ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang prevalensinya terus meningkat dan sering kali tidak disadari oleh penderitanya, sehingga dikenal sebagai "silent killer". Kompikasi yang dapat disebabakan oleh hipertensi antara lain stroke, gagal ginjal, penyakit jantung koroner, dan dapat menyebabkan kematian. Penulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi hasil evaluasi terapi jus mentimun terhadap penurunan tekanan darah pada pasien kelolaan dengan hipertensi. Penerapan dilakukan terhadap dua pasien dengan hipertensi menggunakan metode ceramah dan demonstrasi yang meliputi lima tahap keperawatan: pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Terapi jus mentimun diberikan selama 5 hari berturut-turut pada pagi hari 15 menit sebelum makan. Hasil evaluasi menunjukan terjadi penurunan tekanan darah pada kedua pasien dimana pada pasien pertama tekanan darah hari pertama 173/118 mmHg menjadi 160/100 mmHg pada hari ke lima dan pasien kedua tekanan darah hari pertama 165/121 mmHg menjadi 153/102 mmHg pada hari ke lima. Hasil ini menunjukan bahwa penerapan terapi terapi jus mentimun yang dikombinasikan dengan edukasi kesehatan dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam membantu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Pengaruh waktu tanam merupakan salah satu cara untuk memperkecil persaingan antara jenis tanaman dalam sistem tumpangsari. Penerapan sistem tanam tumpangsari perlu ada beberapa pertimbangan pemilihan jenis tanaman yang ditumpangsarikan seperti kedalaman perakaran kedua tanaman yang berbeda, dan tanaman dengan kebutuhan nutrisi yang berbeda. Tanaman mentimun dan kacang tanah adalah salah satu kombinasi tanaman yang memenuhi kriteria jenis tanaman tumpangsari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu tanam terhadap tanaman yang ditumpangsarikan. Rangcangan penelitian terdiri atas 5 perlakuan dan 5 ulangan yaitu: perlakuan P1 (mentimun ditanam bersamaan kacang tanah), perlakuan P2 (mentimun ditanam 1 MST setelah kacang tanah), perlakuan P3 (mentimun ditanam 2 MST setelah kacang tanah), perlakuan P4 (mentimun ditanam 3 MST setelah kacang tanah), perlakuan P5 (mentimun ditanam 4 MST setelah kacang tanah). Parameter yang diamati adalah jumlah daun, jumlah buah mentimun pertanaman, dan bobot buah mentimun pertanaman, tinggi tanaman kacang tanah, hasil bobot tanaman kacang tanah pertanaman. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan jumlah daun mentimun tertinggi pada perlakuan P1 dengan nilai 40,68 pertumbuhan jumlah buah mentimun pertanaman tertinggi pada perlakuan P1 dengan nilai 6,02, pertumbuhan bobot mentimun pertanaman tertinggi pada perlakuan P1 dengan nilai 1658,26, pertumbuhan tinggi kacang tanah pada perlakuan P1 dengan nilai 39,24 dan pertumbuhan bobot kacang tanah tertinggi pada perlakuan PI dengan nilai 249,85. Hasil nisbah kesetaraan lahan mentimun yang tertinggi diperoleh pada perlakuan PI dengan nilai 1,36 dan yang terendah diperoleh pada perlakuan P3 dengan nilai 1,2.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak dibudidayakan oleh petani di Desa Balansiku, Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan. Potensi pengembangan tanaman ini cukup besar, namun pendapatan petani masih bervariasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis karakteristik petani mentimun di Desa Balansiku, dan (2) menghitung besaran pendapatan petani di Desa Balansiku. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan pendekatan survei. Sampel yang digunakan sebanyak 25 petani mentimun yang dipilih dengan metode sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan menyebar kuesioner. Analisis data dilakukan dengan menghitung total penerimaan, total biaya produksi, dan pendapatan petani serta menggunakan Benefit-Cost Ratio (BCR) untuk menentukan kelayakan usaha tani mentimun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas petani mentimun di Desa Balansiku berada dalam kelompok usia 31-40 tahun (36%) dengan tingkat pendidikan yang didominasi oleh lulusan Sekolah Dasar (36%). Luas lahan yang digunakan berkisar antara 0,5 hingga lebih dari 1 hektar, dengan 48% petani memiliki lahan lebih dari 1 hektar. Rata-rata pendapatan total petani per musim tanam adalah Rp4.345.200,00 dengan total biaya produksi sebesar Rp1.113.800,00, sehingga pendapatan bersih yang diperoleh adalah Rp3.231.400,00. Analisis Benefit-Cost Ratio (BCR) sebesar 3,90 (>1) menunjukkan bahwa usaha tani mentimun di Desa Balansiku menguntungkan dan layak untuk dikembangkan. Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani meliputi harga jual mentimun yang stabil, tingkat produktivitas tanaman, luas lahan yang dikelola, serta kondisi lingkungan seperti cuaca dan serangan hama.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Tanaman mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan salah satu jenis tanaman yang banyak di butuhkan pada masyarakat sehingga perlu ditingkatkan cara budidaya nya, dalam buah mentimun terdapat kandungan gizi yang sangat melimpah. Tingkat produktivitas mentimun di Kota Tarakan hingga tahun 2020 tergolong rendah yaitu sebesar 39,416 kuintal. Peningkatan pertumbuhan dan produski mentimun dapat dilakukan dengan pemanfaatan mulsa alang-alang dengan waktu pemberian yang berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu : M0 = kontrol(tanpa mulsa), M1 = pemasangan mulsa saat tanam bersamaan, M2 = pemasangan mulsa 1 MST dan M3 = pemasangan mulsa 2 MST. Parameter yang di amati meliputi : Tinggi tanaman, Diameter batang, Jumlah daun, Jumlah buah, Panjang buah, Diameter buah dan Berat buah. Data dianalisis dengan sidik ragam dan di uji lanjut menggunakan DMRT. Berdasarkan hasil penelitian waktu pemasangan mulsa saat tanam bersamaan (M1) berpengaruh nyata terhadap peningkatan tinggi tanaman 2 MST (8,25 cm), 3 MST (74,39 cm) dan 4 MST (112,37 cm). Peningkatan diameter batang diameter batang 2 MST (0,38 mm), 3 MST (0,68 mm) dan 4 MST (0,88 mm). Peningkatan jumlah daun 2 MST (4,00 helai), 3 MST (11,54 helai) dan 4 MST (17,83 helai). Pertambahan jumlah buah sebanyak 4,58. Peningkatan panjang buah sebanyak 28,88 cm. Peningkatan diameter buah sebesar 4,69 cm dan Peningkatan bobot buah sebesar 471,68 gram. Kata kunci: Waktu pemasangan mulsa,pertumbuhan dan produksi organik dan nonorganik, mentimun
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemulsaan dan pemupukan organik menjadi alternatif pengelolaan tanaman mentimun pada lahan dengan suhu dan curah hujan tinggi. Pemulsaan berperan dalam mengendalikan erosi dan pertumbuhan gulma, sedang bahan organik sebagi sumber unsur hara bagi mentimum. Mulsa dan pupuk organik memiliki banyak macam dan ragam, yang tentunya memberikan pengaruh yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian pupuk kandang dan mulsa organik terhadap pertumbuhan, dan hasil tanaman mentimun (Cucumis sativus L.). Penelitian menggunakan RAK 1 faktor yaitu aplikasi pupuk kandang ayam dan mulsa organik (mulsa rumput toraja, sekam padi dan daun bambu). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang dan mulsa organik dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Perlakuan kombinasi pupuk kandang ayam dan mulsa daun bambu, yang memberikan hasil optimal pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, berat buah, panjang buah, diameter buah, berat akar, dan berat trubus. Penelitian ini menyarankan penggunaan mulsa daun bambu dan pupuk kandang ayam 6 kg per bedengan untuk meningkatkan produksi tanaman mentimun.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Mentimun merupakan salah satu pangan yang memiliki kandungan gizi yang baik bagi tubuh dan memiliki kandungan air tinggi. Namun karena kandungan airnya yang tinggi menyebabkan timun mudah rusak dan tidak tahan lama. Umur simpan timun dapat diperpanjang dengan pengolahan. Pengolahan timun yang menarik konsumen dunia adalah kimchi. Kimchi merupakan salah satu jenis asinan sayuran tradisional Korea hasil fermentasi yang tambahkan bumbu pedas setelah digarami dan dicuci. Pada penelitian ini fermentasi kimchi dipengaruhi oleh jenis dan konsentrasi garam. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial, dengan 2 faktor yaitu jenis garam (G) halus dan kasar, dan konsentrasi (K) 2%, 4%, 6%, dan 8%. Parameter penelitian yaitu uji kimia yang terdiri dari kadar air, kadar garam, kadar vitamin C, nilai pH, dan asam laktat. Uji organoleptik yang terdiri tekstur, warna, aroma dan rasa. Hasil analisis dilakukan dengan uji non- parametrik menggunakan uji friedman, dan dilajut dengan uji dunn sedangkan uji parametrik menggunakan uji ANOVA dengan uji lanjut BNT (beda nyata terkecil) taraf 5%. Jenis garam memberikan pengaruh terhadap parameter kadar air, kadar vitamin C dan asam laktat dan tidak memberikan pengaruh terhadap kadar garam. sedangkan konsentrasi garam memberikan pengaruh kadar garam, kadar vitamin C, dan asam laktat dan tidak memberikan pengaruh terhadap kadar air. Interaksi perlakuan jenis dan konsentrasi garam memberikan pengaruh terhadap kadar vitamin C dan asam laktat, serta menghasilkan nilai pH yang berbeda pada kimchi. Lebih tinggi konsentrasi dengan garam halus yaitu pada perlakuan K4G1 menghasilkan nilai kesukaan yang lebih disukai dengan skala rata-rata 4 (suka).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan salah satu jenis sayuran dari family Cucurbitaceae yang popular ditanam di Indonesia. Pupuk organik cair (POC) merupakan larutan hasil pembusukan bahan-bahan organik seperti sisa tanaman, kotoran hewan dan manusia. Kulit nanas mengandung unsur hara makro seperti nitrogen, fosfor, dan kalium. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair limbah kulit nanas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun (C.sativus L.). Mengetahuai dosis terbaik pada pemberian pupuk organik cair limbah nanas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun (C.sativus L.) Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2022 – Maret 2023 di lahan Fakultas Pertanian, Universitas Borneo Tarakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu factorial dengan lima perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah konsentrasi pupuk organik cair limbah nanas dengan 4 taraf yaitu, P0 (Kontrol), P1 (POC 15 ml), P2 (POC 30 ml), P3 (POC 45 ml), P4 (POC 60 ml). Analisis data yaitu Anova dengan satu faktorial dan uji Duncan dengan taraf 5%. Kesimpulan, Pemberian pupuk organik cair limbah kulit nanas memberikan pengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman 2 MST , jumlah buah, berat total buah, panjang buah dan diameter buah. Namun tidak berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman 3, 4 dan 5 MST, jumlah daun 2, 3, 4 dan 5 MST, dan berat satuan buah. Perlakuan P3 (45 ml) menunjukkan perlakuan terbaik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jeroan ikan merupakan salah satu bagian dari limbah ikan yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Potensi jeroan ikan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair (POC) karena masih mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman. POC merupakan salah satu pupuk yang dapat digunakan untuk tanaman hortikultura seperti tanaman mentimun (Cucumis sativus, L.). Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian POC jeroan ikan gulamah terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun (Cucumis sativus, L.), serta mendapatkan konsentrasi POC jeroan ikan gulamah yang menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun tertinggi. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK), terdiri dari 5 taraf perlakuan, yaitu P0: 0%(Kontrol) POC, P1: 12,5% POC, P2: 25% POC, P3: 37,5% POC dan P4: 50% POC. Masing-masing taraf di ulang 5 kali. Data yang terkumpul dianalisis dengan Uji Anova dan dilanjutkan dengan Uji DMRT untuk data yang berditribusi normal dan Uji Kruskal Wallis untuk data yang tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC jeroan ikan gulamah berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Konsentrasi poc jeroan ikan gulamah yang memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun terbaik adalah konsentrasi 12,5% POC. Konsentrasi ini memberi nilai rata-rata tinggi tanaman 155,9 cm, diameter batang 0,8 mm, jumlah daun 25,9 dan jumlah cabang 4 pada fase vegetatif. Sedangkan pada fase generatif konsentrasi ini memberikan nilai rata-rata jumlah bunga produktif 3,3, jumlah cabang produktif 1,4, jumlah total buah pertanaman 2,7, jumlah buah layak panen pertanaman 2,5, panjang buah 21,2 cm, diameter buah 48,5 mm, berat buah layak panen 270,2 g dan berat total buah pertanaman 675,1 g. akan tetapi, pemberian dengan konsentrasi 12,5% POC belum memberikan hasil yang maksimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN POC ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) TERHADAP TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun (Cucumis sativus L.), adapun upaya yang dilakukan yaitu dengan memberikan komposisi media tanam dan poc eceng gondok. Oleh sebab itu, diperlukan suatu alternatif dalam memodifikasi komposisi media tanam pada tanaman mentimun dengan cara penggunakan komposisi media tanam berbahan organik dan memanfaatkan penggunakan pupuk berbahan organik dari tanaman eceng gondok sebagai poc pada tiap polybag diduga mampu mengoptimalkan serta memaksimalkan pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun (Cucumis sativus L.). Hal dilakukan untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam dan poc eceng gondok terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pertanian fakultas pertanian, Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian dengan 2 faktor yaitu faktor pertama komposisi media tanam memiliki 4 taraf dan faktor kedua poc eceng gondok memiliki 4 taraf serta 3 kali ulangan maka didapatkan 16 kombinasi perlakuan. Racangan penelitian yang digunakan adalah RAK dengan pola factorial, data yang peroleh dianalisis sidik ragam dan diuji lanjut apabila berbeda nyata mengunakan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan komposisi media tanam berpengaruh tidak berpengaruh nyata pada pertumbuhan tanaman dan produksi tanaman serta perlakuan poc eceng gondok tidak berpengaruh nyata jumlah buah, panjang buah, diameter buah panen kedua dan ketiga, berat buah panen kedua dan ketiga serta berat total buah panen kedua dan ketiga. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa komposisi media tanam dan poc eceng gondok yang dikombinasikan dengan poc eceng gondok perlakuan terbaik dihasilkan pada perlakuan M3P3 (tanah + kotoran ayam 500 gram + cocopeat 300 gr + 55 ml poc eceng gondok).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Mentimun merupakan salah satu komoditas pertanian yang banyak di komsumsi masyarakat dan memilki harga yang fluktuatif. Rantai pasok mentimun merupakan suatu jaringan yang saling berkaitan dengan aliran produk, informasi dan keuangan dalam proses distribusinya. Tujuan penelitian satu untuk mengetahui mekanisme rantai pasok yang terkait dengan 3 aliran yakni : aliran produk, aliran informasi dan aliran keuangan, kedua untuk mengetahui efisiensi rantai pasok yang dapat dilihat dari nilai margin pemasaran dan farmer share. Metode yang digunakan dalam penentuan sample adalah dengan metode purposive sampling dan snowball sampling, analisis data yang digunakan adalah analisis deskptif mixed method. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa komoditas mentimun di Tarakan (a) aliran produk dalam rantai pasokan mentimun berupa buah yang segar, (b) aliran informasi dalam rantai pasok komoditas mentimun ini dimulai dari petani dengan setiap pelaku rantai pasok komoditas mentimun di Kota Tarakan, (c) aliran keuangan dalam rantai pasok Kota Tarakan sangat mempengaruhi kinerja disetiap sistem pembayaran selama proses distribusi. Pengukuran kerja dalam rantai pasok dilakukan dengan pendekatan efisiensi rantai pasok yang perhitungannya berbeda-beda. Terdapat dua saluran rantai pasok dengan margin pemasaran, distribusi margin dan farmer share. Pada saluran pertama nilai margin yang diperoleh Rp.3.375 per kilogram dengan nilai farmer share 46% sehingga pada saluran pertama tidak efisien dan pada saluran kedua nilai margin share yang di peroleh Rp. 300 per kilogram dengan nilai farmer share 91% sehingga pada saluran dapat dikatakan efisien.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Mentimun merupakan salah satu komoditas hortikultura yang prospektif untuk dikembangkan melalui usahatani berbasis agribisnis. Keberhasilan usahatani berbasis agribisnis didukung oleh subsistem agribisnis mulai dari hulu hingga hilir yang saling terintegrasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui sistem agribisnis komoditas mentimun di Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penentuan sampel dengan metode purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sistem agribisnis dan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem agribisnis hulu seperti pengadaan sarana produksi benih, lahan, tenaga kerja, pupuk, pestisida dan peralatan. Subsistem usahatani budidaya mentimun menggunakan lahan tetap dengan luas lahan 0,04 ha dengan jarak tanam 50 x 60 cm tinggi bedeng 100 cm, lebar parit 50 cm dengan produksi 30 karung dengan harga jual Rp. 200.000/karung dan penerimaan sebesar Rp. 6.000.000. Total pendapatan petani mentimun sebesar Rp. 4.085.912. Subsistem pengolahan hasil meliputi penanganan pasca panen dan pemasaran, mentimun dikemas kedalam karung kemudian dijahit sedangkan saluran pemasaran yaitu semi langsung mulai dari petani – pengepul – pengecer – konsumen akhir. Subsistem penunjang terdiri dari perbankan dan lembaga penyuluhan yang memberikan layanan informasi dan pembinaan teknik produksi, budidaya, dan manajemen. Kata kunci: Sistem agribisni, pendapatan, mentimun