ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Kedisiplinan adalah suatu sikap mengikuti dan menaati semua peraturan dengan tertib dan teratur serta dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan bertanggung jawab. Kurangnya kedisiplinan ditemukan di SMP Nageri 14 Tarakan, banyak kendala kedisiplinan pada peserta didik seperti, terlambat masuk sekolah, atribut seragam yang kurang lengkap dan beberapa peserta didik sering terlambat mengumpulkan tugas ataupun tidak mengerjakan tugas. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut perlu dilaksanakannya layanan dengan teknik self-management. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik self-management terhadap kedisiplinan peserta didik di SMP Negeri 14 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan pre-experiment one-group pretest-posttest. Jenis pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dengan populasi sebanyak 191 peserta didik dan sampel berjumlah 10 peserta didik. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan instrument berupa skala likert tentang kedisiplinan. Analisis data dengan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan uji wilcoxon signed rank. Berdasarkan hasil penelitian ini, perhitungan uji wilcoxon signed rank dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 0,05, maka Ha diterima dan Ho ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh teknik self-management terhadap kedisiplinan peserta didik di SMP Negeri 14 Tarakan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Self-management merupakan suatu teknik pengelolaan perilaku yang bertujuan untuk membantu individu dalam memantau, mengontrol, serta mengevaluasi diri secara sadar dan sistematis guna membentuk kebiasaan positif, meningkatkan efektivitas diri, dan mencapai tujuan secara berkelanjutan. Teknik ini berperan penting dalam membangun kesadaran diri dan regulasi diri siswa, khususnya dalam konteks pembelajaran. Di sisi lain, disiplin belajar adalah bentuk kepatuhan siswa terhadap aturan serta tanggung jawab pribadi dalam proses pendidikan, mencakup kehadiran tepat waktu, penyelesaian tugas dengan konsisten, partisipasi aktif dalam kegiatan kelas, serta kemampuan mengatur waktu dan perhatian secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik self-management terhadap peningkatan kedisiplinan belajar siswa kelas VIII di SMP Frater Don Bosco Tarakan. Hasil observasi awal dan wawancara dengan guru Bimbingan dan Konseling menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki tingkat kedisiplinan belajar yang rendah, ditandai dengan kebiasaan datang terlambat, kurangnya komitmen terhadap tugas, dan minimnya keterlibatan dalam proses belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen one-group pretest-posttest. Sampel berjumlah 10 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan kategori kedisiplinan belajar rendah hingga sedang. Intervensi dilakukan melalui enam pertemuan: satu kali pretest, empat sesi perlakuan dengan teknik self-management (topik: manajemen waktu, keteraturan, fokus, dan ketertiban), serta satu kali posttest. Hasil analisis paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0.000 ( 0.05), mengindikasikan adanya pengaruh signifikan. Nilai rata-rata pretest sebesar 81,7 meningkat menjadi 113,6 pada posttest. Uji N-Gain menunjukkan skor 0,5444 (kategori sedang). Hasil ini menegaskan bahwa teknik self-management mampu meningkatkan kedisiplinan belajar siswa secara efektif, konsisten, dan dapat diimplementasikan dalam layanan bimbingan kelompok di sekolah.