ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kontrol cairan merupakan salah satu aspek penting pada pasien Chronic Kidney Disease yang menjalani hemodialisis untuk mencegah terjadinya kelebihan cairan dan komplikasi. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi kerberhasilan kontrol cairan adalah dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan, keeratan hubungan, dan arah hubungan dukungan keluarga dengan kontrol cairan pada pasien Chronic Kidney Disease yang menjalani hemodialisis. Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional analitik. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 123 pasien. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner FCHPS (Fluid Control In Hemodialysis Patients Scale). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 71,5% responden yang mendapatkan dukungan keluarga baik dan 55,3% responden mendapatkan kontrol cairan baik. Hasil uji gamma diperoleh nilai p value = 0,005 ( 0,05) dan koefisien korelasi (r) sebesar 0,500. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan kontrol cairan pada pasien Chronic Kidney Disease yang menjalani hemodialisis dengan keeratan hubungan tingkat sedang dan arah hubungan positif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Pada pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang menjalani hemodialisis umumnya mengalami perubahan kadar hemoglobin dan kreatinin, sehingga pemeriksaan hemoglobin dan kreatinin diperlukan untuk memantau kondisi pasien selama menjalani hemodialisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar hemoglobin dan kreatinin pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 101 pasien. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu lembar studi dokumentasi yang berisi karakteristik responden, tabel hasil laboratorium hemoglobin (Hb) dan kreatinin dengan hasil laboratorium didapatkan dari rekam medis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata – rata responden berusia 47 tahun yang mayoritas berjenis kelamin perempuan sebanyak 53 responden (52.5 %) dengan penyebab hemodialisis terbanyak yaitu hipertensi sebanyak 64 responden (63.4 %) dan disusul dengan diabetes mellitus sebanyak 21 responden (20.8), rata – rata lama menjalani hemodialisis diatas 2 tahun dengan frekuensi hemodialisis 2 kali seminggu dan durasi hemodialisis 5 jam persesi. Mayoritas responden mengalami penurunan hemoglobin dalam kategori rendah dengan rata – rata nilai hemoglobin 7.95 g/dl – 8.93 g/dl dan seluruh responden pada penelitian ini memiliki nilai kreatinin dalam kategori tinggi dan stabil sepanjang tahun dengan nilai rata – rata kreatinin 11.7 mg/dl - 12.6 mg/dl. Hal ini menunjukkan bahwa anemia dan peningkatan kreatinin tetap bisa terjadi meskipun pasien sudah menjalani hemodialisis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan gangguan fungsi ginjal yang bersifat progresif dan irreversibel sehingga menyebabkan ketidakseimbangan cairan, elektrolit, dan metabolisme tubuh. Kondisi ini memerlukan penatalaksanaan medis dan asuhan keperawatan yang komprehensif untuk mencegah komplikasi lebih lanjut serta meningkatkan kualitas hidup pasien. Tujuan studi kasus ini adalah untuk melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan (CKD) di RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, serta studi dokumentasi rekam medis. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa pasien mengalami berbagai masalah kesehatan akibat penurunan fungsi ginjal yang memerlukan penanganan secara holistik. Intervensi keperawatan yang diberikan meliputi pemantauan tanda-tanda vital, manajemen nyeri, manajemen hipertermia, pemantauan status sirkulasi, pengaturan pola istirahat, edukasi kesehatan, serta kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi. Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama masa perawatan, kondisi pasien menunjukkan perbaikan yang ditandai dengan berkurangnya keluhan yang dirasakan, membaiknya kondisi umum pasien, serta tercapainya sebagian besar tujuan keperawatan yang telah ditetapkan. Kesimpulan studi kasus ini menunjukkan bahwa penerapan asuhan keperawatan yang komprehensif dan berkesinambungan dapat membantu meningkatkan kondisi kesehatan pasien (CKD) serta mendukung keberhasilan terapi yang diberikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan penyakit yang memiliki dampak signifikan terhadap angka kesakitan atau kematian di dunia, di mana perkembangan penyakit ini berlangsung perlahan namun tetap bersifat progresif dan dapat berujung pada kondisi serius apabila tidak diberikan penanganan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan dan menyusun asuhan keperawatan pada pasien CKD di Ruang Dahlia A RSUD dr. H. Jusuf SK. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, penegakkan diagnosis keperawatan, penyusunan intervensi, implementasi, dan evaluasi berdasarkan standar SDKI, SIKI dan SLKI. Hasil pengkajian pada kedua pasien didapatkan diagnosis keperawatan yang sama yaitu Hipervolemia. Namun dengan keluhan utama yang berbeda pada pasien 1 memiliki keluhan nyeri punggung hingga kaki, sedangkan pasien 2 dengan keluhan lemas. Hasil pengkajian pada kedua pasien terdapat diagnosis yang berbeda yaitu pada pasien 1 gangguan mobilitas fisik, gangguan integritas kulit dan jaringan, risiko perdarahan, defisit nutrisi, nyeri akut dan pasien 2 dengan diagnosis gangguan perfusi perifer tidak efektif, nyeri akut. Kesimpulannya hipervolemia merupakan masalah utama yang ditemukan pada pasien CKD, sehingga diperlukan asuhan keperawatan yang komprehensif dan terukur sesuai standar keperawatan di perlukan untuk membantu meningkatkan kondisi kesehatan pada pasien CKD.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan salah satu masalah kesehatan yang terus mengalami peningkatan dan dapat menimbulkan berbagai komplikasi apabila tidak ditangani secara optimal. Penurunan fungsi ginjal secara progresif menyebabkan gangguan keseimbangan cairan, elektrolit, serta pembuangan zat sisa metabolisme tubuh sehingga berdampak pada pemenuhan kebutuhan dasar pasien. Laporan Tugas Akhir ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada dua pasien dengan diagnosis medis (CKD) di Ruang Dahlia B RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, perumusan diagnosis keperawatan, penyusunan intervensi, pelaksanaan implementasi, dan evaluasi berdasarkan standar SDKI, SIKI, dan SLKI. Hasil pengkajian menunjukkan adanya keluhan dan masalah keperawatan yang berbeda pada kedua pasien. Kesamaan temuan pada kedua pasien meliputi peningkatan kadar ureum dan kreatinin, serta ketidakseimbangan cairan dan elektrolit. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan meliputi nyeri akut, ketidakstabilan glukosa darah, hipervolemia, hipertermia, gangguan mobilitas fisik. Intervensi yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien, mencakup manajemen nyeri, manajemen hipervolemia, manajemen hiperglikemia, teknik penguatan sendi. Pelaksanaan asuhan keperawatan yang komprehensif dan sesuai kebutuhan pasien mampu membantu memperbaiki kondisi pasien serta mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut. Laporan ini menegaskan pentingnya peran perawat dalam melakukan pengkajian yang komprehensif dan penerapan asuhan keperawatan yang terstruktur sesuai standar untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan Chronic Kidney Disease (CKD) secara menyeluruh.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Chronic Kidney Disease (CKD) stage 5 merupakan kondisi penurunan fungsi ginjal yang sudah sangat berat sehingga ginjal tidak mampu menjalankan fungsinya secara optimal dalam menyaring zat sisa metabolisme, mengatur keseimbangan cairan, dan mempertahankan keseimbangan elektrolit tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang memengaruhi aktivitas dan kualitas hidup pasien. Laporan Tugas Akhir ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada pasien dengan diagnosis medis CKD stage 5 di Ruang Dahlia A RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, penyusunan intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Subjek studi kasus terdiri dari dua pasien dengan diagnosis medis CKD stage 5. Diagnosis keperawatan yang ditemukan antara lain hipervolemia, perfusi perifer tidak efektif, intoleransi aktivitas, gangguan