Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

11 hasil
Subjek: margin pemasaran
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS EFESIENSI PEMASARAN BIJI KOPI ROBUSTA (Coffea Canephora) DI DESA KALIAMOK KECAMATAN MALINAU UTARA KABUPATEN MALINAU

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Masalah - masalah pemasaran kopi di Desa Kaliamok antara lain adalah hubungan harga yang diterima petani dengan biaya produksi yang mungkin tidak merangsang petani untuk meningkatkan produksi baik jumlah dan mutu. Margin pemasaran yang relatif tinggi dan kemungkinan fasilitas pemasaran yang belum memadai untuk memperlancar arus komoditas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis saluran pemasaran, dan margin pemasaran serta share pemasaran di Desa Kaliamok. Metode yang digunakan dalam penentuan sampel adalah kouta sampling yaitu pengambilan dengan cara menetapkan sejumlah sampel sebanyak 30 petani kopi. Purposive sampling merupakan teknik untuk menentukan sampel. Dalam penelitian ini sampel yang memenuhui syarat hanya 11 orang petani dengan beberapa pertimbagan tertentu: 1. Petani yang berusaha tani tanaman kopi berumur 5 – 10 tahun, 2. Petani yang telah memproduksi kopi. Dan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, marjin pemasaran, margin distribusi, dan harga yang diterima petani serta rasio keuntugan dan biaya dan farmer’s share dalam pemasaran biji kopi robusta. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada satu saluran pemasaran biji kopi di desa kaliamok, yaitu saluran I: petani – pedagang pengumpul – konsumen. Pada saluran pemasaran I memiliki total biaya pemasaran Rp 11.093 per Kg. dan memiliki dua marjin yang berbeda margin grade 1&2 Rp 90.000 per Kg dan margin grade 3 Rp 35.000 per Kg serta keuntugan pemasaran pada grade 1&2 Rp 98,79% dan grade 3 Rp 27,13%. Dilihat dari efesiensi pemasaran secara ekonimis dari saluran pemasaran yang ada di Desa Kaliamok tidak efisien karena memiliki marjin yang besar pada grade 1&2 sebesar 90.000 per Kg dan grade 3 Rp 35.000 per Kg dan memiliki nilai farmer’s share yang rendah pada grade 1&2 Rp 10% dan grade 3 Rp 22.22%. Adapun saran yang diajukan peneliti oleh peneliti adalah petani perlu mencari informasi harga di tingkat konsumen agar tawar – menawar lebih kuat dan untuk meningkatkan share harga yang diterima petani, perlu diupayakan petani melakukan pemisah kulit kopi dari biji, penjemuran dan sortir agar share harga yang didapat petani lebih besar.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Rantai Tata Niaga Komoditas Ikan Hasil Tangkapan Nelayan di Wilayah Pesisir Tias Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pulau Tias merupakan wilayah pesisir di Desa Tanjung Buka, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, dengan mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai nelayan. Sistem pemasaran hasil tangkapan di wilayah ini melibatkan pengepul yang menyediakan modal operasional, sehingga menciptakan pola ketergantungan yang mempengaruhi posisi tawar nelayan, namun data terdokumentasi mengenai rantai tata niaga di wilayah ini belum tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi saluran tata niaga beserta pelaku yang terlibat, menghitung margin pemasaran dan farmer's share, serta menganalisis tingkat efisiensi pemasaran ikan hasil tangkapan nelayan di Pulau Tias. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2025–Maret 2026 menggunakan metode survei dengan teknik purposive sampling dan snowball sampling terhadap 20 responden yang terdiri atas nelayan, pengepul, penampung, dan pengecer. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua saluran tata niaga, yaitu Saluran I (distribusi lokal: nelayan–pengepul–pengecer–konsumen akhir) dan Saluran II (distribusi ekspor: nelayan–pengepul–penampung–eksportir). Margin pemasaran Saluran I berkisar 24,5%–26,8%, sedangkan Saluran II 19,0%–36,7%. Nilai farmer's share Saluran I relatif seragam (74%–75%), sedangkan Saluran II lebih bervariasi (63%–81%), dengan seluruh nilai berada di atas 60%. Tingkat efisiensi pemasaran Saluran I (5,6%–8,0%) relatif lebih mendekati efisien dibandingkan Saluran II (6,4%–9,9%), meskipun secara umum kedua saluran masih tergolong kurang efisien (Ep > 5%). Penyederhanaan rantai pemasaran dan penguatan akses pasar langsung bagi nelayan disarankan sebagai strategi peningkatan efisiensi dan kesejahteraan nelayan di Pulau Tias.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Evaluatif Tataniaga Komoditas Ikan Terumbu Karang di Pulau Balikukup

