2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Lahirnya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 sebagai perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa membawa transformasi fundamental dalam tata kelola pemerintahan desa di Indonesia. Perubahan signifikan pada masa jabatan kepala desa menjadi delapan tahun, penguatan jaminan kesejahteraan perangkat desa, hingga pengaturan dana konservasi bagi desa di kawasan hutan, menuntut kesiapan adaptasi pada level pemerintah desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana implementasi kebijakan terbaru tersebut pada Pemerintah Desa Sungai Barang, serta mengidentifikasi faktor penghambat dan pendukung dalam proses transisinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, studi dokumentasi terhadap produk hukum desa, serta wawancara mendalam dengan Kepala Desa, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan tokoh masyarakat di Desa Sungai Barang. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan teori implementasi kebijakan publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Desa Sungai Barang telah mulai melakukan penyesuaian administratif, terutama terkait sinkronisasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) dengan masa jabatan delapan tahun yang baru. Implementasi UU No. 3 Tahun 2024 di desa ini memberikan peluang besar pada stabilitas program pembangunan sektor unggulan, khususnya perkebunan kopi dan infrastruktur pengairan. Namun, ditemukan beberapa tantangan utama, yakni: 1) Keterbatasan sumber daya manusia dalam iii menerjemahkan regulasi baru ke dalam Peraturan Desa; 2) Perlunya penguatan fungsi pengawasan BPD guna mencegah potensi penyalahgunaan kekuasaan akibat perpanjangan masa jabatan; dan 3) Kesiapan infrastruktur digital desa dalam memenuhi mandat transparansi informasi publik. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi UU No. 3 Tahun 2024 di Desa Sungai Barang sangat bergantung pada sinergi antara kepemimpinan desa yang akuntabel dan partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan partisipatif. Rekomendasi penelitian diarahkan pada perlunya bimbingan teknis intensif dari pemerintah daerah serta percepatan digitalisasi administrasi desa untuk mendukung tata kelola yang bersih dan efektif.
2026 · Thesis ·
Lahirnya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 sebagai perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa membawa transformasi fundamental dalam tata kelola pemerintahan desa di Indonesia. Perubahan signifikan pada masa jabatan kepala desa menjadi delapan tahun, penguatan jaminan kesejahteraan perangkat desa, hingga pengaturan dana konservasi bagi desa di kawasan hutan, menuntut kesiapan adaptasi pada level pemerintah desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana implementasi kebijakan terbaru tersebut pada Pemerintah Desa Sungai Barang, serta mengidentifikasi faktor penghambat dan pendukung dalam proses transisinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, studi dokumentasi terhadap produk hukum desa, serta wawancara mendalam dengan Kepala Desa, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan tokoh masyarakat di Desa Sungai Barang. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan teori implementasi kebijakan publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Desa Sungai Barang telah mulai melakukan penyesuaian administratif, terutama terkait sinkronisasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) dengan masa jabatan delapan tahun yang baru. Implementasi UU No. 3 Tahun 2024 di desa ini memberikan peluang besar pada stabilitas program pembangunan sektor unggulan, khususnya perkebunan kopi dan infrastruktur pengairan. Namun, ditemukan beberapa tantangan utama, yakni: 1) Keterbatasan sumber daya manusia dalam iii menerjemahkan regulasi baru ke dalam Peraturan Desa; 2) Perlunya penguatan fungsi pengawasan BPD guna mencegah potensi penyalahgunaan kekuasaan akibat perpanjangan masa jabatan; dan 3) Kesiapan infrastruktur digital desa dalam memenuhi mandat transparansi informasi publik. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi UU No. 3 Tahun 2024 di Desa Sungai Barang sangat bergantung pada sinergi antara kepemimpinan desa yang akuntabel dan partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan partisipatif. Rekomendasi penelitian diarahkan pada perlunya bimbingan teknis intensif dari pemerintah daerah serta percepatan digitalisasi administrasi desa untuk mendukung tata kelola yang bersih dan efektif.