pola tidur, nausea, risiko ketidakseimbangan elektrolit, dan risiko defisit nutrisi. Tindakan keperawatan yang diberikan meliputi pemantauan kondisi pasien, pemantauan status cairan, edukasi pembatasan cairan, manajemen nutrisi, serta pemberian dukungan dalam memenuhi kebutuhan aktivitas sehari-hari. Hasil studi kasus menunjukkan adanya perbaikan kondisi pasien yang ditandai dengan berkurangnya edema, kondisi hemodinamik yang lebih stabil, peningkatan kemampuan beraktivitas, serta meningkatnya pemahaman pasien mengenai pengelolaan penyakit yang dialami. Asuhan keperawatan yang diberikan secara komprehensif diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas hidup pasien dengan CKD stage 5.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan penyakit kronis yang menyebabkan penurunan fungsi ginjal sehingga pasien memerlukan terapi hemodialisis. Pada pasien yang menjalani hemodialisis, pembatasan asupan cairan merupakan bagian penting dalam mencegah komplikasi akibat kelebihan cairan. Namun, banyak pasien mengalami kesulitan dalam menjalankan pembatasan cairan akibat rasa haus yang tinggi serta perubahan gaya hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman pasien CKD yang menjalani hemodialisis dalam melakukan pembatasan asupan cairan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan berjumlah 13 pasien yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama, yaitu restriksi cairan sebagai pola hidup yang baru, ketidakpatuhan dalam pembatasan cairan, adaptasi pasien hemodialisis dalam pembatasan cairan, dan dukungan dalam menjalankan pembatasan cairan. Pasien mengalami berbagai tantangan dalam membatasi cairan, tetapi tetap berusaha beradaptasi melalui dukungan keluarga dan tenaga kesehatan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pembatasan asupan cairan memberikan dampak fisik dan psikologis bagi pasien hemodialisis. Dukungan keluarga, tenaga kesehatan, dan kemampuan adaptasi pasien berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan terhadap pembatasan cairan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kesejahteraan spiritual merupakan aspek penting pada pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang menjalani hemodialisis karena dapat membantu pasien dalam menghadapi kondisi penyakit kronis dan meningkatkan kemampuan adaptasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kesejahteraan spiritual pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis di RSUD Jusuf SK Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 205 pasien. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Spiritual Well-Being Scale (SWBS) versi bahasa Indonesia yang terdiri dari 20 item pertanyaan. Karakteristik responden didominasi usia dewasa, berjenis kelamin perempuan, pendidikan terakhir SMA, lama menjalani hemodialisis ≥12 bulan, serta frekuensi hemodialisis 2 kali per minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien HD memiliki kesejahteraan spiritual tinggi sebanyak 58,5%, kategori sedang sebanyak 39,5%, dan kategori rendah sebanyak 2,0%. Kesejahteraan spiritual yang tinggi diharapkan dapat membantu pasien dalam meningkatkan kemampuan koping dan kualitas hidup selama menjalani terapi hemodialisis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Chronic Kidney Disease, penyakit kronis yang memerlukan hemodialisis jangka panjang dan berdampak pada family caregiver. Tuntutan perawatan berkelanjutan dapat menimbulkan beban finansial, fisik, sosial, emosional, dan perawatan, serta diperlukan strategi koping yang adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi burden family caregiver dan strategi koping family caregiver pasien Chronic Kidney Disease yang menjalani hemodialisis. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross sectional deskriptif. Kuesioner Zarit Burden Interview (ZBI) digunakan untuk mengukur burden family caregiver dan kuesioner Brief Cope digunakan untuk mengukur strategi koping family caregiver. Sampel penelitian berjumlah 133 responden yang mendampingi pasien hemodialisis dan dipilih menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami burden ringan sebanyak 84 responden (63,2%) dan strategi koping yang paling banyak digunakan yaitu emotion-focused coping dengan nilai median 24 (minimum 13 dan maksimum 34). Sebagian besar family caregiver pasien Chronic Kidney Disease yang menjalani hemodialisis mengalami burden pada tingkat ringan dan cenderung menggunakan emotion-focused coping sebagai strategi utama dalam menghadapi tuntutan perawatan jangka panjang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan masalah kesehatan global dengan angka kejadian yang terus meningkat dan menjadi penyebab kematian yang signifikan. CKD ditandai dengan penurunan fungsi ginjal yang berlangsung progresif dan irreversibel selama lebih dari tiga bulan. Kondisi ini menimbulkan berbagai komplikasi seperti gangguan elektrolit, hipertensi, anemia, dan uremia, sehingga memerlukan penatalaksanaan yang komprehensif, termasuk pemberian asuhan keperawatan yang sistematis. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan pemberian asuhan keperawatan pada dua pasien dengan diagnosis medis CKD yang dirawat di Ruang Dahlia B RSUD dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan selama periode 21–26 April 2025. Metode yang digunakan adalah pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Hasil pengkajian menunjukkan adanya beberapa masalah keperawatan, antara lain nyeri akut, nausea, bersihan jalan napas tidak efektif, risiko perfusi renal tidak efektif, risiko ketidakseimbangan elektrolit, defisit pengetahuan, dan distres spiritual. Intervensi keperawatan dilakukan sesuai standar PPNI (2018), termasuk manajemen nyeri, manajemen mual, perawatan sirkulasi, pencegahan syok, manajemen nutrisi, terapi oksigen, serta dukungan emosional dan spiritual. Evaluasi menunjukkan sebagian masalah teratasi dan sebagian lainnya tidak teratasi sehingga dilanjutkan perawatannya sesuai kondisi pasien. Studi ini menegaskan bahwa asuhan keperawatan komprehensif berperan penting dalam stabilisasi kondisi pasien dengan CKD serta membantu mengurangi komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
CKD (Chronic Kidney Disease) atau CKD (GGK) adalah kondisi dimana fungsi ginjal mengalami kegagalan dalam mempertahankan metabolisme tubuh, dan menjaga keseimbangan cairan serta elektrolit diakibatkan terjadinya destruksi struktur pada ginjal yang terus berkembang dengan tanda gelaja terjadinya penumpukan sisa-sisa metabolisme di dalam darah. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan Asuhan Keperawatan pada pasien dengan penyakit CKD. Jenis penulisan pada Karya Tulis Ilmiah ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus. Subjek penelitian yang digunakan berjumlah 2 pasien yang terdiagnosa Chronic Kidney Disease di RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan dan menggunakan format asuhan keperawatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang terdiri dari pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Berdasarkan analisa data yang diperoleh melalui pengkajian terdapat 5 diagnosis keperawatan pada pasien 1 (Tn.S) dan 8 diagnosis keperawatan pada pasien 2 (Tn.M). Pasien 1 dengan diagnosis Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif b.d hipersekresi jalan napas, Risiko Perfusi Renal Tidak efektif d.d faktor disfungsi ginjal, Hipervolemia b.d kelebihan asupan cairan, Defisit Nutrisi b.d peningkatan kebutuhan metabolisme, Nyeri Akut b.d agen pencedera fisiologis, dan Intoleransi Aktivitas b.d kelemahan. Pasien 2 dengan diagnosis Pola Napas Tidak Efektif b.d penurunan energi, Penurunan Curah Jantung b.d perubahan kontraktilitas, Risiko Defisit Nutrisi d.d ketidakmampuan mengabsorbsi nutrien, Risiko Ketidakseimbangan Elektrolit d.d disfungsi ginjal, Nyeri Akut b.d agen pencedera fisiologis, Gangguan Pola Tidur b.d hambatan lingkungan, Intoleransi Aktivitas b.d kelamahan, Defisit Perawatan Diri b.d kelemahan. Pada pasien 1 terdapat 2 diagnosis keperawatan teratasi dan 4 diagnosis keperawatan belum teratasi. Sedangkan pada pasien 2, 4 diagnosis keperawatan teratasi dan 4 diagnosis keperawatan belum teratasi. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan dalam melakukan Asuhan keperawatan pada pasien dengan CKD.