Abstrak
Rimpang dari Familı Zingiberaceae dikenal sebagai sumber rempah, obat tradisional, dan golongan senyawa bioaktif, misalnya terpenoid umumnya senyawa metabolit terakumulasi pada struktur khusus yang disebut dengan struktur sekretori Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tipe sel sekretori, menganalisis ukuran dan kerapatan selnya, mendeskripsikan kandungan terpenoid melalui ujı hıstokimia, serta mengkaji potensi hasilnya sebagai sumber belajar biologi. Sampel berupa rimpang kunyit putih (Curcuma zedoaria), kunyit kuning (Curcuma longa), temulawak (Curcuma xanthorrhiza), jahe merah (Zingiber officinale var rubrum), jahe putih (Zingiber officinale vat, amarum), dan kencur (Kaempferia galanga). Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif melalui sayatan melintang tangan bebas, pengamatan mikroskopis, dan ujı histokımia menggunakan reagen kupri asetat 3-5% dengan tiga kali ulangan. Hasil menunjukkan bahwa sel idioblas merupakan satu-satunya struktur sekretori pada keenam rimpang, tanpa trikoma kelenjar, rongga sekretori, maupun saluran sekretori. Sel idioblas terbesar dijumpai pada kencur (609,18 = 48,95461,67± 41,05 µm) dan terkecil pada temulawak (393,25 + 102,39×362,51 + 111,28 µm) Kerapatan tertinggi terdapat pada kunyit kuning (31,33 ± 1,15 mm²) dan terendah pada kencur (8,677,23 mm²), yang mengindikasikan kecenderungan ukuran dan kerapatan sel idioblas berbanding terbalik. Seluruh sampel positif terpenoid, ditandai endapan berwarna kuning pada sel idioblas, sehingga sel tersebut berfungsi sebagai tempat akumulasi terpenoid. Hasil penelitian ini berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber belajar pada mata kuliah Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan berupa modul atau lembar kerja praktikum.