ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemulsaan dan pemupukan organik menjadi alternatif pengelolaan tanaman mentimun pada lahan dengan suhu dan curah hujan tinggi. Pemulsaan berperan dalam mengendalikan erosi dan pertumbuhan gulma, sedang bahan organik sebagi sumber unsur hara bagi mentimum. Mulsa dan pupuk organik memiliki banyak macam dan ragam, yang tentunya memberikan pengaruh yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian pupuk kandang dan mulsa organik terhadap pertumbuhan, dan hasil tanaman mentimun (Cucumis sativus L.). Penelitian menggunakan RAK 1 faktor yaitu aplikasi pupuk kandang ayam dan mulsa organik (mulsa rumput toraja, sekam padi dan daun bambu). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang dan mulsa organik dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Perlakuan kombinasi pupuk kandang ayam dan mulsa daun bambu, yang memberikan hasil optimal pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, berat buah, panjang buah, diameter buah, berat akar, dan berat trubus. Penelitian ini menyarankan penggunaan mulsa daun bambu dan pupuk kandang ayam 6 kg per bedengan untuk meningkatkan produksi tanaman mentimun.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau dengan memodifikasi dosis pupuk organik cair dan pemberian mulsa organik. Penggunaan bahan organik sebagai pupuk organik cair (POC) dimaksudkan untuk menambah unsur hara bagi tanaman. Limbah tahu dapat memberikan nilai tambah bagi kesuburan tanah karena limbah tahu mengandung N, P, K Ca, Mg dan C organik yang berpotensi meningkatkan kesuburan tanah. Pemakaian mulsa organik merupakan salah satu pemanfaatan bahan organik yang baik bagi pertumbuhan tanaman. Mulsa dapat berperan dalam mengubah keadaan iklim mikro yang dapat mempengaruhi sifat tanah, menguntungkan untuk pertumbuhan, perkembangan dan peningkatan hasil tanaman. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan menggunakan rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor yaitu faktor 1 dosis pupuk organik cair (POC) dengan 4 taraf dan faktor 2 mulsa organik dengan 3 taraf diulang sebanyak 3 kali. Parameter Pengamatan yaitu tinggi tanaman, lebar daun, diameter batang, jumlah daun, berat biji, berat polong, bjumlah cabang jumlah polong. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dan diuji lanjut dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa dosis pupuk organik cair (POC) berpengaruh nyata pada pertumbuhan tinggi tanaman, lebar daun, jumlah daun, diameter batang, jumlah cabang, berat polong, berat biji dan jumlah polong, dengan dosis terbaik pada perlakuan 90 ml/tanaman (L1), dan pada Mulsa organik berpengaruh nyata pada parameter lebar daun dengan perlakuan terbaik mulsa jerami (M1). Interaksi perlakuan terbaik pada mulsa organik + POC 90 ml/tanaman (M1L1) yang diaplikasikan memberikan pengaruh nyata pada parameter jumlah daun.