Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

9 hasil
Subjek: Upaya Guru
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

EKSPLORASI UPAYA GURU DALAM MENGATASI GEJALA KESULITAN BELAJAR IPA SISWA KELAS VII

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Gejala kesulitan belajar IPA masih menjadi salah satu permasalahan yang ditemukan dalam proses pembelajaran di sekolah. Kondisi tersebut mendorong guru untuk melakukan berbagai upaya agar siswa dapat memahami materi pembelajaran dengan lebih baik dan mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Oleh karena itu, diperlukan kajian mengenai upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi gejala kesulitan belajar IPA siswa. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi upaya guru dalam mengatasi gejala kesulitan belajar IPA pada siswa kelas VII. Subjek penelitian ini dipilih secara purposive dan terdiri atas dua orang guru IPA kelas VII. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan pembelajaran berbasis masalah Problem Based Learning, menggunakan media pembelajaran yang bervariasi, membentuk kelompok belajar heterogen dan menerapkan tutor sebaya, memberikan pembelajaran remedial, melakukan pendekatan individual kepada siswa, serta memberikan motivasi belajar untuk mengatasi kesulitan belajar siswa. Upaya-upaya tersebut dilakukan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan memahami konsep IPA, kurang aktif dalam pembelajaran, dan memperoleh hasil belajar yang rendah. Namun, dalam pelaksanaannya guru masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu pembelajaran, perbedaan kemampuan siswa, rendahnya motivasi belajar sebagian siswa, dan kondisi kelas yang kurang kondusif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa guru telah melakukan enam upaya dalam mengatasi gejala kesulitan belajar IPA siswa kelas VII. Upaya-upaya tersebut membantu siswa dalam mengatasi gejala kesulitan belajar IPA meskipun pelaksanaannya masih dipengaruhi oleh keterbatasan waktu pembelajaran, perbedaan kemampuan siswa, motivasi belajar, dan kondisi kelas yang kurang kondusif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UPAYA GURU DALAM MENGATASI LEARNING LOSS SISWA PADA PELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS 11 SMAN 1 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena learning loss atau penurunan kemampuan akademik siswa pada mata pelajaran Matematika di kelas XI SMAN 1 Tarakan. Kondisi ini ditandai dengan rendahnya penguasaan konsep dasar matematika, kesulitan dalam memahami materi lanjutan, rendahnya motivasi belajar, serta menurunnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal matematika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara mendalam mengenai upaya dan strategi yang dilakukan oleh guru dalam mengatasi fenomena learning loss tersebut. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penentuan subjek dalam penelitian ini menerapkan teknik purposive sampling, yang melibatkan dua orang guru Matematika kelas XI SMAN 1 Tarakan. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi langsung terhadap proses pembelajaran di kelas, wawancara semistruktur, dan dokumentasi. Uji keabsahan data dilakukan melalui teknik ketekunan pengamatan dan triangulasi yang mencakup triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman yang terdiri atas tiga tahapan esensial, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan lima strategi utama dalam mengatasi learning loss, yaitu: 1) Memperkuat pemahaman dasar Matematika siswa, 2) Menyesuaikan jam pelajaran untuk membantu pemahaman siswa, 3) Membuat rangkuman materi untuk siswa, 4) Menciptakan kenyamanan dalam belajar. Upaya-upaya tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan akademik siswa, tetapi juga berhasil meningkatkan motivasi belajar, kepercayaan diri, dan partisipasi aktif siswa selama proses pembelajaran matematika berlangsung.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Upaya Guru Bimbingan dan Konseling dalam Mengatasi Perundungan di Madrasah Aliyah Negeri Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling dalam mengatasi perundungan di Sekolah MAN Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara yang dilakukan di SMPN 1 Malinau Barat dengan melibatkan 1 guru bimbingan dan konseling, serta analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perundungan (bullying) merupakan tindakan agresif, baik secara berulang kali, dan terdapat perbedaan kekuatan antara pelaku dan korban. Dampak perundungan (bullying) bagi pelaku dan korban diantaranya pelaku bullying mempunyai empati yang minim dalam interaksi terhadap sosial. Bukan hanya empatinya saja yang bermasalah tapi juga perilakunya pun tak normal. Perilaku yang hiperaktif dan pro-sosial saling berkaitan dengan tindakan pelaku bullying terhadap lingkungan disekitarnya. Pelaku bullying memiliki tingkat gangguan kesehatan mental terutama gejala emosional yang lebih tinggi dibandingkan dengan korban bullying. Hal ini dapat terjadi dari berbagai faktor yaitu, faktor keluarga, faktor teman sebaya dan faktor media massa. Upaya mengatasi tindakan bullying pada anak yang paling utama yaitu memberikan kasih sayang, kepercayaan, dan melibatkan baik pelaku dan korban. Bukan itu saja diperlukannya kerjasama antara sekolah, guru, dan orang tua untuk mengatasi tindakan bullying terhadap anak