2026•

ANALISIS EVALUATIF TATA NIAGA KOMODITAS IKAN TERUMBU KARANG DI PULAU BALIKUKUP Abstrak Ikan terumbu karang merupakan komoditas unggulan bernilai ekonomi penting bagi masyarakat Pulau Balikukup, penelitian ini didasarkan pada belum optimalnya kesejahteraan nelayan ikan terumbu karang di Pulau Balikukup akibat rantai tata niaga yang tidak efisien dan lemahnya posisi tawar mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis saluran distribusi, mengidentifikasi komoditas, serta mengevaluasi efisiensi kinerja sistem tata niaga tersebut. Analisis penelitian dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif terhadap 30 nelayan dan 7 pengepul menggunakan indikator biaya pemasaran, margin, keuntungan, efisiensi, dan fisherman's share. Hasil penelitian menunjukkan adanya dua saluran tata niaga: Saluran I (ekspor) terbukti sangat efisien dengan indeks 5,45%, biaya Rp 8.239/kg, dan margin Rp 108.166/kg; sedangkan Saluran II (lokal) tidak efisien karena rantainya lebih panjang dengan biaya mencapai Rp 21.631/kg dan margin Rp 214.000/kg. Penelitian ini merekomendasikan pembentukan koperasi untuk memutus ketergantungan modal nelayan, investasi mesin es bertenaga surya guna menekan biaya rantai dingin, serta peningkatan pengawasan kelestarian ekosistem oleh pemerintah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS POLA TATANIAGA IKAN KARANG DI KECAMATAN PULAU DERAWAN KABUPATEN BERAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS POLA TATANIAGA IKAN KARANG DI KECAMATAN PULAU DERAWAN KABUPATEN BERAU ABSTRAK Kecamatan Pulau Derawan memiliki potensi perikanan tangkap yang besar dengan ekosistem terumbu karang yang luas. Namun, keberadaan beberapa lembaga pemasaran dalam proses tataniaga ikan karang dapat memengaruhi biaya, margin pemasaran, bagian harga yang diterima nelayan (farmer’s share), dan efisiensi pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis saluran tataniaga, margin pemasaran, farmer’s share, dan efisiensi pemasaran ikan karang di Kecamatan Pulau Derawan, Kabupaten Berau. Penelitian dilaksanakan pada 10–25 April 2025 dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Responden berjumlah 35 orang, terdiri atas 15 nelayan, 10 pedagang pengepul/penampung, dan 10 pedagang pengecer. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan identifikasi langsung. Analisis data meliputi saluran pemasaran, margin pemasaran, farmer’s share, dan efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat saluran tataniaga ikan karang. Margin pemasaran pada Saluran I dan II sebesar Rp9.000–Rp10.000/kg, Saluran III sebesar Rp14.000–Rp15.000/kg, sedangkan pada Saluran IV margin total mencapai Rp24.000–Rp25.000/kg. Farmer’s share pada pemasaran lokal mencapai 70,71%, sedangkan pemasaran luar daerah sebesar 48,3%. Nilai efisiensi pemasaran pada Saluran I sebesar 2,0–2,3% dan Saluran IV sebesar 0,80–0,88%, sehingga termasuk efisien berdasarkan kriteria penelitian. Sementara itu, Saluran II sebesar 6,5–7,0% dan Saluran III sebesar 8,25–9,40% termasuk tidak efisien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan panjang saluran dan biaya pemasaran berpengaruh terhadap margin, farmer’s share, dan efisiensi pemasaran ikan karang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PEMASARAN CABAI RAWIT (Capsicum Frutescens L) DI KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi saluran pemasaran serta menganalisis biaya pemasaran, margin pemasaran, dan farmer’s share cabai rawit (Capsicum frutescens L.) di Kota Tarakan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Mei 2026 di Kelurahan Kampung Enam dan Mamburungan, Kecamatan Tarakan Timur, serta Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara, Kota Tarakan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling terhadap 70 petani cabai rawit. Data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis saluran pemasaran, margin pemasaran, biaya pemasaran, dan farmer’s share. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua saluran pemasaran cabai rawit di Kota Tarakan, yaitu saluran pemasaran langsung (produsen–konsumen) yang digunakan oleh 12 petani (17,14%) dan saluran pemasaran tidak langsung (produsen–agen–pedagang pengecer–konsumen) yang digunakan oleh 58 petani (82,86%). Pada saluran pemasaran langsung tidak terdapat biaya pemasaran maupun margin pemasaran, sehingga nilai farmer’s share mencapai 100%. Sementara itu, pada saluran pemasaran tidak langsung diperoleh total biaya pemasaran sebesar Rp14.535/kg, total margin pemasaran sebesar Rp35.212/kg, dan total keuntungan lembaga pemasaran sebesar Rp20.677/kg. Nilai farmer’s share pada saluran ini sebesar 71%, yang menunjukkan bahwa petani menerima 71% dari harga yang dibayarkan oleh konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran pemasaran langsung memberikan bagian harga yang lebih besar kepada petani dibandingkan saluran pemasaran tidak langsung

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kinerja Pemasaran Beras Lokal di Desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Beras merupakan makanan pokok bagi hampir seluruh masyarakat Indonsesia. Desa Tanjung Lapang merupakan salah satu wilayah sentra penanaman padi di Kabupaten Malinau. Penelitian ini bertujuan untuk, 1) Untuk menganalisis saluran pemasaran komoditi beras di Desa Tanjung Lapang. 2) Untuk menganalisis fungsi pemasaran komoditi beras di Desa Tanjung Lapang. 3) Untuk menganalisis kinerja pemasaran komoditi beras di Desa Tanjung Lapang. Responden dalam penelitian ini adalah petani padi dan semua lembaga pemasaran yang terlibat dalam pemasaran beras dari petani perusda pedagang pengecer dan konsumen akhir. Penelitian di lakasankan di Desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat pada bulan Februari 2024. Pemelihan lokasi penelitian ini dilakukan secara sengaja dengan pertimbangan bahwa mayoritas penduduk di Desa Tanjung Lapang merupakan petani padi. Data dikumpulkan dengan dengan metode observasi, wawancara, studi pustaka, dokumentasi, kuesioner, sedangkan sumber data bersumber dari data primer dan skunder. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan sampling jenuh dimana semua anggota populasi dijadikan sampel. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan saluran pemasaran beras di Desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat memiliki satu pola saluran pemasaran yaitu : petani – perusda – pedagang pengecer – konsumen akhir. Kinerja pemasaran beras lokal dapat dilihat pada sebaran marjin pemasaran dan famer’s share. Margin pemasaran yang diperoleh pada pola pemasaran I yakni sebesar 6.900/kg. Famer’s Share yang didapat pada pola pemasaran I sebesar 47%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Saluran Pemasaran Ayam Broiler Peternak Mandiri di Kelurahan Karang Harapan Kecamatan Tarakan Barat Kota Tarakan

2022•

Usaha peternakan unggas di Indonesia semakin berkembang dengan usaha peternakan. Tarakan dengan jumlah populasi yaitu 3.390.250 ekor sangat berkembang dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis saluran pemasaran, margin pemasaran, farmer’s share, dan menganalisis efisiensi pemasaran ayam broiler di di Kelurahan Karang Harapan Tarakan Barat Kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan pada bulan September – Oktober 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode saluran pemasaran, margin pemasaran, farmer’s share dan efisiensi pemasaran. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara menggunakan kuisioner manual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada 3 (tiga) saluran pemasaran di Kelurahan Karang Harapan Tarakan Barat Kota Tarakan. Lembaga pemasaran yang terlibat yaitu peternak, pengempul, pedagang besar dan pedagang kecil. Pemasaran ayam broiler di Pasar Gusher dan Pasar Tenguyun Kota Tarakan sudah efisien. Sehingga dapat disimpulkan bahwa saluran pemasaran I adalah saluran yang paling efesien karena memiliki saluran pemasaran yang lebih pendek, margin pemasaran yang lebih kecil yaitu sebesar Rp.7.000/kg dan farmer’s share yang lebih besar yaitu sebesar 89.39%, serta nilai Efesiensi pemasaran yang lebih kecil yaitu sebesar 1.19%. Adapun saran penelitian ini : Disarankan bagi peternak dan pelaku pasar untuk memilih saluran pemasaran yang sesuai agar mendapatkan keuntungan yang besar dan disarankan agar lebih banyak mencari dan memahami informasi pasar untuk memahami aspek harga, jumlah, dan kualitas produk.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Saluran Dan Marjin Pemasaran Komoditas Hortikultura Kangkung Di Desa Binusan Kecamatan Nunukan Kabupaten Nunukan

2021•

Kangkung merupakan salah satu sayuran yang biasa dibudidayakan di Kecamatan Nunukan, khususnya di Desa Binusan. Hasil dari budidaya tersebut kemudian dipasarkan melalui saluran pemasaran yang beranekaragam. Saluran pemasaran ini akan menimbulkan bagian harga dari setiap tingkatan salurannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran, besar biaya, marjin, dan farmer’s share. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Binusan Kecamatan Nunukan Kabupaten Nunukan pada bulan Agustus-Desember 2021. Penentuan sampel dengan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua saluran pemasaran kangkung di Desa Binusan yaitu, saluran I: Petani → Pedagang Besar → Pedagang Pengecer → Konsumen, dan Saluran II: Petani → Pedagang Pengecer → Konsumen. Nilai marjin pemasaran saluran I sebesar Rp.7.500 per kilogram, saluran pemasaran II sebesar Rp.6.000 per kilogram. Farmer’s share saluran pemasaran I sebesar 50 persen, farmer’s share saluran pemasaran II sebesar 60 persen. Hasil analisis marjin pemasaran, farmer’s share menunjukkan bahwa saluran II merupakan saluran pemasaran yang lebih efisien dikarenakan nilai marjin pemasaran yang lebih rendah, nilai farmer’s share yang lebih tinggi, dan rasio keuntungan yang lebih merata walaupun nilainya lebih kecil. Selain itu di saluran pemasaran ini harga jual petani kangkung adalah yang tertinggi akan tetapi volume penjualan yang sedikit lebih rendah dibandingkan dengan volume penjualan saluran pemasaran I.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis saluran pemasaran komoditas ubi kayu (manihot esculenta) di kota tarakan

2021•

Salah satu komoditas tanaman pangan yang menjadi unggulan dan mempunyai potensi dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah ubi kayu. Kota Tarakan merupakan salah satu daerah sentra produksi ubi kayu. Tujuan Penelitian ini adalah : (1) Mengetahui saluran pemasaran komoditas ubi kayu (Manihot esculenta) (2) Menganalisis margin pemasaran dan farmer’s share yang diperoleh lembaga pemasaran ubi kayu (3) Menganalis efisiensi saluran pemasaran ubi kayu (manihot esculenta) di Kota Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode margin pemasaran, farmer’s share dan efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukan saluran pemasaran di Kota Tarakan terdapat 3 saluran pemasaran dengan margin pemasaran, farmer’s share dan perhitungan efisiensi pemasaran yang berbeda. Pada saluran pemasaran I tidak terdapat margin pemasaran, saluran pemasaran II terdapat total margin pemasaran sebesar 2.000/kg dan saluran pemasaran III terdapat total margin pemasaran sebesar 4.000/kg. Hasil perhitungan dari farmer’s share pada saluran pemasaran I diperoleh sebesar 100%, saluran pemasaran II diperoleh sebesar 50% dan pada saluran pemasaran III diperoleh sebesar 43%. Hasil perhitungan efisiensi pemasaran yaitu saluran pemasaran I merupakan saluran yang efisien karena bagian yang terima petani rendah yaitu 0%, saluran II merupakan saluran kurang efisien karena bagian yang diterima petani terbilang besar yaitu 40% sedangkan untuk saluran pemasaran III merupakan saluran kurang efisien karena hasil analisis efisiensi lebih besar yaitu 57%. Adapun saran penelitian ini adalah : (1) Pemerintah seharusnya lebih aktif memberikan penyuluhan kepada petani mengenai sistem pemasaran ubi kayu yang efektif agar bisa mensejahterakan petani ubi kayu (2) petani sebaiknya memasarkan hasil panennya dengan memilih saluran yang paling pendek seperti dari petani ke konsumen, agar keuntungan yang diperoleh dari hasil produksi yang dihasilkan dapat memperoleh keuntungan yang besar.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN PRODUK MADU LEBAH KELULUT (TRIGONA SP) DI KOTA TARAKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN PRODUK MADU LEBAH KELULUT (Trigona sp) DI KOTA TARAKAN. ABSTRAK Penelitian ini bermaksud menjawab empat pertanyaan terkait produk madu lebah kelulut (trigona sp) di Kota Tarakan. Yang pertama bagaimana saluran pemasaran produk madu lebah kelulut (trigona sp) Di Kota Tarakan ?, kedua bagaimana margin pemasaran produk madu lebah kelulut (trigona sp) Di Kota Tarakan ? yang ketiga bagaimana farmer’s share saluran pemasaran produk madu lebah kelulut (trigona sp) di Kota Tarakan ? dan yang ke empat bagaimana tingkat efisiensi saluran pemasaran produk madu lebah kelulut (trigona sp) Di Kota Tarakan. Metode pengumpulan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling yaitu teknik pengambilan data secara sengaja, (Sugiyono, 2017) dengan kriteria yaitu : lembaga yang ikut serta menjadi distributor madu lebah kelulut trigona sp dan kegiatan distribusi harus continue (berlanjut) dan menentukan sumber-sumber informasi yang ada. Metode pengambilan sampel menggunakan metode sampling total, merupakan teknik pengambilan sampel dimana seluruh anggota populasi dijadikan sampel semua sebagai subyek yang dipelajari atau sebagai responden pemberi informasi. Jumlah sampel responden sebanyak 3 pengusaha madu lebah kelulut trigona sp binaan UPT.KPH Kota Tarakan, 1 orang pengelola koperasi UPT.KPH Kota Tarakan, dan 1 orang pengelola UMKM Kota Tarakan. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data Sekunder adalah data yang diperoleh oleh pihak lain melalui studi pustaka. Data sekunder diambil dari literatur-literatur yang relavan seperti paper, jurnal, dan karya ilmiah lainnya. Data primer adalah data yang didapatkan secara langsung, data ini didapatkan dari hasil wawancara kepada pengusaha madu lebah kelulut (trigona sp) di Kota Tarakan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif, analisis margin pemasaran, analisis farmer’s share, dan analisis efisiensi pemasaran. Hasil dari penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa : pertama, terdapat tiga saluran pemasaran produk madu lebah kelulut (trigona sp) di Kota Tarakan yaitu dimana saluran I produsen langsung menjual produk madu ke konsumen akhir tanpa melalui lembaga pemasaran, saluran II produsen menjual produk madu nya melalui satu lembaga pemasaran, dan saluran III produsen menjual produk madu nya melalui dua lembaga pemasaran. kedua, total margin pemasaran pada saluran I dan II sama yaitu Rp. 0, pada saluran III total margin yang diperoleh sebesar Rp. 10.000. Ketiga, hasil Farmer’s Share dari ketiga saluran pemasaran yaitu sebesar 100%. Keempat, hasil perhitungan efisiensi pemasaran dari ketiga saluran pemasaran yaitu 0%. Sesuai kaidh keputusan 0-33% dikatakan efisien. Kata kunci : Madu, Lebah Kelulut (trigona sp), Saluran Pemasaran, Margin Pemasaran, Farmer’s Share, Efisiensi Pemasaran.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PEMASARAN RUMPUT LAUT (EUCHEUMA COTTONII) DIKELURAHAN PANTAI AMAL KECAMATAN TARAKAN TIMUR KOTA TARAKAN

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PERMASALAHAN YANG SERING DIHADAPI DALAM MEWUJUDKAN PEMASARAN YANG EFISIEN ADALAH TINGGI RENDAHNYA TINGKAT HARGA YANG DITERIMA PETANI YANG ERAT KAITANNYA DENGAN POLA PEMASARAN YANG TERBENTUK DAN BESARNYA MARJIN PEMASARAN, SEHINGGA UNTUK MENINGKATKAN PEMASARAN PETANI DAPAT DICAPAI APABILA POLA PEMASARAN DAN PENYEBAB TINGGINYA MARJIN PEMASARAN DIKETAHUI. TUJUAN PENELITIAN INI ADALAH: (1) MENGANALISIS POLA SALURAN PEMASARAN RUMPUT LAUT DI KELURAHAN PANTAI AMAL KOTA TARAKAN (2) MENGANALISIS MARJIN PEMASARAN YANG DIPEROLEH MASING-MASING LEMBAGA PEMASARAN RUMPUT LAUT DI KELURAHAN PANTAI AMAL KOTA TARAKAN (3) MENGANALISIS FARMER’S SHARE YANG DITERIMA PETANI RUMPUT LAUT DI KELURAHAN PANTAI AMAL KOTA TARAKAN (4) MENGANALISIS BESARNYA EFISIENSI SALURAN PEMASARAN RUMPUT LAUT DI KELURAHAN PANTAI AMAL KOTA TARAKAN. PENENTUAN JUMLAH SAMPEL MENGGUNAKAN RUMUS SLOVIN DAN YANG DIAMBIL SEBANYAK 22 RESPONDEN. PENELITIAN INI DILAKSANAKAN DI KOTA TARAKAN YANG DILAKUKAN PADA BULAN DESEMBER 2019-JULI 2020. METODE ANALISIS YANG DIGUNAKAN YAITU ANALISIS SALURAN PEMASARAN, ANALISIS MARJIN PEMASARAN, FARMER’S SHARE DAN EFISIENSI PEMASARAN. HASIL PENELITIAN MENUNJUKKAN BAHWA TERDAPAT DUA SALURAN PEMASARAN DENGAN MARJIN, FARMER’S SHARE DAN PERHITUNGAN EFISIENSI YANG BERBEDA. PEMASARAN I DIPEROLEH TOTAL MARGIN SEBESAR RP 3.000/KG DAN PADA SALURAN PEMASARAN II DIPEROLEH TOTAL MARGIN SEBESAR RP 7.853/KG. HASIL PERHITUNGAN FARMER’S SHARE PEMASARAN I DIPEROLEH SEBESAR 77%, DAN SALURAN PEMASARAN II DIPEROLEH SEBESAR 51%. BERDASARKAN PERHITUNGAN EFISIENSI DIKETAHUI BAHWA SALURAN PEMASARAN I MERUPAKAN SALURAN YANG EFISIEN KARENA BAGIAN YANG DITERIMA PETANI TERBILANG BESAR YAITU 77%, SEDANGKAN PADA POLA SALURAN PEMASARAN II MERUPAKAN SALURAN YANG KURANG EFISIEN KARENA HASIL ANALISIS EFISIENSINYA LEBIH BESAR DARI SALURAN PEMASARAN I YAITU SEBESAR 49%. JADI DAPAT DISIMPULKAN BAHWA KEDUA SALURAN TERSEBUT SALURAN PEMASARAN YANG EFISIEN YAITU SALURAN PEMASARAN I DAN KURANG EFISIEN SALURAN PEMASARAN II.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail