Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

11 hasil
Subjek: Daun Katuk
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DENGAN PEMBERIAN REBUSAN DAUN KATUK TERHADAP PRODUKSI ASI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GUNUNG LINGKAS

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Air Susu Ibu (ASI) mempunyai banyak manfaat untuk melindungi bayi dari infeksi karena mudah dicerna dan diserap yang bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan optimal bagi bayi. World Health Organization merekomendasikan pemberian ASI ekslusif selama 6 bulan tanpa diberi pamakanan lain kemudian dilanjutkan pemberian ASI sampai dua tahun pertama kehidupan bayi. Namun, berbagai faktor internal seperti rendahnya pengetahuan dan sikap serta faktor ekternal seperti kurangnya dukungan keluarga dan gencarnya promosi susu formula menjadi penyebab rendahnya pemberian ASI eklusif. Untuk mengatasi masalah produksi ASI yang rendah yaitu dengan menggunakan pengobatan secara farmakologi dan non-farmakologi. Salah satu pengobatan non-farmakologi yaitu dengfan mengkonumsi daun katuk (Saropus Androgynus) yang mengandung senyawa aktif seperti alkaloid dan sterol yang berperan dalam pembentukan ASI. Tujuan dari studi kasus dibedakan menjadi tujuan umum yaitu untuk mengetahui asuhan kebidanan kehamilan dengan pemberian rebusan daun katuk terhadap kelancaran ASI pada ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Gunung Lingkas serta tujuan khusus yaitu mengidentifikasi tingkat produksi ASI sebelum dan setelah diberikan rebusan daun katuk di wilayah kerja Puskesmas Gunung Lingkas, menganalisis perbedaan produksi ASI sebelum dan setelah diberikan rebusan daun katuk di wilayah kerja Puskesmas Gunung Lingkas dan mengetahui apakah terdapat pengaruh sifgnifikan dari pemberian rebusan daun dari pemberian rebusan daun katuk terhadap pemberian rebusan daun katuk terhadap peningkatan produksi ASI. Metode penelitian yang digunakan adalah pengumpulan data dengan wawancara dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pemberian air rebusan daun katuk Skala Likert menunjukkan skor 12 kategori tidak lancar dan seteleh pemberian air rebusan daun kelor menunjukkan skor 29 kategori lancar. Hal ini menunjukkan pemberian air rebusan daun katuk memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan ASI.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peningkatan Laju Pertumbuhan Ikan Lele (Clarias sp) Dengan Memperkaya Pakan Buatan Menggunakan Tepung Daun Katuk (Sauropus androgynus)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Produksi Ikan lele (Clarias sp) dari tahun ke tahun tidak stabil. Peningkatan produksi ikan lele telah dikembangkan dengan berbagai cara, salah satunya dengan penambahan bahan alami yang kaya akan kandungan nutrisi seperti daun katuk. Daun katuk (Sauropus androgynus) merupakan tanaman herbal yang mengandung kadar lemak yang tinggi dan memiliki kemampuan untuk meningkatkan metabolisme serta pertumbuhan ikan lele (Clarias sp). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun katuk (Sauropus androgynus) sebagai bahan alternatif campuran pakan ikan pada pakan buatan untuk meningkatkan pertumbuhan ikan lele (Clarias sp). Penelitian ini dilaksanakan selama 30 hari dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan dengan konsentrasi P1: (kontrol), P2: (pakan buatan + tepung daun katuk 100 gram/kg), P3: (pakan bautan + tepung daun katuk 150 gram/kg). Berdasarkan analisis statistik ANOVA menunjukkan bahwa pemberian daun katuk pada perlakuan 3 berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan panjang, pertumbuhan berat, SGR (Spesific Growth Rate) dan FCR (Feed Convertion Ratio) pada ikan lele. Jumlah sel hepatosit yang terdapat pada pengamatan histologi menunjukkan sel hepatosit tertinggi terdapat pada perlakuan P3 (225.636), kemudian perlakuan P2 (224.560), dan terendah pada P1 (218.756). Pemberian pakan terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan yaitu P3 dengan konsentrasi (pakan buatan + tepung daun katuk 150 gram/kg). Data pengukuran kualitas air selama masa pemeliharaan menunjukkan nilai suhu 24,7°C–28,7°C, pH 7-7,4, DO 6,6-8,1 mg/L. Berdasarkan hasil penelitian pemberian pakan buatan yang dicampurkan tepung daun katuk (Sauropus androgynus) yang mengandung kadar lemak yang dapat meningkatkan pertumbuhan ikan lele (Clarias sp) yang diamati dari pertumbuhan dan morfologi sel hati, sehingga daun katuk dapat dijadikan sebagai bahan baku organik dalam pembuatan pakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN PAKAN BUATAN DARI KOMBINASI DAUN KATUK (Sauropus androgynus L) DAN DAUN PEPAYA (Carica papaya L) UNTUK PERTUMBUHAN IKAN NILA (Orechromis niloticus)

2023•

Daun katuk (Sauropus androgynous) merupakan tanaman herbal yang banyak mengandung asam lemak dan protein yang tinggi dan begitu juga dengan daun papaya yang mengandung enzim papain yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan ikan nila (Oreochormis niloticus). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penambahan kombinasi daun katuk dan daun papaya sebagai bahan alternativ campuran pakan ikan untuk meningkatkan pertumbuhan benih ikan nila. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan dan 3 perlakuan, P1= 275 gram/kg daun katuk, 2 gram/kg daun pepaya, P1= 300 gram/kg daun katuk, 2 gram/kg daun papaya, P3= 325 gram/kg daun katuk, 2 gram/kg daun papaya, parameter yang diukur meliputi panjang mutlak, berat mutlak, SGR, FCR, SR, parameter kualitas air, analisis statistic menggunakan ANOVA dengan model RAK. Hasil dari penelitian menunjukkan pertumbuhan panjang mutlak terbaik pada P3 sebesar 3,8 cm, berat mutlak terbaik pada P3 sebesar 10,13 gr, specific growth rate terbaik pada P3 sebesar 0,34%, dan feed convertion ratio terbaik pada P3 sebesar 0,70% menunjukkan nilai yang berbeda nyata antar perlakuan, sedangkan survival rate menunjukan nilai tidak berbeda nyata antar perlakuan. Data pengukuran kualitas air dengan nilai yang baik yaitu suhu 24-25oC, pH 6-7. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian kombinasi daun katuk dan daun papaya yang ditambahkan pada pakan mampu meningkatkan pertumbuhan ikan nila sehingga daun katuk dan daun papaya dapat dijadikan sebagai bahan baku organik untuk pembuatan pakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peningkatan Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromi Niloticus) Menggunakan Pakan Kombinasi Tepung Daun Katuk ( Sauropus Androgynus) Dan Tepung Daun Pepaya(Carica Papaya)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daun Katuk (Sauropus androgynus) merupakan tumbuhan mengandung asam lemak yang tinggi. Begitu juga dengan tumbuhan daun pepaya yang mengandung enzim papain dan berperan dalam meningkatkan proses penyerapan protein dari pakan kedalam tubuh ikan namun, kombinasi dari keduanya belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi tepung daun katuk dan daun pepaya dalam meningkatkan pertumbuhan ikan nila. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan 3 ulangan. Perlakuan 1 = 175 gram/kg daun katuk dan 2 gram/kg daun pepaya, Perlakuan 2 = 200 gram/kg daun katuk dan 2 gram/kg daun pepaya, Perlakuan 3 = 275 gram/kg daun katuk dan 2 gram/kg daun pepaya. Parameter yang diukur meliputi Panjang Mutlak, Berat Mutlak,SGR,FCR, Parameter kualitas air. Analisis statistic menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan panjang mutlak terbaik pada perlakuan P3 sebesar 4,3 cm, Berat mutlak terbaik pada perlakuan P3 sebesar 8,6 gr, Specific Growth Rate terbaik pada perlakuan P3 sebesar 0,21%, Feed Converion Ratio terbaik pada perlakuan P3 sebesar 2,4%, dan Survival Rate terbaik pada perlakuan P3 sebesar 83%. Dengan kombinasi 225 mampu meningkatkan pertumbuhan . Hasil penelitian menunjukkan bahwa, bernilai yang berbeda nyata antar perlakuan. Data perlakuan kualitas air dengan nilai yang baik yaitu suhu 25oc-27oc. pH 6-7. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan pemberian kombinasi daun katuk dan daun pepaya mampu meningkatkan pertumbuhan ikan nila sehingga tepung daun katuk dan daun pepaya dapat dijadikan bahan baku organik untuk pembuatan pakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG DAUN KATUK (Sauropus androgynus) SEBAGAI CAMPURAN PAKAN UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan nila merupakan salah satu ikan ekonomis penting, namun memiliki beberapa kendala dalam budidaya, terutama tingkat pencernaan dan penyerapan pakan. Oleh karena itu diperlukan penambahan bahan alami guna mengatasi permasalahan tersebut, salah satu bahan alami yang berpotensi untuk mengatasi masalah tersebut adalah daun katuk. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun katuk (S. androgynus) sebagai campuran pakan untuk pertumbuhan ikan nila (O. niloticus). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan yaitu P1 kontrol tanpa tambahan tepung daun katuk, P2 diberikan pakan komersial 1 kg dengan tambahan tepung daun katuk 275 g, P3 diberikan pakan komersial 1 kg dengan tambahan tepung daun katuk 300 g, dan P4 diberikan pakan komersial 1 kg dengan tambahan tepung daun katuk 325 g. pada penelitian ini dilakukan pengamatan terhadap berat mutlak, panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik (SGR), kelangsungan hidup (SR), serta rasio konversi pakan (FCR). Hasil penelitian selama 40 hari menunjukkan bahwa pakan buatan dengan penambahan tepung daun katuk, dimana pengaruh terbaik terdapat pada P3 dengan nilai Berat mutlak sebesar (4,86 g), Panjang mutlak sebesar (3,41 cm), SGR sebesar (5,00%), SR (97%), dan hasil FCR sebesar (1,27%). Berdasarkan hasil Uji Ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa setiap perlakuan dan kontrol tidak berbeda nyata (>0.05) pada semua parameter yang diamati, namun dari setiap perlakuan pada pakan ditemukan kombinasi pakan terbaik yaitu pada P3 dengan kombinasi pakan komersial dan tambahan tepung daun katuk 300 g. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian tepung daun katuk 300 g mampu mengoptimalkan pertumbuhan pada ikan nila.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

meningkatkan pertumbuhan ikan bandeng (chanos-chanos) dengan menggunakan ekstrak etanol daun katuk (sauropus androgynus)

2022•

Katuk (Sauropus androgynus) merupakan salah satu tumbuhan herbal yang mengandung protein dan asam lemak yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung laju pertumbuhan pada ikan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak daun katuk pada pakan terhadap pertumbuhan dan survival rate benih ikan Bandeng (Chanos chanos). Benih ikan bandeng yang digunakan berukuran 1,8-1,9 cm dan dipelihara pada akuarium sebanyak 15 buah dengan volume 15 Liter dan padat tebar 15 ekor dalam setiap akuarium. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dengan 3 ulangan. Ekstrak katuk dilakukan dengan metode maserasi. Perlakuan terdiri dari penambahan ekstrak daun katuk pada pakan yaitu kontrol P1 0 gr/kg, P2 sebesar 37,5 gr/kg, P3 75 gr/kg, P4 sebesar 150 gr/kg, dan P5 sebesar 300 gr/kg pakan. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa penambahan ekstrak daun katuk pada pakan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan mutlak dan Survival Growth Rate (SGR) benih ikan bandeng, sedangkan Survival Rate (SR) menunjukkan nilai tidak berbeda nyata. Penambahan ekstrak daun katuk sebesar 150 gr/kg pakan (P4) menunjukan nilai terbaik pada pertumbuhan mutlak dan SGR benih. Sedangkan pada nilai SR tertinggi ditunjukan pada penambahan ekstrak sebesar 300 gr/kg pakan (P5) yaitu mencapai nilai 80%. Data pengukuran kualitas air dalam nilai yang baik yaitu suhu 24-30˚C, Salinitas 24-30 ppt, pH 6-8, Amoniak 0,07-0,11 mg/l, dan DO 4,27-5,98 mg/l.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERCEPATAN PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DENGAN PEMBERIAN PAKAN KOMBINASI TEPUNG BUAH PEPAYA DAN TEPUNG DAUN KATUK

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat besar dan luas sehingga memiliki hasil perikanan air tawar yang besar. Salah satu sektor budidaya perikanan air tawar yang menjanjikan adalah budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus). Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung buah pepaya dan tepung daun katuk sebagai bahan alternatif campuran pakan ikan untuk meningkatkan pertumbuhan benih ikan nila. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Ikan nila yang digunakan berukuran 3,2 cm. Parameter yang diukur, panjang mutlak, berat mutlak, Spesific Growth Rate (SGR), Survival Rate (SR), Feed Covertion Ratio (FCR) dan kualitas air seperti suhu, pH, DO, dan amoniak. Pada penelitian ini, dengan pengaruh pemberian tepung buah papaya dan tepung daun katuk memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan benih ikan nila, pada perlakuan p4 dengan Pertumbuhan panjang 6,7 cm, berat 2,31 g, (SGR) 4,1 gr, (SR) 88,30% dan (FCR) 0,17 gr. Sedangkan dari hasil pengukuran kualitas air suhu berkisar 25-310C, pH 7,15-7,80, DO 4,05-4,53 dan amoniak 0,27-0,48. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian tepung buah pepaya dan daun katuk dengan kosentrasi berbeda, mampu meningkatkan pertumbuhan Ikan Nila, serta dapat dijadikan sebagai bahan baku organik untuk pembuatan pakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

perbaikan fungsi hati induk betina gurami (osphronemeus gouramy) pada fase reproduksi yang diberi pakan kombinasi tepung kunyit dan ekstrak katuk

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Upaya peningkatan produksi gurami dilakukan dengan cara meningkatan kualitas pakan. Daun katuk mengandung senyawa kimia yang dapat meningkatkan reproduksi ikan sedangkan kunyit memiliki aktivitas hepatoprotektif dalam mencegah dan memperbaiki kerusakan hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon hati induk ikan gurami yang diberi pakan modifikasi dengan ekstrak daun katuk dan tepung kunyit yang terdiri dari Perlakuan A (control), Perlakuan B (Tepung kunyit 4,8 g/kg pakan), Perlakuan C (ekstrak katuk 0,6 g/kg pakan) dan Perlakuan D (Kombinasi). Hasil uji menunjukkan nilai HSI pada setiap perlakuan mengalami peningkatan. Nilai rata-rata HSI tertinggi terdapat pada perlakuan C yaitu sebesar 2,09 %, diikuti dengan Perlakuan B dengan nilai HSI sebesar 1,67 %, Perlakuan D sebesar 1,45 %, dan nilai HSI terendah terdapat pada Perlakuan A yaitu sebesar 1,32%. Hasil pengamatan histologi menunjukkan bahwa induk betina ikan gurami pada fase reproduksi memiliki respon hati yang baik dikarenakan hati ikan tidak mengalami nekrosis ataupun kerusakan. penggunaan ekstrak katuk dan kunyit secara terpisah dapat memperbaiki fungis hati pada fase reproduksi

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pertumbuhan Udang Windu (Penaeus monodon) dengan Pemberian Ekstrak Daun Katuk (Sauropus androgynus)

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hormon yang berperan dalam proses molting hewan krustasea seperti udang yaitu moulting stimulating hormon (MSH) dan molt inhibiting hormone (MIH). Prekursor dari hormon ini yaitu kolesterol. Daun katuk (Sauropus androgynous) mengandung senyawa kimia yaitu sterol yang diduga mampu meningkatkan MSH pada udang windu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan udang windu setelah pemberian ekstrak daun katuk. Metode penelitian dengan menggunakan Rancangan acak lengkap (RAL) 4 perlakuan 3 ulangan. Perlakuan dengan dosis Perlakuan 1 (Kontrol) tanpa pemberian ekstrak katuk, Perlakuan 2 (P2) 5 gr/kg pakan, Perlakuan 3 (P3) 50 gr/kg pakan, Perlakuan 4 (P4) 100 gr/kg pakan. Berdasarkan hasil penelitian pertumbuhan berat dan pertumbuhan panjang secara statistik menunjukkan berbada nyata (P0,05). Pertumbuhan udang windu pada akhir penelitian pertumbuhan berat paling tinggi terdapat pada P4 dengan pemberian ekstrak daun katuk dengan nilai pertumbuhan berat rata-rata (70,18±9,57 gr). Sedangkan pertumbuhan berat paling rendah terdapat pada P1 dengan nilai pertumbuhan berat rata-rata (32,62±7,54gr). Pertumbuhan panjang paling tinggi terdapat pada P4 dengan panjang rata-rata (1,19±0,10 cm) sedangkan pertumbuhan panjang paling rendah terdapat pada P1 dengan pertumbuhan panjang rata-rata (0,62±0,09 cm). Data kualitas air selama penelitian menunjukkan suhu berkisar 25-30 oC, DO 5,28 -8,43 ppm, salinitas 27-30 ppt dan pH 6,14–7,9mg/l. Pemberian ektrak katuk mampu meningkatkan pertumbuhan udang windu.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MENINGKATKAN PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DENGAN PENGGUNAAN EKSTRAK ETANOL DAUN KATUK (Sauropus androgynus)

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daun katuk (Sauropus androgynus) merupakan tanaman herbal yang banyak terkandung asam lemak yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak daun katuk sebagai bahan alternatif campuran pakan ikan untuk meningkatkan pertumbuhan benih ikan nila. Benih ikan nila yang digunakan berukuran 3-5 cm dan dipelihara pada akuarium sebanyak 15 buah yang berukuran 30 x 30 x 30 cm dengan padat tebar 25 ekor perakuarium. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dengan 3. Adapun perlakuan pakan yang diberikan dengan campuran ekstrak daun katuk yaitu kontrol (tanpa ekstrak daun katuk), 37,5 gram/kg, 75 gram/kg, 150 gram/kg, dan 300 gram/kg. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan panjang mutlak, pertumbuhan berat mutlak dan Feed Convertion Rasio menunjukkan nilai yang berbeda nyata, sedangkan Survival Rate menunjukkan nilai tidak berbeda nyata antar perlakuan. Data pengukuran kualitas air dalam nilai yang baik yaitu suhu 26-28oC dan nilai pH 7,5-7,7. Berdasarkan hasil penelitian pemberian ekstrak daun katuk yang mengandung asam lemak yang dicampurkan pada pakan mampu meningkatan pertumbuhan ikan nila sehingga daun katuk apa dijadikan sebagai bahan baku organik untuk pembuatan pakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Profil Hormon Estradiol Pada Ikan Gurami (Osphronemus gouramy) Setelah Pemberian Pakan Kombinasi Tepung Kunyit dan Ekstrak Katuk

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu upaya meningkatkan produksi ikan gurami adalah dengan meningkatkan kualitas pakan calon induk agar menghasilkan telur dan benih yang berkualitas. Peningkatan pakan calon induk dilakukan dengan pengkayaan pakan yaitu dengan mengkombinasi pakan pelet dengan bahan baku alam yang mengandung hormon yang dapat membantu dalam mempercepat reproduksi, seperti daun katuk dan rimpang kunyit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan yang telah dikombinasi dengan esktrak katuk dan tepung kunyit terhadap profil hormon estradiol pada induk ikan gurami. Penelitian ini terdiri dari empat perlakuan dan tiga ulangan yaitu (P0) pakan komersial tanpa pencampuran ekstrak katuk dan tepung kunyit, (P1) pakan komersial dengan tepung kunyit 4,8 gram/kg pakan, (P2) pakan komersial dengan tepung katuk 0,6 gram/kg pakan, (P3) pakan komersial dengan tepung kunyit 4,8 gram/kg pakan dan tepung katuk 0,6 gram/kg pakan, dengan pemberian pakan dilakukan selama 8 minggu dan pengambilan serum darah dilakukan per dua minggu. Hasil pengukuran hormon estradiol-17β pada perlakuan terbaik yaitu (P3) dengan kisaran nilai 457,53±21,62 pg/ml sampai dengan 1705,10±875,30 pg/ml. Hasil pengukuran suhu, pH dan DO berada dalam kisaran yang optimum hidup ikan gurami. Pakan yang dikombinasi dengan tepung kunyit dan ekstrak kunyit dapat meningkatkan konsentrasi estradiol yang ada di dalam darah induk gurami yang akan digunakan dalam perkembangan gonad.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail