2026 · Book ·
Pulau Tias merupakan wilayah pesisir di Desa Tanjung Buka, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, dengan mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai nelayan. Sistem pemasaran hasil tangkapan di wilayah ini melibatkan pengepul yang menyediakan modal operasional, sehingga menciptakan pola ketergantungan yang mempengaruhi posisi tawar nelayan, namun data terdokumentasi mengenai rantai tata niaga di wilayah ini belum tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi saluran tata niaga beserta pelaku yang terlibat, menghitung margin pemasaran dan farmer's share, serta menganalisis tingkat efisiensi pemasaran ikan hasil tangkapan nelayan di Pulau Tias. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2025–Maret 2026 menggunakan metode survei dengan teknik purposive sampling dan snowball sampling terhadap 20 responden yang terdiri atas nelayan, pengepul, penampung, dan pengecer. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua saluran tata niaga, yaitu Saluran I (distribusi lokal: nelayan–pengepul–pengecer–konsumen akhir) dan Saluran II (distribusi ekspor: nelayan–pengepul–penampung–eksportir). Margin pemasaran Saluran I berkisar 24,5%–26,8%, sedangkan Saluran II 19,0%–36,7%. Nilai farmer's share Saluran I relatif seragam (74%–75%), sedangkan Saluran II lebih bervariasi (63%–81%), dengan seluruh nilai berada di atas 60%. Tingkat efisiensi pemasaran Saluran I (5,6%–8,0%) relatif lebih mendekati efisien dibandingkan Saluran II (6,4%–9,9%), meskipun secara umum kedua saluran masih tergolong kurang efisien (Ep > 5%). Penyederhanaan rantai pemasaran dan penguatan akses pasar langsung bagi nelayan disarankan sebagai strategi peningkatan efisiensi dan kesejahteraan nelayan di Pulau Tias.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pulau Tias merupakan wilayah pesisir di Desa Tanjung Buka, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, dengan mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai nelayan. Sistem pemasaran hasil tangkapan di wilayah ini melibatkan pengepul yang menyediakan modal operasional, sehingga menciptakan pola ketergantungan yang mempengaruhi posisi tawar nelayan, namun data terdokumentasi mengenai rantai tata niaga di wilayah ini belum tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi saluran tata niaga beserta pelaku yang terlibat, menghitung margin pemasaran dan farmer's share, serta menganalisis tingkat efisiensi pemasaran ikan hasil tangkapan nelayan di Pulau Tias. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2025–Maret 2026 menggunakan metode survei dengan teknik purposive sampling dan snowball sampling terhadap 20 responden yang terdiri atas nelayan, pengepul, penampung, dan pengecer. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua saluran tata niaga, yaitu Saluran I (distribusi lokal: nelayan–pengepul–pengecer–konsumen akhir) dan Saluran II (distribusi ekspor: nelayan–pengepul–penampung–eksportir). Margin pemasaran Saluran I berkisar 24,5%–26,8%, sedangkan Saluran II 19,0%–36,7%. Nilai farmer's share Saluran I relatif seragam (74%–75%), sedangkan Saluran II lebih bervariasi (63%–81%), dengan seluruh nilai berada di atas 60%. Tingkat efisiensi pemasaran Saluran I (5,6%–8,0%) relatif lebih mendekati efisien dibandingkan Saluran II (6,4%–9,9%), meskipun secara umum kedua saluran masih tergolong kurang efisien (Ep > 5%). Penyederhanaan rantai pemasaran dan penguatan akses pasar langsung bagi nelayan disarankan sebagai strategi peningkatan efisiensi dan kesejahteraan nelayan di Pulau Tias.
2025 · Book ·
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai kedisiplinan siswa kelas VI-B SDN 001 Malinau Kota. Berdasarkan hasil observasi awal yang terlihat masih terdapatnya siswa yang tidak bersikap disiplin. Metode yang di gunakan penelitian adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskritif, dengan lokasi penelitian di kelas VI-B SDN 001 Malinau Kota, Teknik pengumpulan data yang di gunakan adalah observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa kelas VI-B SDN 001 Malinau Kota telah melaksanakan sikap kedisiplinan peraturan, hukuman dan penghargaan. (1) kedisiplinan peraturan teraktualisasi pada sikap siswa datang tepat waktu kesekolah, siswa mengenakan atribut dan pakaian seragam sekolah sesuai dengan jadwal sekolah yang di tentukan. (2) kedisiplinan hukuman terimplementasi pada sikap antar siswa saling menegur temannya apabila tidak tertib di kelas dan antar siswa saling menegur temannya apabila berkelahi di kelas. (3) kedisiplinan penghargaan teraktualisasi pada sikap siswa saling memberikan pujian kepada temannya yang tertib di kelas dan siswa saling memberikan dukungan motivasi kepada temannya di dalam proses pembelajaran. Kata Kunci : Deskripsi, Nilai Kedisiplinan, Siswa Kelas VI-B
2025 · Book ·
Indeks Massa Tubuh (IMT) adalah suatu pengukuran sederhana dalam menentukan status gizi seseorang. Hasil belajar kognitif adalah perubahan perilaku setelah melakukan pembelajaran yang berhubungan dengan kemampuan mengingat, memahami, menerapkan, menilai, serta kecerdasan intelektual individu. Penelitian ini betujuan untuk melihat hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan hasil belajar kognitif siswa di SMPN 8 Tanjung Selor. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian ditemukan bahwa mayoritas siswa memiliki status gizi kurang, namun hasil belajar kognitif siswa berada dalam kategori baik sekali. Hasil analisis dengan menggunakan uji spearman’s diperoleh nilai signifikansi (p-value) sebesar 0,055 > 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa hasil belajar kognitif siswa tidak memilki keterkaitan yang signifikan dengan Indeks Massa Tubuh (IMT). Secara teoritis, penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu pendidikan dan kesehatan, khususnya mengenai keterkaitan antara status gizi dan capaian akademik. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi sekolah, guru, dan orang tua agar tidak hanya berfokus pada aspek gizi, tetapi juga memperhatikan faktor lain seperti motivasi, metode pembelajaran, dan lingkungan belajar dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Indeks Massa Tubuh (IMT) adalah suatu pengukuran sederhana dalam menentukan status gizi seseorang. Hasil belajar kognitif adalah perubahan perilaku setelah melakukan pembelajaran yang berhubungan dengan kemampuan mengingat, memahami, menerapkan, menilai, serta kecerdasan intelektual individu. Penelitian ini betujuan untuk melihat hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan hasil belajar kognitif siswa di SMPN 8 Tanjung Selor. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian ditemukan bahwa mayoritas siswa memiliki status gizi kurang, namun hasil belajar kognitif siswa berada dalam kategori baik sekali. Hasil analisis dengan menggunakan uji spearman’s diperoleh nilai signifikansi (p-value) sebesar 0,055 > 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa hasil belajar kognitif siswa tidak memilki keterkaitan yang signifikan dengan Indeks Massa Tubuh (IMT). Secara teoritis, penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu pendidikan dan kesehatan, khususnya mengenai keterkaitan antara status gizi dan capaian akademik. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi sekolah, guru, dan orang tua agar tidak hanya berfokus pada aspek gizi, tetapi juga memperhatikan faktor lain seperti motivasi, metode pembelajaran, dan lingkungan belajar dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai kedisiplinan siswa kelas VI-B SDN 001 Malinau Kota. Berdasarkan hasil observasi awal yang terlihat masih terdapatnya siswa yang tidak bersikap disiplin. Metode yang di gunakan penelitian adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskritif, dengan lokasi penelitian di kelas VI-B SDN 001 Malinau Kota, Teknik pengumpulan data yang di gunakan adalah observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa kelas VI-B SDN 001 Malinau Kota telah melaksanakan sikap kedisiplinan peraturan, hukuman dan penghargaan. (1) kedisiplinan peraturan teraktualisasi pada sikap siswa datang tepat waktu kesekolah, siswa mengenakan atribut dan pakaian seragam sekolah sesuai dengan jadwal sekolah yang di tentukan. (2) kedisiplinan hukuman terimplementasi pada sikap antar siswa saling menegur temannya apabila tidak tertib di kelas dan antar siswa saling menegur temannya apabila berkelahi di kelas. (3) kedisiplinan penghargaan teraktualisasi pada sikap siswa saling memberikan pujian kepada temannya yang tertib di kelas dan siswa saling memberikan dukungan motivasi kepada temannya di dalam proses pembelajaran. Kata Kunci : Deskripsi, Nilai Kedisiplinan, Siswa Kelas VI-B
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kunyit (Curcuma domestica val) merupakan tanaman herbal yang sejak lama digunakan sebagai bumbu makanan dan obat. Kandungan terbesar dalam kunyit adalah kurkumin yakni sebesar 94%. Kurkumin bersifat sebagai antioksidan dan dapat diterapkan dalam bidang akuakultur salah satunya dicampur dalam pakan ikan karena dapat meningkatkan metabolisme dan penyerapan nutrisi. Penambahan Penggunaan teknik rekayasa hormonal merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kualitas pengembangan beberapa ikan air tawar termasuk ikan lele. Beberapa hormon yang telah diketahui memiliki peranan positif dalam meningkatkan pertumbuhan ikan antara lain hormon tiroksin. Hormon tiroksin merupakan salah satu hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid berfungsi untuk membentuk, menyimpan, dan mengeluarkan zat yang berhubungan dengan pengaturan laju metabolisme. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung kunyit maupun tiroksin sebagai bahan alternatif campuran pakan ikan untuk meningkatkan pertumbuhan benih ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan 3 ulangan. Perlakuan pakan yang diberikan yaitu tanpa pemberian ekstrak (P1), penambahan kunyit 4,8 gr/kg pakan (P2), penambahan tiroksin 0,1 mg/kg pakan (P3) dan penambahan kunyit 4,8 g/kg pakan dikombinasikan dengan tiroksin 0,1 mg/kg pakan (P4). Berdasarkan analisis statistik ANOVA (SPSS 20) pertumbuhan panjang mutlak, berat mutlak dan SGR (Specific Growth Rate) menunjukan hasil yang tidak berbeda nyata disetiap perlakuannya. Data pengukuran kualitas air yaitu suhu 27-28 0C, nilai pH 6-7 dan nilai amoniak 0,006-0,014 mg/l. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemberian tepung kunyit 4,8 g/kg pakan dikombinasikan dengan tiroksin 0,1 mg/kg pakan (P4) menunjukan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya, sehingga dapat kita ketahui bahwa penambahan ekstrak kunyit maupun tiroksin dapat meningkatkan pertumbuhan benih ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Abstract Turmeric (Curcuma domestica val) is an herbal plant that has long been used as a spice in food and medicine. The largest content in turmeric is curcumin, which is 94%. Curcumin is an antioxidant and can be applied in aquaculture, one of which is mixed in fish feed because it can increase metabolism and nutrient absorption. Addition The use of hormonal engineering techniques is one way that can be done to improve the quality of development of some freshwater fish, including catfish. Several hormones that have been known to have a positive role in increasing fish growth include the hormone thyroxine. Thyroxine is a hormone produced by the thyroid gland. The thyroid gland functions to form, store, and secrete substances related to the regulation of metabolic rate. This study was conducted to determine the effect of adding turmeric flour and thyroxine as an alternative ingredient in fish feed mixtures to increase the growth of African catfish (Clarias gariepinus) fry. The study used a completely randomized design with 4 treatments and 3 replications. The feed treatments given were without extract (P1), adding turmeric 4.8 g/kg feed (P2), adding thyroxine 0.1 mg/kg feed (P3) and adding turmeric 4.8 g/kg feed combined with thyroxine. 0.1 mg/kg feed (P4). Based on the statistical analysis of ANOVA (SPSS 20) absolute length growth, absolute weight and SGR (Specific Growth Rate) showed that the results were not significantly different in each treatment. Water quality measurement data are temperature 27-280C, pH value 6-7 and ammonia value 0.006-0.014 mg/l. Based on the results of this study showed that the administration of turmeric flour 4.8 g/kg of feed combined with thyroxine 0.1 mg/kg of feed (P4) showed better results than other treatments, so we can know that the addition of turmeric extract and thyroxine can increasing the growth of African catfish (Clarias gariepinus).
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kunyit (Curcuma domestica val) merupakan tanaman herbal yang sejak lama digunakan sebagai bumbu makanan dan obat. Kandungan terbesar dalam kunyit adalah kurkumin yakni sebesar 94%. Kurkumin bersifat sebagai antioksidan dan dapat diterapkan dalam bidang akuakultur salah satunya dicampur dalam pakan ikan karena dapat meningkatkan metabolisme dan penyerapan nutrisi. Penambahan Penggunaan teknik rekayasa hormonal merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kualitas pengembangan beberapa ikan air tawar termasuk ikan lele. Beberapa hormon yang telah diketahui memiliki peranan positif dalam meningkatkan pertumbuhan ikan antara lain hormon tiroksin. Hormon tiroksin merupakan salah satu hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid berfungsi untuk membentuk, menyimpan, dan mengeluarkan zat yang berhubungan dengan pengaturan laju metabolisme. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung kunyit maupun tiroksin sebagai bahan alternatif campuran pakan ikan untuk meningkatkan pertumbuhan benih ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan 3 ulangan. Perlakuan pakan yang diberikan yaitu tanpa pemberian ekstrak (P1), penambahan kunyit 4,8 gr/kg pakan (P2), penambahan tiroksin 0,1 mg/kg pakan (P3) dan penambahan kunyit 4,8 g/kg pakan dikombinasikan dengan tiroksin 0,1 mg/kg pakan (P4). Berdasarkan analisis statistik ANOVA (SPSS 20) pertumbuhan panjang mutlak, berat mutlak dan SGR (Specific Growth Rate) menunjukan hasil yang tidak berbeda nyata disetiap perlakuannya. Data pengukuran kualitas air yaitu suhu 27-28 0C, nilai pH 6-7 dan nilai amoniak 0,006-0,014 mg/l. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemberian tepung kunyit 4,8 g/kg pakan dikombinasikan dengan tiroksin 0,1 mg/kg pakan (P4) menunjukan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya, sehingga dapat kita ketahui bahwa penambahan ekstrak kunyit maupun tiroksin dapat meningkatkan pertumbuhan benih ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Abstract Turmeric (Curcuma domestica val) is an herbal plant that has long been used as a spice in food and medicine. The largest content in turmeric is curcumin, which is 94%. Curcumin is an antioxidant and can be applied in aquaculture, one of which is mixed in fish feed because it can increase metabolism and nutrient absorption. Addition The use of hormonal engineering techniques is one way that can be done to improve the quality of development of some freshwater fish, including catfish. Several hormones that have been known to have a positive role in increasing fish growth include the hormone thyroxine. Thyroxine is a hormone produced by the thyroid gland. The thyroid gland functions to form, store, and secrete substances related to the regulation of metabolic rate. This study was conducted to determine the effect of adding turmeric flour and thyroxine as an alternative ingredient in fish feed mixtures to increase the growth of African catfish (Clarias gariepinus) fry. The study used a completely randomized design with 4 treatments and 3 replications. The feed treatments given were without extract (P1), adding turmeric 4.8 g/kg feed (P2), adding thyroxine 0.1 mg/kg feed (P3) and adding turmeric 4.8 g/kg feed combined with thyroxine. 0.1 mg/kg feed (P4). Based on the statistical analysis of ANOVA (SPSS 20) absolute length growth, absolute weight and SGR (Specific Growth Rate) showed that the results were not significantly different in each treatment. Water quality measurement data are temperature 27-280C, pH value 6-7 and ammonia value 0.006-0.014 mg/l. Based on the results of this study showed that the administration of turmeric flour 4.8 g/kg of feed combined with thyroxine 0.1 mg/kg of feed (P4) showed better results than other treatments, so we can know that the addition of turmeric extract and thyroxine can increasing the growth of African catfish (Clarias gariepinus).
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Nelayan di perairan Bunyu masih banyak menggunakan alat tangkap bubu dikarenakan target hasil tangkapan bubu yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Ikan kakap merah (Lutjanus sp.) merupakan salah satu target hasil tangkapan dari alat tangkap bubu. Informasi terkait aspek distribusi ukuran dab hubungan panjang berat ikan kakap merah hasil tangkapan bubu di Indonesia sendiri masih relatif sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi ukuran serta hubungan panjang berat ikan kakap merah yang tertangkap menggunakan alat tangkap bubu modifikasi berbahan poly vinyl chloride (PVC) di perairan Bunyu. Penelitian ini dilakukan dari bulan September sampai bulan Oktober 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah sampel ikan kakap merah yang tertangkap sebanyak 59 ekor. Distribusi ukuran panjang total ikan kakap merah yang tertangkap berkisar pada ukuran 12.3-30.2 cm, ukuran panjang standar berkisar 9.6-20.4 cm dan berat tubuh ikan berkisar pada berat 34-451 gram. Berdasarkan analisa hubungan panjang berat terkonfirmasi sifat pertumbuhan ikan kakap merah hasil tangkapan bubu adalah alometrik negatif. Persamaan pada hubungan Panjang Total (PT) dan Berat (B) adalah y = 0.0432x2.6751 dan pada Panjang Standar (PS) dan Berat (B) adalah y = 0.0947x2.6134. Hasil pengujian kondisi perairan terhadap jumlah hasil tangkapan didapatkan dengan nilai signifikansi > 0.05, bermakna bahwa tidak terdapat pengaruh hasil tangkapan terhadap faktor kondisi perairan. Kata Kunci: Kakap Merah, Bubu Modifikasi, Perairan Bunyu, Panjang Total, Panjang Standar. ABSTRACT Fishermen in the water of Bunyu still use a lot of fishing gear because the target is traps that have a fairly high economic value. Red snapper (Lutjanus sp) is one of the catch targets from trap fishing gear. Information related to the aspect of size distribution and the relationship between length and weight of red snapper caught by traps in Indonesia is still relatively small. This study aims to determine the size distribution and length and weight relationship of red snapper caught using modified poly vinyl chloride (PVC) traps in Bunyu waters. This research was conducted from September to October 2020. The results showed that the number of samples of red snapper caught was 59 fish. The distribution of the total length ranged from 9.6-20.4 cm and the body weight of the fish ranged from 34-451 grams. Based on the analysis of the relationship between length and weight, it was confirmed that the growth properties of red snapper caught by traps were negative allometric. The equation for the relationship between Total Length (PT) and Weight (B) is y=0.0432x2.6751 and the Standard Length (PS) and Weight (B) is y = 0.0947x2.6134. The results of testing the condition of the waters on the number of catches were obtained with a significance value > 0.05, meaning that there was no effect of the catch on the water condition factor.
2021 · Thesis ·
ABSTRAK Nelayan di perairan Bunyu masih banyak menggunakan alat tangkap bubu dikarenakan target hasil tangkapan bubu yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Ikan kakap merah (Lutjanus sp.) merupakan salah satu target hasil tangkapan dari alat tangkap bubu. Informasi terkait aspek distribusi ukuran dab hubungan panjang berat ikan kakap merah hasil tangkapan bubu di Indonesia sendiri masih relatif sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi ukuran serta hubungan panjang berat ikan kakap merah yang tertangkap menggunakan alat tangkap bubu modifikasi berbahan poly vinyl chloride (PVC) di perairan Bunyu. Penelitian ini dilakukan dari bulan September sampai bulan Oktober 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah sampel ikan kakap merah yang tertangkap sebanyak 59 ekor. Distribusi ukuran panjang total ikan kakap merah yang tertangkap berkisar pada ukuran 12.3-30.2 cm, ukuran panjang standar berkisar 9.6-20.4 cm dan berat tubuh ikan berkisar pada berat 34-451 gram. Berdasarkan analisa hubungan panjang berat terkonfirmasi sifat pertumbuhan ikan kakap merah hasil tangkapan bubu adalah alometrik negatif. Persamaan pada hubungan Panjang Total (PT) dan Berat (B) adalah y = 0.0432x2.6751 dan pada Panjang Standar (PS) dan Berat (B) adalah y = 0.0947x2.6134. Hasil pengujian kondisi perairan terhadap jumlah hasil tangkapan didapatkan dengan nilai signifikansi > 0.05, bermakna bahwa tidak terdapat pengaruh hasil tangkapan terhadap faktor kondisi perairan. Kata Kunci: Kakap Merah, Bubu Modifikasi, Perairan Bunyu, Panjang Total, Panjang Standar. ABSTRACT Fishermen in the water of Bunyu still use a lot of fishing gear because the target is traps that have a fairly high economic value. Red snapper (Lutjanus sp) is one of the catch targets from trap fishing gear. Information related to the aspect of size distribution and the relationship between length and weight of red snapper caught by traps in Indonesia is still relatively small. This study aims to determine the size distribution and length and weight relationship of red snapper caught using modified poly vinyl chloride (PVC) traps in Bunyu waters. This research was conducted from September to October 2020. The results showed that the number of samples of red snapper caught was 59 fish. The distribution of the total length ranged from 9.6-20.4 cm and the body weight of the fish ranged from 34-451 grams. Based on the analysis of the relationship between length and weight, it was confirmed that the growth properties of red snapper caught by traps were negative allometric. The equation for the relationship between Total Length (PT) and Weight (B) is y=0.0432x2.6751 and the Standard Length (PS) and Weight (B) is y = 0.0947x2.6134. The results of testing the condition of the waters on the number of catches were obtained with a significance value > 0.05, meaning that there was no effect of the catch on the water condition factor.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peningkatan jumlah kasus Corona terjadi sangat cepat dan membutuhkan penanganan khusus. Di Indonesia, pemerintah memutuskan untuk menerapkan lockdown atau isolasi. Mobilitas masyarakat yang tinggi, menuntut pemerintah untuk menyediakan fasilitas yang menunjang. Salah satunya yaitu pelayanan publik dalam hal pengurusan paspor. Dengan ini muncul regulasi serta sistem baru dalam pelayanan paspor di masa Pandemi COVID-19 dengan memberlakukan protokol kesehatan sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease (COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode penelitian empiris, yaitu suatu metode penelitian hukum yang berfungsi untuk dapat melihat hukum dalam artian nyata serta meneliti bagaimana bekerjanya hukum disuatu lingkungan masyarakat. Teknik pengumpulan data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah wawancara, pengamatan/observasi dan kuesioner/angket. Penelitian ini dilaksanakan di Kantor Imigrasi kelas II TPI Nunukan yang berada di Jl. Tien Soeharto, Sedadap Kecamatan Nunukan Selatan dan di Kecamatan Sebatik Semasa pandemi COVID-19 Direktorat Jenderal Imigrasi telah banyak mengeluarkan pemberitahuan atau himbauan melalui Surat Edaran kepada seluruh kantor Imigrasi di Indonesia dalam rangka penanganan, pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease (Covid-19). Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan juga berinovasi dalam pelayanan pengurusan paspor yang dimana hal tersebut memudahkan pemohon dalam mengurus paspor. Beberapa inovasi dalam pengurusan paspor yaitu Sedadap Buton, Sebakis dan Lumbis Go. Inovasi ini diperuntukkan untuk kelompok khusus. Semua hal tersebut tidak terlepas dari protokol kesehatan yang berlaku.