Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

9 hasil
Subjek: histokimia
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

HISTOKIMIA DAUN RUKU-RUKU (Ocimum tenuiflorum) DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ocimum tenuiflorum (ruku-ruku) adalah tumbuhan obat tradisional dari famili Lamiaceae yang digunakan sebagai penyedap masakan serta obat demam, mual, dan gangguan pencernaan. Tumbuhan obat pada umumnya memiliki struktur sekretori yang berfungsi sebagai tempat sintesis atau penyimpanan metabolit sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis struktur sekretori serta kandungan histokimia alkaloid, terpenoid, dan senyawa lipofilik pada daun O. tenuiflorum, sekaligus mengkaji potensinya sebagai sumber belajar biologi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-eksploratif dengan pendekatan kuantitatif. Sayatan dibuat dengan teknik free-hand, baik paradermal maupun transversal, kemudian diuji histokimia menggunakan reagen Wagner 1% untuk alkaloid, tembaga asetat 5% untuk terpenoid, dan Sudan III 0,03% untuk senyawa lipofilik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur sekretori pada daun terdiri atas trikoma glandular peltat dan kapitat, selain trikoma non-glandular uniseriat yang berfungsi sebagai pelindung mekanis permukaan daun. Trikoma peltat memberikan hasil positif untuk terpenoid dan senyawa lipofilik; trikoma kapitat positif untuk alkaloid, terpenoid, dan senyawa lipofilik; sedangkan trikoma uniseriat menunjukkan hasil negatif pada semua uji. Temuan ini menunjukkan adanya diferensiasi fungsional metabolit di antara tipe-tipe trikoma glandular pada daun O. tenuiflorum. Hasil penelitian ini relevan dengan capaian pembelajaran mata kuliah Mikroteknik dan berpotensi dikembangkan menjadi panduan praktikum berbasis penelitian untuk program studi Pendidikan Biologi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HISTOKIMIA DAN STRUKTUR SEKRETORI TUMBUHAN SAMBUNG NYAWA (Gynura procumbens) SERTA POTENSINYA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Gynura procumbens atau sambung nyawa merupakan tumbuhan obat tradisional dari famili Asteraceae yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat kalimantan. Tumbuhan yang digunakan sebagai obat umumnya memiliki struktur sekretori sebagai sintesis atau penyimpanan metabolit sekunder sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tipe struktur sekretori serta distribusi histokimia senyawa terpenoid, alkaloid, dan senyawa lipofilik pada jaringan batang dan daun G.procumbens asal Tarakan, Kalimantan Utara, serta mengeksplorasi potensi hasil penelitian sebagai sumber pembelajaran pada mata kuliah Fitokimia. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif melalui sayatan free hand section secara paradermal dan melintang dilanjutkan dengan uji histokimia menggunakan reagen kupri asetat 5% untuk terpenoid, reagen Wagner 1% untuk alkaloid, dan Sudan IV untuk senyawa lipofilik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur sekretori yang dijumpai pada kedua organ berupa trikoma kelenjar. Daun memiliki tipe trikoma peltate tipe I dan capitate tipe II, sedangkan batang hanya memiliki trikoma capitate tipe I dan capitate tipe II yang menunjukkan bahwa daun memiliki kompleksitas struktural lebih tinggi dibandingkan batang. Seluruh tipe trikoma pada kedua organ memberikan hasil positif terhadap senyawa terpenoid, alkaloid, dan lipofilik. Temuan ini relevan dengan capaian pembelajaran mata kuliah Fitokimia dan berpotensi dikembangkan menjadi panduan praktikum berbasis riset bagi Program Studi Pendidikan Biologi.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS HISTOKIMIA DAN TIPE STRUKTUR SEKRETORI PADA TUMBUHAN SIRIH TUMPANG AIR (Peperomia pellucida) SERTA POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sirih tumpang air (Peperomia pellucida (L.) Kunth) merupakan tumbuhan herbal yang secara empiris dimanfaatkan masyarakat sebagai obat tradisional karena kandungan metabolit sekunder seperti alkaloid dan terpenoid yang tersimpan dalam struktur sekretori. Penelitian terdahulu baru sebatas mengkaji keberadaan senyawa melalui ekstraksi umum tanpa menggambarkan lokasi dan distribusinya secara histokimia. Penelitian ini bertujuan menganalisis tipe struktur sekretori, mengidentifikasi lokasi kandungan senyawa dalam sel dan jaringan, serta mengkaji potensi P. pellucida sebagai sumber belajar biologi, menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui sayatan tangan bebas (free hand section) pada batang dan daun serta uji histokimia (reagen Wagner, kupri asetat, dan Sudan IV). Hasil menunjukkan P. pellucida memiliki dua tipe struktur sekretori, yaitu trikoma kelenjar peltate eksternal batang dan daun yang positif alkaloid, serta sel idioblas internal hanya daun yang positif terpenoid; senyawa lipofilik tidak terdeteksi pada kedua struktur. Setiap struktur hanya menyimpan satu golongan metabolit secara spesifik, menunjukkan efisiensi pemisahan jalur biosintesis. Data tipe, ukuran, kerapatan, dan lokasi senyawa pada struktur sekretori dinilai relevan dikembangkan sebagai sumber belajar biologi, khususnya pada mata kuliah Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan, dalam bentuk modul atau lembar kerja praktikum berbasis riset lokal.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS STRUKTUR SEKRETORI DAN HISTOKIMIA TERPENOID RIMPANG PADA FAMILI ZINGIBERACEAE SERTA POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rimpang dari Familı Zingiberaceae dikenal sebagai sumber rempah, obat tradisional, dan golongan senyawa bioaktif, misalnya terpenoid umumnya senyawa metabolit terakumulasi pada struktur khusus yang disebut dengan struktur sekretori Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tipe sel sekretori, menganalisis ukuran dan kerapatan selnya, mendeskripsikan kandungan terpenoid melalui ujı hıstokimia, serta mengkaji potensi hasilnya sebagai sumber belajar biologi. Sampel berupa rimpang kunyit putih (Curcuma zedoaria), kunyit kuning (Curcuma longa), temulawak (Curcuma xanthorrhiza), jahe merah (Zingiber officinale var rubrum), jahe putih (Zingiber officinale vat, amarum), dan kencur (Kaempferia galanga). Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif melalui sayatan melintang tangan bebas, pengamatan mikroskopis, dan ujı histokımia menggunakan reagen kupri asetat 3-5% dengan tiga kali ulangan. Hasil menunjukkan bahwa sel idioblas merupakan satu-satunya struktur sekretori pada keenam rimpang, tanpa trikoma kelenjar, rongga sekretori, maupun saluran sekretori. Sel idioblas terbesar dijumpai pada kencur (609,18 = 48,95461,67± 41,05 µm) dan terkecil pada temulawak (393,25 + 102,39×362,51 + 111,28 µm) Kerapatan tertinggi terdapat pada kunyit kuning (31,33 ± 1,15 mm²) dan terendah pada kencur (8,677,23 mm²), yang mengindikasikan kecenderungan ukuran dan kerapatan sel idioblas berbanding terbalik. Seluruh sampel positif terpenoid, ditandai endapan berwarna kuning pada sel idioblas, sehingga sel tersebut berfungsi sebagai tempat akumulasi terpenoid. Hasil penelitian ini berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber belajar pada mata kuliah Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan berupa modul atau lembar kerja praktikum.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder pada Famili Rubiaceae dan Amarylidaceae serta Potensi Penerapan pada Pembelajaran Biologi

2022•

Senyawa yang terdapat di dalam jaringan tumbuhan dapat diketahui dengan melakukan beberapa uji kualitatif salah satunya berupa uji histokimia dan uji ekstrak etanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder pada famili Rubiaceae dan Amarylidaceae. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yaitu famili Rubiaceae dan Amarylidaceae. Data yang diperoleh berdasarkan uji kualitatif menggunakan uji histokimia, hasil positif mengandung terpenoid ditemukan pada daun tumbuhan Ixora coccinea, Mitragyna speciosa dan Curculigo latifolia, pada batang tumbuhan Ixora coccinea dan Mitragyna speciosa, serta pada akar tumbuhan Curculigo latifolia. Sedangkan hasil positif mengandung tanin ditemukan pada daun tumbuhan Ixora coccinea, Mitragyna speciosa, Paedaria foetida dan Curculigo latifolia, pada batang tumbuhan Ixora coccinea dan Mitragyna speciosa, serta pada akar tumbuhan Ixora coccinea, Mitragyna speciosa dan Curculigo latifolia. Kemudian berdasarkan uji kualitatif menggunakan uji ekstrak etanol, hasil positif mengandung terpenoid ditandai dengan perubahan warna menjadi ungu ditemukan pada daun tumbuhan Ixora coccinea, Mitragyna speciosa dan Curculigo latifolia, pada batang tumbuhan Ixora coccinea dan Mitragyna speciosa, serta pada akar tumbuhan Ixora coccinea, Mitragyna speciosa dan Curculigo latifolia. Sedangkan hasil positif mengandung tanin ditandai dengan perubahan warna menjadi biru kehitaman atau hijau kecoklatan ditemukan pada daun tumbuhan Ixora coccinea, Mitragyna speciosa, Paedaria foetida dan Curculigo latifolia, pada batang tumbuhan Ixora coccinea dan Mitragyna speciosa, serta pada akar pada tumbuhan Ixora coccinea, Mitragyna speciosa dan Curculigo latifolia. Hasil penelitian tersebut diketahui bahwa famili Rubiaceae dan Amarylidaceae melalui uji histokimia dan ekstrak etanol positif mengandung terpenoid dan tanin pada organ daun, batang dan akar. Informasi atau data hasil penelitian tersebut berpotensi dalam penerapan pembelajaran biologi seperti RPP, panduan praktikum dan bahan ajar.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS SENYAWA BIOAKTIF PADA FAMILI Poaceae DAN Malvaceae MELALUI UJI HISTOKIMIA DAN UJI EKSTRAK ETANOL SERTA POTENSI PENERAPAN PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI

2022•

Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan keanekaragaman hayati yang memiliki kurang lebih 3000 spesies tanaman yang berpotensi sebagai mengandung senyawa bioaktif. Salah satu daerah yang banyak ditemukan tumbuh-tumbuhan yaitu daerah kota Tarakan seperti famili tumbuhan yang dijumpai dihutan sawah lunto dan hutan persemaian yaitu famili Poaceae yang meliputi Rumput Bambu dan Rumput Gelagah kemudian Famili Malvaceae yang meliputi Seleguri, Kembang Sepatu dan Pulutan. Pada penelitian ini metode yang digunakan ialah melalui uji histokimia dan uji ekstraksi etanol dengan menggunakan reagen FeCl3 10% untuk identifikasi senyawa tanin, dan reagen CH3COOH pekat dan H2SO4 pekat untuk identifikasi senyawa steroid. Pengujian ini dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa tanin dan steroid pada masing-masing bagian organ daun, batang, dan akar pada famili Poaceae dan Malvaceae. Hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pada uji histokimia dan uji ekstraksi etanol identifikasi senyawa tanin dari lima spesies tumbuhan terdapat sembilan bagian organ yang positif mengandung senyawa tanin yang tersebar di daun dan akar Rumput Bambu, daun Rumput Gelagah, daun Seleguri, daun, akar dan batang Pulutan, daun dan batang Kembang Sepatu. Pada uji histokimia dan uji ekstraksi etanol identifikasi senyawa steroid dari lima spesies tumbuhan terdapat lima bagian organ yang positif mengandung senyawa steroid yang tersebar di daun dan akar Seleguri, daun, akar dan batang Kembang Sepatu. Pada penelitian ini potensi yang akan diimplementasikan dalam pembelajaran biologi berupa Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Panduan Praktikum, dan Bahan Ajar pada KD 2.2 Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan dan Hewan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Kualitatif Senyawa Metabolit Sekunder Pada Famili Fabaceae Serta Potensi Penerapan Pada Pembelajaran Biologi

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan keanekaragaman hayati yang memiliki kurang lebih 3000 spesies tanaman yang berpotensi sebagai mengandung senyawa bioaktif. Salah satu daerah yang banyak ditemukan tumbuh-tumbuhan yaitu daerah kota Tarakan seperti famili tumbuhan yang dijumpai dihutan sawah lunto dan hutan persemaian yaitu famili Fabaceae yang meliputi Putri Malu, Daun Duduk, Kembang Telang, Kupu-Kupu dan Ketepeng Cina. Pada penelitian ini metode yang digunakan ialah melalui uji histokimia dengan reagen Vanilin 4% HCL pekat untuk identifikasi senyawa flavonoid, dan reagen CH3COOH pekat dan H2SO4 pekat untuk identifikasi senyawa steroid. Uji ekstraksi etanol dengan menggunakan reagen 0,1 logam Mg dan H2SO4 pekat untuk identifikasi senyawa flavonoid, dan reagen CH3COOH pekat dan H2SO4 pekat untuk identifikasi senyawa steroid. Pengujian ini dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa flavonoid dan steroid pada masing-masing bagian organ daun, batang, dan akar. Hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa hanya organ batang pada tumbuhan Kupu-Kupu saja yang negatif mengandung senyawa flavonoid dan steroid pada uji ekstrak etanol. Pada penelitian ini potensi yang akan diimplementasikan dalam pembelajaran biologi berupa Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Panduan Praktikum, dan Bahan Ajar pada KD 2.2 Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan dan Hewan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Identifkasi Senyawa Terpenoid pada Famili Tumbuhan Euphorbiaceae melalui Uji Kualitatif dan Potensi Penerapan pada Pembelajaran Biologi

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiiliki keanekaragaman tumbuhan tersebar diberbagai hutan tropis seperti hutan persemaian dan hutan sawah luntoh. Tumbuhan Ekor kucing (Acalypha hispida), Sablo (Acalypha wilkesiana), Teh-tehan (Acalypha siamensis), Kroton (Codiaeum variegatum), dan Patikan kebo (Euphorbia hirta L) merupakan spesies tumbuhan tergolong famili Euphorbiaceae yang dijumpai di hutan persemaian dan hutan sawah luntoh. Uji yang digunakan pada penelitian ini yaitu uji histokimia dengan reagen CuSO4 5 % dan gliserin, dan uji ekstraksi etanol dengan reagen HCl pekat 32 % dan H2SO4 pekat. Uji ini digunakan untuk mengidentifikasi senyawa terpenoid pada organ akar,batang dan daun. Hasil penelitian tersebut diketahui bahwa dari lima spesies tumbuhan famili Euphorbiaceae terdapat empat spesies yang mengandung senyawa terpenoid yang tersebar diberbagai organ akar, batang, dan daun. Pada spesies tumbuhan ekor kucing (Acalypha hispida) dari ketiga bagian organ akar, batang, dan daun tidak ada yang mengandung senyawa terpenoid. Pada spesies tumbuhan Sablo (Acalypha wilkesiana) masing-masing bagian organ akar, batang, dan daun positif mengandung senyawa terpenoid. Pada spesies tumbuhan Teh-tehan (Acalypha siamensis) bagian organ yang mengandung senyawa terpenoid hanya terletak pada bagian akar. Pada spesies tumbuhan Kroton (Codiaeum variegatum) bagian organ yang mengandung senyawa terpenoid terletak pada organ akar dan daun. Pada spesies tumbuhan Patikan kebo (Euphorbia hirta L) bagian organ yang mengandung senyawa terpenoid terletak pada bagian daun. Pada penelitian ini potensi penerapan pembelajaran biologi berupa Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Panduan Praktikum, dan Bahan Ajar.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MAJALAH SAINS BERDASARKAN HISTOKIMIA DALAM TUMBUHAN OBAT PADA FAMILI PIPERACEAE SEBAGAI BAHAN AJAR MANDIRI SISWA SMK KESEHATAN

2019•

Dwi Umalaysianti. 2019. Sirih Hutan (Piper adumcum), sirih hijau (Piper betle), sirih merah (P. crocatum) dan sirih cina (Peperomia pellucida) merupakan spesies tumbuhan yang berasal dari famili Piperaceae yang memiliki manfaat sebagai tumbuhan obat. Tumbuhan tersebut mengandung senyawa metabolit sekunder yang menyebabkan memiliki potensi sebagai tumbuhan obat. Senyawa metabolit yang terkandung pada suatu tumbuhan di produksi oleh struktur sekretori. Untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada suatu tumbuhan dapat dilakukan dengan menggunakan metode histokimia. Hasil penelitian tersebut diketahui bahwa P. aduncum, P. betle, P. crocatum dan Peperomia pellucida memiliki struktur sekretori berupa sel idioblas dan trikoma kelenjar yang mengandung senyawa alkaloid, lipofil, flavonoid, fenol dan terpenoid. Informasi atau data penelitian tentang manfaat tumbuhan obat dari famili Piperaceae, senyawa metabolit dan struktur sekretori dikembangkan menjadi Majalah Sains dengan menggunakan metode dari Borg & Gall (1983) sampai tahap ke-lima. Majalah sains tersebut nantinya dapat digunakan sebagai bahan ajar mandiri siswa SMK Kesehatan. Namun sebelum digunakan terlebih dahulu divalidasi oleh ahli media, ahli materi dan guru farmakognosi. Hasil validasi dari ahli media memiliki persentase sebesar 92,5%, ahli materi memiliki persentase sebesar 85,55% dan guru farmakognosi sebesar 91%. Setelah majalah dinyatakan layak dilakukan uji coba terbatas dengan melibatkan 6 siswa kelas farmasi. Hasil uji terbatas tersebut mendapatkan persentase sebesar 90,4%. Berdasarkan persentase tersebut, Majalah Sains dapat dikatakan termasuk kategori sangat layak digunakan sebagai bahan ajar mandiri siswa SMK Kesehatan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail