ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Broiler chicken meat production in Tarakan City can meet the food needs of the people of Tarakan City. Most breeders in the City of Tarakan breed broiler chickens through a partnership pattern. Marketing efficiency is an important thing with the aim to improve the welfare of farmers. Research Objectives (1) To determine the pattern of broiler chicken marketing channel patterns of partnership in the District of North Tarakan. (2) To analyze the marketing margin of broiler partnership patterns in the North Tarakan District. (3) To analyze Farmer's Share in marketing broiler partnership patterns in North Tarakan District. This research was carried out in the North Tarakan Subdistrict of Tarakan City and was carried out starting from the beginning of July 2019 until the end of July 2019. Determination of the location of the research carried out intentionally (purposive) and the method of collecting data of respondents in this study using the Purposive and Snowball methods. Based on the results of research that has been conducted on the analysis of marketing margin marketing channel patterns and farmer's share of broiler chicken business partnership patterns in the North Tarakan District conclusions that can be drawn based on the researcher's objectives, namely: (1) There is a pattern of broiler chicken marketing channels, namely producers (breeders) - Mitra CV Paguntaka Mitra Sejahtera - retailers - end consumers. (2) Based on the results of the calculation of marketing margins on the marketing channel patterns of broiler chickens in North Tarakan District, the total marketing margin is Rp. 21,697. (3) Based on the results of the calculation of farmer's share in the marketing channel patterns of broiler chickens in the District of North Tarakan obtained farmer's share of less than 50% that is equal to 34.25% with a margin percentage of 65.74% so it can be concluded that the efficiency of marketing broiler chicken partnership patterns in Kecamatan Tarakan Utara is inefficient. However, based on the results of the analysis there are several benefits that can be obtained by farmers in partnership including 1) Chicken prices have been determined or agreed before conducting chicken farming activities so that farmers do not feel worried about the ups and downs of chicken prices. 2) Broiler chicken marketing is guaranteed because there are already partners ready to buy chicken when it is harvested. 3) Breeders only prepare cages, while other saprotans such as seeds, medicines and feed are provided by partner companies (nucleus). 4) By partnering, farmers are provided with knowledge about how to breed properly through training-training conducted by partner companies (core).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pulau Tias merupakan wilayah pesisir di Desa Tanjung Buka, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, dengan mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai nelayan. Sistem pemasaran hasil tangkapan di wilayah ini melibatkan pengepul yang menyediakan modal operasional, sehingga menciptakan pola ketergantungan yang mempengaruhi posisi tawar nelayan, namun data terdokumentasi mengenai rantai tata niaga di wilayah ini belum tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi saluran tata niaga beserta pelaku yang terlibat, menghitung margin pemasaran dan farmer's share, serta menganalisis tingkat efisiensi pemasaran ikan hasil tangkapan nelayan di Pulau Tias. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2025–Maret 2026 menggunakan metode survei dengan teknik purposive sampling dan snowball sampling terhadap 20 responden yang terdiri atas nelayan, pengepul, penampung, dan pengecer. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua saluran tata niaga, yaitu Saluran I (distribusi lokal: nelayan–pengepul–pengecer–konsumen akhir) dan Saluran II (distribusi ekspor: nelayan–pengepul–penampung–eksportir). Margin pemasaran Saluran I berkisar 24,5%–26,8%, sedangkan Saluran II 19,0%–36,7%. Nilai farmer's share Saluran I relatif seragam (74%–75%), sedangkan Saluran II lebih bervariasi (63%–81%), dengan seluruh nilai berada di atas 60%. Tingkat efisiensi pemasaran Saluran I (5,6%–8,0%) relatif lebih mendekati efisien dibandingkan Saluran II (6,4%–9,9%), meskipun secara umum kedua saluran masih tergolong kurang efisien (Ep > 5%). Penyederhanaan rantai pemasaran dan penguatan akses pasar langsung bagi nelayan disarankan sebagai strategi peningkatan efisiensi dan kesejahteraan nelayan di Pulau Tias.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan komoditas hortikultura strategis yang memiliki nilai ekonomi tinggi, namun menghadapi permasalahan serius berupa ketidakstabilan produksi dan fluktuasi harga yang ekstrem. Rantai pasok cabai rawit di wilayah ini melibatkan lima pelaku utama, yaitu petani, pedagang pengepul, pedagang besar, pedagang pengecer, dan konsumen akhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur rantai pasok, mengidentifikasi faktor penyebab fluktuasi harga, serta mengetahui efisiensi pemasaran cabai rawit di Kecamatan Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara. Pengambilan sampel dilakukan melalui purposive sampling terhadap 15 responden petani dan snowball sampling terhadap pelaku rantai pasok lainnya. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rantai pasok cabai rawit di Kecamatan Malinau Kota melibatkan lima pelaku utama dengan dua saluran pemasaran, yaitu Saluran I (three-level marketing: petani → pengepul → pedagang besar → pengecer → konsumen) dan Saluran II (two-level marketing: petani → pengepul → pengecer → konsumen). Faktor utama fluktuasi harga meliputi perubahan iklim, serangan hama penyakit, ketidakseimbangan penawaran-permintaan, dan lemahnya posisi tawar petani. Berdasarkan analisis farmer's share, Saluran I menghasilkan nilai 54,55% dan Saluran II sebesar 67%, keduanya melampaui ambang efisiensi 50%. Saluran II dinilai lebih efisien karena memiliki rantai distribusi lebih pendek dan proporsi harga yang diterima petani lebih besar. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kelembagaan petani dan pengembangan saluran distribusi yang lebih efisien guna meningkatkan kesejahteraan petani dan stabilitas harga.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This study aims to analyze the marketing channel of Liberica coffee in Tanjung Buka SP SA Village, Tanjung Palas Tengah District, Bulungan Regency, using a case study approach focused on a farmer named Mr. Sarmin. The research employed a purposive sampling method. The findings reveal that there is a single main marketing channel: from the farmer to the collector, and then to the final consumer. Within this channel, the farmer receives a Farmer's Share of only 6.25%. Additionally, a significant shrinkage was observed during processing, with up to 80% reduction from wet to dry coffee beans —80 kg of wet beans yielded only about 16 kg of dry beans substantially impacting the farmer's income. Factors influencing the farmer's choice of marketing channel include market accessibility, sales risks, social relationships, transportation, and distribution costs. Therefore, strengthening farmer institutions through cooperatives, improving distribution infrastructure, and providing training in post-harvest coffee processing are essential. These efforts can help farmers enhance value-added potential, improve marketing efficiency, and ultimately contribute to the welfare of coffee farmers in the region.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis saluran pemasaran kopi Liberika di Desa
Tanjung Buka SP 5A, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, dengan
studi kasus pada petani bernama Bapak Sarmin. Metode yang digunakan dalam penelitian
ini adalah purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat satu saluran
pemasaran utama, yaitu dari petani ke pengepul, lalu diteruskan ke konsumen akhir. Dalam
saluran ini, petani hanya memperoleh Farmer’s Share sebesar 6,25%. Selain itu, ditemukan
tingkat penyusutan yang tinggi dari kopi basah ke kopi kering, yakni mencapai 80%. Dari
80 kg kopi basah hanya dihasilkan sekitar 16 kg kopi kering, yang berdampak pada
menurunnya pendapatan petani. Faktor yang mempengaruhi petani dalam pemlilihan
saluran pemasaran yaitu aksebilitas pasar, resiko penjual, hubungan sosial, Tranportasi dan
biaya distribusi. Oleh karena itu, perlu adanya penguatan kelembagaan petani melalui
koperasi, peningkatan infrastruktur penunjang distribusi, serta pelatihan pengolahan kopi
pascapanen agar petani dapat meningkatkan nilai tambah dan efisiensi pemasaran,
sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani kopi di wilayah tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk mengetahui saluran pemasaran Roti Panas UD. An-Nur Bakery di Desa Sei. Pancang Kecamatan Sebatik Utara Kabupaten Nunukan (2) Untuk mengetahui marjin pemasaran Roti Panas UD. An-Nur Bakery di Desa Sei. Pancang (3) Untuk mengetahui Farmer’ s Share Roti Panas UD. An-Nur Bakery di UMKM Desa Sei. Pancang Kecamatan Sebatik Utara. (4) Untuk mengetahui efisien saluran pemasaran Roti Panas UD. An-Nur Bakery di Desa Sei Pancang Kecamatan Sebatik Utara. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode Snowball sampling. Lokasi penelitian ini di Desa Sei. Pancang. penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua saluran pemasaran yaitu saluran pemasaran tingkat nol adalah Produsen-konsumen, sedangkan pada saluran pemasaran tingkat I adalah produsen-pengecer-konsumen. Berdasarkan hasil perhitungan marjin pemasaran pada saluran pemasaran tingkat nol mulai dari produsen – konsumen diperoleh total marjin sebesar Rp.0 pada roti tawar dan pada roti varian rasa sebesar Rp.0. Sedangkan pada saluran pemasaran tingkat I mulai dari Produsen-Pengecer diperoleh total marjin sebesar Rp.0 Pada roti tawar dan total marjin pada roti varian rasa sebesar Rp.0. Sedangakan Pengecer-konsumen diperoleh total marjin sebesar Rp.2.000 Pada roti tawar dan total marjin pada roti varian rasa sebesar Rp.1.000. Berdasarkan analisis perhitungan Farmer’s share di saluran Pemasaran tingkat nol yaitu Roti tawar adalah 100%, dan pada roti varian rasa adalah 100% saluran pemasaran Tingkat I yaitu 83% roti tawar serta roti varian rasa yaitu 83% karena farmer’s Share, analisis perhitungan efisien saluran pemasaran pada roti tawar yaitu 0% dan roti varian rasa yaitu 0% pada tingkat nol sedangkan pada tingkat I yaitu roti tawar 20% serta roti varian rasa yaitu 20%, Berdasarkan hasil analisis pada saluran pemasaran tingkat I dikatakan efisiensi karena saluran pemasaran tingkat I lebih rendah efisiensinya. Kata kunci : Roti panas, Saluran Pemasaran, Marjin Pemasaran, Farmer’s Share, Efisiensi saluran Pemasaran.