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Upaya guru dalam mengatasi gejala kesulitan belajar IPA pada siswa kelas VIII-1 SMP Negeri 14 Tarakan

2024•

Dalam proses pembelajaran tidak lepas dari adanya hambatan-hambatan dan kesulitan belajar yang dialami siswa. Oleh karena itu, upaya guru dalam mengatasi gejala kesulitan belajar IPA pada siswa sangat penting bagi guru untuk dijadikan masukan untuk memperbaiki proses mengajar di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru dalam mengatasi gejala kesulitan belajar IPA pada siswa kelas VIII-1 di SMPN 14 Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus (case study) menggunakan instrumen lembar wawancara dan dokumentasi. Sampel dalam peneletian ini salah satu guru IPA dan siswa kelas VIII-1 yang dipilih dengan cara purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan menurut Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pada hasil penelitian ini ditemukan hasil yaitu terdapat gejala kesulitan belajar pada siswa diantaranya hasil belajar rendah, usaha yang dilakukan tidak sesuai dengan hasil yang dicapai, dan tingkah laku yang lain dari pada temannya. Adapun upaya yang guru lakukan diantaranya memberikan motivasi, menjelaskan kembali materi, remedial, dan melakukan bimbingan individu.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UPAYA GURU BK DALAM MENGATASI KEDISIPLINAN SISWA SMA NEGERI 2 TARAKAN KELAS XII BAHASA

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ilham Maulana, 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru BK dalam mengatasi kedisiplinan di SMA N 2 Tarakan kelas XII Bahasa. Kedisiplinan merupakan suatu sikap, tingkahlaku dan perbuatan siswa yang secara sadar melakukan aktifitas di sekolah sesuai dengan aturan yang berlaku. Upaya guru BK dalam mengatasi kedisiplinan, adapaun upaya preventif yang dilakukan terkait dengan tindakan pengendalian untuk mencegah ketidakdisiplinan, dan upaya kuratif terkait tindakan yang dilakukan guru BK setelah pelanggaran kedisiplinan terjadi, serta tindakan berupa pemberian sanksi kepada siswa yang melanggar kedisiplinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Wawancara dan dokumentasi digunakan sebagai teknik pengumpulan datanya, subjek primer yang datanya akan diambil adalah guru BK yang dipilih berdasarkan subjek yang mewakili, sedangkan untuk subjek sekundernya diambil secara non-random yaitu wali kelas yang banyak terlibat dalam proses kegiatan yang guru BK lakukan dan siswa kelas XII yang pernah mendapatkan layanan BK terkait masalah kedisiplinan. Berdasarkan hasil wawancara dan dokumentasi yang dilakukan, diketahui bahwa guru BK telah berperan dengan melakukan pemberian layanan bimbingan klasikal konseling kelompok dan konseling individu kepada siswa yang melanggar kedisiplinan. setelah pemberian layanan guru BK melakukan pendampingan kepada siswa dengan kurun waktu yang tidak terbatas dalam bentuk pemantauan dan pengawasan.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UPAYA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA DI SMP NEGERI 7 TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UPAYA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA DI SMP NEGERI 7 TARAKAN ABSTRAK Friska,1840606063. ”Upaya Guru Bimbingan dan Konseling Dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa di SMP Negeri 7 Tarakan”. Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan. Dibimbing oleh Ni Made Diah Padmi,S.Pd., M.Pd selaku pembimbing utama dan Nisa Ariantini, M.Pd sebagai pembimbing anggota. Dalam pergaulan dengan teman sebaya ada beberapa peserta didik yang takut berinteraksi dengan lawan jenis ada juga yang minder dengan keadaan fisik dan ada juga yang kurang percaya diri saat harus berinteraksi dengan teman yang belum dikenal. Beberapa permasalahan belum bisa mengaktualisasikan potensi dirinya dengan optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana upaya guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa di SMPN 7 Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini sejumlah satu orang guru bimbingan dan konseling dan tiga siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa upaya yang diberikan guru bimbingan dan konseling untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa dengan memberikan layanan bimbingan klasikal dengan tahapan yaitu persiapan. Guru bimbingan dan konseling mendapatkan jadwal masuk kelas, mempersiapkan materi, menyiapkan RPL, kemudian tahap pelaksanaan yaitu tahap pendahuluan, tahap inti, tahap akhir dan tahap evaluasi dan tindak lanjut. Metode guru bimbingan dan konseling dalam pelaksanaan layanan bimbingan klasikal dengan menggunakan teknik diskusi, dengan melalui tahapan pada bimbingan klasikal sebagai upaya penangan masalah yang dialami siswa yang menggangu keefektifan dan keaktifan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UPAYA GURU DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER DISIPLIN SISWA KELAS V DI SDN 037 TARAKAN

2023•

Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan upaya guru dalam pembentukan kembali karakter disiplin siswa kelas V Di SDN 037 Tarakan yang telah menurun pada pembelajaran covid-19. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data pada penelitian ini berupa data primer dan data sekunder dengan informan yaitu kepala sekolah, guru, dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Serta menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui proses reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembentukan karakter disiplin siswa yang tampak di SDN 037 Tarakan dengan beberapa bentuk upaya guru yaitu : 1) Upaya guru sebagai pendidik dan pengajar. Membentuk kebiasaan baru pada siswa dengan menanamkan, mengingatkan dan mengajarkan secara bertahap pada siswa; 2) Upaya guru sebagai model dan teladan. Dengan memberi contoh baik kepada siswa yaitu tentang disiplin waktu, berpakaian serta berbicara yaang baik dan sopan; 3) Upaya guru sebagai motivator. Dengan dorongan dan arahan kepada siswa dalam bentuk nasehat baik, perhatian kepada siswa, dan memberikan contoh secara langsung; 4) Upaya guru sebagai pembimbing dan evaluator. Dengan membimbing dan mampu memahami siswa, membangun komunikasi dengan orangtua. Adapun Faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pembentukan karakter disiplin siswa kelas V yang berasal dari Diri siswa, Keluarga dan Lingkungan sekitar.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Upaya Guru Bimbingan dan Konseling Untuk Mengatasi Cyberbullying (Studi Kasus Pada SMP Negeri 10 Tarakan)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Faujiah Ariyanti. 2021. “Upaya Guru Bimbingan dan Konseling Untuk Mengatasi Cyberbullying (Pada SMP Negeri 10 Tarakan)”. Program Studi Bimbingan dan Konseling. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Borneo Tarakan. Dibimbing oleh Ibu Suriata, M.Pd selaku pembimbing utama dan Bapak Suprianto, S.Sos.,M.Pd selaku pembimbing anggota. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Upaya Guru Bimbingan dan Konseling Untuk Mengatasi Cyberbullying (Studi Kasus Pada SMP Negeri 10 Tarakan). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif analisis deskriptif dengan menggunakan metode studi kasus. Informan dalam penelitian ini adalah Guru Bimbingan dan Konseling, Guru Waka Kesiswaan, dan Guru Tata Tertib yang berada di SMP Negeri 10 Tarakan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru bimbingan dan konseling untuk mengatasi cyberbullying kepada siswa adalah memberikan layanan konseling individu dengan memberikan bimbingan atau pemahaman sebanyak 3 kali, memberikan poin cyberbullying, memberikan skorsing sebanyak 3 hari, memanggil orangtua, dan dengan memberikan kegiatan tambahan. Untuk siswa yang menjadi korban cyberbullying juga diberikan bimbingan atau pemahaman dan motivasi-motivasi sebanyak 2 sampai 3 kali, diberikan kegiatan tambahan atau mengikutkan siswa dalam olahraga dilapangan supaya siswa tidak merasa trauma, mau bergaul dengan yang lain atau dengan temannya, dan tidak berujung menjadi depresi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA DI SDN 016 TARAKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan upaya guru dalam meningkatkan kemandirian belajar siswa di SDN 016 Tarakan dan mendeskripsikan kondisi kemandirian belajar siswa di SDN 016 Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang dilaksanakan di SDN 016 Tarakan pada tahun ajaran 2018/2019. Penelitian ini berfokus pada upaya guru dalam meningkatkan kemandirian belajar siswa di SDN 016 Tarakan dan kondisi kemandirian belajar siswa di SDN 016 Tarakan. Adapun sumber data pada penelitian ini berupa data primer dan data sekunder dengan informan yaitu kepala sekolah, guru dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Serta menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di SDN 016 Tarakan telah melakukan upaya melalui peranannya sebagai seorang guru seperti guru sebagai demonstrator, guru sebagai pengelola kelas, guru sebagai mediator dan fasilitator dan guru sebagai evaluator. Namun, upaya guru tersebut tidak sejalan dengan kondisi kemandirian belajar siswa seperti siswa belum memiliki kepercayaan diri, siswa belum memiliki kemampuan belajar sendiri, tetapi siswa memiliki sikap menghargai waktu.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail