ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANC : Merupakan kehamilan yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental pada ibu hamil secara optimal, hingga mampu menghadapi masa persalinan, nifas, menghadapi persiapan pemberian ASI secara eksklusif, serta kembalinya kesehatan alat reproduksi dengan wajar.
Fertilisasi: sebuah proses penyatuan kedua sel gamet yang terdiri dari sel telur wanita dengan sel sperma dari laki-laki. Proses fertilisasi sendiri juga sering disebut dengan proses pembuahan Hasil dari fertilisasi sel tuggal atau bernama zigot.
Skrining: Pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui apakah seseorang berisiko lebih tinggi mengalami suatu masalah kesehatan. Bagi wanita, ada beberapa skrining kesehatan yang perlu dilakukan untuk mengetahui kemungkinan risiko terhadap penyakit tertentu.
Kolostrum: Susu yang dihasilkan oleh kelenjar susu dalam tahap ahkir kehamilan dan beberapa hari setelah kelahiran bayi.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•
Kemampuan komunikasi matematis penting untuk dikembangkan dalam pembelajaran matematika karena mendukung murid dalam mengomunikasikan dan memahami konsep-konsep matematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Read, Outline, Discussion, Evaluation (RODE) terhadap kemampuan komunikasi matematis murid kelas XI SMA. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain nonequivalent control group. Populasi penelitian ini adalah seluruh murid kelas XI SMA Negeri 3 Tarakan. Sampel ditentukan melalui teknik purposive sampling (judgement sampling), dengan mempertimbangkan kesetaraan kemampuan murid berdasarkan hasil asesmen diagnostik kognitif. Sampel penelitian terdiri atas 68 murid yang mengikuti pretest dan posttest secara lengkap, terbagi menjadi dua kelompok, yaitu 34 murid kelas XI-B sebagai kelas kontrol dan 34 murid kelas XI-C sebagai kelas eksperimen. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes kemampuan komunikasi matematis berupa pretest dan posttest yang masing-masing terdiri atas tiga soal uraian. Hasil analisis data secara statistik menunjukkan bahwa rata-rata skor posttest kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, yaitu 68,24 >54,92. Hasil uji Independent Sample T-Test memperoleh nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,002≤ 0,05, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Temuan ini didukung oleh rata-rata N-Gain Score kelompok yang memperoleh pembelajaran dengan model RODE sebesar 0,57, lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok yang memperoleh pembelajaran konvensional dengan metode ceramah sebesar 0,37. Dengan demikian, model pembelajaran RODE berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi matematis murid kelas XI SMA Negeri 3 Tarakan dan berpotensi menjadi alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan tersebut. Peneliti selanjutnya disarankan untuk menguji penerapan model RODE pada materi dan variabel lain seperti kemampuan kolaborasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan komunikasi matematis penting untuk dikembangkan dalam pembelajaran matematika karena mendukung murid dalam mengomunikasikan dan memahami konsep-konsep matematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Read, Outline, Discussion, Evaluation (RODE) terhadap kemampuan komunikasi matematis murid kelas XI SMA. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain nonequivalent control group. Populasi penelitian ini adalah seluruh murid kelas XI SMA Negeri 3 Tarakan. Sampel ditentukan melalui teknik purposive sampling (judgement sampling), dengan mempertimbangkan kesetaraan kemampuan murid berdasarkan hasil asesmen diagnostik kognitif. Sampel penelitian terdiri atas 68 murid yang mengikuti pretest dan posttest secara lengkap, terbagi menjadi dua kelompok, yaitu 34 murid kelas XI-B sebagai kelas kontrol dan 34 murid kelas XI-C sebagai kelas eksperimen. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes kemampuan komunikasi matematis berupa pretest dan posttest yang masing-masing terdiri atas tiga soal uraian. Hasil analisis data secara statistik menunjukkan bahwa rata-rata skor posttest kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, yaitu 68,24 >54,92. Hasil uji Independent Sample T-Test memperoleh nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,002≤ 0,05, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Temuan ini didukung oleh rata-rata N-Gain Score kelompok yang memperoleh pembelajaran dengan model RODE sebesar 0,57, lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok yang memperoleh pembelajaran konvensional dengan metode ceramah sebesar 0,37. Dengan demikian, model pembelajaran RODE berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi matematis murid kelas XI SMA Negeri 3 Tarakan dan berpotensi menjadi alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan tersebut. Peneliti selanjutnya disarankan untuk menguji penerapan model RODE pada materi dan variabel lain seperti kemampuan kolaborasi.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi saluran pemasaran serta menganalisis biaya pemasaran, margin pemasaran, dan farmer’s share cabai rawit (Capsicum frutescens L.) di Kota Tarakan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Mei 2026 di Kelurahan Kampung Enam dan Mamburungan, Kecamatan Tarakan Timur, serta Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara, Kota Tarakan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling terhadap 70 petani cabai rawit. Data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis saluran pemasaran, margin pemasaran, biaya pemasaran, dan farmer’s share. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua saluran pemasaran cabai rawit di Kota Tarakan, yaitu saluran pemasaran langsung (produsen–konsumen) yang digunakan oleh 12 petani (17,14%) dan saluran pemasaran tidak langsung (produsen–agen–pedagang pengecer–konsumen) yang digunakan oleh 58 petani (82,86%). Pada saluran pemasaran langsung tidak terdapat biaya pemasaran maupun margin pemasaran, sehingga nilai farmer’s share mencapai 100%. Sementara itu, pada saluran pemasaran tidak langsung diperoleh total biaya pemasaran sebesar Rp14.535/kg, total margin pemasaran sebesar Rp35.212/kg, dan total keuntungan lembaga pemasaran sebesar Rp20.677/kg. Nilai farmer’s share pada saluran ini sebesar 71%, yang menunjukkan bahwa petani menerima 71% dari harga yang dibayarkan oleh konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran pemasaran langsung memberikan bagian harga yang lebih besar kepada petani dibandingkan saluran pemasaran tidak langsung
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi saluran pemasaran serta menganalisis biaya pemasaran, margin pemasaran, dan farmer’s share cabai rawit (Capsicum frutescens L.) di Kota Tarakan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Mei 2026 di Kelurahan Kampung Enam dan Mamburungan, Kecamatan Tarakan Timur, serta Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara, Kota Tarakan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling terhadap 70 petani cabai rawit. Data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis saluran pemasaran, margin pemasaran, biaya pemasaran, dan farmer’s share. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua saluran pemasaran cabai rawit di Kota Tarakan, yaitu saluran pemasaran langsung (produsen–konsumen) yang digunakan oleh 12 petani (17,14%) dan saluran pemasaran tidak langsung (produsen–agen–pedagang pengecer–konsumen) yang digunakan oleh 58 petani (82,86%). Pada saluran pemasaran langsung tidak terdapat biaya pemasaran maupun margin pemasaran, sehingga nilai farmer’s share mencapai 100%. Sementara itu, pada saluran pemasaran tidak langsung diperoleh total biaya pemasaran sebesar Rp14.535/kg, total margin pemasaran sebesar Rp35.212/kg, dan total keuntungan lembaga pemasaran sebesar Rp20.677/kg. Nilai farmer’s share pada saluran ini sebesar 71%, yang menunjukkan bahwa petani menerima 71% dari harga yang dibayarkan oleh konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran pemasaran langsung memberikan bagian harga yang lebih besar kepada petani dibandingkan saluran pemasaran tidak langsung
BookOpen AccessMetadata saja
2026•
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja pegawai dipengaruhi oleh pelatihan, pengembangan, dan tempat kerja, serta menganalisis peran komitmen organisasi sebagai variabel moderasi pada Inspektorat Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif dengan sampel 50 pegawai pada Inspektorat Kabupaten Malinau. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda, analisis regresi moderasi (MRA), analisis karakteristik responden, uji validitas dan reliabilitas, serta uji asumsi klasik (autokorelasi, heteroskedastisitas, multikolinearitas, dan normalitas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berkaitan dengan tempat kerja, pelatihan, dan pengembangan memiliki dampak besar pada kinerja pekerja. Ketiga faktor ini terbukti diperkuat oleh komitmen organisasi, yang menunjukkan bahwa semakin berkomitmen pegawai, semakin efektif pelatihan, pengembangan, dan lingkungan kerja yang positif dapat meningkatkan kinerja individu. Kesimpulannya, jika dipadukan dengan taktik untuk memperkuat komitmen organisasi (seperti internalisasi nilai-nilai integritas, pembinaan karier, dan peningkatan keterlibatan karyawan), investasi terstruktur dalam program pelatihan dan pengembangan SDM, Jika didukung oleh lingkungan kerja yang sehat, hal itu akan berdampak lebih besar pada kinerja. Kesimpulan kajian tersebut mendukung arah kebijakan pengawasan berbasis risiko dan pengembangan kemampuan APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah) Kabupaten Malinau, khususnya dalam mendorong kinerja pengawasan yang profesional, berintegritas tinggi, dan berorientasi pada hasil.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja pegawai dipengaruhi oleh pelatihan, pengembangan, dan tempat kerja, serta menganalisis peran komitmen organisasi sebagai variabel moderasi pada Inspektorat Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif dengan sampel 50 pegawai pada Inspektorat Kabupaten Malinau. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda, analisis regresi moderasi (MRA), analisis karakteristik responden, uji validitas dan reliabilitas, serta uji asumsi klasik (autokorelasi, heteroskedastisitas, multikolinearitas, dan normalitas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berkaitan dengan tempat kerja, pelatihan, dan pengembangan memiliki dampak besar pada kinerja pekerja. Ketiga faktor ini terbukti diperkuat oleh komitmen organisasi, yang menunjukkan bahwa semakin berkomitmen pegawai, semakin efektif pelatihan, pengembangan, dan lingkungan kerja yang positif dapat meningkatkan kinerja individu. Kesimpulannya, jika dipadukan dengan taktik untuk memperkuat komitmen organisasi (seperti internalisasi nilai-nilai integritas, pembinaan karier, dan peningkatan keterlibatan karyawan), investasi terstruktur dalam program pelatihan dan pengembangan SDM, Jika didukung oleh lingkungan kerja yang sehat, hal itu akan berdampak lebih besar pada kinerja. Kesimpulan kajian tersebut mendukung arah kebijakan pengawasan berbasis risiko dan pengembangan kemampuan APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah) Kabupaten Malinau, khususnya dalam mendorong kinerja pengawasan yang profesional, berintegritas tinggi, dan berorientasi pada hasil.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja pegawai dipengaruhi oleh pelatihan, pengembangan, dan tempat kerja, serta menganalisis peran komitmen organisasi sebagai variabel moderasi pada Inspektorat Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif dengan sampel 50 pegawai pada Inspektorat Kabupaten Malinau. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda, analisis regresi moderasi (MRA), analisis karakteristik responden, uji validitas dan reliabilitas, serta uji asumsi klasik (autokorelasi, heteroskedastisitas, multikolinearitas, dan normalitas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berkaitan dengan tempat kerja, pelatihan, dan pengembangan memiliki dampak besar pada kinerja pekerja. Ketiga faktor ini terbukti diperkuat oleh komitmen organisasi, yang menunjukkan bahwa semakin berkomitmen pegawai, semakin efektif pelatihan, pengembangan, dan lingkungan kerja yang positif dapat meningkatkan kinerja individu. Kesimpulannya, jika dipadukan dengan taktik untuk memperkuat komitmen organisasi (seperti internalisasi nilai-nilai integritas, pembinaan karier, dan peningkatan keterlibatan karyawan), investasi terstruktur dalam program pelatihan dan pengembangan SDM, Jika didukung oleh lingkungan kerja yang sehat, hal itu akan berdampak lebih besar pada kinerja. Kesimpulan kajian tersebut mendukung arah kebijakan pengawasan berbasis risiko dan pengembangan kemampuan APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah) Kabupaten Malinau, khususnya dalam mendorong kinerja pengawasan yang profesional, berintegritas tinggi, dan berorientasi pada hasil.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis Aspek Hukum Dalam Pemanfaatan Barang Milik Daerah Untuk Kepentingan Umum Dalam Pembangunan Daerah Malinau (Perspektif Good Governance). Berdasarkan latar belakang, maka dua permasalahan yang diangkat dalam penelitan ini adalah, Regulasi hukum yang mengatur pemanfaatan barang milik daerah untuk kepentingan umum di Kabupaten Malinau dan Peran pemerintah daerah dalam mengawasi dan memastikan pemanfaatan barang milik daerah sesuai dengan peraturan yang berlaku untuk mendukung pembangunan daerah di Kabupaten Malinau. Penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Berdasarkan hasil penelitian, Pemanfaatan Barang Milik Daerah untuk kepentingan umum diatur oleh UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, PP No. 27 Tahun 2014 jo. PP No. 28 Tahun 2020, dan Permendagri No. 19 Tahun 2016. Di Malinau Pemanfaatan Barang Milik Daerah untuk kepentingan umum diatur Peraturan Daerah Kabupaten Malinau Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah. Regulasi ini mengatur bahwa BMD dapat dimanfaatkan melalui sewa, pinjam pakai, kerja sama, bangun guna serah, atau bangun serah guna, dengan syarat tidak mengganggu fungsi utama aset tersebut. Pemanfaatan untuk kepentingan umum harus mendapat persetujuan kepala daerah, dicatat sebagai aset, serta dilandasi perjanjian tertulis. Prinsip transparansi, akuntabilitas, dan pelayanan publik menjadi dasar utamanya. Pemerintah Daerah Kabupaten Malinau memiliki peran penting dalam mengawasi dan memastikan pemanfaatan barang milik daerah sesuai peraturan yang berlaku untuk mendukung pembangunan daerah. Hal ini meliputi pengelolaan dan penggunaan barang milik daerah yang transparan dan akuntabel, serta penerapan regulasi yang jelas terkait pemanfaatan barang tersebut. Pengawasan yang terus-menerus diperlukan untuk mencegah penyalahgunaan, dengan evaluasi berkala untuk memastikan kesesuaian dengan tujuan pembangunan. Selain itu, pemerintah daerah juga perlu memberikan pelatihan kepada pejabat terkait, serta menegakkan hukum jika terjadi pelanggaran terhadap aturan yang ada. Semua langkah ini bertujuan agar barang milik daerah digunakan secara efisien dan mendukung kemajuan pembangunan daerah yang berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis Aspek Hukum Dalam Pemanfaatan Barang Milik Daerah Untuk Kepentingan Umum Dalam Pembangunan Daerah Malinau (Perspektif Good Governance). Berdasarkan latar belakang, maka dua permasalahan yang diangkat dalam penelitan ini adalah, Regulasi hukum yang mengatur pemanfaatan barang milik daerah untuk kepentingan umum di Kabupaten Malinau dan Peran pemerintah daerah dalam mengawasi dan memastikan pemanfaatan barang milik daerah sesuai dengan peraturan yang berlaku untuk mendukung pembangunan daerah di Kabupaten Malinau. Penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Berdasarkan hasil penelitian, Pemanfaatan Barang Milik Daerah untuk kepentingan umum diatur oleh UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, PP No. 27 Tahun 2014 jo. PP No. 28 Tahun 2020, dan Permendagri No. 19 Tahun 2016. Di Malinau Pemanfaatan Barang Milik Daerah untuk kepentingan umum diatur Peraturan Daerah Kabupaten Malinau Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah. Regulasi ini mengatur bahwa BMD dapat dimanfaatkan melalui sewa, pinjam pakai, kerja sama, bangun guna serah, atau bangun serah guna, dengan syarat tidak mengganggu fungsi utama aset tersebut. Pemanfaatan untuk kepentingan umum harus mendapat persetujuan kepala daerah, dicatat sebagai aset, serta dilandasi perjanjian tertulis. Prinsip transparansi, akuntabilitas, dan pelayanan publik menjadi dasar utamanya. Pemerintah Daerah Kabupaten Malinau memiliki peran penting dalam mengawasi dan memastikan pemanfaatan barang milik daerah sesuai peraturan yang berlaku untuk mendukung pembangunan daerah. Hal ini meliputi pengelolaan dan penggunaan barang milik daerah yang transparan dan akuntabel, serta penerapan regulasi yang jelas terkait pemanfaatan barang tersebut. Pengawasan yang terus-menerus diperlukan untuk mencegah penyalahgunaan, dengan evaluasi berkala untuk memastikan kesesuaian dengan tujuan pembangunan. Selain itu, pemerintah daerah juga perlu memberikan pelatihan kepada pejabat terkait, serta menegakkan hukum jika terjadi pelanggaran terhadap aturan yang ada. Semua langkah ini bertujuan agar barang milik daerah digunakan secara efisien dan mendukung kemajuan pembangunan daerah yang berkelanjutan.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Dwi Agustina. 2025. Pengaruh Teknik Role Playing Terhadap Regulasi Emosi Siswa SMP Negeri 1 Sebuku. Program Studi Bimbingan dan Konseling. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Borneo Tarakan. Pembimbing utama oleh Emmy Ardiwinata, M.Pd dan Dr. Urotul Aliyah, M.Pd selaku dosen pembimbing anggota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah teknik role playing berpengaruh terhadap regulasi emosi siswa SMP Negeri 1 Sebuku. Regulasi emosi adalah bentuk kontrol yang dilakukan seseorang terhadap emosi yang dimilikinya. Teknik role playing adalah untuk membantu individu dengan memainkan peran yang disesuaikan dengan kehidupan nyata, sehingga individu dapat memahami perasaan orang lain. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX-B sebanyak 8 orang, dipilih menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala regulasi emosi yang dikembangkan oleh Gross, (2014). Analisis yang digunakan adalah Paired Sample T-Test. Hasil analisis menemukan adanya perbedaan yang signifikan antara (pretest) dan (posttest). Hasil tersebut dapat dilihat pada nilai signifikansi (Sig. 2- tailed) yang diperoleh adalah 0,000 (p 0.05), dan terdapat nilai t-hitung sebesar 20,058 > dari t-tabel sebesar 0,497 yang berarti ada pengaruh teknik role playing terhadap regulasi emosi siswa kelas IX-B SMP Negeri 1 Sebuku.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dwi Agustina. 2025. Pengaruh Teknik Role Playing Terhadap Regulasi Emosi Siswa SMP Negeri 1 Sebuku. Program Studi Bimbingan dan Konseling. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Borneo Tarakan. Pembimbing utama oleh Emmy Ardiwinata, M.Pd dan Dr. Urotul Aliyah, M.Pd selaku dosen pembimbing anggota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah teknik role playing berpengaruh terhadap regulasi emosi siswa SMP Negeri 1 Sebuku. Regulasi emosi adalah bentuk kontrol yang dilakukan seseorang terhadap emosi yang dimilikinya. Teknik role playing adalah untuk membantu individu dengan memainkan peran yang disesuaikan dengan kehidupan nyata, sehingga individu dapat memahami perasaan orang lain. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX-B sebanyak 8 orang, dipilih menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala regulasi emosi yang dikembangkan oleh Gross, (2014). Analisis yang digunakan adalah Paired Sample T-Test. Hasil analisis menemukan adanya perbedaan yang signifikan antara (pretest) dan (posttest). Hasil tersebut dapat dilihat pada nilai signifikansi (Sig. 2- tailed) yang diperoleh adalah 0,000 (p 0.05), dan terdapat nilai t-hitung sebesar 20,058 > dari t-tabel sebesar 0,497 yang berarti ada pengaruh teknik role playing terhadap regulasi emosi siswa kelas IX-B SMP Negeri 1 Sebuku.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan guru dalam mengajar kelompok kecil dan perseorangan pada guru kelas I di SDN 024 Tarakan. Keterampilan ini merupakan bagian dari keterampilan dasar mengajar yang penting diterapkan dalam proses pembelajaran, terutama dalam menghadapi karakteristik siswa sekolah dasar yang beragam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang dilakukan selama tiga kali pertemuan pada semester genap tahun ajaran 2025. Subjek penelitian adalah guru kelas I dan kepala sekolah SDN 024 Tarakan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi yang kemudian dideskripsikan. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan keterampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan dengan cukup baik. Guru memulai kegiatan dengan memberikan orientasi secara klasikal, kemudian membagi siswa dalam kelompok kecil dan memberi arahan tugas secara jelas. Dalam prosesnya, guru menunjukkan kemampuan sebagai organisator dan pembimbing, serta melakukan pendekatan pribadi kepada siswa. Guru juga mampu mengindetifikasi kesulitan belajar siswa dan memberikan bantuan yang sesuai. Namun, masih ditemukan kendala seperti keterbatasan waktu dan perbedaan tingkat pemahaman siswa yang mengharuskan guru lebih fleksibel dalam strategi pembelajarannya. Secara keseluruhan, keterampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan membantu guru untuk lebih memahami kebutuhan individual siswa dan menciptakan suasana pembelajaran yang interaktf dan efektif. Hasil ini menunjukkan pentingnya peningkatan kompetensi guru dalam keterampilan dasar mengajar guna mendukung pencapaian tujuan pendidikan, khususnya ditingkat sekolah dasar.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor kesulitan siswa dalam pembelajaran matematika pada siswa kelas VC SDN 013 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek 6 orang siswa kelas VC. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal meliputi sikap, minat, motivasi, dan kemampuan penginderaan. Pada kategori tinggi, siswa mampu fokus, bersemangat, antusias, dan aktif berpartisipasi. Pada kategori sedang, siswa cukup konsisten mengikuti pembelajaran tetapi masih pasif dan kurang percaya diri. Sedangkan pada kategori rendah, siswa sulit fokus, motivasi rendah, minat kurang, dan terhambat kemampuan penginderaan terutama penglihatan. Faktor eksternal mencakup strategi pembelajaran, peralatan belajar, lingkungan keluarga, dan lingkungan masyarakat. Pada kategori tinggi, guru menggunakan metode bervariasi (diskusi, demonstrasi, media visual), siswa memanfaatkan peralatan belajar dengan baik, orang tua mendampingi secara aktif, serta siswa mampu menolak pengaruh negatif dari lingkungan. Pada kategori sedang, guru sesekali menggunakan media tambahan, siswa memanfaatkan buku paket namun dengan pemahaman terbatas, orang tua hanya mendampingi sesekali, dan siswa terkadang terpengaruh teman kelas. Sedangkan pada kategori rendah, pembelajaran guru monoton dengan dominasi ceramah, peralatan belajar kurang bervariasi, orang tua jarang mendampingi karena kesibukan, dan siswa mudah terpengaruh lingkungan negatif hingga menganggap perilaku tidak sopan sebagai hal biasa.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•
Listening comprehension is considered the most challenging skill in English language learning. Tenth-grade students at SMA Negeri 4 Tarakan still experience limited vocabulary, rapid speech, poor audio quality, environmental distractions, and low motivation. This study aims to analyse these difficulties and their underlying factors using a qualitative descriptive approach through observations, interviews, and document analysis. The findings indicate that the primary obstacles stem from vocabulary limitations, audio speed, inadequate media quality, external disturbances, and affective factors such as anxiety and low motivation. This research provides a comprehensive overview of students' listening challenges and serves as a foundation for teachers to design more effective listening instruction strategies tailored to learners' needs.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara penggunaan multimedia interaktif berbasis PowerPoint oleh siswa kelas VIII di SMP Negeri 3 Tarakan dan motivasi belajar mereka. Desain penelitian korelasi kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Populasi penelitian terdiri dari 225 siswa, dan 69 siswa dipilih sebagai sampel menggunakan rumus Slovin. Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah kuesioner motivasi belajar siswa dan kuesioner multimedia interaktif berbasis PowerPoint untuk mengukur motivasi siswa dalam mempelajari materi. Dengan bantuan Program Statistik, uji Pearson Product Moment digunakan untuk menganalisis data yang terkumpul. Hasil analisis menunjukkan nilai koefisien korelasi moderat sebesar 0.450 dengan tingkat signifikansi 0.00 0.05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara multimedia interaktif berbasis PowerPoint dengan motivasi belajar siswa. Hasil penelitan menyimpulkan bahwa multimedia interaktif berbasis PowerPoint berkontribusi positif terhadap peningkatan motivasi belajar siswa.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan proses dan hasil kemampuan membaca permulaan siswa dalam membaca kata dengan implementasi metode membaca terbimbing melalui perencanaan pembelajaran berdiferensiasi pada kelas 2-B SDN 014 Tarakan. Jenis peneltian ini menggunakan penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian yang terdiri dari 28 siswa. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Prosedur tiap siklus yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi metode membaca terbimbing melalui perencanaan pembelajaran berdiferensiasi dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa dalam membaca kata pada siswa kelas 2-B SDN 014 Tarakan. Pada siklus I hasil tes kognitif kemampuan membaca kata diperoleh data sebesar 68% siswa yang tuntas atau masuk pada level membaca berkembang dan mandiri dari jumlah keseluruhan siswa, pada aspek afektif diperoleh data sebesar 61% siswa yang tuntas dan pada aspek psikomotorik diperoleh data sebesar 54% siswa yang tuntas. Kemudian pada siklus II mengalami peningkatan, hasil tes kognitif kemampuan membaca kata diperoleh data sebesar 89% siswa yang tuntas atau masuk pada level membaca berkembang dan mandiri, pada aspek afektif diperoleh data sebesar 79% siswa yang tuntas dan pada aspek psikomotorik diperoleh data sebesar 82% siswa yang tuntas. Proses kegiatan pembelajaran dapat dilakukan dengan baik dan hasil penilaian tes kognitif kemampuan membaca kata siswa telah mencapai indikator keberhasilan sehingga penelitian ini dikatakan berhasil dalam menigkatkan kemampuan membaca permulaan siswa dalam membaca kata di kelas 2-B SDN 014 Tarakan.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengukuran indeks kepuasan masyarakat sebagai indikator kualitas pelayanan publik Puskesmas Juata Permai di Kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk (i) mengukur tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik Puskesmas Juata Permai di Kota Tarakan. (ii) Mengetahui persepsi masyarakat terhadap kualitas pelayanan berdasarkan prinsip-prinsip pelayanan publik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sampel yang digunakan sebanyak 100 responden yang diperoleh melalui teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai indeks kepuasan masyarakat (IKM) sebesar 79,99, yang termasuk dalam kategori “B” (baik). Unsur dengan nilai tertinggi adalah infrastruktur dan fasilitas (88,5), sementara unsur dengan nilai terendah adalah waktu penyelesaian 76,25. Selain itu, hasil prinsip-prinsip persepsi kualitas pelayanan publik menunjukkan bahwa 98% responden memiliki pandangan positif terhadap prinsip-prinsip pelayanan seperti transparansi, akuntabilitas, kondisional, partisipatif, kesetaraan hak, dan keseimbangan hak dan kewajiban. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa secara umum pelayanan publik di Puskesmas Juata Permai telah berjalan dengan baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor kesulitan siswa dalam pembelajaran matematika pada siswa kelas VC SDN 013 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek 6 orang siswa kelas VC. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal meliputi sikap, minat, motivasi, dan kemampuan penginderaan. Pada kategori tinggi, siswa mampu fokus, bersemangat, antusias, dan aktif berpartisipasi. Pada kategori sedang, siswa cukup konsisten mengikuti pembelajaran tetapi masih pasif dan kurang percaya diri. Sedangkan pada kategori rendah, siswa sulit fokus, motivasi rendah, minat kurang, dan terhambat kemampuan penginderaan terutama penglihatan. Faktor eksternal mencakup strategi pembelajaran, peralatan belajar, lingkungan keluarga, dan lingkungan masyarakat. Pada kategori tinggi, guru menggunakan metode bervariasi (diskusi, demonstrasi, media visual), siswa memanfaatkan peralatan belajar dengan baik, orang tua mendampingi secara aktif, serta siswa mampu menolak pengaruh negatif dari lingkungan. Pada kategori sedang, guru sesekali menggunakan media tambahan, siswa memanfaatkan buku paket namun dengan pemahaman terbatas, orang tua hanya mendampingi sesekali, dan siswa terkadang terpengaruh teman kelas. Sedangkan pada kategori rendah, pembelajaran guru monoton dengan dominasi ceramah, peralatan belajar kurang bervariasi, orang tua jarang mendampingi karena kesibukan, dan siswa mudah terpengaruh lingkungan negatif hingga menganggap perilaku tidak sopan sebagai hal biasa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan guru dalam mengajar kelompok kecil dan perseorangan pada guru kelas I di SDN 024 Tarakan. Keterampilan ini merupakan bagian dari keterampilan dasar mengajar yang penting diterapkan dalam proses pembelajaran, terutama dalam menghadapi karakteristik siswa sekolah dasar yang beragam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang dilakukan selama tiga kali pertemuan pada semester genap tahun ajaran 2025. Subjek penelitian adalah guru kelas I dan kepala sekolah SDN 024 Tarakan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi yang kemudian dideskripsikan. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan keterampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan dengan cukup baik. Guru memulai kegiatan dengan memberikan orientasi secara klasikal, kemudian membagi siswa dalam kelompok kecil dan memberi arahan tugas secara jelas. Dalam prosesnya, guru menunjukkan kemampuan sebagai organisator dan pembimbing, serta melakukan pendekatan pribadi kepada siswa. Guru juga mampu mengindetifikasi kesulitan belajar siswa dan memberikan bantuan yang sesuai. Namun, masih ditemukan kendala seperti keterbatasan waktu dan perbedaan tingkat pemahaman siswa yang mengharuskan guru lebih fleksibel dalam strategi pembelajarannya. Secara keseluruhan, keterampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan membantu guru untuk lebih memahami kebutuhan individual siswa dan menciptakan suasana pembelajaran yang interaktf dan efektif. Hasil ini menunjukkan pentingnya peningkatan kompetensi guru dalam keterampilan dasar mengajar guna mendukung pencapaian tujuan pendidikan, khususnya ditingkat sekolah dasar.