ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila untuk menanamkan kedisiplinan belajar siswa kelas III B SDIT Ar-Royyan Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Fokus dalam penelitian ini adalah peran guru dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila untuk menanamkan kedisiplinan belajar siswa kelas III B SDIT Ar-Royyan Tarakan. Sumber data pada penelitian ini berupa data primer dan data sekunder dengan informan yaitu guru dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Serta menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui proses reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru kelas III B SDIT Ar-Royyan Tarakan telah melaksanakan perannya yaitu: (1) peran guru sebagai pembimbing dalam menanamkan kedisiplinan belajar siswa sudah berjalan dengan baik, guru memberikan bimbingan kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran, mengingatkan siswa untuk mempersiapkan perlengkapan belajar serta membimbing siswa agar tertib dan tepat waktu dalam mengikuti pembelajaran, (2) peran guru sebagai motivator dalam menanamkan kedisiplinan belajar siswa sudah berjalan dengan baik, guru memberikan dorongan melalui ice breaking, permainan interaktif, kata-kata motivasi, media pembelajaran visual, LKPD, nasihat, serta penguatan aturan kelas agar siswa tetap fokus dan disiplin dalam mengikuti pembelajaran, (3) peran guru sebagai teladan dalam menanamkan kedisiplinan belajar siswa sudah berjalan dengan baik, guru memberikan contoh melalui kesiapan mengajar, datang tepat waktu, menjaga ketertiban kelas, menaati kesepakatan kelas, serta menyelesaikan tanggung jawab dalam pembelajaran. Sehingga siswa dapat mencontoh perilaku disiplin guru dalam kegiatan belajar di sekolah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan nilai-nilai Pancasila sila ke-2 terhadap perilaku kedisiplinan belajar siswa kelas IV-B SD Negeri 004 Sebengkok Tarakan. Metodologi penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Alat yang digunakan untuk pengumpulan data meliputi lembar observasi, kuesioner, dan panduan wawancara. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari dua yang diambil dari hasil reduksi data yang dipilih secara pusposive sampling dari tanggapan kuesioner yang diisi oleh 26 siswa kelas IV-B SD Negeri 004 Sebengkok Tarakan, yang menunjukkan atau tidak menunjukkan kedisiplinan dengan nilai-nilai sila ke-2 tersebut. Hasil pada penelitian ini mendeskripsikan bahwa S1 bisa menerapkan nilai-nilai pancasila sila ke-2 terhadap perilaku kedisiplinan belajar siswa pada indikator mengembangkan sikap menghormati seperti berbicara sopan kepada guru maupun teman, memperhatikan guru pada saat menjelaskan pembelajaran serta datang tepat waktu ke sekolah, indikator gemar melakukan kegiatan manusia seperti menjaga kebersihan kelas, mengerjakan tugas tepat waktu serta melaksanakan piket sesuai dengan jadwal, dan indikator mengakui persamaan derajat, hak dan kewajiban tanpa membeda-bedakan seperti tidak memilih-milih teman pada saat bermain maupun belajar serta tidak mengejek teman pada saat bermain maupun belajar. Pada S2 belum bisa menerapkan hingga perlu bimbingan dalam menerapkan nilai-nilai pancasila sila ke-2 terhadap prilaku kedisiplinan belajar siswa pada indikator mengembangkan sikap menghormati seperti kurang berbicara sopan kepada guru maupun teman,tidak memperhatikan guru pada saat menjelaskan pembelajran serta datang terlambat ke sekolah, indikator gemar melakukan kegiatan manusia tidak menjaga kebersihan lingkungan sekolah, tidak mengerjakan tugas tepat waktu serta tidak melaksanakan piket kelas, dan indikator mengakui persamaan derajat, hak dan kewajiban tanpa membeda-bedakan seperti memilih-milih teman saat bermain maupun belajar serta mengejek teman pada saat bermian maupun belajar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kedisiplinan belajar mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling angkatan 2023 di Universitas Borneo Tarakan. Kedisiplinan belajar mahasiswa merupakan sikap dan perilaku mahasiswa yang menunjukkan kepatuhan, keteraturan, serta tanggung jawab dalam melaksanakan kegiatan belajar sesuai dengan aturan, jadwal, dan tujuan akademik yang telah ditetapkan. Kedisiplinan belajar tercermin dalam kebiasaan mengelola waktu dengan baik, mengikuti perkuliahan secara teratur, mengerjakan tugas tepat waktu, mematuhi tata tertib akademik, serta menjaga konsistensi dalam proses pembelajaran untuk mencapai hasil belajar yang optimal. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling angkatan 2023 yang berjumlah 100 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh, sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan angket atau kuesioner dengan skala Likert yang terdiri dari 40 item pernyataan. Data penelitian dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa distribusi frekuensi dan persentase. Berdasarkan hasil analisis data, tingkat kedisiplinan belajar mahasiswa secara umum berada pada kategori tinggi. Dari 100 responden yang diteliti, sebanyak 58 responden (58%) memiliki kedisiplinan belajar pada kategori tinggi dengan interval skor 109–134. Selanjutnya, sebanyak 39 responden (39%) berada pada kategori sedang dengan interval skor 83–108, dan 3 responden (3%) berada pada kategori sangat tinggi dengan interval skor 135–160. Tidak terdapat responden yang berada pada kategori rendah (57–82) maupun sangat rendah (31–56). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling memiliki tingkat kedisiplinan belajar yang tinggi, yang mencerminkan kemampuan mahasiswa dalam mematuhi aturan, mengelola waktu belajar, serta menjalankan tanggung jawab akademik dengan baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kedisiplinan dan work-life balance terhadap kinerja pegawai melalui motivasi kerja pada pegawai perempuan berkeluarga di Sekretariat Daerah Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah pegawai perempuan berkeluarga yang bekerja di Sekretariat Daerah Kabupaten Malinau, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedisiplinan berpengaruh positif terhadap motivasi kerja dan kinerja pegawai. Motivasi kerja juga terbukti berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai serta mampu memediasi pengaruh kedisiplinan terhadap kinerja pegawai. Sementara itu, work-life balance tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja maupun kinerja pegawai, serta tidak mampu memediasi hubungan antara work-life balance dan kinerja pegawai. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kedisiplinan dan motivasi kerja merupakan faktor penting dalam meningkatkan kinerja pegawai perempuan berkeluarga di lingkungan organisasi pemerintahan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kedisiplinan dan work-life balance terhadap kinerja pegawai melalui motivasi kerja pada pegawai perempuan berkeluarga di Sekretariat Daerah Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah pegawai perempuan berkeluarga yang bekerja di Sekretariat Daerah Kabupaten Malinau, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedisiplinan berpengaruh positif terhadap motivasi kerja dan kinerja pegawai. Motivasi kerja juga terbukti berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai serta mampu memediasi pengaruh kedisiplinan terhadap kinerja pegawai. Sementara itu, work-life balance tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja maupun kinerja pegawai, serta tidak mampu memediasi hubungan antara work-life balance dan kinerja pegawai. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kedisiplinan dan motivasi kerja merupakan faktor penting dalam meningkatkan kinerja pegawai perempuan berkeluarga di lingkungan organisasi pemerintahan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Kedisiplinan adalah suatu sikap mengikuti dan menaati semua peraturan dengan tertib dan teratur serta dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan bertanggung jawab. Kurangnya kedisiplinan ditemukan di SMP Nageri 14 Tarakan, banyak kendala kedisiplinan pada peserta didik seperti, terlambat masuk sekolah, atribut seragam yang kurang lengkap dan beberapa peserta didik sering terlambat mengumpulkan tugas ataupun tidak mengerjakan tugas. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut perlu dilaksanakannya layanan dengan teknik self-management. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik self-management terhadap kedisiplinan peserta didik di SMP Negeri 14 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan pre-experiment one-group pretest-posttest. Jenis pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dengan populasi sebanyak 191 peserta didik dan sampel berjumlah 10 peserta didik. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan instrument berupa skala likert tentang kedisiplinan. Analisis data dengan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan uji wilcoxon signed rank. Berdasarkan hasil penelitian ini, perhitungan uji wilcoxon signed rank dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 0,05, maka Ha diterima dan Ho ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh teknik self-management terhadap kedisiplinan peserta didik di SMP Negeri 14 Tarakan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kedisiplinan siswa ialah suatu sikap siswa terhadap tata tertib di sekolah dan berkaitan juga dengan kegiatan pembinaan untuk mewujudkan kesadaran diri siswa dalam mematuhi norma peraturan dan tata tertib. Teknik self-management adalah cara untuk memandu, mengatur, dan mengubah perilaku siswa ke arah perilaku yang lebih baik. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI mesin di SMK Negeri 2 Tarakan yang memiliki kedisiplinan rendah, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil analisis data menggunakan paired sample t-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil (pretest) dan (posttest). Hal tersebut terdapat pada nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) yang diperoleh adalah 0.000 (p 0.05), dan terdapat nilai t-hitung sebesar 41.558 > dari t-tabel sebesar 0,432 yang berarti hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Ini menunjukkan bahwa ada pengaruh teknik self-management terhadap kedisiplinan siswa kelas XI mesin di SMK Negeri 2 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi ini bertujuan untuk menjelaskan fungsi guru kelas dalam menerapkan kedisiplinan siswa kelas V-A di SDN 032 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif menggunakan fokus pada fungsi guru sebagai model dan teladan serta sebagai motivator dalam membentuk perilaku siswa. Sumber data terdiri atas data primer dan data sekunder yang di peroleh dari informan, yaitu guru kelas V-A serta enam orang siswa kelas V-A. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data meliputi tahap reduksi data, penyajian data, serta penariakan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru kelas V-A telah melaksanakan perannya dengan baik dalam menerapkan kedisiplinan siswa. Peran guru sebagai model dan teladan tercermin melalui sikap dan perilaku positif, seperti ketepatan waktu hadir di kelas serta kepatuhan terhadap aturan berpakaian yang rapi, bersih, dan sopan, sehingga menjadi contoh yang ditiru oleh siswa. Selain itu, guru juga berperan sebagai motivator melalui pemberian dorongan dan arahan sebelum pembelajaran dimulai, serta pelaksanaan penghargaan untuk siswa yang patuh dan pemberian hukuman bersifat mendidik bagi siswa yang melanggar tata tertib. Dengan demikian, peran guru sebagai teladan dan motivator berkontribusi penting dalam membentuk sikap disiplin siswa secara berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana peran guru dalam kedisplinan belajar siswa kelas 3-A di SD Negeri 032 Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian yaitu guru kelas 3-A dan 4 orang siswa kelas 3-A. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar observasi, lembar wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarik kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh bahwa guru telah melaksanakan perannya dengan baik dalam kedisiplinan belajar siswa, baik itu sebagai pendidik, teladan dan motivator. Namun, masih terdapat beberapa siswa yang kurang disiplin. Hal ini disebabkan oleh rendahnya motivasi, baik dari siswa itu sendiri maupun dari pihak orang tua. Guru diharapkan agar terus meningkatkan perannya dalam membina kedisiplinan belajar siswa dengan menjalin kerja sama yang baik dengan orang tua, kedisiplinan siswa bisa dibangun bersama dan perilaku siswa yang kurang disiplin dapat diatasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peran guru sangat penting dalam membentuk karakter disiplin siswa, terutama dalam lingkungan sekolah dasar. Guru merupakan sosok yang menjadi panutan bagi siswa melalui sikap, perilaku, dan kedisiplinannya dalam menjalankan tugas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam menanamkan kedisiplinan belajar siswa kelas V di SDN 004 Malinau Utara. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Fokus dalam penelitian ini adalah peran guru dalam menanamkan kedisiplinan belajar siswa kelas V SDN 004 Malinau Utara. Sumber data pada penelitian ini berupa data primr dan data sekunder dengan informan yaitu guru dan siswa dengan karakteristik disiplin yang berbeda. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Serta menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru kelas V SDN 004 Malinau Utara telah melaksanakan perannya secara konsisten sebagai model dan teladan. Namun masih terdapat beberapa siswa yang belum disiplin dalam belajar, yang disebabkan faktor lain yaitu motivasi. Temuan ini menegaskan bahwa perilaku dan sikap guru yang konsisten sangat berpengaruh dalam menumbuhkan dan memperkuat karakter disiplin belajar pada siswa sekolah dasar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
PERAN GURU DALAM PENANAMAN KEDISPLINAN SISWA KELAS V MELALUI TATA TERTIB SEKOLAH DI SD NEGERI 004 MALINAU UTARA Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kedisiplinan siswa sebagai salah satu indikator keberhasilan pendidikan karakter di sekolah dasar. Kedisiplinan mencerminkan sikap, tanggung jawab, dan pengendalian diri siswa yang perlu dibentuk sejak dini melalui penerapan tata tertib sekolah. Guru memegang peran sentral dalam proses ini, khususnya sebagai pendidik dan pembimbing. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam penanaman kedisiplinan siswa kelas V melalui tata tertib sekolah di SD Negeri 004 Malinau Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru serta siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sebagai pendidik berperan dalam membuat perencanaan terkait tata tertib, menerapkan aturan secara konsisten, membekali siswa dengan pemahaman tentang disiplin, serta menjadi teladan dalam kehadiran, ketepatan waktu, dan kerapian. Sementara itu, guru sebagai pembimbing berperan memberikan contoh menaati peraturan, membimbing dalam pelaksanaan ibadah, serta menilai kepatuhan siswa terhadap peraturan sekolah. Tingkat kedisiplinan siswa tercermin dalam empat indikator: (1) ketaatan terhadap tata tertib sekolah, (2) ketaatan terhadap kegiatan sekolah, (3) ketaatan dalam mengerjakan tugas-tugas pelajaran, dan (4) ketaatan dalam mengerjakan tugas di rumah. Kesimpulannya, peran guru sebagai pendidik dan pembimbing secara terpadu mampu membentuk kebiasaan disiplin pada siswa, yang berdampak positif pada iklim belajar dan karakter siswa di sekolah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai kedisiplinan siswa kelas VI-B SDN 001 Malinau Kota. Berdasarkan hasil observasi awal yang terlihat masih terdapatnya siswa yang tidak bersikap disiplin. Metode yang di gunakan penelitian adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskritif, dengan lokasi penelitian di kelas VI-B SDN 001 Malinau Kota, Teknik pengumpulan data yang di gunakan adalah observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa kelas VI-B SDN 001 Malinau Kota telah melaksanakan sikap kedisiplinan peraturan, hukuman dan penghargaan. (1) kedisiplinan peraturan teraktualisasi pada sikap siswa datang tepat waktu kesekolah, siswa mengenakan atribut dan pakaian seragam sekolah sesuai dengan jadwal sekolah yang di tentukan. (2) kedisiplinan hukuman terimplementasi pada sikap antar siswa saling menegur temannya apabila tidak tertib di kelas dan antar siswa saling menegur temannya apabila berkelahi di kelas. (3) kedisiplinan penghargaan teraktualisasi pada sikap siswa saling memberikan pujian kepada temannya yang tertib di kelas dan siswa saling memberikan dukungan motivasi kepada temannya di dalam proses pembelajaran. Kata Kunci : Deskripsi, Nilai Kedisiplinan, Siswa Kelas VI-B
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Ardianto. 2025. “Pengaruh Positive Reinforcement Terhadap Peningkatan Kedisiplinan Siswa Datang Tepat Waktu Di Sekolah”. program Studi Bimbingan dan Konseling. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Borneo Tarakan. Pembimbing Utama oleh Riski Sovayunanto, S.Psi.,M.Si dan anggota Nurul Fadilah, S.Pd.I.,M.Pd. Positive reinforcement merupakan respon terhadap pentingnya kedisiplinan siswa datang tepat waktu agar berulangnya kembali tingkah laku yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh positive reinforcement terhadap peningkatan kedisiplinan siswa datang tepat waktu di sekolah. jenis penelitian ini adalah penelitian pre-experimental design dengan bentuk one group pretest-posttest, populasi sebanyak 290 siswa dan jumlah sampel dari hasil Purposive sampling sebanyak 5 siswa kelas XI. Teknik pengumpulan data menggunakan skala likert dengan indikator yang dikembangkan berdasarkan Moenir (2016). Jenis reinforcement atau penguatan yang diberikan dalam penelitian ini adalah penguatan verbal diantaranya motivasi, pujian, dorongan serta penguatan non-verbal yang disepakati bersama berupa reward yaitu minuman kopi, makanan nasi goreng dengan pemberian diakhir pertemuan berdasarkan jumlah poin yang telah dikumpulkan. Teknik analisis data dalam penelitian ini, mengunakan teknik analisis statistik deskriptif untuk menguji rata-rata skor perubahan sebelum dan setelah diberi perlakuan yakni sebesar 57,60 menjadi 98,80 dan teknik analisis inferensial untuk menguji hipotesis menggunakan uji wilcoxon dengan bantuan program aplikasi Statistical Product And Service Solution (SPSS) version 27.0.1 for windows. Berdasarkan hasil penelitian sebelum dan setelah pemberian perlakuan, diperoleh hasil perhitungan uji hipotesis dengan pengambilan keputusan berdasarkan propabilitas dengan nilai asyimp sig = 0,042 α = 0,05 maka hipotesis kerja (Ha) diterima yang berarti bahwa ada pengaruh positive reinforcement terhadap peningkatan kedisiplinan siswa datang tepat waktu di sekolah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Self-management merupakan suatu teknik pengelolaan perilaku yang bertujuan untuk membantu individu dalam memantau, mengontrol, serta mengevaluasi diri secara sadar dan sistematis guna membentuk kebiasaan positif, meningkatkan efektivitas diri, dan mencapai tujuan secara berkelanjutan. Teknik ini berperan penting dalam membangun kesadaran diri dan regulasi diri siswa, khususnya dalam konteks pembelajaran. Di sisi lain, disiplin belajar adalah bentuk kepatuhan siswa terhadap aturan serta tanggung jawab pribadi dalam proses pendidikan, mencakup kehadiran tepat waktu, penyelesaian tugas dengan konsisten, partisipasi aktif dalam kegiatan kelas, serta kemampuan mengatur waktu dan perhatian secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik self-management terhadap peningkatan kedisiplinan belajar siswa kelas VIII di SMP Frater Don Bosco Tarakan. Hasil observasi awal dan wawancara dengan guru Bimbingan dan Konseling menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki tingkat kedisiplinan belajar yang rendah, ditandai dengan kebiasaan datang terlambat, kurangnya komitmen terhadap tugas, dan minimnya keterlibatan dalam proses belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen one-group pretest-posttest. Sampel berjumlah 10 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan kategori kedisiplinan belajar rendah hingga sedang. Intervensi dilakukan melalui enam pertemuan: satu kali pretest, empat sesi perlakuan dengan teknik self-management (topik: manajemen waktu, keteraturan, fokus, dan ketertiban), serta satu kali posttest. Hasil analisis paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0.000 ( 0.05), mengindikasikan adanya pengaruh signifikan. Nilai rata-rata pretest sebesar 81,7 meningkat menjadi 113,6 pada posttest. Uji N-Gain menunjukkan skor 0,5444 (kategori sedang). Hasil ini menegaskan bahwa teknik self-management mampu meningkatkan kedisiplinan belajar siswa secara efektif, konsisten, dan dapat diimplementasikan dalam layanan bimbingan kelompok di sekolah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja, lingkungan kerja, dan kepuasan kerja terhadap kedisiplinan pegawai, dengan penerapan fingerprint sebagai variabel moderasi. Studi ini dilakukan pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Malinau dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui survei terhadap 50 pegawai yang dipilih menggunakan metode sampling jenuh. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak SmartPLS 4 untuk mengevaluasi hubungan antar variabel serta menguji pengaruh moderasi penerapan fingerprint. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja dan kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kedisiplinan pegawai. Motivasi kerja memberikan kontribusi penting dalam meningkatkan disiplin, terutama melalui tanggung jawab dan penghargaan. Demikian pula, kepuasan kerja yang tinggi, yang mencakup pengakuan, keadilan insentif, dan hubungan kerja yang baik, secara signifikan mendorong perilaku disiplin. Namun, lingkungan kerja tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kedisiplinan pegawai, meskipun menunjukkan hubungan yang positif. Sebagai variabel moderasi, penerapan fingerprint tidak memberikan pengaruh yang signifikan pada hubungan antara motivasi kerja, lingkungan kerja, dan kepuasan kerja terhadap kedisiplinan pegawai. Hal ini menunjukkan bahwa kedisiplinan lebih dipengaruhi oleh faktor intrinsik daripada pengawasan eksternal melalui teknologi
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan, kedisiplinan dan motivasi terhadap efektivitas kerja pada pegawai kecamatan Bahau Hulu Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner yang disebarkan kepada 50 responden. Variabel independen dalam penelitian ini adalah kepemimpinan, kedisiplinan dan motivasi sedangkan variabel dependen adalah efektivitas kerja pegawai. Analisis data dilakukan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, analisis regresi linier berganda, dan pengujian hipotesis secara parsial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan, kedisiplinan dan motivasi secara simultan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas kerja pada pegawai. Secara parsial, masing-masing variabel kepemimpinan, kedisiplinan dan motivasi juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas kerja pada pegawai. Temuan ini menegaskan bahwa kepemimpinan yang baik akan membuat efektivitas kinerja semakin baik, sedangkan untuk kedisiplinan dalam hal pengelolaan waktu, kepatuhan terhadap aturan, dan penyelesaian tugas memengaruhi efektivitas kerja pegawai serta motivasi kerja yang tinggi, sistem kompensasi yang adil dan kompetitif, merupakan faktor kunci dalam meningkatkan efektivitas kerja. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah organisasi perlu memberikan perhatian lebih pada kepemimpinan, kedisiplinan dan pemberian motivasi yang adil salah satu hal positif dalam meningkatkan efektivitas pegawai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Disiplin merupakan kunci keberhasilan dan juga kesuksesan, sehingga jika seseorang memiliki perilaku tidak disiplin akan berdampak buruk bagi diri sendiri maupun orang lain karena dapat menjauhkan diri dari kesuksesan. Salah satu upaya untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah dengan memberikan layanan bimbingan kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok Terhadap kedisplinan siswa di SMA Negeri 2 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, menggunakan desain pre-eksperimental design dengan jenis one group pretest and possttest design. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa angket, menggunakan indikator kedisiplinan dari sobri (2020) kedisiplinan siswa ditinjau dari 3 aspek yaitu: 1) ketertiban; 2) kemampuan mengendalikan diri; dan 3) kemampuan berkonsentrasi. Populasi penelitian ini adalah 451 siswa kelas XI di SMA Negeri 2 Tarakan, dengan menggunakan teknik simple random sampling, yang menjadi sampel dalam penelitian ini berjumlah 12 siswa. Teknik Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan bantuan software SPSS 25. Hasil penelitian pada saat pemberian pretest pada siswa berada pada kategori sangat tinggi dan tinggi dapat dilihat dari hasil analisis data dengan nilai rata-rata 156,7 dan setelah pemberian posttest berada pada kategori sangat tinggi dengan nilai rata-rata 175,3. Berdasarkan analisis data uji hipotesis yaitu analisis paired sample t-test (parametrik) mendapatkan hasil yaitu sig sebesar 0,000 0,05, maka ha diterima dan ho ditolak artinya ada pengaruh bimbingan kelompok terhadap kedisiplinan siswa di SMA Negeri 2 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kedisiplinan merupakan salah satu sikap yang dimiliki oleh seseorang yang dapat mengarahkan seseorang untuk menaati apa yang diharapkan lingkungannya seperti keluarga, sekolah dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peningkatan kedisiplinan siswa dalam pembelajaran dengan metode reward dan punishment. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek Penelitian ini adalah siswa kelas IV A2 SDIT Ibnu Abbas Tarakan tahun ajaran 2023/2024 yang berjumlah 20 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi aktivitas guru dan lembar observasi kedisiplinan siswa. Indikator keberhasilan pada penelitian ini adalah nilai kedisiplinan siswa yaitu ≥ 80% dengan kategori “baik sekali”. Berdasarkan hasil observasi aktivitas guru pada siklus I yaitu pada pertemuan 1 sebesar 70% dan pada pertemuan 2 sebesar 75% dengan kategori baik. Sehingga dilanjutkan pada siklus II pertemuan 1 sebesar 80% dan pertemuan 2 sebesar 85% dengan kategori baik sekali. Hal ini sudah sesuai dengan indikator keberhasilan penelitian yaitu ≥80% dengan kategori “baik sekali”. Adapun hasil observasi kedisiplinan siswa pada pada siklus I pertemuan 1 persentase kedisiplinan siswa sebesar 23% dengan kategori kurang dan pertemuan 2 sebesar 39% dengan kategori kurang. Hal ini belum mencapai indikator keberhasilan, sehingga dilanjutkan pada siklus II pertemuan 1 menjadi 45% dengan kategori cukup dan pertemuan 2 menjadi 83% dengan kategori baik sekali. Hal ini telah sesuai dengan indikator keberhasilan penelitian yaitu ≥ 80% dengan kategori “baik sekali”. Sehingga jika penerapan metode reward dan punishment ini dilakukan secara konsisten di dalam kelas maka dapat meningkatkan kedisiplinan siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam menanamkan kedisiplinan belajar siswa kelas V-B di SDN 007 Mamburungan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian Kualitatif deskriptif. Fokus dalam penelitian ini adalah peran guru dalam menanamkan kedisiplinan belajar siswa kelas V-B di SDN 007 Mamburungan. Sumber data pada penelitian ini berupa data primer dan data sekunder dengan informan yaitu guru dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi serta menggunakan Teknik analisis data kualitatif melalui proses reduksi data, peyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa guru kelas V-B SDN 007 Mamburungan telah melaksanakan perannya yaitu : (1) peran guru sebagai pengajar dalam menanamkan kedisplinan belajar siswa mengerjakan tugas sudah berjalan dengan baik, guru dapat melakukan dengan menggunakan metode pembelajaran penugasan untuk memberikan tugas siswa agar dapat mengetahui kedisiplinan belajar siswa yaitu mengumpulkan tugas tepat waktu (2) peran guru sebagai model dan teladan dalam menanamkan kedisiplinan belajar siswa disiplin masuk sekolah dan disiplin berpakian sudah sejalan dengan baik, guru dapat memberikan contoh yang baik bagi siswa dengan dating kesekolah tepat waktu dan cara berpakian guru rapi, sopan dan sesuai dengan jadwal sehingga siswa dapat mencontohkan guru untuk datamg ke sekolah tepat waktu dan berpakaian seragam dengan rapi, sopan dan sesuai dengan jadwal. Dengan peran tersebut maka guru berusaha menciptakan suasanan belajar yang nyaman bagi siswa. Peran guru tersebut harus selalu di tingkatkan oleh guru, jika guru tidak peduli maka siswa akan mengalami banyak hambatan dalam menanamkan kediplinan belajar siswa di kelas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan kedisiplinan dengan hasil belajar siswa kelas V di SDN 032 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel, yakni kedisiplinan (X) sebagai variabel independen dan hasil belajar (Y) sebagai variabel dependen. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner (angket) dan dokumentasi hasil belajar siswa berdasarkan nilai penilaian tengah semester siswa. Berdasarkan hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji f diperoleh f_hitung 19,515 > f_tabel 4.05 dengan taraf signifikan 5%. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima, yang berarti bahwa terdapat hubungan kedisiplinan dengan hasil belajar siswa di kelas V SDN 032 Tarakan. Adapun hasil pengujian korelasi product moment diperoleh koefisien korelasi (r) sebesar = 0.59, yang menunjukkan bahwa hubungan kedisiplinan dengan hasil belajar siswa berada pada kategori sedang.