Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

109 hasil
Subjek: Struktur
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS STRUKTUR KOMUNITAS PLANKTON SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS AIR DI SUNGAI BENGAWAN KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sungai Bengawan merupakan salah satu aliran sungai di Kota Tarakan yang dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk berbagai aktivitas, seperti kebutuhan rumah tangga, perikanan, dan sumber air baku. Tingginya intensitas pemanfaatan tersebut berpotensi menurunkan kualitas air sungai akibat masuknya bahan pencemar organik maupun anorganik, sehingga diperlukan upaya pemantauan kualitas air, salah satunya melalui pendekatan biologis menggunakan struktur komunitas plankton sebagai bioindikator. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas plankton sebagai bioindikator kualitas air di Sungai Bengawan Kota Tarakan, melalui pengukuran kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi plankton, serta mengkaji hubungannya dengan parameter kualitas air meliputi suhu, pH, Dissolved Oxygen (DO), Biochemical Oxygen Demand (BOD), nitrat, fosfat, dan Total Suspended Solid (TS). Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari hingga Maret 2026. Penelitian ini dilakukan pada lima stasiun pengamatan yang mewakili bagian hulu, tengah, dan hilir sungai. Sampel plankton diambil menggunakan plankton net dan diidentifikasi menggunakan mikroskop cahaya dengan bantuan Sedgwick–Rafter Counting Chamber. Hasil penelitian menunjukan jumlah spesies pada 5 stasiun berkisar antara 8 hingga 16 spesies plankton. Pada setiap stasiun, didominasi fitoplankton terdiri dari kelompok Bacillariophyceae, Dinoflagellata, dan beberapa jenis zooplankton seperti Rotifera dan Vorticella. Kelimpahan plankton di Sungai Bengawan berkisar antara 55-95 ind/L, dengan nilai tertinggi pada stasiun IV dan terendah pada stasiun 1 dan V. Rata-rata kelimpahan plankton seluruh stasiun yaitu 68 ind/L. Nilai Indeks Keanekaragaman (H') berkisar antara 1,972–2,653 dengan nilai rata-rata 2,398 yang menunjukkan kategori keanekaragaman sedang. Nilai indeks dominansi berkisar antara 0,086-0,1570 dengan rata-rata seluruh stasiun 0,103 termasuk dalam kategori dominansi rendah. Indeks ke seragaman (E) berkisar antara 0,901–1,000 dengan nilai rata-rata 0,975 menunjukkan kategori keseragaman tinggi. Berdasarkan hasil tersebut, kondisi perairan Sungai Bengawan secara umum tergolong tercemar ringan hingga sedang dengan indikator keanekaragaman sedang, keseragaman tiggi, dan dominansi rendah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HISTOKIMIA DAUN RUKU-RUKU (Ocimum tenuiflorum) DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ocimum tenuiflorum (ruku-ruku) adalah tumbuhan obat tradisional dari famili Lamiaceae yang digunakan sebagai penyedap masakan serta obat demam, mual, dan gangguan pencernaan. Tumbuhan obat pada umumnya memiliki struktur sekretori yang berfungsi sebagai tempat sintesis atau penyimpanan metabolit sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis struktur sekretori serta kandungan histokimia alkaloid, terpenoid, dan senyawa lipofilik pada daun O. tenuiflorum, sekaligus mengkaji potensinya sebagai sumber belajar biologi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-eksploratif dengan pendekatan kuantitatif. Sayatan dibuat dengan teknik free-hand, baik paradermal maupun transversal, kemudian diuji histokimia menggunakan reagen Wagner 1% untuk alkaloid, tembaga asetat 5% untuk terpenoid, dan Sudan III 0,03% untuk senyawa lipofilik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur sekretori pada daun terdiri atas trikoma glandular peltat dan kapitat, selain trikoma non-glandular uniseriat yang berfungsi sebagai pelindung mekanis permukaan daun. Trikoma peltat memberikan hasil positif untuk terpenoid dan senyawa lipofilik; trikoma kapitat positif untuk alkaloid, terpenoid, dan senyawa lipofilik; sedangkan trikoma uniseriat menunjukkan hasil negatif pada semua uji. Temuan ini menunjukkan adanya diferensiasi fungsional metabolit di antara tipe-tipe trikoma glandular pada daun O. tenuiflorum. Hasil penelitian ini relevan dengan capaian pembelajaran mata kuliah Mikroteknik dan berpotensi dikembangkan menjadi panduan praktikum berbasis penelitian untuk program studi Pendidikan Biologi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEANEKARAGAMAN JENIS IKAN DI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE DAN BEKANTAN (KKMB) KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis ikan dan mengetahui struktur komunitas ikan berdasarkan indeks keanekaragaman, keseragaman, serta dominansi di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Kota Tarakan. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan jaring insang (gillnet), kemudian ikan yang diperoleh diidentifikasi berdasarkan karakter morfometrik dan meristik. Struktur komunitas dianalisis menggunakan Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener (H′), Indeks Keseragaman (E), dan Indeks Dominansi Simpson (C). Hasil penelitian menunjukkan terdapat lima jenis ikan dari famili yang berbeda, yaitu Mugil cephalus, Megalops cyprinoides, Johnius trachycephalus, ikan putih caranx sp, dan Euristhmus microceps. Nilai indeks keanekaragaman pada ketiga stasiun berkisar 1,500–1,891 dan termasuk kategori rendah. Indeks keseragaman berada pada kisaran 0,913–0,946 yang menunjukkan komunitas dalam kondisi stabil, sedangkan indeks dominansi berkisar 0,284–0,375 dan tergolong rendah. Berdasarkan hasil tersebut, komunitas ikan di kawasan mangrove KKMB Kota Tarakan berada dalam kondisi relatif stabil dengan tingkat dominansi yang rendah, walaupun jumlah jenis yang ditemukan masih terbatas. Hasil penelitian ini dapat menjadi informasi dasar untuk mendukung pengelolaan dan konservasi ekosistem mangrove secara berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HISTOKIMIA DAN STRUKTUR SEKRETORI TUMBUHAN SAMBUNG NYAWA (Gynura procumbens) SERTA POTENSINYA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Gynura procumbens atau sambung nyawa merupakan tumbuhan obat tradisional dari famili Asteraceae yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat kalimantan. Tumbuhan yang digunakan sebagai obat umumnya memiliki struktur sekretori sebagai sintesis atau penyimpanan metabolit sekunder sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tipe struktur sekretori serta distribusi histokimia senyawa terpenoid, alkaloid, dan senyawa lipofilik pada jaringan batang dan daun G.procumbens asal Tarakan, Kalimantan Utara, serta mengeksplorasi potensi hasil penelitian sebagai sumber pembelajaran pada mata kuliah Fitokimia. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif melalui sayatan free hand section secara paradermal dan melintang dilanjutkan dengan uji histokimia menggunakan reagen kupri asetat 5% untuk terpenoid, reagen Wagner 1% untuk alkaloid, dan Sudan IV untuk senyawa lipofilik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur sekretori yang dijumpai pada kedua organ berupa trikoma kelenjar. Daun memiliki tipe trikoma peltate tipe I dan capitate tipe II, sedangkan batang hanya memiliki trikoma capitate tipe I dan capitate tipe II yang menunjukkan bahwa daun memiliki kompleksitas struktural lebih tinggi dibandingkan batang. Seluruh tipe trikoma pada kedua organ memberikan hasil positif terhadap senyawa terpenoid, alkaloid, dan lipofilik. Temuan ini relevan dengan capaian pembelajaran mata kuliah Fitokimia dan berpotensi dikembangkan menjadi panduan praktikum berbasis riset bagi Program Studi Pendidikan Biologi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS HISTOKIMIA DAN TIPE STRUKTUR SEKRETORI PADA TUMBUHAN SIRIH TUMPANG AIR (Peperomia pellucida) SERTA POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sirih tumpang air (Peperomia pellucida (L.) Kunth) merupakan tumbuhan herbal yang secara empiris dimanfaatkan masyarakat sebagai obat tradisional karena kandungan metabolit sekunder seperti alkaloid dan terpenoid yang tersimpan dalam struktur sekretori. Penelitian terdahulu baru sebatas mengkaji keberadaan senyawa melalui ekstraksi umum tanpa menggambarkan lokasi dan distribusinya secara histokimia. Penelitian ini bertujuan menganalisis tipe struktur sekretori, mengidentifikasi lokasi kandungan senyawa dalam sel dan jaringan, serta mengkaji potensi P. pellucida sebagai sumber belajar biologi, menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui sayatan tangan bebas (free hand section) pada batang dan daun serta uji histokimia (reagen Wagner, kupri asetat, dan Sudan IV). Hasil menunjukkan P. pellucida memiliki dua tipe struktur sekretori, yaitu trikoma kelenjar peltate eksternal batang dan daun yang positif alkaloid, serta sel idioblas internal hanya daun yang positif terpenoid; senyawa lipofilik tidak terdeteksi pada kedua struktur. Setiap struktur hanya menyimpan satu golongan metabolit secara spesifik, menunjukkan efisiensi pemisahan jalur biosintesis. Data tipe, ukuran, kerapatan, dan lokasi senyawa pada struktur sekretori dinilai relevan dikembangkan sebagai sumber belajar biologi, khususnya pada mata kuliah Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan, dalam bentuk modul atau lembar kerja praktikum berbasis riset lokal.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS STRUKTUR SEKRETORI DAN HISTOKIMIA TERPENOID RIMPANG PADA FAMILI ZINGIBERACEAE SERTA POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rimpang dari Familı Zingiberaceae dikenal sebagai sumber rempah, obat tradisional, dan golongan senyawa bioaktif, misalnya terpenoid umumnya senyawa metabolit terakumulasi pada struktur khusus yang disebut dengan struktur sekretori Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tipe sel sekretori, menganalisis ukuran dan kerapatan selnya, mendeskripsikan kandungan terpenoid melalui ujı hıstokimia, serta mengkaji potensi hasilnya sebagai sumber belajar biologi. Sampel berupa rimpang kunyit putih (Curcuma zedoaria), kunyit kuning (Curcuma longa), temulawak (Curcuma xanthorrhiza), jahe merah (Zingiber officinale var rubrum), jahe putih (Zingiber officinale vat, amarum), dan kencur (Kaempferia galanga). Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif melalui sayatan melintang tangan bebas, pengamatan mikroskopis, dan ujı histokımia menggunakan reagen kupri asetat 3-5% dengan tiga kali ulangan. Hasil menunjukkan bahwa sel idioblas merupakan satu-satunya struktur sekretori pada keenam rimpang, tanpa trikoma kelenjar, rongga sekretori, maupun saluran sekretori. Sel idioblas terbesar dijumpai pada kencur (609,18 = 48,95461,67± 41,05 µm) dan terkecil pada temulawak (393,25 + 102,39×362,51 + 111,28 µm) Kerapatan tertinggi terdapat pada kunyit kuning (31,33 ± 1,15 mm²) dan terendah pada kencur (8,677,23 mm²), yang mengindikasikan kecenderungan ukuran dan kerapatan sel idioblas berbanding terbalik. Seluruh sampel positif terpenoid, ditandai endapan berwarna kuning pada sel idioblas, sehingga sel tersebut berfungsi sebagai tempat akumulasi terpenoid. Hasil penelitian ini berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber belajar pada mata kuliah Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan berupa modul atau lembar kerja praktikum.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Struktur Komunitas Bentos Dalam Zona Api-Api (Avicennia sp.)di Pulau Tibi Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara.

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Vegetasi mangrove terdiri dari berbagai genus, salah satunya adalah Api-api (Avicennia sp.), yang umumnya mendominasi zona terdepan mangrove dan berhadapan langsung dengan laut. Api-api dikenal memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap kondisi lingkungan ekstrem, seperti fluktuasi pasang surut, salinitas tinggi, dan substrat berlumpur. Keberadaan akar napas (pneumatophore) pada Api-api berfungsi untuk meningkatkan aerasi sedimen, menstabilkan substrat, serta meningkatkan akumulasi bahan organik. Kondisi tersebut menciptakan lingkungan yang sesuai bagi kehidupan berbagai organisme dasar perairan. Serasah daun dan material organik yang dihasilkan oleh mangrove merupakan sumber energi utama dalam ekosistem mangrove. Bahan organik ini akan terdekomposisi dan dimanfaatkan oleh organisme bentos sebagai sumber makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas makrobentos berdasarkan nilai indeks ekologi yang meliputi Indeks Keanekaragaman (H'), Indeks Kekayaan Jenis (R), Indeks Keseragaman (E), Indeks Dominansi (C) dan Indeks Nilai Penting (INP). Hasil pengamatan menunjukkan nilai-nilai indeks ekologi berturut-turut H’ =0,72; R = 0,67; E = 0,93 dan D = 0,21. Nilai INP untuk setiap jenis makrobentos penyusun komunitas, yaitu Telescopium sp., Urosalpinx sp., Nerita sp., Polymesoda sp. dan Sesarma sp. berturut-turut adalah 80,7 %; 45,7%; 27,1%; 68,2%; 35,2% dan 43,2%. Nilai-nilai indeks ekologi menunjukkan bahwa ada tekanan lingkungan terhadap komunitas, karena dipengaruhi oleh aktivitas budidaya perikanan yang menggunakan bahan kimia, sehingga hanya jenis makrobentos yang memiliki toleransi tinggi terhadap perubahan lingkungan yang mampu bertahan hidup. Telescopium sp. berperan sebagai jenis sub-dominan yang mencerminkan keseimbangan ekologis dan adaptasi fisiologis tinggi terhadap tekanan kimiawi dari aktivitas tambak, sementara jenis lain terbatas pada peran minor akibat sensitivitas lingkungan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEANEKARAGAMAN DAN KELIMPAHAN IKAN DI SUNGAI SEMENDURUT, SUNGAI SEMBUAK, DAN SUNGAI BENGALUN KABUPATEN MALINAU

2026•

Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, memiliki ekosistem perairan tawar yang penting bagi masyarakat dan berbagai jenis keanekaragaman hayati ikan, namun habitat alaminya terancam oleh aktivitas tambang batubara dan alih fungsi lahan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis ikan serta mengukur indeks kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi di Sungai Semendurut, Sembuak, dan Bengalun, Kabupaten Malinau. Penelitian berlangsung selama tiga bulan (Februari–April 2026) menggunakan metode deskriptif kuantitatif melalui survei dan observasi lapangan. Sampel ikan diambil dengan jala, pukat, pancing, dan speargun pada tiga lokasi pengamatan, sementara parameter lingkungan yang diukur meliputi suhu, pH, oksigen terlarut, kecepatan arus, dan kecerahan. Analisis data memakai indeks Shannon-Wiener (H'), indeks Odum (E), dan indeks Simpson (C). Hasil menunjukkan 262 individu ikan tertangkap, terdiri dari 20 spesies, 18 genus, dan 10 famili, dengan Cyprinidae sebagai famili terbanyak dan Purut (Lobocheilos falcifer) sebagai spesies dominan (64 individu). Nilai H' berkisar 1,11–2,06 (kategori sedang), E berkisar 0,49–1, dan C berkisar 0,20–0,32 (kategori rendah), menandakan ekosistem perairan di lokasi penelitian masih relatif baik tanpa dominansi spesies tertentu yang berlebihan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRUKTUR KOMUNITAS MANGROVE DI KAWASAN WISATA MANGROVE KAMPUNG BAHARI NUSANTARA KOTA TARAKAN

