 mengalami isolasi sosial dan defisit perawatan diri, sedangkan klien 2 mengalami risiko perilaku kekerasan dan defisit perawatan diri. Peningkatan kemampuan dalam mengenali dan mengontrol halusinasi terlihat pada kedua klien setelah diberikan intervensi keperawatan. Respons terhadap interaksi sosial juga menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Penerapan asuhan keperawatan secara sistematis dan berkelanjutan membantu meningkatkan kemampuan klien dalam mengendalikan halusinasi serta mendukung proses pemulihan dan peningkatan fungsi adaptif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan penyakit yang memiliki dampak signifikan terhadap angka kesakitan atau kematian di dunia, di mana perkembangan penyakit ini berlangsung perlahan namun tetap bersifat progresif dan dapat berujung pada kondisi serius apabila tidak diberikan penanganan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan dan menyusun asuhan keperawatan pada pasien CKD di Ruang Dahlia A RSUD dr. H. Jusuf SK. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, penegakkan diagnosis keperawatan, penyusunan intervensi, implementasi, dan evaluasi berdasarkan standar SDKI, SIKI dan SLKI. Hasil pengkajian pada kedua pasien didapatkan diagnosis keperawatan yang sama yaitu Hipervolemia. Namun dengan keluhan utama yang berbeda pada pasien 1 memiliki keluhan nyeri punggung hingga kaki, sedangkan pasien 2 dengan keluhan lemas. Hasil pengkajian pada kedua pasien terdapat diagnosis yang berbeda yaitu pada pasien 1 gangguan mobilitas fisik, gangguan integritas kulit dan jaringan, risiko perdarahan, defisit nutrisi, nyeri akut dan pasien 2 dengan diagnosis gangguan perfusi perifer tidak efektif, nyeri akut. Kesimpulannya hipervolemia merupakan masalah utama yang ditemukan pada pasien CKD, sehingga diperlukan asuhan keperawatan yang komprehensif dan terukur sesuai standar keperawatan di perlukan untuk membantu meningkatkan kondisi kesehatan pada pasien CKD.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Campak merupakan salah satu penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh Measles virus yang dapat menimbulkan komplikasi apabila tidak dapat ditangani dengan tepat seperti bronkopneumonia, otitis media, enteritis, hingga kematian. Penulisan Laporan Tugas Akhir ini bertujuan untuk memperoleh gambaran penerapan asuhan keperawatan pada anak dengan campak menggunakan pendekatan asuhan keperawatan secara komprehensif. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada dua klien anak dengan campak di ruang perawatan Anggrek B RSUD dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan. Data diperoleh melalui wawancara dengan keluarga klien, observasi langsung, pemeriksaan fisik head to toe, serta studi catatan medis. Tahapan asuhan keperawatan meliputi pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, menyusun intervensi, pelaksanaan tindakan keperawatan, hingga evaluasi hasil yang dicapai. Hasil studi menunjukkan bahwa pada klien 1 dan klien 2 ditemukan masalah keperawatan berupa hipertermia, bersihan jalan napas tidak efektif, gangguan integritas kulit/jaringan, ansietas pada klien 1, serta risiko defisit nutrisi pada klien 2. Berdasarkan hasil evaluasi, masalah hipertermia, bersihan jalan napas tidak efektif, ansietas dapat teratasi dan risiko defisit nutrisi dapat dicegah, sedangkan gangguan integritas kulit/jaringan pada kedua klien masih teratasi sebagian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan asuhan keperawatan komprehensif membantu proses pemulihan anak dengan campak dan meningkatkan perbaikan kondisi klinis pasien secara bertahap. Laporan ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien anak dengan campak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Halusinasi merupakan salah satu gejala gangguan jiwa yang mempengaruhi persepsi, emosi, perilaku, dan interaksi sosial klien. Kondisi ini memerlukan penanganan melalui asuhan keperawatan jiwa yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosis keperawatan halusinasi di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua klien dengan diagnosis keperawatan halusinasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi implementasi, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan kedua klien mengalami halusinasi pendengaran yang ditandai dengan berbicara sendiri, mondar mandir, gelisah, dan menarik diri. Diagnosis keperawatan yang ditemukan yaitu halusinasi, isolasi sosial, risiko perilaku kekerasan, dan defisit perawatan diri. Intervensi berupa latihan menghardik, mengabaikan halusinasi, bercakap-cakap, aktivitas terjadwal, dan edukasi minum obat. Evaluasi menunjukkan adanya penurunan frekuensi halusinasi serta peningkatan kemampuan klien dalam mengontrol halusinasi. Kesimpulannya asuhan keperawatan jiwa secara terstruktur membantu klien mengenali dan mengontrol halusinasi serta meningkatkan kemampuan adaptasi klien.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Oligohidramnion menjadi salah satu komplikasi kehamilan yang dapat menjadi indikasi dilakukannya tindakan sectio caesarea. Kondisi tersebut menyebabkan ibu memerlukan asuhan keperawatan yang komprehensif untuk mendukung proses pemulihan, mencegah komplikasi pascaoperasi, meningkatkan keberhasilan menyusui, serta mempersiapkan adaptasi terhadap peran sebagai orang tua. Studi kasus ini bertujuan untuk menerapkan dan membandingkan asuhan keperawatan maternitas pada dua pasien post sectio caesarea dengan indikasi oligohidramnion di Ruang Mawar RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua pasien post sectio caesarea dengan indikasi oligohidramnion. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan telah dokumentasi medis. Pelaksanaan asuhan keperawatan dilakukan melalui tahapan pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Hasil studi menunjukkan bahwa kedua pasien mengalami diagnosis keperawatan nyeri akut dan menyusui tidak efektif. Diagnosis kesiapan peningkatan menjadi orang tua ditemukan pada pasien pertama, sedangkan ketidaknyamanan pasca partum ditemukan pada pasien kedua. Intervensi yang diberikan meliputi manajemen nyeri, edukasi dan pendampingan menyusui, edukasi peran orang tua, serta upaya peningkatan kenyamanan. Evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar masalah keperawatan dapat teratasi, sementara nyeri akut mengalami perbaikan yang ditandai dengan berkurangnya intensitas nyeri dan meningkatnya kemampuan mobilisasi pasien. Berdasarkan hasil studi, asuhan keperawatan maternitas yang diberikan secara komprehensif dapat membantu mengatasi masalah keperawatan serta mendukung pemulihan ibu post sectio caesarea dengan indikasi oligohidramnion.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipokalemia merupakan gangguan elektrolit yang ditandai dengan kadar kalium 3,5 mEq/L dan dapat menyebabkan kelemahan otot, gangguan irama jantung, hingga komplikasi serius sehingga memerlukan asuhan keperawatan yang tepat. Studi ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada pasien hipokalemia di ruang Dahlia A RSUD dr. H. Jusuf SK. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua pasien dewasa dengan diagnosis hipokalemia melalui tahapan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil menunjukkan kedua pasien mengalami kelemahan otot, keterbatasan aktivitas, serta kadar kalium rendah, dengan masalah keperawatan utama yaitu gangguan mobilitas fisik dan ketidakseimbangan elektrolit. Intervensi meliputi pemantauan elektrolit, pemberian terapi kalium, observasi tanda vital, serta edukasi pasien. Evaluasi menunjukkan adanya perbaikan kondisi pasien ditandai dengan peningkatan kadar kalium dan berkurangnya keluhan lemah. Disimpulkan bahwa penerapan asuhan keperawatan secara komprehensif dan sistematis mampu mengatasi kondisi pasien hipokalemia serta mencegah terjadinya komplikasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penguatan karakter siswa ditingkat SMP telah diterapkan tetapi penerapannya masih belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi penguatan karakter siswa dalam proses pembelajaran matematika di SMPN 13 Tarakan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan studi kasus, yang melibatkan 6 partisipan penelitian. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan cacatan di lapangan. Proses analisis data meliputi tahapan menyusun dan mempersiapkan data untuk dianalisis, membaca dan memahami semua data, melakukan pengkodean semua data, membuat deskripsi dan tema, menghubungkan tema dan deskripsi, menginterpretasikan makna, tema, dan deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan karakter selama pembelajaran matematika telah dilaksanakan. Implementasi berbagai dimensi karakter seperti disiplin, berpikir kritis, ketelitian, serta tanggug jawab. Sebagian besar siswa telah menanamkan perilaku positif sesuai indikator yang diamati. Perilaku positif yang muncul yaitu: bekerja keras, berani menyampaikan pendapat, dan mengerjakan tugas tepat waktu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan efektivitas sistem akuntansi persediaan tradisional dan modern dalam meningkatkan pengendalian internal pada UMKM, dengan studi kasus pada UMKM Kenko yang bergerak di industri keripik pisang di Kota Tarakan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemilik usaha, observasi non-partisipan, dan studi dokumentasi, yang kemudian dianalisis secara tematik dan komparatif. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa sistem akuntansi persediaan tradisional (berbasis catatan manual) yang diterapkan UMKM Kenko tidak efektif dalam mendukung pengendalian internal. Kelemahan utama terletak pada rendahnya keakuratan data akibat ketergantungan pada ingatan, inefisiensi waktu pencatatan, serta lemahnya mekanisme pencegahan kehilangan barang dan kecurangan. Analisis dengan kerangka COSO menunjukkan ketidakterpenuhan hampir semua komponen pengendalian internal. Sebaliknya, sistem akuntansi modern (berbasis teknologi) dinilai memiliki potensi signifikan untuk meningkatkan efektivitas pengendalian internal. Sistem ini menjanjikan peningkatan keandalan informasi, efisiensi operasional melalui otomatisasi, dan penguatan mekanisme pencegahan fraud. Namun, adopsinya terkendala oleh faktor biaya investasi dan kebutuhan akan pelatihan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sistem akuntansi persediaan modern lebih efektif dibandingkan sistem tradisional dalam meningkatkan pengendalian internal pada UMKM Kenko. Penelitian ini merekomendasikan implementasi sistem modern secara bertahap yang didukung oleh pelatihan, penyusunan SOP, serta program subsidi dan pendampingan dari pemerintah untuk memfasilitasi transisi digital UMKM. Implikasi penelitian memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan teori pengendalian internal (COSO Framework) dalam konteks UMKM dan menjadi rujukan bagi pelaku usaha sejenis untuk melakukan modernisasi sistem akuntansi. Kata Kunci: Akuntansi
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan masalah kesehatan global dengan angka kejadian yang terus meningkat dan menjadi penyebab kematian yang signifikan. CKD ditandai dengan penurunan fungsi ginjal yang berlangsung progresif dan irreversibel selama lebih dari tiga bulan. Kondisi ini menimbulkan berbagai komplikasi seperti gangguan elektrolit, hipertensi, anemia, dan uremia, sehingga memerlukan penatalaksanaan yang komprehensif, termasuk pemberian asuhan keperawatan yang sistematis. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan pemberian asuhan keperawatan pada dua pasien dengan diagnosis medis CKD yang dirawat di Ruang Dahlia B RSUD dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan selama periode 21–26 April 2025. Metode yang digunakan adalah pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Hasil pengkajian menunjukkan adanya beberapa masalah keperawatan, antara lain nyeri akut, nausea, bersihan jalan napas tidak efektif, risiko perfusi renal tidak efektif, risiko ketidakseimbangan elektrolit, defisit pengetahuan, dan distres spiritual. Intervensi keperawatan dilakukan sesuai standar PPNI (2018), termasuk manajemen nyeri, manajemen mual, perawatan sirkulasi, pencegahan syok, manajemen nutrisi, terapi oksigen, serta dukungan emosional dan spiritual. Evaluasi menunjukkan sebagian masalah teratasi dan sebagian lainnya tidak teratasi sehingga dilanjutkan perawatannya sesuai kondisi pasien. Studi ini menegaskan bahwa asuhan keperawatan komprehensif berperan penting dalam stabilisasi kondisi pasien dengan CKD serta membantu mengurangi komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan belajar Matematika (KBM) yang dialami siswa. Wawasan mengenai faktor-faktor yang menyebabkan KBM sangat penting sebagai dasar dalam merancang strategi peningkatan pembelajaran. Namun, penelitian yang secara khusus menggali penyebab KBM di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) masih langka. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang menyebabkan siswa mengalami KBM di SMA Nahdlatul Ulama 1 Tarakan. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan melibatkan enam partisipan yang dipilih berdasarkan hasil angket yang disebarkan kepada seluruh siswa. Data diperoleh melalui angket, dan wawancara yang dianalisis secara tematik. Temuan penelitian mengungkapkan 8 tema penyebab mengapa siswa mengalami KBM, yaitu: (1) anggapan bahwa belajar Matematika itu sulit, (2) suasana pembelajaran yang kurang kondusif, (3) kebiasaan belajar Matematika yang kurang, (4) kompetensi pedagogik guru yang kurang, (5) dukungan orang tua yang kurang, (6) kesulitan dalam menerapkan Matematika pada kehidupan sehari-hari, (7) sarana dan prasarana sekolah yang kurang memadai, dan (8) malu bertanya meskipun belum memahami materi. Hasil penelitian ini mengungkapkan urgensi terkait kompetensi guru. Guru diharapkan terus mengembangkan kompetensinya melalui penerapan metode pembelajaran yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan siswa, melakukan tes diagnostik untuk mengidentifikasi kemampuan awal dan kesulitan belajar siswa, serta membangun persepsi positif terhadap Matematika agar proses belajar berlangsung lebih efektif, menyenangkan, dan berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang: Kala I fase aktif adalah fase kritis persalinan yang menentukan keberhasilan proses kelahiran. Pijat oksitosin merupakan intervensi non farmakologis yang diyakini dapat meningkatkan kontraksi uterus dan mempercepat pembukaan serviks, namun bukti klinis di fasilitas primer masih terbatas. Tujuan: Mengetahui efektivitas pijat oksitosin terhadap lama kala I fase aktif pada Ny.R di Ruang Melati RSUD Malinau. Metode: Studi kasus dengan pendekatan kuantitatif–kualitatif pada satu ibu multipara (Ny. R) kala I fase aktif (pembukaan 5 cm) pada tanggal 3 Juni 2025. Data dikumpulkan melalui wawancara, inspeksi, palpasi, auskultasi, dan observasi; pendokumentasian menggunakan format SOAP. Prosedur: pijat oksitosin sesuai protokol selama fase aktif, pencatatan durasi kala I, kontraksi, DJJ, dan kondisi ibu janin. Analisis dilakukan secara deskriptif. Hasil: Lama kala I fase aktif tercatat 3 jam 30 menit, lebih cepat dibanding rata rata fisiologis multipara. Kontraksi menjadi lebih kuat dan teratur, DJJ stabil, dan tidak terjadi komplikasi maternal maupun fetal. Ibu melaporkan penurunan kecemasan dan nyeri dapat ditoleransi tanpa analgesik farmakologis. Temuan ini sejalan dengan penelitian Mustaghfiroh & Hesti (2022) dan Pamungkas et al. (2024) yang menunjukkan pijat oksitosin memperpendek kala I dan menurunkan nyeri. Kesimpulan: Pijat oksitosin efektif mempercepat kala I fase aktif pada ibu multipara, aman, dan dapat diintegrasikan sebagai intervensi standar non farmakologis dalam asuhan kebidanan di fasilitas pelayanan primer.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tonsilofaringitis Akut (TFA) merupakan infeksi saluran napas atas yang umum terjadi pada anak-anak dan sering menjadi alasan kunjungan ke fasilitas kesehatan. Penyebabnya bisa berupa infeksi virus maupun bakteri, dengan gejala seperti demam, nyeri tenggorokan, batuk, dan gangguan makan. Berdasarkan data BPS Kalimantan Utara (2024), terdapat peningkatan kasus TFA pada anak, dari 93 kasus pada tahun 2022 menjadi 145 kasus pada 2023, dan mencapai 178 kasus pada tahun 2024. Peningkatan ini menunjukkan perlunya penanganan keperawatan yang efektif untuk mencegah komplikasi dan mempercepat pemulihan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan asuhan keperawatan pada pasien anak dengan TFA, mencakup pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif pada dua pasien laki-laki berusia 7 dan 4 tahun yang dirawat di RSU Kota Tarakan. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif.Hasil pengkajian menunjukkan kedua pasien mengalami demam dan nyeri tenggorokan, dengan gejala tambahan batuk berdahak pada pasien pertama dan gangguan makan pada pasien kedua. Diagnosis keperawatan meliputi nyeri akut dan hipertermia pada keduanya, serta bersihan jalan napas tidak efektif dan risiko defisit nutrisi pada masing-masing pasien. Intervensi dilakukan berdasarkan SIKI, termasuk manajemen nyeri, pemantauan suhu tubuh, pemberian cairan, dan dukungan nutrisi.Evaluasi menunjukkan adanya perbaikan kondisi klinis setelah tiga hari perawatan. Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa asuhan keperawatan yang tepat dan menyeluruh berperan penting dalam mempercepat penyembuhan pasien TFA. Dukungan orang tua dan pendekatan individual terbukti meningkatkan efektivitas intervensi keperawatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir