Waktu pemasangan mulsa terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun (cucumis sativus L.)
ABSTRAK Tanaman mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan salah satu jenis tanaman yang banyak di butuhkan pada masyarakat sehingga perlu ditingkatkan cara budidaya nya, dalam buah mentimun terdapat kandungan gizi yang sangat melimpah. Tingkat produktivitas mentimun di Kota Tarakan hingga tahun 2020 tergolong rendah yaitu sebesar 39,416 kuintal. Peningkatan pertumbuhan dan produski mentimun dapat dilakukan dengan pemanfaatan mulsa alang-alang dengan waktu pemberian yang berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu : M0 = kontrol(tanpa mulsa), M1 = pemasangan mulsa saat tanam bersamaan, M2 = pemasangan mulsa 1 MST dan M3 = pemasangan mulsa 2 MST. Parameter yang di amati meliputi : Tinggi tanaman, Diameter batang, Jumlah daun, Jumlah buah, Panjang buah, Diameter buah dan Berat buah. Data dianalisis dengan sidik ragam dan di uji lanjut menggunakan DMRT. Berdasarkan hasil penelitian waktu pemasangan mulsa saat tanam bersamaan (M1) berpengaruh nyata terhadap peningkatan tinggi tanaman 2 MST (8,25 cm), 3 MST (74,39 cm) dan 4 MST (112,37 cm). Peningkatan diameter batang diameter batang 2 MST (0,38 mm), 3 MST (0,68 mm) dan 4 MST (0,88 mm). Peningkatan jumlah daun 2 MST (4,00 helai), 3 MST (11,54 helai) dan 4 MST (17,83 helai). Pertambahan jumlah buah sebanyak 4,58. Peningkatan panjang buah sebanyak 28,88 cm. Peningkatan diameter buah sebesar 4,69 cm dan Peningkatan bobot buah sebesar 471,68 gram. Kata kunci: Waktu pemasangan mulsa,pertumbuhan dan produksi organik dan nonorganik, mentimun