2026 · Book ·
Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) berbasis zonasi dirancang sebagai kebijakan nasional untuk menjamin hak konstitusional warga negara atas pendidikan yang adil dan merata, sebagaimana diamanatkan Pasal 31 UUD NRI 1945. Meskipun bertujuan mulia, implementasinya kerap menemui kendala di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemenuhan hak konstitusional dalam implementasi SPMB, dengan fokus studi kasus di Kabupaten Malinau. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dan analisis peraturan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif, SPMB telah selaras dengan prinsip keadilan akses pendidikan. Namun, implementasinya di Kabupaten Malinau belum optimal karena terkendala ketimpangan sarana prasarana antar sekolah dan resistensi sosial terhadap sistem zonasi. Akibatnya, pemenuhan hak konstitusional warga negara atas pendidikan yang merata belum sepenuhnya terwujud. Penelitian ini merekomendasikan penguatan regulasi teknis dan pemerataan kualitas sarana pendidikan.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) berbasis zonasi dirancang sebagai kebijakan nasional untuk menjamin hak konstitusional warga negara atas pendidikan yang adil dan merata, sebagaimana diamanatkan Pasal 31 UUD NRI 1945. Meskipun bertujuan mulia, implementasinya kerap menemui kendala di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemenuhan hak konstitusional dalam implementasi SPMB, dengan fokus studi kasus di Kabupaten Malinau. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dan analisis peraturan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif, SPMB telah selaras dengan prinsip keadilan akses pendidikan. Namun, implementasinya di Kabupaten Malinau belum optimal karena terkendala ketimpangan sarana prasarana antar sekolah dan resistensi sosial terhadap sistem zonasi. Akibatnya, pemenuhan hak konstitusional warga negara atas pendidikan yang merata belum sepenuhnya terwujud. Penelitian ini merekomendasikan penguatan regulasi teknis dan pemerataan kualitas sarana pendidikan.
2025 · Book ·
Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat penyerapan tenaga kerja serta pertumbuhannya pada sektor industri mikro kecil di lima provinsi di Kalimantan, sekaligus menguji pengaruh jumlah unit usaha, investasi publik, dan nilai output terhadap penyerapan tenaga kerja, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari Kementerian Keuangan dan Badan Pusat Statistik (BPS) periode 2017-2023. Analisis dilakukan dengan metode regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, jumlah unit usaha dan nilai output berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Sementara itu, investasi publik juga berpengaruh signifikan, namun dengan arah negatif ini disebabkan karena dominasi investasi di sektor padat modal. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Kalimantan. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan sektor industri mikro dan kecil secara terpadu, serta perlunya pengalokasian investasi publik yang lebih tepat sasaran agar mampu mendukung ekspansi unit usaha dan mendorong pertumbuhan kesempatan kerja.
2025 · Book ·
JEFRI 2025. Struktur dan Fungsi Mantra Pagar Diri Suku Dayak Lundayeh Di Desa Long Simau Kecamatan Mentarang Hulu Kabupaten Malinau. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan. Dosen Pembimbing Utama, Siti Fathonah, M.Pd. Anggota Pembimbing Rita Kumala Sari, M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Struktur dan Fungsi Mantra Pagar Diri Suku Dayak Lundayeh di Desa Long Simau, Kecamatan Mentarang Hulu, Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan Deskriptif Kualitatif. Data penelitian berupa frasa atau kalimat mantra pagar diri Suku Dayak Lundayeh yang diperoleh dari informan/narasumber. Instrumen Penelitian adalah Human Instrument. Teknik Pengumpulan data meliputi Observasi, Wawancara, Teknik Catat, Teknik Perekaman, dan Dokumentasi. Analisis Data dilakukan melalui tahap Identifikasi, Klasifikasi, Analisis Data, dan Kesimpulan. Diperoleh sebanyak delapan data mantra pagar diri. Analisis struktur mantra menunjukkan bahwa unsur judul setiap mantra memiliki unsur judul sebagai penanda identitas dan tujuan. Unsur pembuka, menunjukkan kerendahan hati penutur kepada penguasa yang diyakini dapat mengabulkan permintaan. Unsur niat, sugesti, dan tujuan. Tidak semua mantra memiliki keenam unsur pembangun (judul, pembuka, niat, sugesti, tujuan, penutup) secara lengkap. Beberapa mantra hanya terdiri dari tiga unsur karena makna kalimatnya tidak dapat dipahami secara keseluruhan, meskipun demikian setiap mantra pagar diri tetap memiliki kegunaannya sebagai pelindung diri. Fungsi mantra secara keseluruhan, mantra pagar diri Suku Dayak Lundayeh di Desa Long Simau, Kecamatan Mentarang Hulu, Kabupaten Malinau, memiliki tiga fungsi: fungsi budaya, fungsi kepercayaan, dan fungsi pendidikan. Fungsi budaya, mantra merupakan warisan budaya lisan yang diturunkan secara turun-temurun. Fungsi kepercayaan, mantra digunakan sebagai perisai diri dari berbagai gangguan, seperti serangan hama dan gagal panen (Mantra Nawar Mengai), gangguan makhluk halus (Mantra Otu), gangguan binatang buas (Mantra Amaa, Amalun), niat jahat seseorang (Mantra Febey), gangguan ilmu hitam (Mantra Iyo, Iyolun), tersedak tulang ikan (Mantra Meker), gangguan kesehatan dan penyakit keras (Mantra Tuwe), serta musibah dan marabahaya saat membangun rumah (Mantra Biyen). Fungsi pendidikan, mantra-mantra ini kini diwariskan sebagai bahan pembelajaran sejarah lokal bagi generasi muda, mengingat masyarakat Dayak Lundayeh saat ini telah menganut sistem kepercayaan beragama dan tidak lagi mempraktikkan animisme dan dinamisme.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat penyerapan tenaga kerja serta pertumbuhannya pada sektor industri mikro kecil di lima provinsi di Kalimantan, sekaligus menguji pengaruh jumlah unit usaha, investasi publik, dan nilai output terhadap penyerapan tenaga kerja, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari Kementerian Keuangan dan Badan Pusat Statistik (BPS) periode 2017-2023. Analisis dilakukan dengan metode regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, jumlah unit usaha dan nilai output berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Sementara itu, investasi publik juga berpengaruh signifikan, namun dengan arah negatif ini disebabkan karena dominasi investasi di sektor padat modal. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Kalimantan. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan sektor industri mikro dan kecil secara terpadu, serta perlunya pengalokasian investasi publik yang lebih tepat sasaran agar mampu mendukung ekspansi unit usaha dan mendorong pertumbuhan kesempatan kerja.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
JEFRI 2025. Struktur dan Fungsi Mantra Pagar Diri Suku Dayak Lundayeh Di Desa Long Simau Kecamatan Mentarang Hulu Kabupaten Malinau. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan. Dosen Pembimbing Utama, Siti Fathonah, M.Pd. Anggota Pembimbing Rita Kumala Sari, M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Struktur dan Fungsi Mantra Pagar Diri Suku Dayak Lundayeh di Desa Long Simau, Kecamatan Mentarang Hulu, Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan Deskriptif Kualitatif. Data penelitian berupa frasa atau kalimat mantra pagar diri Suku Dayak Lundayeh yang diperoleh dari informan/narasumber. Instrumen Penelitian adalah Human Instrument. Teknik Pengumpulan data meliputi Observasi, Wawancara, Teknik Catat, Teknik Perekaman, dan Dokumentasi. Analisis Data dilakukan melalui tahap Identifikasi, Klasifikasi, Analisis Data, dan Kesimpulan. Diperoleh sebanyak delapan data mantra pagar diri. Analisis struktur mantra menunjukkan bahwa unsur judul setiap mantra memiliki unsur judul sebagai penanda identitas dan tujuan. Unsur pembuka, menunjukkan kerendahan hati penutur kepada penguasa yang diyakini dapat mengabulkan permintaan. Unsur niat, sugesti, dan tujuan. Tidak semua mantra memiliki keenam unsur pembangun (judul, pembuka, niat, sugesti, tujuan, penutup) secara lengkap. Beberapa mantra hanya terdiri dari tiga unsur karena makna kalimatnya tidak dapat dipahami secara keseluruhan, meskipun demikian setiap mantra pagar diri tetap memiliki kegunaannya sebagai pelindung diri. Fungsi mantra secara keseluruhan, mantra pagar diri Suku Dayak Lundayeh di Desa Long Simau, Kecamatan Mentarang Hulu, Kabupaten Malinau, memiliki tiga fungsi: fungsi budaya, fungsi kepercayaan, dan fungsi pendidikan. Fungsi budaya, mantra merupakan warisan budaya lisan yang diturunkan secara turun-temurun. Fungsi kepercayaan, mantra digunakan sebagai perisai diri dari berbagai gangguan, seperti serangan hama dan gagal panen (Mantra Nawar Mengai), gangguan makhluk halus (Mantra Otu), gangguan binatang buas (Mantra Amaa, Amalun), niat jahat seseorang (Mantra Febey), gangguan ilmu hitam (Mantra Iyo, Iyolun), tersedak tulang ikan (Mantra Meker), gangguan kesehatan dan penyakit keras (Mantra Tuwe), serta musibah dan marabahaya saat membangun rumah (Mantra Biyen). Fungsi pendidikan, mantra-mantra ini kini diwariskan sebagai bahan pembelajaran sejarah lokal bagi generasi muda, mengingat masyarakat Dayak Lundayeh saat ini telah menganut sistem kepercayaan beragama dan tidak lagi mempraktikkan animisme dan dinamisme.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Isolasi sosial adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami penurunandalam berinterakti dengan orang lain dan lingkungan sekitarnya, karena pernah mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan, ditolak, tidak diterima, dan kesepian sehingga orang dengan isolasi sosial lebih suka berdiam diri, mengurung diri dan menghindar dari orang lain. Tujuan penulisan laporan tugas akhir ini adalah mendapatkan gambaran pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan isolasi sosial. Penyusunan laporan tugas akhir ini penulis menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus, yaitu dengan pendekatan proses keperawatan. Hasil pengkajian yang didapatkan pada klien 1 dan klien 2 adalah Isolasi sosial. Hasil dan Pembahasan : Berdasarkan hasil studi kasus setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 hari didapatkan klien 1: klien tampak bisa berkenalan dengan beberapa orang,namun klien masih terlihat gugup. sedangkan pada klien 2 bisa berinteraksi dengan orang lain. Kesimpulan yang didapatkan hasil peningkatan kemampuan klien dengan diagnosis isolasi sosial dibanding sebelum dilakukan intervensi keperawatan Kerjasama antar tim kesehatan menjadi faktor penting dalam kesembuhan pasien, komunikasi terapeutik yang baik dapat mendorong klien lebih kooperatif. Kata kunci : Isolasi Sosial, ketidakmampuan berinteraksi sosial , asuhan keperawatan
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Isolasi sosial adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami penurunandalam berinterakti dengan orang lain dan lingkungan sekitarnya, karena pernah mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan, ditolak, tidak diterima, dan kesepian sehingga orang dengan isolasi sosial lebih suka berdiam diri, mengurung diri dan menghindar dari orang lain. Tujuan penulisan laporan tugas akhir ini adalah mendapatkan gambaran pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan isolasi sosial. Penyusunan laporan tugas akhir ini penulis menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus, yaitu dengan pendekatan proses keperawatan. Hasil pengkajian yang didapatkan pada klien 1 dan klien 2 adalah Isolasi sosial. Hasil dan Pembahasan : Berdasarkan hasil studi kasus setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 hari didapatkan klien 1: klien tampak bisa berkenalan dengan beberapa orang,namun klien masih terlihat gugup. sedangkan pada klien 2 bisa berinteraksi dengan orang lain. Kesimpulan yang didapatkan hasil peningkatan kemampuan klien dengan diagnosis isolasi sosial dibanding sebelum dilakukan intervensi keperawatan Kerjasama antar tim kesehatan menjadi faktor penting dalam kesembuhan pasien, komunikasi terapeutik yang baik dapat mendorong klien lebih kooperatif. Kata kunci : Isolasi Sosial, ketidakmampuan berinteraksi sosial , asuhan keperawatan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Usaha peternakan unggas di Indonesia semakin berkembang dengan usaha peternakan. Tarakan dengan jumlah populasi yaitu 3.390.250 ekor sangat berkembang dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis saluran pemasaran, margin pemasaran, farmer’s share, dan menganalisis efisiensi pemasaran ayam broiler di di Kelurahan Karang Harapan Tarakan Barat Kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan pada bulan September – Oktober 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode saluran pemasaran, margin pemasaran, farmer’s share dan efisiensi pemasaran. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara menggunakan kuisioner manual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada 3 (tiga) saluran pemasaran di Kelurahan Karang Harapan Tarakan Barat Kota Tarakan. Lembaga pemasaran yang terlibat yaitu peternak, pengempul, pedagang besar dan pedagang kecil. Pemasaran ayam broiler di Pasar Gusher dan Pasar Tenguyun Kota Tarakan sudah efisien.. Sehingga dapat disimpulkan bahwa saluran pemasaran I adalah saluran yang paling efesien karena memiliki saluran pemasaran yang lebih pendek, margin pemasaran yang lebih kecil yaitu sebesar Rp.7.000/kg dan farmer’s share yang lebih besar yaitu sebesar 89.39%, serta nilai Efesiensi pemasaran yang lebih kecil yaitu sebesar 1.19%. Adapun saran penelitian ini : Disarankan bagi peternak dan pelaku pasar untuk memilih saluran pemasaran yang sesuai agar mendapatkan keuntungan yang besar dan disarankan agar lebih banyak mencari dan memahami informasi pasar untuk memahami aspek harga, jumlah, dan kualitas produk.
2022 · Thesis ·
Usaha peternakan unggas di Indonesia semakin berkembang dengan usaha peternakan. Tarakan dengan jumlah populasi yaitu 3.390.250 ekor sangat berkembang dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis saluran pemasaran, margin pemasaran, farmer’s share, dan menganalisis efisiensi pemasaran ayam broiler di di Kelurahan Karang Harapan Tarakan Barat Kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan pada bulan September – Oktober 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode saluran pemasaran, margin pemasaran, farmer’s share dan efisiensi pemasaran. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara menggunakan kuisioner manual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada 3 (tiga) saluran pemasaran di Kelurahan Karang Harapan Tarakan Barat Kota Tarakan. Lembaga pemasaran yang terlibat yaitu peternak, pengempul, pedagang besar dan pedagang kecil. Pemasaran ayam broiler di Pasar Gusher dan Pasar Tenguyun Kota Tarakan sudah efisien. Sehingga dapat disimpulkan bahwa saluran pemasaran I adalah saluran yang paling efesien karena memiliki saluran pemasaran yang lebih pendek, margin pemasaran yang lebih kecil yaitu sebesar Rp.7.000/kg dan farmer’s share yang lebih besar yaitu sebesar 89.39%, serta nilai Efesiensi pemasaran yang lebih kecil yaitu sebesar 1.19%. Adapun saran penelitian ini : Disarankan bagi peternak dan pelaku pasar untuk memilih saluran pemasaran yang sesuai agar mendapatkan keuntungan yang besar dan disarankan agar lebih banyak mencari dan memahami informasi pasar untuk memahami aspek harga, jumlah, dan kualitas produk.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
SISTEM AGRIBISNIS KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) DI KECAMATAN SEBATIK TIMUR KABUPATEN NUNUKAN (Studi Kasus Desa Bukit Aru Indah) ABSTRAK Kelapa sawit merupakan salah satu tanaman perkebunan yang dijadikan sebagai penghasil minyak dan bahan bakar serta memiliki prospek untuk dikembangkan khususnya di daerah Sebatik Kabupaten Nunukan. Keberhasilan usahatani kelapa sawit perlu didukung oleh ketersediaan saprodi, pemasaran, dan lembaga penunjang yang terintegrasi dalam suatu sistem agribisnis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem agribisnis usahatani kelapa sawit di Desa Bukit Aru Indah Kecamatan Sebatik timur. Penelitian ini menggunakan teknik sampel Snowball Sampling dan purposive sampling. Data sistem agribisnis dianalisis secara deskriptif kualitatif dan data pendapatan usahatani dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem agribisnis pada usahatani kelapa sawit di Desa Bukit Aru Indah Kecamatan Sebatik timur terdapat beberapa subsistem seperti subsistem agribisnis hulu yaitu pengadaan sarana dan prasarana produksi seperti penyediaan pupuk, benih, pestisida, alat, dan peralatan. Subsistem usatani Pada proses budidaya dilakukan pada lahan rata-rata 2ha yang sebelumnya merupakan lahan perkebunan kakao yang dialih fungsikan menjadi perkebunan kelapa sawit dengan modal awal sebesar Rp. 9.898.000,- Dengan siklus produksi usahatani kelapa sawit dilakukan selama 12 hari dan memperoleh pendapatan kelapa sawit dengan total sebesar Rp 2.610.000,- dalam sekali produksi. Subsistem hilir meliputi pengolahan hasil panen seperti pengumpulan hasil panen kelapa sawit, pengangkutan, penimbangan dan pengiriman hasil panen kelapa sawit. pemasaran yang digunakan ialah saluran pemasaran semi langsung. Dan lembaga penunjang dalam usahatani kelapa sawit Desa bukit Aru Indah Kecamatan Sebatik Timur adalah pemerintah.
2021 · Book ·
The purpose of this study was to determine whether the Collaborative Strategic Reading can improve reading comprehension of twelfth grade students of SMKN 2 Tarakan. The study was carried out using a pre-experimental research method. It tried to find out the differences in reading comprehension before and after being taught using the Collaborative Strategic Reading. The subjects of this study were students of class XII TKJ 1 consisting of 21 students at SMKN 2 Tarakan. The instrument was written test with questions about reading comprehension in the pretest and posttest to measure student achievement in the learning process during treatments. The result of this study showed that there was a difference between the pretest and posttest. This was indicated by the mean score in the posttest (68,38) was higher than in the pretest (55,62), meaning that there was a significant difference in the achievement of the students’ reading comprehension between the pretest and posttest. The test results of the paired sample test showed that the t-test value (4,638) was greater than the critical t value (2,086). So it could be concluded that collaborative strategic reading was proven to be an affective strategy to improve reading comprehension of the twelve grade students of SMKN 2 Tarakan.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
The purpose of this study was to determine whether the Collaborative Strategic Reading can improve reading comprehension of twelfth grade students of SMKN 2 Tarakan. The study was carried out using a pre-experimental research method. It tried to find out the differences in reading comprehension before and after being taught using the Collaborative Strategic Reading. The subjects of this study were students of class XII TKJ 1 consisting of 21 students at SMKN 2 Tarakan. The instrument was written test with questions about reading comprehension in the pretest and posttest to measure student achievement in the learning process during treatments. The result of this study showed that there was a difference between the pretest and posttest. This was indicated by the mean score in the posttest (68,38) was higher than in the pretest (55,62), meaning that there was a significant difference in the achievement of the students’ reading comprehension between the pretest and posttest. The test results of the paired sample test showed that the t-test value (4,638) was greater than the critical t value (2,086). So it could be concluded that collaborative strategic reading was proven to be an affective strategy to improve reading comprehension of the twelve grade students of SMKN 2 Tarakan.