2026•

Mangrove merupakan ekosistem pesisir yang berperan penting dalam mendukung stabilitas lingkungan serta menopang kehidupan masyarakat pesisir, salah satunya di Kampung Bahari Nusantara (KBN) yang ekosistem mangrovenya masih terjaga kealamiannya. Meskipun kondisi vegetasinya masih tergolong baik, kawasan ini tetap menghadapi tekanan seiring berkembangnya kawasan sekitar, salah satunya berupa minimnya pemahaman masyarakat tentang fungsi ekologis mangrove serta keberadaan dermaga angkatan laut Lantamal XIII Tarakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur komunitas mangrove berdasarkan Indeks Kekayaan Spesies, Keanekaragaman, Keseragaman, Dominansi, dan Nilai Penting, serta mengkaji kualitas perairan sebagai pendukungnya. Penelitian dilaksanakan pada Februari - Maret 2026 menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode purposive sampling pada tiga stasiun pengamatan, masing-masing terdiri atas 5 plot berukuran 10×10 m (pohon), 5×5 m (anakan), dan 1×1 m (semai). Hasil penelitian menemukan lima jenis mangrove, yaitu Avicennia alba, Avicennia marina, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, dan Sonneratia alba, dengan indeks kekayaan spesies tergolong rendah di seluruh stasiun (I = 0,539; II = 0,416; III = 0,486), indeks keanekaragaman tergolong rendah di seluruh stasiun (I = 0,272; II = 0,248; III = 0,602), indeks keseragaman Stasiun I dan II tergolong sedang (0,569 dan 0,520) sedangkan Stasiun III tergolong tinggi (0,861), serta indeks dominansi Stasiun I dan II tergolong tinggi (0,669 dan 0,700) sedangkan Stasiun III tergolong sedang (0,306). Sonneratia alba tercatat sebagai spesies paling dominan dengan Indeks Nilai Penting tertinggi 257,7%. Kadar oksigen terlarut tergolong rendah akibat tingginya dekomposisi serasah, sementara salinitas, pH, dan suhu masih dalam kisaran yang mendukung pertumbuhan mangrove. Hasil ini menunjukkan struktur komunitas mangrove di kawasan ini secara keseluruhan mencerminkan ekosistem yang belum stabil secara ekologis, di mana proses suksesi masih berlangsung menuju komunitas yang lebih beragam dan seimbang.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Struktur Komunitas Makrozoobentos Di Kawasan Wisata Mangrove Kampung Bahari Nusantara Kota Tarakan

2026•

Ekosistem mangrove merupakan habitat penting bagi makrozoobentos yang berperan sebagai bioindikator kondisi lingkungan perairan. Kawasan Wisata Mangrove Kampung Bahari Nusantara (KBN) di Kota Tarakan merupakan ekosistem mangrove yang masih terjaga kealamiannya, namun menghadapi tekanan lingkungan akibat keberadaan dermaga Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lantamal) XIII yang berdekatan dengan zona wisata, serta minimnya pemahaman masyarakat tentang fungsi ekologis mangrove. Data mengenai indeks ekologi makrozoobentos di kawasan ini belum tersedia, sehingga penelitian ini bertujuan menganalisis struktur komunitas makrozoobentos dan kondisi kualitas perairan di KBN sebagai dasar pengelolaan dan pelestarian kawasan secara berkelanjutan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling pada tiga stasiun pengamatan, dengan pengambilan sampel makrozoobentos pada 15 plot kuadrat berukuran 1 m². Data dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman, keseragaman, dominansi, kekayaan spesies, dan Indeks Nilai Penting, serta parameter kualitas air meliputi suhu, salinitas, pH, dan oksigen terlarut. Hasil penelitian menunjukkan indeks keanekaragaman berkisar 0,412–0,566 dan kekayaan spesies 0,541–0,624 (keduanya rendah), indeks keseragaman 0,395–0,543 (rendah hingga sedang), dan indeks dominansi 0,423–0,618 (sedang hingga tinggi). Tarebia granifera merupakan spesies dengan peranan ekologis terbesar pada seluruh stasiun, dengan Indeks Nilai Penting tertinggi di Stasiun 2 (101,55%), diikuti Stasiun 1 (91,92%) dan Stasiun 3 (78,87%). Parameter kualitas air menunjukkan suhu 29,5–30,5 °C, salinitas 25–28 ppt, pH 6,9–7,9, dan oksigen terlarut 4,4–4,8 mg/L, yang belum memenuhi baku mutu air laut untuk biota laut sehingga menjadi faktor pembatas kehidupan makrozoobentos. Secara keseluruhan, komunitas makrozoobentos di KBN memiliki keanekaragaman dan kekayaan spesies rendah serta didominasi oleh spesies tertentu, mengindikasikan adanya tekanan lingkungan pada kawasan tersebut.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Struktur Komunitas Mangrove di Kelurahan Kampung Empat Kota Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tarakan merupakan salah satu wilayah kepulauan di Provinsi Kalimantan Utara yang memiliki hutan mangrove dengan luas sekitar 1.587 hektare. Namun, dalam kurun waktu lima tahun, terjadi penyusutan luas mangrove sebesar 51,73%. Ekosistem hutan mangrove saat ini menghadapi tekanan yang serius akibat degradasi mangrove yang dilakukan dengan adanya aktivitas manusia seperti pembangunan infrastruktur, konversi lahan menjadi tambak, penebangan liar, serta praktik eksploitasi yang cenderung hanya berorientasi pada kepentingan ekonomi. Pelestarian hutan mangrove menjadi sangat krusial, mengingat fungsi utama mangrove dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir serta memberikan manfaat ekologis dan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat. Penelitian untuk mendukung upaya pelestarian tersebut perlu dilakukan. Penelitian tentang struktur komunitas mangrove telah dilaksanakan pada Febuari-Maret 2026, berlokasi di Kelurahan Kampung Empat Kecamatan Tarakan Timur Kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa struktur komunitas mangrove, karena struktur komunitas mangrove memegang peranan penting dalam memahami peran ekologis masing-masing jenis mangrove. Struktur komunitas mangrove dinilai berdasarkan Indeks Keanekaragaman Jenis (H’), Indeks Kekayaan Jenis (R), Indeks Keseragaman Jenis (E), Indeks Dominansi (C) dan Indeks Nilai Penting (INP). Nilai indeks ekologis yang dihasilkan H’ = 0,24; R = 0,43; E = 0,51 dan C = 0,71. INP untuk R. apiculata, S. alba dan A. alba masing-masing berurutan 204.51%; 60.47% dan 35.02%. Lokasi penelitian didominansi oleh R. apiculata. Struktur komunitas mangrove pada area penelitian kurang seimbang, sehingga kondisi lingkungan tidak stabil.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Struktur Komunitas Makrobentos Pada Zona Sonneratia sp Di Pulau Tibi Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara

2026•

19.501 hektar mangrove hilang setiap tahun dari total luasan 3,44 juta hektar, dengan sebagian besar berada di kawasan hutan dan sisanya di luar area konservasi sehingga lebih rentan terhadap kerusakan. Upaya pelestarian dan rehabilitasi mangrove merupakan langkah penting untuk memastikan keberlanjutan wilayah pesisir Indonesia. Alih fungsi lahan mangrove menjadi tambak, yang dapat menurunkan kelimpahan makrozoobentos dan berdampak pada berkurangnya kestabilan ekosistem pesisir. Penelitian ini dilaksanakan di Pulau Tibi, Kalimantan Utara pada tanggal 16-18 Januari 2026. Lokasi penelitian merupakan kawasan pertambakan. Pengambilan sampel makrobentos dilakukan sebanyak 9 kali. Struktur komunitas makrobentos dianalisa dengan beberapa indeks ekologi, yaitu, Indeks Keanekaragaman (H’), Indeks Kekayaan spesies (R), Indeks Keseragaman (E), Indeks Dominansi (C), dan Indeks Nilai Penting (INP). Hasil menunjukkan H' 0,71 yang menunjukkan bahwa jumlah spesies yang ditemukan masih sangat terbatas dan distribusi individu antar spesies tidak merata, Nilai R diperoleh 0,74 menunjukkan bahwa bahwa komunitas belum memiliki variasi jenis yang tinggi, sehingga struktur komunitas cenderung sederhana. Nilai E diperoleh 0,92 menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan mencolok dalam jumlah individu pada masing-masing spesies. Nilai C dioeroleh 0,22 menunjukkan bahwa tidak ada spesies yang secara signifikan mendominasi komunitas. Distribusi individu yang relatif merata antara spesies menyebabkan tingkat dominansi menjadi kecil, sehingga struktur komunitas terlihat lebih seimbang. Nilai INP secara umum masih rendah. Kondisi ini menunjukkan bahwa peran masing-masing spesies dalam komunitas bentos belum terlalu besar. Secara ekologis tidak ada satu spesies pun yang benar-benar mendominasi ekosistem. Telescopium dan Nerita memiliki nilai INP lebih tinggi dibandingkan spesies lainnya menunjukkan bahwa keduanya memegang peran ekologis yang cukup besar dalam struktur komunitas makrobentos di ekosistem tersebut.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUKTUR KOMUNITAS FAUNA MAKROBENTOS PADA EKOSISTEM HUTAN MANGROVE DI KELURAHAN KAMPUNG EMPAT KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tarakan telah menetapkan ekosistem ini sebagai area konservasi pada tahun 2006 dan memiliki luas sekitar 32 ha. Namun, ekosistem mangrove saat ini menghadapi ancaman besar, terutama penggunaan lahan untuk budidaya tambak. Organisme fauna makrobentos memiliki peran penting sebagai bioindikator kualitas lingkungan, penyeimbang rantai makanan, serta penyedia jasa ekosistem. Komposisi maupun kepadatan fauna makrobentos akan merespon modifikasi mutu habitat melalui penyesuaian diri, tergantung pada tingkat toleransi atau kepekaannya terhadap perubahan lingkungan. Komunitas fauna makrobentos tidak hanya berperan sebagai indikator pencemaran, tetapi juga dapat digunakan sebagai tanda kembalinya fungsi vegetasi mangrove. Hal ini dapat dilakukan dengan menganalisis struktur komunitas fauna makrobentos yang ada dalam lapisan vegetasi mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa struktur komunitas fauna makrobentos yang berasosiasi dengan hutan mangrove berdasarkan nilai indeks ekologisnya. Struktur komunitas fauna makrobentos dinilai berdasarkan Indeks Kekayaan Jenis (R), Indeks Keanekaragaman Jenis (H’), Indeks Keseragaman Jenis (E), Indeks Dominansi (C) dan Indeks Nilai Penting (INP). Nilai indeks ekologis yang dihasilkan R = 0,79; H’ = 0,73; E = 0,81 dan C = 0,21. Indeks ekologi menunjukkan komunitas makrozoobenthos yang berasosiasi dengan hutan mangrove di Kelurahan Kampung Empat memiliki keterbatasan jenis organisme, berada dalam kondisi kurang stabil, distribusi individu antar spesies tergolong merata, tidak ada spesies tertentu yang mendominasi secara ekstrem, sehingga proporsi jumlah individu antar spesies berada dalam kondisi yang relatif seimbang. Tidak terdapat spesies tertentu yang mendominasi komunitas secara berlebihan, mengindikasikan bahwa distribusi kekuasaan antar spesies cenderung tersebar, yang secara otomatis memperkuat interpretasi terhadap rendahnya tekanan dominansi di kawasan tersebut. Secara umum, seluruh spesies yang ditemukan memiliki nilai INP 100%. Rendahnya nilai INP mengindikasikan bahwa tidak ada satu spesies pun yang mendominasi secara mutlak. Hal ini menunjukkan bahwa peran ekologis dan sumber daya makanan terdistribusi secara kompetitif diantara spesies-spesies yang ada.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRUKTUR KOMUNITAS MAKROBENTOS PADA ZONA Rhizophora sp DI PULAU TIBI KEBUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN UTARA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji struktur komunitas makrobentos pada zona Rhizophora sp. di Pulau Tibi, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, yang mengalami degradasi akibat konversi lahan tambak. Kehilangan mangrove akibat tambak mengancam perlindungan pesisir dari erosi/badai serta biodiversitas makrobentos sebagai pakan/habitat organisme laut. Penelitian ini bertujuan menganalisis Indeks Nilai Penting (INP), struktur komunitas melalui indeks Shannon-Wiener, kekayaan spesies (Menhinick), Indeks keseragaman , Indeks dominansi, serta korelasi dengan parameter kualitas air (suhu, salinitas, pH, DO). Metode deskriptif kuantitatif diterapkan dengan pengambilan sampel di zona Rhizophora sp. menggunakan plot 1×1 m, identifikasi taksonomi, dan perhitungan indeks ekologi standar. Hasil menunjukkan 8 spesies makrobentos dengan Telescopium sp. dominan (INP 115% sedang), H’= 0,719 (rendah), R= 0,816 (rendah), E = 0,796 (stabil), dan C = 0,287 (rendah), dengan fluktuasi air (suhu 29,3-31,4 °C, DO 6-8 mg/L, Ph 7-8,5, Salinitas 16-20). Secara keseluruhan, komunitas makrobentos di zona Rhizophora sp. Pulau Tibi berada dalam kondisi stabil namun sangat rentan terhadap tekanan lingkungan akibat limbah aktivitas tambak dan dinamika muara. Penelitian ini memberikan data baseline spesifik yang krusial untuk inventarisasi hayati serta acuan perencanaan program konservasi dan rehabilitasi mangrove regional.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kelayakan Finansial dan Sensitivitas (Studi Kasus: Usaha Bumbu Masak Rumahan Milik Ibu Salbiah di Kelurahan Tanjung Selor Hilir)

2026•

Usaha bumbu masak rumahan milik Ibu Salbiah merupakan salah satu usaha bumbu siap pakai di Kelurahan Tanjung Selor Hilir. Produk yang dihasilkan meliputi bumbu kari, bumbu rendang, bumbu soto, dan bumbu bistik. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum adanya kajian kelayakan finansial spesifik pada usaha bumbu masak rumahan, sehingga belum diketahui tingkat kelayakan usaha serta ketahanannya terhadap perubahan kondisi usaha, seperti fluktuasi harga bahan baku dan volume produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur biaya dan profitabilitas, analisis kelayakan finansial, serta analisis sensitivitas. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan data yang digunakan terdiri atas data primer melalui wawancara dan observasi, serta data sekunder yang berasal dari dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis struktur biaya, profitabilitas, Net Present Value (NPV), B/C Ratio, Payback Period (PP), serta analisis sensitivitas dengan enam skenario. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur biaya usaha terdiri atas biaya variabel dan biaya tetap, dengan bahan baku sebagai komponen biaya terbesar. Total biaya produksi mencapai Rp13.124.708 per tahun dengan penerimaan sebesar Rp22.320.000 per tahun sehingga menghasilkan laba bersih sebesar Rp9.159.292 per tahun. Tingkat profitabilitas usaha ditunjukkan oleh nilai GPM sebesar 46,61% dan NPM sebesar 41,20%. Hasil kelayakan finansial menunjukkan NPV sebesar Rp36.437.435, Payback Period selama 4,8 bulan, dan B/C Ratio sebesar 1,60. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa usaha memperoleh hasil terbaik pada skenario kenaikan harga jual sebesar 20%, sedangkan penurunan volume produksi sebesar 20% merupakan skenario yang paling memengaruhi tingkat kelayakan usaha. Berdasarkan seluruh skenario yang dianalisis, usaha tetap memenuhi kriteria kelayakan finansial.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH STRUKTUR MODAL DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PROFITABILITAS DENGAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE SEBAGAI VARIABEL MODERASI (STUDI PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2020-2024)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh struktur modal dan ukuran perusahaan terhadap profitabilitas dengan good corporate governance sebagai variabel moderasi pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2024. Pemilihan sampel menggunakan metode purpose sampling yang memperoleh sampel sebanyak 44 perusahaan subsektor perbankan, sehingga data observasi yang didapatkan sebanyak 220. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan SEM-PLS dengan aplikasi WarpPLS 8.0. Temuan penelitian menunjukkan bahwa struktur modal memilki pengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas, ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas, good corporate governance tidak mampu memoderasi pengaruh antara struktur modal terhadap profitabilitas maupun pengaruh antara ukuran perusahaan terhadap profitabilitas.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH STRUKTUR MODAL DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PROFITABILITAS DENGAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE SEBAGAI VARIABEL MODERASI (STUDI PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2020-2024)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh struktur modal dan ukuran perusahaan terhadap profitabilitas dengan good corporate governance sebagai variabel moderasi pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2024. Pemilihan sampel menggunakan metode purpose sampling yang memperoleh sampel sebanyak 44 perusahaan subsektor perbankan, sehingga data observasi yang didapatkan sebanyak 220. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan SEM-PLS dengan aplikasi WarpPLS 8.0. Temuan penelitian menunjukkan bahwa struktur modal memilki pengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas, ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas, good corporate governance tidak mampu memoderasi pengaruh antara struktur modal terhadap profitabilitas maupun pengaruh antara ukuran perusahaan terhadap profitabilitas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tanggung Jawab Hukum Kontraktor dalam Keterlambatan Penyelesaian Proyek Pembangunan Infrastruktur Pekerjaan Umum

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis “Tanggung Jawab Hukum Kontraktor dalam Keterlambatan Penyelesaian Proyek Pembangunan Infrastruktur Pekerjaan Umum”. Berdasarkan latar belakang, permasalahan yang diangkat dalam penelitan ini adalah, bentuk tanggung jawab hukum yang dapat dikenakan kepada kontraktor dalam hal terjadi pelanggaran atau wanprestasi dalam proyek pembangunan infrastruktur dan mekanisme penyelesaian sengketa yang dapat ditempuh dalam kasus pelanggaran tanggung jawab kontraktor dalam proyek pekerjaan umum. Penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach). Berdasarkan hasil penelitian, Kontraktor yang terlambat dalam proyek infrastruktur dapat dikenai sanksi perdata, pidana, dan administratif. Dalam perdata, sanksi mencakup ganti rugi, denda, atau pemutusan kontrak. Sengketa diselesaikan melalui jalur non-litigasi (negosiasi, mediasi, konsiliasi, adjudikasi, atau arbitrase seperti BANI (Badan Arbitrase Nasional Indonesia)) yang lebih cepat dan efisien, atau litigasi melalui gugatan wanprestasi/perbuatan melawan hukum hingga kasasi di Mahkamah Agung. Untuk proyek pemerintah, penyelesaian juga dapat dilakukan lewat BAMKI (Badan Arbitrase dan Mediasi Konstruksi Indonesia). Mekanisme dipilih sesuai kontrak dan kompleksitas sengketa. Upaya preventif pengguna jasa dalam mengantisipasi keterlambatan proyek infrastruktur pekerjaan umum dilakukan dengan perencanaan matang melalui studi kelayakan, DED (Detail Engineering Design) yang jelas, jadwal dan anggaran realistis, serta pemilihan kontraktor kredibel dengan kontrak yang tegas. Selama pelaksanaan, diperlukan monitoring rutin, koordinasi intensif, dan manajemen risiko yang baik, didukung oleh kelengkapan perizinan, ketertiban administrasi, serta dokumentasi transparan. Selain itu, penerapan insentif, disinsentif, dan langkah percepatan bila ada indikasi keterlambatan menjadi kunci menjaga proyek berjalan tepat waktu.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Struktur Modal dan Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Kebijakan Dividen Sebagai Variabel Moderasi (Studi Pada Perusahaan Sektor Energi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2020-2024)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH STRUKTUR MODAL DAN PROFITABILITAS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN KEBIJAKAN DIVIDEN SEBAGAI VARIABEL MODERASI (Studi Pada Perusahaan Sektor Energi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2020-2024) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh struktur modal dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan dengan kebijakan dividen sebagai variabel moderasi pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020–2024. Struktur modal diproksikan dengan Debt to Equity Ratio, profitabilitas dengan Return on Equity, nilai perusahaan dengan Price to Book Value, dan kebijakan dividen dengan Dividend Payout Ratio. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan sektor energi. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dan Moderated Regression Analysis untuk menguji pengaruh langsung serta peran variabel moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, sedangkan profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Selain itu, kebijakan dividen terbukti tidak mampu memoderasi hubungan antara struktur modal dan nilai perusahaan, serta tidak mampu memoderasi hubungan antara profitabilitas dan nilai perusahaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kebijakan dividen belum berperan sebagai faktor yang memperkuat hubungan antara kinerja keuangan dan nilai perusahaan pada sektor energi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi empiris dalam pengembangan kajian manajemen keuangan serta menjadi bahan pertimbangan bagi manajemen perusahaan dan investor dalam pengambilan keputusan keuangan. THE EFFECT OF CAPITAL STRUCTURE AND PROFITABILITY ON FIRM VALUE WITH DIVIDEND POLICY AS A MODERATING VARIABLE (A Study of Energy Sector Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange, 2020–2024) Abstract This study aims to analyse the influence of capital structure and profitability on firm value, with dividend policy serving as a moderating variable, for energy sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the period 2020–2024. Capital structure is proxied by the Debt-to-Equity Ratio (DER), profitability by Return on Equity (ROE), firm value by Price-to-Book Value (PBV), and dividend policy by Dividend Payout Ratio (DPR). The study adopts a quantitative approach using panel data obtained from annual financial reports of energy sector companies. Data analysis is conducted through panel regression and Moderated Regression Analysis (MRA) to assess the direct effects and the moderating role of dividend policy. The findings reveal that capital structure positively and significantly affects firm value, whereas profitability does not. Furthermore, dividend policy does not moderate the relationship between capital structure and firm value, nor does it moderate the relationship between profitability and firm value. These results suggest that dividend policy has not yet been a factor strengthening the relationship between financial performance and firm value in the energy sector. This research empirically contributes to the financial management literature and offers practical insights for corporate management and investors to make informed financial decisions.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH STRUKTUR MODAL DAN LIKUIDITAS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN PROFITABILITAS SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (Studi pada Perusahaan Makanan Minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH STRUKTUR MODAL DAN LIKUIDITAS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN PROFITABILITAS SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (Studi pada Perusahaan Makanan Minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh struktur modal, likuiditas terhadap nilai perusahaan dengan profitabilitas sebagai variabel mediasi pada perusahaan makanan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian menggunakan metode purposive sampling sehingga mendapatkan 44 perusahaan dalam periode penelitian 2020-2024. Metode analisis menggunakan regresi data panel dengan software Eviews-12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur modal (DER) dan likuiditas (CR) tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, sementara profitabilitas (ROA) juga tidak berpengaruh signifikan. Selain itu, profitabilitas tidak dapat memediasi pengaruh struktur modal maupun likuiditas terhadap nilai perusahaan. Kata Kunci: Struktur Modal, Likuiditas, Nilai Perusahaan, Profitabilitas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail