Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

25 hasil
Subjek: pepaya
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG KULIT BUAH PEPAYA PADA KONSENTRASI BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu komoditas perikanan yang digemari masyarakat dan mampu dibudidayakan pada kondisi lingkungan dengan kisaran salinitas yang luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus) dalam metode pengaplikasian pemberian tepung kulit buah pepaya dalam pakan dengan konsentrasi yang berbeda terhadap pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini dilakukan selama 1 bulan yang berlokasi di Minie heatchry Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Rancangan yang digunakan alam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diaplikasikan adalah Kontrol (0%), P1 (2%), P2 (4%), P3 (6%) dan P4 (%). Ikan Nila yang digunakan berukuran panjang 4 cm dan berat 2gr dengan padat tebar 5 ekor/akuarium. Perubahan yang diamati adalah laju pertumbuhan, panjang ikan nila, berat ikan nila dan kelangsungan hidup. Ikan Nila diberi pakan 3 kali sehari dengan dosis.. dari total biomass. Data pertumbuhan rata-rata berat ikan nila yang terbaik terjadi pada perlakuan P1 (3,07 gr), kemudian perlakuan P4 (2,68 gr), perlakuan P2 (2,61 gr), perlakuan P3 (2,34 gr) dan Kontrol (1,86 gr). Hasil Uji Anova mengenai laju pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan spesifik. Hasil Uji Anova mengenai laju pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan spesifik memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan pertumbuhan ikan nila. Data tingkat kelulusan hidup ikan nila yang terbaik terdapat pada perlakuan P1 sebesar 100% dibandingkan dengan perlakuan lainnya.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG DAUN PEPAYA (CARICA PAPAYA) TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS) PADA KONSENTRASI YANG BERBEDA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pakan ikan yang sesuai dengan tingkat kebutuhan nutrisi, memiliki nilai kecernaan yang tinggi dapat mendukung pertumbuhan optimum ikan. Daun pepaya yang mampu meningkatkan daya cerna dan penyerapan protein oleh ikan terhadap pakan buatan yang dikonsumsi, sehingga mampu meningkatkan pertumbuhan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ikan nila dengan penambahan tepung daun pepaya dengan konsentrasi yang berbeda. Parameter yang di kaji meliputi Panjang mutlak, Berat mutlak, Survival rate, Spesifik Grouth Rate, Feed Convertion Rate, dan Kualitas Air. Penekitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan 3 ulangan yaitu K 0%, P1 1%, P2 2%, P3 3%, P4 4% gr/kg daun pepaya. Hasil penelitian menunjukkan pakan buatan yang ditambahkan tepung daun pepaya pada perlakuan 3% gr/kg pakan buatan yang mampu menghasilkan 2,24 gr berat spesifik, 1,85 cm panjang mutlak, Feed Convertion Rate (FCR) berada di titik 1,63 (≥1), tingkat kelangsungan hidup ikan nila dengan nilai 93,33% tingkat kelangsungan hidup diatas dari 50% tergolong baik. Namun demikian hasil uji sidik ragam dari keempat perlakuan tidak menunjukkan perbedaan yang nyata dari keseluruhan yang diamati. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan peningkatan pertumbuhan ikan nila dengan penambahan tepung daun pepaya sebanyak 3% gr/kg pakan buatan yang mampu meningkatkan pertumbuhan panjang dan berat ikan nila. Di mana pertumbuhan terbaik dari semua perlakuan yaitu pada perlakuan P3 dengan pemberian pakan 5%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Aplikasi Zat Pengatur Tumbuh Alami Dari Fermentasi Bonggol Pisang Dan Rebung Bambu Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Pepaya (Carica papaya L.)

2024•

Di Indonesia, pepaya merupakan salah satu komoditas pertanian yang tergolong kedalam tanaman hortikultura yang dibudidayakan oleh masyarakat. Pepaya salah satu tanaman yang memiliki khasiat pada kandungan buahnya yang terdiri dari vitamin A, vitamin B1, B3, B5, vitamin E, vitamin K, vitamin C, likopen, serat, kalsium, potasium, folat dan magnesium. Produksi pepaya di Kalimantan Utara mencapai 232.031 kuintal pada tahun 2022 (BPS, 2022). Peningkatan pertumbuhan bibit tanaman pepaya dapat dilakukan dengan cara aplikasi zat pengatur tumbuh alami dari ekstrak bonggol pisang dan rebung bambu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu : K0 = kontrol (tanpa zpt), K+ (zpt sintetis), K1 ((bonggol pisang 25%), K2 rebung bambu (25%), K3 (bonggol pisang 50%), K4 (rebung bambu 50%), K5 (bonggol pisang 75%), K6 (rebung bambu 75%), K7 (bonggol pisang 100%), K8 (rebung bambu 100%). Parameter yang diamati meliputi: Kecepatan Berkecambah, Presentase Berkecambah, Tinggi Tanaman, Jumlah Daun, Diameter Batang, Berat Basah, Berat Kering. Data dianalisis menggunakan Sidik Ragam dan diuji lanjut dengan DMRT. Berdasarkan hasil penelitian K7 (bonggol pisang 100%) berpengaruh terhadap Kecepatan berkecambah (0.33%), Presentase berkecambah (2.2%) Tinggi tanaman 2 MST (2,38 cm), 4 MST (7,73 cm), 6 MST (7,83 cm), 8 MST (34,28 cm), 10 MST (69 cm). Jumlah daun 2 MST (1.50 helai), 4 MST dengan nilai (3,83 helai), 6 MST dengan nilai (8,5 helai), 8 MST (18,17 helai), 10 MST (24,5 helai). Diameter batang (19,54 mm), berat basah (162,33 gram), berat kering (20,83 gram).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) Dalam Pengendalian Hama Kutu Daun (Aphis gossypii) Pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L.)

2024•

Cabai merah (Capsicum annum L.) merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura penting yang dibudidayakan secara komersial. Permasalahan yang sering dihadapi dalam budidaya tanaman cabai di Indonesia adalah serangan hama. Kutu daun (Aphis gossypii) merupakan hama utama yang menyerang daun pada tanaman cabai. Daun pepaya merupakan salah satu alternatif bahan pestisida nabati. Ekstrak tanaman ini berpotensi untuk mengendalikan populasi hama kutu daun yang merupakan hama penting pada usaha budidaya tanaman cabai merah. Penelitian ini bertujuan untuk; (1) mengetahui keefektifan dari penggunaan ekstrak daun pepaya dalam mengendalikan hama kutu daun (Aphis gossypii) pada tanaman cabai merah; (2) mengetahui konsentrasi yang terbaik dalam penggunaan ekstrak daun pepaya yang mampu mengendalikan hama kutu daun (Aphis gossypii) pada tanaman cabai merah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan konsentrasi ekstrak daun pepaya 0%, 30%, 40%, 50% dan 60%. Masing- masing perlakukan di ulang sebanyak 4 kali, sehingga terdapat 60 unit percobaan. Parameter pengamatan dalam penelitian ini terdiri dari intensitas kerusakan daun, mortalitas kutu daun, dan deskripsi gejala kematian kutu daun. Analisis data menggunakan analisis varian ANOVA dan dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) pemberian ekstrak daun pepaya dapat mengendalikan hama kutu daun (Aphis gossypii) dan telah efektif dalam mengendalikan hama kutu daun (Aphis gossypii) yang menyerang tanaman cabai merah; (2) perlakuan P4 dengan konsentrasi 60% merupakan perlakuan terbaik yang dapat mengendalikan hama kutu daun (Aphis gossypii) yang menyerang tanaman cabai. Kata Kunci : Cabai Merah, Kutu Daun, Pestisida Nabati, Daun Pepaya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KOMPOSISI BAHAN TAMBAHAN PADA PESTISIDA NABATI DARI DAUN PEPAYA DALAM PENGENDALIAN HAMA PADA TANAMAN KANGKUNG CABUT (Ipomoea reptans Poir)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Additional ingredients of botanical pesticides are to affect pests control. This study aimed to determine the effect of the composition of additional ingredients on the use of botanical pesticides made from papaya leaves with additional ingedients of garlic, lemongrass, and soursop leaves in controlling pests on water spinach (Ipomoea reptans poir). This Study used a randomized block design (RAK) with 5 treatments; P0= plain water, P1=papaya leaves 200 grams+1 litre of water, P2=papaya leaves 125 grams+75 grams of garlic+1 litre of water, P3=papaya leaves 125 grams+75 grams of lemongrass+1 litre of water, P4=papaya leaves 125 grams+75 grams of soursop leaves+1 litre of water. Each treatment was repeated 5 times. The results showed that the use of botanical pesticides with additional lemongrass ingredients was categorised the excellent category with plant height at 35 MST reaching 24,35 cm, root length at 35 MST reaching 22,58 cm, number of leaves reaching ± 18 strands, wet weight reaching 14 grams. The use of botanical pesticides of papaya leaves with additional lemongrass ingredients also has the potential to reduce the number of pests and reduce the level of leaf damage, as seen from observation results of the number of pests and the level of leaf damage decreasing after the application of botanical pesticides.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KONSUMSI AIR REBUSAN BUAH PEPAYA TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PULAU SAPI

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif dapat mencegah kematian anak balita di dunia. Berdasarkan survei di Indonesia, 38% ibu berhenti memberikan ASI karena kurangnya produksi ASI. Salah satu penyebab kegagalan tersebut adalah produksi ASI yang tidak lancar, produksi dan pengeluaran ASI dipengaruhi oleh hormo prolaktin dan oksitosin, dan hormone prolactin berhubungan erat dengan jenis jenis nutrisi yang dikonsumsi. Salah satu jenis nutrisi yang dapat menigkatkan kerja hormone prolactin adalah buah papaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh air rebusan buah pepaya terhadap peningkatan produksi ASI eksklusif pada ibu menyusui. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan eksperimen semu (quasy experiment) dengan menggunakan one group post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Ibu yang menyusui di puskesmas pulau sapi sebanyak 30 responden dengan teknik total sampling yaitu 30 ibu yang menyusui. Analisis data yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Berdasarkan uji Wilcoxon Signed Rank Test pre dan post, diperoleh nilai Z sebesar -4,799b dengan nilai p-value sebesar 0,000. Nilai uji p-value 0,000 0,005 (H0 ditolak). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara sebelum dilakukan pemberian air rebusan buah pepaya dan sesudah diberikan rebusan buah pepaya. Saran dari penelitian ini diharapkan bagi ibu menyusui untuk meningkatkan pemahamannya tentang cara merawat anaknya. payudara dan manfaat mengkonsumsi rebusan pepaya secara rutin agar produksi ASI tetap meningkat sehingga ibu dapat memberikan ASI eksklusi dan semoga penelitian ini berguna sebagai acuan dalam pengabdian masyarakat untuk menerapkan pemberian buah pepaya untuk kelancaran produksi ASI dapat disosialisasikan kepada masyarakat.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Tepung Maggot (Hermetia illunces) dan Tepung Daun Pepaya (Carica Papaya L.) Pada Pakan Komersil Terhadap Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis niloticus).

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

EFEKTIVITAS TEPUNG MAGGOT (Hermetia illunces) DAN TEPUNG DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) PADA PAKAN KOMERSIL TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Abstrak Tepung maggot (Hermetia illunces) adalah larva dewasa dari lalat Black Soldier Fly yang dijadikan tepung untuk digunakan sebagai bahan alami dalam meningkatkan kandungan nutrisi pakan seperti protein. Sedangkan tepung daun pepaya (Carica papaya L.) berasal dari daun tanaman pepaya yang mengandung enzim papain bersifat protease yang dapat memecah protein menjadi asam amino untuk mendukung metabolisme dan pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas dari tepung maggot (Hermetia illunces) dan tepung daun pepaya (Carica papaya L.) pada pakan komersil terhadap pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini bersifat eksperimen menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan 5 perlakuan 3 ulangan, P0 (Kontrol), P1 (Tepung maggot 40 gram dan Tepung daun pepaya 2 gram), P2 (Tepung maggot 30 gram dan Tepung daun pepaya 2 gram), P3 (Tepung maggot 20 gram dan Tepung daun pepaya 2 gram), P4 (Tepung maggot 10 gram dan Tepung daun pepaya 2 gram). Nilai tertingi yang didapatkan pada Panjang Mutlak, Berat Mutlak, Spesific Growth Rate (SGR), Fed Converion Ratio (FCR), terdapat pada P1 (Tepung maggot 40 gram dan Tepung daun pepaya 2 gram) sedangkan Survival Rate (SR) pada semua perlakuan tidak mengalami kematian pada ikan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa efektivitas dari tepung maggot dan tepung daun pepaya pada pakan komersil mampu memberikan rasio pertumbuhan ikan nila yang lebih tinggi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI EKSTRAK BIJI PEPAYA (Carica papaya) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI VIBRIO PARAHAEMOLYTICUS

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Buah Pepaya (Carica papaya) adalah salah satu tanaman yang memiliki kandungan kimia seperti polisakarida, vitamin, mineral, enzim,protein, alkaloid, gliskosida, lemak, minyak, lektin, saponin, flavonoid, sterol, vitamin A, B dan C, enzim proteolitik seperti papain dan chymopapain sebagai antivirus, antijamur dan antibakteri. Vibrio parahaemolyticus adalah salah satu spesies bakteri dari family Vibrionaceae yang merupakan bakteri gram negatif, bakteri Vibrio parahaemolyticus dapat membunuh setengah dari populasi udang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak biji pepaya (Carica papaya) dalam menghambat pertumbuhan bakteri vibrio Parahaemolyticus. Peneltian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan tiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali pengulangan, perlakuan yang diberikan yaitu : P0: Kontrol negatif alkohol, P1: Kontrol positif ekstrak bioenrichment dengan 25%, P2: Perlakuan ekstrak bioenrichment 15% ntibiotik. P3: Perlakuan ekstrak bioenrichment 25%, P4: perlakuan ekstrak bioenrichment 35%. Hasil dari penelitian ini yaitu ekstrak biji pepaya (Carica papaya) memiliki kandungan senyawa (metabolit sekunder) yaitu alkaloid, flavonoid, fenol hidrokuinon, tanin dan steroid yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri Vibrio parahaemolyticus. Pada uji antibakteri ekstrak biji pepaya terhadap bakteri Vibrio parahaemolyticus diperoleh hasil zona hambat terbesar pada perlakuan 35% dengan nilai rata – rata diameter sebesar 7 mm, yang lebih besar dibandingkan dengan antibiotik 25% sebagai kontrol positif (3,5 mm). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak buah pepaya mampu menghambat pertumbuhan bakteri Vibrio parahaemolyticus.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas penambahan tepung biji pepaya (carica papaya) terhadap laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila (oreochromis niloticus)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan nila merupakan jenis ikan yang memiliki laju pertumbuhan yang cepat dan dapat mencapai bobot tumbuh yang jauh lebih besar dengan tingkat produktivitas yang cukup tinggi. Pemberian bahan tambahan seperti tepung biji pepaya pada formulasi pakan sangat diperlukan terutama untuk meningkatkan percernaan ikan nila, dikarenakan pada tanaman pepaya mengandung enzim papain yang bersifat proteolitik (pengurai protein) yakni untuk meningkatkan pertumbuhan dan efisiensi pakan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh biji pepaya terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila. Penelitian ini dilaksanakan selama 40 hari menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 ulangan dengan konsentrasi P1 (Kontrol), P2 (pemberian tepung biji pepaya 1,5gr / 500 gr pakan komersil), P3 (pemberian tepung biji pepaya 2gr / 500gr pakan komersil), P4 (pemberian tepung biji pepaya 2,5gr / 500gr pakan komersil). Hasil penelitian pertumbuhan yang terbaik adalah pada perlakuan 4 dengan nilai pertumbuhan berat sebesar 4,23gr, panjang 3,44cm, SGR 2,19%, SR 79,26% dan nilai FCR 1:1,3.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN PAKAN BUATAN DARI KOMBINASI DAUN KATUK (Sauropus androgynus L) DAN DAUN PEPAYA (Carica papaya L) UNTUK PERTUMBUHAN IKAN NILA (Orechromis niloticus)

2023•

Daun katuk (Sauropus androgynous) merupakan tanaman herbal yang banyak mengandung asam lemak dan protein yang tinggi dan begitu juga dengan daun papaya yang mengandung enzim papain yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan ikan nila (Oreochormis niloticus). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penambahan kombinasi daun katuk dan daun papaya sebagai bahan alternativ campuran pakan ikan untuk meningkatkan pertumbuhan benih ikan nila. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan dan 3 perlakuan, P1= 275 gram/kg daun katuk, 2 gram/kg daun pepaya, P1= 300 gram/kg daun katuk, 2 gram/kg daun papaya, P3= 325 gram/kg daun katuk, 2 gram/kg daun papaya, parameter yang diukur meliputi panjang mutlak, berat mutlak, SGR, FCR, SR, parameter kualitas air, analisis statistic menggunakan ANOVA dengan model RAK. Hasil dari penelitian menunjukkan pertumbuhan panjang mutlak terbaik pada P3 sebesar 3,8 cm, berat mutlak terbaik pada P3 sebesar 10,13 gr, specific growth rate terbaik pada P3 sebesar 0,34%, dan feed convertion ratio terbaik pada P3 sebesar 0,70% menunjukkan nilai yang berbeda nyata antar perlakuan, sedangkan survival rate menunjukan nilai tidak berbeda nyata antar perlakuan. Data pengukuran kualitas air dengan nilai yang baik yaitu suhu 24-25oC, pH 6-7. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian kombinasi daun katuk dan daun papaya yang ditambahkan pada pakan mampu meningkatkan pertumbuhan ikan nila sehingga daun katuk dan daun papaya dapat dijadikan sebagai bahan baku organik untuk pembuatan pakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peningkatan Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromi Niloticus) Menggunakan Pakan Kombinasi Tepung Daun Katuk ( Sauropus Androgynus) Dan Tepung Daun Pepaya(Carica Papaya)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daun Katuk (Sauropus androgynus) merupakan tumbuhan mengandung asam lemak yang tinggi. Begitu juga dengan tumbuhan daun pepaya yang mengandung enzim papain dan berperan dalam meningkatkan proses penyerapan protein dari pakan kedalam tubuh ikan namun, kombinasi dari keduanya belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi tepung daun katuk dan daun pepaya dalam meningkatkan pertumbuhan ikan nila. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan 3 ulangan. Perlakuan 1 = 175 gram/kg daun katuk dan 2 gram/kg daun pepaya, Perlakuan 2 = 200 gram/kg daun katuk dan 2 gram/kg daun pepaya, Perlakuan 3 = 275 gram/kg daun katuk dan 2 gram/kg daun pepaya. Parameter yang diukur meliputi Panjang Mutlak, Berat Mutlak,SGR,FCR, Parameter kualitas air. Analisis statistic menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan panjang mutlak terbaik pada perlakuan P3 sebesar 4,3 cm, Berat mutlak terbaik pada perlakuan P3 sebesar 8,6 gr, Specific Growth Rate terbaik pada perlakuan P3 sebesar 0,21%, Feed Converion Ratio terbaik pada perlakuan P3 sebesar 2,4%, dan Survival Rate terbaik pada perlakuan P3 sebesar 83%. Dengan kombinasi 225 mampu meningkatkan pertumbuhan . Hasil penelitian menunjukkan bahwa, bernilai yang berbeda nyata antar perlakuan. Data perlakuan kualitas air dengan nilai yang baik yaitu suhu 25oc-27oc. pH 6-7. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan pemberian kombinasi daun katuk dan daun pepaya mampu meningkatkan pertumbuhan ikan nila sehingga tepung daun katuk dan daun pepaya dapat dijadikan bahan baku organik untuk pembuatan pakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh penambahan tepung daun pepaya (Carica papaya) pada pakan buatan terhadap pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penambahan tepung daun pepaya dalam pakan komersil mampu meningkatkan daya cerna dan penyerapan protein pada pakan, sehingga mampu meningkatkan pertumbuhan ikan nila. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dampak penambahan daun pepaya sebagai alternatif campuran pakan ikan terhadap peningkatan pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus). Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 ulangan, satu sebagai kontrol. Konsentrasi tepung daun pepaya yang dicampurkaan dalam pakan yaitu 15gram, 20gram, dan 25gram/500gram pakan komersil. Pemberian pakan dilakukan 3 kali sehari, parameter yang diuji meliputi Berat Mutlak, Panjang Mutlak, Spesific Growth Rate (SGR), Survival Rate (SR) dan Feed Convertion Ratio (FCR). Nilai pertumbuhan berat mutlak berkisar antara 4.73–6.30 gram, nilai pertumbuhan panjang mutlak berkisar antara 3.33–3.71 cm, nilai Spesific Growth Rate (SGR) berkisar antara 2.24–2.40%, nilai Survival Rate (SR) berkisar antara 99.67–100% dan Feed Convertion Ratio (FCR) berkisar antara 1.09-1.54. Berdasarkan hasil penelitian penggunaan penambahan tepung daun pepaya (Carica papaya) pada pakan buatan dapat meningkatkan laju pertumbuhan ikan nila dibandingkan dengan kontrol atau tanpa menambahkan tepung daun pepaya untuk membantu mempercepat laju pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penambahan Tepung Buah Pepaya (Carica papaya) dan Tepung Kangkung (Ipomoea aquatica) pada Pakan Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis niloticus)

2023•

Banyak teknik yang digunakan untuk mengatasi permasalahan dalam budidaya ikan nila dari kurang optimalnya penyerapan pakan. Upaya untuk mengatasi kelemahan tersebut adalah dengan memberikan pakan ikan nila yang berbahan dasar alami dan mengandung protein dan enzim sesuai kebutuhan. Buah pepaya mengandung enzim papain yang dimana enzim papain merupakan golongan enzim proteolitik mampu meningkatkan hidrolisis protein pakan. Kangkung merupakan salah satu tanaman yang bisa dijadikan untuk pakan ikan, serta dapat digunakan sebagai alternatif pakan diantaranya sebagai suplemen bahan pakan ikan. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi tepung kangkung dan tepung buah pepaya dalam meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan 3 kali ulangan. Pemberian tepung buah pepaya dan tepung kangkung dengan konsentrasi P0= kontrol, P1= tepung buah pepaya 70% + tepung kangkung 30%, P2 = tepung buah pepaya 50% + tepung kangkung 50%, P3 = tepung buah pepaya 30% + tepung kangkung 70%. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan panjang mutlak ikan nila pada perlakuan P0 = 1.87 cm, P1 = 1.89 cm, P2 = 2.03 cm, P3 = 2.19 cm. Hasil pertumbuhan berat mutlak ikan nila pada perlakuan P0 = 0.60 g, P1 = 0.85 g, P2 = 0.98 g, P3 = 1.20 g. Hasil laju pertumbuhan spesifik ikan nila pada P0= 1.51, P1= 1.54, P2= 1.62, P3= 2.19. Hasil kelangsungan hidup (SR) pada P0= 60%, P1= 60%, P2= 67%, P3= 87%. Hasil dari rasio koversi pakan (FCR) pada P0= 1.18, P1= 1.19, P2= 1.19, P3= 1.15. Berdasarkan hasil penelitian laju pertumbuhan dapat disimpulkan bahwa pemberian tepung buah pepaya dan tepung kangkung dengan konsentrasi pakan yang berbeda memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata antar perlakuan, dimana nilai signifikan F hitung (2.044) ˂ dari F tabel (5.79) dengan tingkat kepercayaan 95%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh penambahan tepung daun pepaya (Carica papaya) sebagai campuran pakan untuk pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daun pepaya adalah tumbuhan penghasil enzim papain yang merupakan golongan enzim protease sulfihidril dan termasuk golongan tiol protease eukariotik yang mempunyai sisi aktif sistein. Papain terkandung pada berbagai bagian tumbuhan pepaya, termasuk pada daunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis optimal penambahan tepung daun pepaya yang dapat memberikan pertumbuhan terbaik terhadap benih ikan nila. Parameter yang diuji meliputi berat mutlak, Panjang mutlak, Spesifik Grouth Rate, Food Convertion Rate, dan Kualitas air. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 ulangan. Dosis tepung daun pepaya yang dicampurkan kedalam pakan yaitu 30gr, 35gr dan 40gr/500gr pakan. Pemberian pakan dilakukan 3 kali sehari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung buah pepaya pada pakan memberikan nilai pertumbuhan yang tidak berbeda nyata dibandingkan dengan kontrol. Namun nilai Feed Convertion Ratio (FCR) diperoleh hasil yang berbeda nyata. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan tepung daun pepaya mampu meningkatkan Panjang Mutlak, Berat Mutlak, SGR dan SR dengan perlakuan terbaik yaitu P3 dengan dosis 35gr tepung/500gr pakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Ekstrak Kulit Buah Pepaya (Carica papaya) Sebagai Antibakteri Dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Vibrio parahaemolyticus Secara In Vitro

2022•

Udang windu merupakan komoditas andalan di Kota Tarakan, dikarenakan udang memiliki beberapa keunggulan yakni kandungan gizi yang tinggi, ukuran panen yang relatif besar dan memiliki cita rasa yang manis dan gurih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder pada ekstrak kulit buah pepaya dan menentukan dosis terbaik ekstrak kulit buah pepaya dalam menghambat pertumbuhan bakteri V. parahaemolyticus. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Ekstraksi kulit buah pepaya dilakukan dengan metode maserasi menggunakan alkohol 70%. Konsentrasi ekstrak yang digunakan adalah 10%, 20% dan 30%. Kontrol positif yang digunakan adalah tetracycline dan kontrol negatif aquadest. Uji aktivitas antibakteri dilakukan secara in vitro dengan metode difusi cakram. Uji kualitatif senyawa fitokimia menunjukkan kulit pepaya mengandung senyawa Alkaloid, Flavonoid, Fenol hidrokuinon, dan Tanin. Hasil uji in vitro menunjukkan ekstrak kulit buah pepaya (C papaya) pada konsentrasi 10%, 20%, dan 30% dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan diperoleh rata – rata diameter hambatan secara berturut – turut sebesar 7.00 mm, 1.85 mm dan 4.50 mm. Anilisis data menggunakan ANOVA dengan uji F dan dilanjutkan uji Duncan. Hasil yang diperoleh menunjukkan zona hambat terbesar pada konsentrasi 10% dengan nilai 7.00 mm. Sehingga diketahui dosis terbaik terbaik ekstrak kulit buah pepaya terletak pada konsentrasi 10%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pupuk Organik Cair Limbah Buah Pepaya Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.)

2022•

PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH BUAH PEPAYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata, L.) ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.). Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh POC limbah buah pepaya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacangm hijau (Vigna radiata L.) dan mengetahui konsentrasi POC limbah buah pepaya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.). Penelitian ini dilaksanakan dilahan Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan pada bulan Maret 2022 hingga Mei 2022. Parameter yang digunakan adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, jumlah polong, jumlah biji dan berat 100 biji. Penelitian ini merupakan 1 faktor 5 perlakuan dan 5 ulangan, Adapun perlakuan yang digunukan adalah perlakuan P0 (kontrol), perlakuan P1 (konsentrasi 5%), perlakuan P2 (konsentrasi 10%), perlakuan P3 (konsentrasi 15%) dan perlakuan P4 (konsentrasi 20%). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), data yang diperoleh dianalisis sidik ragam dan diuji lanjut apabila berbeda nyata menggunakan beda nyata jujur (BNJ) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair limbah buah pepaya memberikan pengaruh nyata pada pertumbuhan tanaman dan tidak berpengaruh nyata terhadap beberapa produksi seperti jumlah biji/tanaman berat biji/tanaman dan berat 100 biji/tanaman, kemudian pada produksi jumlah polong berpengaruh nyata. Berdasarkan penelitian bahwa perlakuan P4 (konsentrasi 20%) mampu memberikan hasil yang terbaik, dari parameter pertumbuhan dan parameter produksi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN PAKAN BUATAN DARI KOMBINASI TEPUNG BUAH PEPAYA DAN TEPUNG DAUN PEPAYA TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Permasalahan yang sering muncul dalam budidaya ikan nila adalah rendahnya pertumbuhan ikan yang disebabkan oleh pemberian pakan yang mangandung energi tinggi tetapi tidak mampu dicerna oleh ikan. Pemanfaatan pakan komersil sebagai pakan terhadap pertumbuhan ikan nila kurang efektif karena pakan tersebut masih kompleks sehingga membutuhkan energi untuk diuraikan menjadi lebih sederhana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang kemudian dianalisis menggunakan sidik ragam one way ANOVA. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan 4 dengan nilai bobot mutlak sebesar 14 gram, Panjang mutlak sebesar 2,4 cm, laju pertumbuhan spesifik sebesar 3,4%, kelangsungan hidup sebesar 87,92% dan ration konversi pakan sebesar 2,1. Kesimpulan dari penelitian ini ialah pengaruh pemberian pakan buatan dari kombinasi tepung buah pepaya dan tepung daun pepaya terhadap pertumbuhan ikan nila tidak berbeda nyata disetiap perlakuannya untuk parameter panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik dan kelangsungan hidup sedangkan berat mutlak dan ration konversi pakan berbeda nyata disetiap perlakuannya. Kata kunci: Pakan Buatan, Kombinasi Tepung Buah Pepaya dan Tepung Daun Pepaya, Pertumbuhan Ikan Nila.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG BUAH PEPAYA (Carica papaya) PADA PAKAN BUATAN TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penambahan Tepung buah pepaya dalam pakan komersil mampu meningkatkan daya cerna dan penyerapan protein pada pakan, sehingga mampu meningkatkan pertumbuhan ikan nila. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung buah pepaya (Carica papaya) kedalam pakan dengan penggunaan konsentrasi yang berbeda pada setiap perlakuan terhadap pertumbuhan ikan nila (Oreocrhomis niloticus). Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 ulangan, satu sebagai kontrol. Konsentrasi tepung buah pepaya yang dicampurkaan dalam pakan yaitu 3, 3.25, dan 3.50 gr/500gr pakan. Pemberian pakan dilakukan 3 kali sehari, parameter yang diuji meliputi Berat Mutlak, Panjang Mutlak, Spesific Growth Rate (SGR), Survival Rate (SR) dan Feed Convertion Ratio (FCR). Nilai pertumbuhan berat mutlak berkisar antara 7.33 – 21 gram, nilai pertumbuhan panjang mutlak berkisar antara 1.83 – 2.73 cm, nilai SGR berkisar antara 0.18 – 0.43%, nilai SR berkisar antara 66 – 83% dan FCR berkisar antara 091-1.06. Beradasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung buah pepaya pada pakan yang memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan ikan nila dengan konsentrasi terbaik yaitu 3,25 gr/500 gr pakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMANFAATAN DAUN PEPAYA (Carica papaya) SEBAGAI CAMPURAN PAKAN BUATAN UNTUK MENINGKKATKAN PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus)

2022•

PEMANFAATAN DAUN PEPAYA (Carica papaya) SEBAGAI CAMPURAN PAKAN BUATAN UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Abstrak Daun papaya mampu meningkatkan daya cerna dan penyerapan protein oleh ikan melalui campuran pakan yang dikonsumsi, sehingga mampu meningkatkan pertumbuhan ikan nila. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ikan nila dengan penambahan tepung daun papaya kedalam pakan buatan dengan konsentrasi yang berbeda disetiap perlakuannya. Parameter yang diuji meliputi berat mutlak, panjang mutlak, Spesifik Growth Rate, Feed Convertion Rate, Survival Rate, dan kualitas air, adapun kualitas air yang diukur dalam penelitian ini adalah suhu, pH, do dan amoniak dan mendapatkan hasil pengujian dengan nilai optimal untuk pertumbuhan ikan nila. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan yaitu perlakuan A(control) 0 gr, perlakuan B sebanyak 1 gr, perlakuan C sebanyak 1,5 gr, perlakuan D sebanyak 2 gr, dan perlakuan E sebanyak 3 gr. Dari hasil analisa uji proksimat pada tepung daun pepaya, untuk parameter kadar air pada tepung daun pepaya memiliki nilai 2,98%, untuk parameter kadar abu memiliki nilai 8,09% dan untuk parameter kadar protein memiliki nilai 17,57%. Dari hasil penelitian yang didapatkan dengan adanya penambahan tepung daun pepaya sebanyak 1 gr/kg kedalam pakan buatan mampu meningkatkan berat ikan dengan berat 2-3,5 gr dan untuk panjang ikan meningkat sebanyak 5-6,5 cm.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Ekstrak Biji Pepaya (Carica papaya) Sebagai Antibakteri Dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Vibrio harveyi Secara In Vitro

2022•

Salah satu kendala pada budidaya udang windu yaitu serangan penyakit kunang – kunang (luminescent vibriosis) yang disebabkan oleh bakteri Vibrio harveyi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak biji pepaya (Carica papaya) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Vibrio harveyi yang diujikan secara in vitro. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Ekstraksi biji pepaya dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%. Konsentrasi ekstrak yang digunakan adalah 10%, 20%, dan 30%. Kontrol positif yang digunakan adalah tetracycline dan kontrol negatif akuadest. Uji aktivitas antibakteri dilakukan secara in vitro dengan metode difusi cakram. Uji kualitatif senyawa fitokimia menunjukkan biji pepaya mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, fenol hidrokuinon, tanin dan steroid. Hasil uji in vitro menunjukkan ekstrak biji pepaya (Carica papaya) pada konsentrasi 10%, 20%, dan 30% dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan diperoleh rata – rata diameter hambatan secara berturut – turut sebesar 4,90 mm, 8,70 mm dan 16,70 mm. Analisis data menggunakan one-way ANOVA dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil yang diperoleh terdapat perbedaan yang signifikan (P0,005) antara konsentrasi ekstrak 30% dengan konsentrasi 10%, 20%, kontrol positif dan kontrol negatif. Sehingga dapat disimpukan bahwa ekstrak biji pepaya memiliki aktivitas sebagai antibakteri terhadap bakteri Vibrio harveyi dan semakin tinggi konsentrasi ekstrak maka akan semakin besar zona hambat yang terbentuk.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail