ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Usahatani jambu kristal membutuhkan biaya produksi yang relatif besar, sementara penerimaannya bergantung pada kemampuan produksi selama periode usaha, sehingga diperlukan analisis untuk mengetahui tingkat pendapatan dan kelayakan finansialnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan, dan kelayakan finansial usahatani jambu kristal milik Bapak Cecep. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Karang Harapan, Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. Lokasi ditentukan secara sengaja (purposive) karena usahatani telah berjalan sejak 2019, dikelola langsung oleh pemiliknya, dan telah menghasilkan produksi serta penerimaan yang dapat dianalisis. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan Bapak Cecep sebagai informan kunci (key informan). Data primer dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh melalui dokumentasi dan studi pustaka. Periode analisis mencakup tahun 2019-2030, terdiri atas data aktual tahun 2019-2025 dan data proyeksi tahun 2026-2030. Kelayakan finansial dianalisis menggunakan Net B/C Ratio, Break Even Point, Net Present Value, Internal Rate of Return, dan Payback Period dengan tingkat diskonto 6%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode 2019-2030 total biaya usahatani sebesar Rp793.077.620, total penerimaan sebesar Rp1.830.667.143, dan total pendapatan sebesar Rp1.037.589.523. Net B/C Ratio sebesar 6,9, NPV sebesar Rp631.995.412, IRR sebesar 19,98%, dan Payback Period selama 3 tahun 2 bulan. Nilai BEP produksi sebesar 23.941 kg lebih rendah daripada total produksi sebesar 61.022 kg, BEP harga sebesar Rp12.997/kg lebih rendah daripada harga jual sebesar Rp30.000/kg, dan BEP penerimaan sebesar Rp718.223.788 lebih rendah daripada total penerimaan. Dengan demikian, usahatani jambu kristal Bapak Cecep layak secara finansial untuk dijalankan selama periode analisis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Budidaya rumput laut (Kappaphycus alvarezii) di Kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan, merupakan sektor potensial, namun pembudidaya sering kali menghadapi fluktuasi pendapatan akibat tingginya biaya operasional dan tantangan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan bersih serta kelayakan ekonomi usaha budidaya tersebut menggunakan parameter Break-Even Point (BEP), Return on Investment (ROI), dan Benefit-Cost Ratio (B/C Ratio). Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2025 hingga April 2026 di Pantai Amal dengan menggunakan metode purposive sampling terhadap 20 responden petani rumput laut. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan panduan kuesioner serta pengambilan data sekunder yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kuantitatif melalui pendekatan kelayakan finansial. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa seluruh pembudidaya melampaui titik impas (BEP), yang berarti seluruh usaha tidak ada yang mengalami kerugian. Analisis tingkat pengembalian investasi (ROI) menunjukkan nilai rata-rata yang sangat tinggi, yaitu sebesar 57,5%. Selain itu, perhitungan Benefit-Cost Ratio mencatatkan nilai rata-rata sebesar 1,55, usaha budidaya rumput laut di Pantai Amal memiliki tingkat kelayakan finansial yang sangat baik, menguntungkan, dan sangat layak untuk dilanjutkan karena didukung oleh tingkat efektivitas pengelolaan modal yang optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Budidaya rumput laut (Kappaphycus alvarezii) di Kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan, merupakan sektor potensial, namun pembudidaya sering kali menghadapi fluktuasi pendapatan akibat tingginya biaya operasional dan tantangan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan bersih serta kelayakan ekonomi usaha budidaya tersebut menggunakan parameter Break-Even Point (BEP), Return on Investment (ROI), dan Benefit-Cost Ratio (B/C Ratio). Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2025 hingga April 2026 di Pantai Amal dengan menggunakan metode purposive sampling terhadap 20 responden petani rumput laut. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan panduan kuesioner serta pengambilan data sekunder yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kuantitatif melalui pendekatan kelayakan finansial. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa seluruh pembudidaya melampaui titik impas (BEP), yang berarti seluruh usaha tidak ada yang mengalami kerugian. Analisis tingkat pengembalian investasi (ROI) menunjukkan nilai rata-rata yang sangat tinggi, yaitu sebesar 57,5%. Selain itu, perhitungan Benefit-Cost Ratio mencatatkan nilai rata-rata sebesar 1,55, usaha budidaya rumput laut di Pantai Amal memiliki tingkat kelayakan finansial yang sangat baik, menguntungkan, dan sangat layak untuk dilanjutkan karena didukung oleh tingkat efektivitas pengelolaan modal yang optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Usaha bumbu masak rumahan milik Ibu Salbiah merupakan salah satu usaha bumbu siap pakai di Kelurahan Tanjung Selor Hilir. Produk yang dihasilkan meliputi bumbu kari, bumbu rendang, bumbu soto, dan bumbu bistik. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum adanya kajian kelayakan finansial spesifik pada usaha bumbu masak rumahan, sehingga belum diketahui tingkat kelayakan usaha serta ketahanannya terhadap perubahan kondisi usaha, seperti fluktuasi harga bahan baku dan volume produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur biaya dan profitabilitas, analisis kelayakan finansial, serta analisis sensitivitas. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan data yang digunakan terdiri atas data primer melalui wawancara dan observasi, serta data sekunder yang berasal dari dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis struktur biaya, profitabilitas, Net Present Value (NPV), B/C Ratio, Payback Period (PP), serta analisis sensitivitas dengan enam skenario. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur biaya usaha terdiri atas biaya variabel dan biaya tetap, dengan bahan baku sebagai komponen biaya terbesar. Total biaya produksi mencapai Rp13.124.708 per tahun dengan penerimaan sebesar Rp22.320.000 per tahun sehingga menghasilkan laba bersih sebesar Rp9.159.292 per tahun. Tingkat profitabilitas usaha ditunjukkan oleh nilai GPM sebesar 46,61% dan NPM sebesar 41,20%. Hasil kelayakan finansial menunjukkan NPV sebesar Rp36.437.435, Payback Period selama 4,8 bulan, dan B/C Ratio sebesar 1,60. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa usaha memperoleh hasil terbaik pada skenario kenaikan harga jual sebesar 20%, sedangkan penurunan volume produksi sebesar 20% merupakan skenario yang paling memengaruhi tingkat kelayakan usaha. Berdasarkan seluruh skenario yang dianalisis, usaha tetap memenuhi kriteria kelayakan finansial.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak dibudidayakan oleh petani di Desa Balansiku, Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan. Potensi pengembangan tanaman ini cukup besar, namun pendapatan petani masih bervariasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis karakteristik petani mentimun di Desa Balansiku, dan (2) menghitung besaran pendapatan petani di Desa Balansiku. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan pendekatan survei. Sampel yang digunakan sebanyak 25 petani mentimun yang dipilih dengan metode sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan menyebar kuesioner. Analisis data dilakukan dengan menghitung total penerimaan, total biaya produksi, dan pendapatan petani serta menggunakan Benefit-Cost Ratio (BCR) untuk menentukan kelayakan usaha tani mentimun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas petani mentimun di Desa Balansiku berada dalam kelompok usia 31-40 tahun (36%) dengan tingkat pendidikan yang didominasi oleh lulusan Sekolah Dasar (36%). Luas lahan yang digunakan berkisar antara 0,5 hingga lebih dari 1 hektar, dengan 48% petani memiliki lahan lebih dari 1 hektar. Rata-rata pendapatan total petani per musim tanam adalah Rp4.345.200,00 dengan total biaya produksi sebesar Rp1.113.800,00, sehingga pendapatan bersih yang diperoleh adalah Rp3.231.400,00. Analisis Benefit-Cost Ratio (BCR) sebesar 3,90 (>1) menunjukkan bahwa usaha tani mentimun di Desa Balansiku menguntungkan dan layak untuk dikembangkan. Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani meliputi harga jual mentimun yang stabil, tingkat produktivitas tanaman, luas lahan yang dikelola, serta kondisi lingkungan seperti cuaca dan serangan hama.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Masyarakat di Kecamatan Sebatik Timur khususnya di Desa Bukit Aru Indah dominan berprofesi sebagai nelayan, petani dan wiraswata. Pembuatan kapal rumput laut termasuk dalam profesi wiraswasta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lamanya waktu pembuatan ukuran dan harga kapal rumput laut, menganalisis dan menjelaskan pendapatan dan kelayakan usaha pembuatan rumput laut di Desa Bukit Aru Indah Kecamatan Sebatik Timur. Metode analisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Metode pengambilan sampel yaitu metode purposive sampling. Pendapatan atau keuntungan rata-rata yang dihasilkan dalam usaha pembuatan kapal rumput laut sebesar Rp 8.009.203 per unit (15 hari) Keuntungan didapatkan dari total penerimaan yang diperoleh sebesar Rp 24.500.000 dikurangi dengan total biaya yang besarnya Rp 16.490.797. Nilai total penerimaan (Total Revenue) lebih besar dibandingkan dengan nilai total biaya (Total Cost). Usaha pembuatan kapal rumput laut menguntungkan karena nilai TR > nilai TC. Analis usaha di ketahui nilai ROI 48,6, BEP 1 dan nilai B/C ratio 1,49. Analisis tersebut memiliki nilai positsif sehingga layak untuk dijalankan.