ThesisOpen AccessMetadata saja
•
Yakobus Vilkanova Tobi Kelen. 15201010044. 2019. Pengaruh Dosis Pupuk Limbah Tahu dan Kedalaman Pengolahan Tanah Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Tanah (Arachis Hypogea L). Dibimbing oleh Amarullah. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Produksi kacang tanah di Kalimantan Utara mengalami penurunan selama lima tahun terakhir, Tahun 2017 produksi kacang tanah 205 ton sedangkan tahun 2018 produksi kacang tanah mengalami penurunan yaitu 190 ton. Produksi tersebut tidak sebanding dengan kebutuhan yang semakin meningkat. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi tanaman kacang tanah dapat dilakukan dengan penggunaan pupuk yang tepat dan pengolahan tanah yang optimal sehingga dapat memacu pertumbuhan tanaman kacang tanah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dosis limbah tahu dan kedalaman pengolahan tanah terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial 9 perlakuan, 3 ulangan dan 27 unit percobaan. Faktor pertama yaitu kedalaman olah tanah 10 cm (K1), 15 cm (K2), 20 cm (K3) dan dosis limbah tahu 60 ml/tanaman (L1), 120 ml/tanaman (L2) dan 180 ml/tanaman (L3). Hasil penelitian menunjukan bahwa Interaksi terbaik berada pada kedalaman 15 cm dan dosis limbah tahu 120 ml/tanaman (K2L2), dan berbeda nyata dengan perlakuan kedalaman 10 cm dan dosis limbah tahu 60 ml/tanaman (K1L1), serta kedalaman 20 cm dan dosis limbah tahu 180 ml/tanaman (K3L3) .Parameter berat basah tanaman kacang tanah pada perlakuan kedalaman olah tanah 10 cm (K1) dan 20 cm (K3). Sedangkan parameter tinggi tanaman, lebar daun, jumlah daun, berat basah polong, berat kering polong, berat kering tanaman, jumlah polong pertanaman, jumlah biji pertanaman, panjang akar, jumlah akar dan berat 100 biji tidak pengaruh yang nyata.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Pengaruh waktu tanam merupakan salah satu cara untuk memperkecil persaingan antara jenis tanaman dalam sistem tumpangsari. Penerapan sistem tanam tumpangsari perlu ada beberapa pertimbangan pemilihan jenis tanaman yang ditumpangsarikan seperti kedalaman perakaran kedua tanaman yang berbeda, dan tanaman dengan kebutuhan nutrisi yang berbeda. Tanaman mentimun dan kacang tanah adalah salah satu kombinasi tanaman yang memenuhi kriteria jenis tanaman tumpangsari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu tanam terhadap tanaman yang ditumpangsarikan. Rangcangan penelitian terdiri atas 5 perlakuan dan 5 ulangan yaitu: perlakuan P1 (mentimun ditanam bersamaan kacang tanah), perlakuan P2 (mentimun ditanam 1 MST setelah kacang tanah), perlakuan P3 (mentimun ditanam 2 MST setelah kacang tanah), perlakuan P4 (mentimun ditanam 3 MST setelah kacang tanah), perlakuan P5 (mentimun ditanam 4 MST setelah kacang tanah). Parameter yang diamati adalah jumlah daun, jumlah buah mentimun pertanaman, dan bobot buah mentimun pertanaman, tinggi tanaman kacang tanah, hasil bobot tanaman kacang tanah pertanaman. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan jumlah daun mentimun tertinggi pada perlakuan P1 dengan nilai 40,68 pertumbuhan jumlah buah mentimun pertanaman tertinggi pada perlakuan P1 dengan nilai 6,02, pertumbuhan bobot mentimun pertanaman tertinggi pada perlakuan P1 dengan nilai 1658,26, pertumbuhan tinggi kacang tanah pada perlakuan P1 dengan nilai 39,24 dan pertumbuhan bobot kacang tanah tertinggi pada perlakuan PI dengan nilai 249,85. Hasil nisbah kesetaraan lahan mentimun yang tertinggi diperoleh pada perlakuan PI dengan nilai 1,36 dan yang terendah diperoleh pada perlakuan P3 dengan nilai 1,2.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kelangkaan pupuk kandang dan mahalnya harga pupuk kimia berikut dampak buruknya bagi lingkungan menyebabkan produksi tanaman kacang tanah menjadi menurun, sehingga perlu ada upaya atau alternatif lain untuk mengatasinya. Penggunaan POC berbahan limbah pisang menjadi pilihan dalam mengatasi kelangkaan pupuk kandang dan penggunaan pupuk kimia karena banyak tersedia serta kandungan N, P dan K di dalam limbah pisang cukup tinggi untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Penelitian ini merupakan percobaan yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis POC limbah pisang yang dapat memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan tanaman kacang tanah. Penelitian ini dilaksanakan di lahan masyarakat desa Setulang, Kecamatan Malinau Selatan Hilir, Provinsi Kalimantan Utara pada tanggal 22 Februari hingga 3 April 2021. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan satu faktor yaitu jenis POC limbah pisang dengan 5 taraf perlakuan yaitu P0 (tanpa aplikasi POC), P1 (100 ml POC limbah pisang Kepok), P2 (100 ml POC limbah pisang Susu), P3 (100 ml POC limbah pisang Ambon) dan P4 (100 ml POC limbah pisang Mas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis POC limbah pisang berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman umur 3 dan 4 MST serta lebar daun umur 5 MST. Sedangkan pada parameter tinggi tanaman 2 dan 5 MST, lebar daun 2, 3 dan 4 MST, panjang akar, berat akar, berat basah tanaman dan jumlah polong terbentuk menunjukkan tidak berpengaruh nyata. Serta tidak terdapat jenis POC limbah pisang yang memberikan hasil terbaik pada pertumbuhan tanaman kacang tanah.