Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

9 hasil
Subjek: Produksi ASI
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS DENGAN MENERAPKAN PIJAT OKSITOSIN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI DI DESA MALINAU HILIR

2025•

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS DENGAN MENERAPKAN PIJAT OKSITOSIN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI DI DESA MALINAU HILIR Mutiara1, Ratnanengsih2, Dr Yeti Mareta Undaryati3 Prodi Profesi Kebidanan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan123 Email: [email protected] ABSTRAK Produksi Air Susu Ibu (ASI) yang tidak lancar merupakan salah satu permasalahan yang sering dialami ibu nifas dan dapat menghambat keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Ketidaklancaran produksi ASI dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain kurangnya stimulasi hormon prolaktin dan oksitosin, kondisi psikologis ibu, kelelahan, serta kurangnya dukungan dan edukasi menyusui. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi ASI adalah penerapan pijat oksitosin.Studi kasus ini bertujuan untuk melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan menerapkan pijat oksitosin guna meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui di Desa Malinau Hilir. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan manajemen kebidanan yang meliputi pengkajian data subjektif dan objektif, penetapan diagnosis kebidanan, perencanaan dan pelaksanaan asuhan, serta evaluasi hasil tindakan. Subjek dalam studi kasus ini adalah seorang ibu nifas yang mengalami masalah produksi ASI tidak lancar. Intervensi pijat oksitosin dilakukan sesuai standar prosedur. Hasil asuhan menunjukkan bahwa setelah dilakukan pijat oksitosin, terjadi peningkatan kelancaran produksi ASI yang ditandai dengan bertambahnya volume asi setiap harinya, payudara terasa lebih lembek setelah menyusui, peningkatan frekuensi dan durasi menyusu bayi, serta berkurangnya keluhan ibu terkait ASI tidak lancar. Ibu juga tampak lebih rileks dan percaya diri dalam proses menyusui. Dapat disimpulkan bahwa penerapan pijat oksitosin efektif dalam meningkatkan produksi dan kelancaran ASI pada ibu nifas. Oleh karena itu, pijat oksitosin dapat direkomendasikan sebagai salah satu intervensi komplementer dalam asuhan kebidanan pada ibu nifas untuk mendukung keberhasilan ASI eksklusif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DENGAN PEMBERIAN REBUSAN DAUN KATUK TERHADAP PRODUKSI ASI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GUNUNG LINGKAS

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Air Susu Ibu (ASI) mempunyai banyak manfaat untuk melindungi bayi dari infeksi karena mudah dicerna dan diserap yang bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan optimal bagi bayi. World Health Organization merekomendasikan pemberian ASI ekslusif selama 6 bulan tanpa diberi pamakanan lain kemudian dilanjutkan pemberian ASI sampai dua tahun pertama kehidupan bayi. Namun, berbagai faktor internal seperti rendahnya pengetahuan dan sikap serta faktor ekternal seperti kurangnya dukungan keluarga dan gencarnya promosi susu formula menjadi penyebab rendahnya pemberian ASI eklusif. Untuk mengatasi masalah produksi ASI yang rendah yaitu dengan menggunakan pengobatan secara farmakologi dan non-farmakologi. Salah satu pengobatan non-farmakologi yaitu dengfan mengkonumsi daun katuk (Saropus Androgynus) yang mengandung senyawa aktif seperti alkaloid dan sterol yang berperan dalam pembentukan ASI. Tujuan dari studi kasus dibedakan menjadi tujuan umum yaitu untuk mengetahui asuhan kebidanan kehamilan dengan pemberian rebusan daun katuk terhadap kelancaran ASI pada ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Gunung Lingkas serta tujuan khusus yaitu mengidentifikasi tingkat produksi ASI sebelum dan setelah diberikan rebusan daun katuk di wilayah kerja Puskesmas Gunung Lingkas, menganalisis perbedaan produksi ASI sebelum dan setelah diberikan rebusan daun katuk di wilayah kerja Puskesmas Gunung Lingkas dan mengetahui apakah terdapat pengaruh sifgnifikan dari pemberian rebusan daun dari pemberian rebusan daun katuk terhadap pemberian rebusan daun katuk terhadap peningkatan produksi ASI. Metode penelitian yang digunakan adalah pengumpulan data dengan wawancara dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pemberian air rebusan daun katuk Skala Likert menunjukkan skor 12 kategori tidak lancar dan seteleh pemberian air rebusan daun kelor menunjukkan skor 29 kategori lancar. Hal ini menunjukkan pemberian air rebusan daun katuk memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan ASI.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU POST PARTUM DENGAN PENERAPAN PIJAT OKSITOSIN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI ASI DI RUANG MELATI RSUD MALINAU

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Midwifery Care For Post Partum Mothers With The Application Of Oxytocin Massage To Improve Breast Milk Production In The Melati Room Malinau Regional Hospital ABSTRACT Postpartum is a period of recovery of the reproductive organs as before pregnancy. During the postpartum period, it is not uncommon for a postpartum mother to experience problems related to breast milk production. The coverage of exclusive breastfeeding in Indonesia in 2023 is 63.90%, in North Kalimantan 45.4% and in Malinau Regency 87.7%. The coverage of exclusive breastfeeding is still relatively low in North Kalimantan so there are several ways that can be done to increase this coverage, namely by providing complementary care that is non-pharmacological, namely oxytocin massage. This study aims to provide midwifery care to postpartum mothers by implementing oxytocin massage to increase breast milk production in the Melati room of Malinau Hospital. This study is a quantitative study with a case study approach conducted on June 5-10, 2025, the sample in this case study was a postpartum mother who experienced irregular breast milk production. Oxytocin massage was carried out for 6 visits, namely every morning. The instruments used were baby scales, measuring cups for breast milk storage, 1 set of tools for performing oxytocin massage and observation sheets. Breast milk production increased from 30 ml to 200 ml on the 6th day of oxytocin massage. It is recommended for midwives in health facilities to be able to provide education and apply oxytocin massage to every postpartum mother so that breast milk production is smooth and reduces the occurrence of problems related to breast milk production. Keywords : Oxytocin Massage, Breast Milk Production, Post Partum

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Hypnobreastfeeding Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Menyusui Di wilayah Puskemas Karang Rejo

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemberian air susu ibu pada bayi merupakan metode pemberian makanan yang terbaik, Target Sustainable Development Goals (SDGs) pada 2030, ialah mengakhiri kematian bayi yang dapat dicegah oleh seluruh negara agar menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB) setidaknya hingga 12 per 1.000 kelahiran hidup dengan pemberian ASI secara eksklusif, namun cakupan ASI Ekslusif di Kalimantan utara mengalami penurunan hal ini disebabkan oleh banyak faktor salah satunya kurangnya produksi ASI pada ibu menyusui, adapun cara untuk meningkatkan produksi ASI yaitu dengan terapi tambahan yaitu Hypnobreastfeeding. Hypnobreastfeeding merupakan teknik relaksasi yang membantu kelancaran proses menyusui secara holistik yang memperhatikan Mind, Body and Soul ibu menyusui. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan pengaruh hypnobreastfeeding terhadap produksi ASI pada ibu menyusui di Puskesmas Karang Rejo. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif. dengan desain eksperimen sederhana Posttest Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas karang Rejo, jumlah sampel yaitu 24 ibu menyusui yang sudah sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi, analisis data yang dilakukan menggunakan uji Independent sample t-test. Hasil uji Independent t-test menunjukkan bahwa ada perbedaan produksi ASI antara ibu menyusui yang diberikan intervensi hypnobreastfeeding dengan ibu menyusui yang diberikan KIE manajemen laktasi, hal ini ditunjukkan dari perbedaan rata-rata produksi ASI pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pada ibu menyusui yang diberikan hypnobreastfeeding menunjukkan rata-rata produksi ASI yaitu 119.1667, sedangkan pada kelompok kontrol yang diberikan KIE manajemen laktasi menunjukkan rata-rata produksi ASI yaitu 82.5000. selain itu hasil dari p value 0,000 (p 0,05) yang berarti ada pengaruh yang signifikan antara pemberian terhadap produksi ASI pada ibu menyusui di puskesmas Karang Rejo.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS PIJAT OKSITOSIN OLEH SUAMI TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI DI PUSKESMAS PANTAI AMAL

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ASI adalah cairan dan nutrisi alamiah terbaik yang sangat penting bagi bayi karena ASI mengandung kebutuhan energi dan zat untuk tumbuh kembang sesuai dengan kebutuhan bayi. Ada beberapa faktor yang menghambat produksi ASI yaitu faktor isapan bayi, faktor perawatan payudara, pola istirahat, dan faktor psikologis ibu, yang menyebabkan sedikitnya ASI yang keluar dan bahkan tidak jarang juga ibu mengeluh ASI tidak keluar sama sekali. Keberhasilan seorang ibu dalam menyusui tergantung pada dukungan dari keluarga terutama suami yang memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan proses menyusui. Dukungan suami dapat melancarkan kualitas produksi ASI karena kedekatan emosi antara ibu dan suami yang mendukung akan berdampak positif. Selain itu, suami juga berperan dalam melakukan pijat oksitosin pada ibu untuk meningkatkan produksi ASI. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui efektifitas pijat oksitosin oleh suami terhadap peningkatan produksi ASI. Jenis penelitian ini menggunakan Pre-Eksperimen dengan rancangan One Group Pretest-Posttest.Populasi dalam penelitian ini adala seluruh ibu menyusui usia 0-6 bulan pada bulan Agustus 2023 – Januari 2024 berjumlah 157 ibu menyusui. Sampel dalam penelitian ini 15 responden dengan teknik probability sampling menggunakan metode purposive sampling. Pijat oksitosin oleh suami dilakukan 2 kali sehari pada pagi dan sore hari selama 7 hari dengan menggunakan alat ukur kuesioner kelancaran ASI. Analisis bivariat dalam penelitian ini menggunakan wilcoxon. Hasil penelitian uji hipotesis nilai p-value = 0,011 yang berarti adanya efektivitas pijat oksitosin oleh suami terhadap peningkatan produksi ASI sebelum dan setelah perlakuan intervensi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN REBUSAN JAHE DAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANJUNG LAPANG

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Pemberian rebusan jahe dan aromaterapi lavender terbukti efektif dalam meningkatkan produksi ASI di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Lapang. Kombinasi kedua metode ini membantu ibu menyusui merasa lebih rileks dan mendukung proses laktasi secara alami, sehingga produksi ASI meningkat secara signifikan. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian rebusan jahe dan aromaterapi lavender terhadap peningkatan produksi ASI di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Lapang. Metode: Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pra eksperiment berbentuk desain pretest and posttest nonequivalent without control group. Penelitian akan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Lapang. nonprobability sampling dengan teknik acidental sampling sebanyak 10 orang. Instrumen menggunakan kuesioner data demografi, lembar observasi produksi ASI. Data dianalisis dengan uji wilcoxon. Hasil: Diperoleh bahwa produksi ASI pretest pada ibu post partum yaitu mean sebesar 4,50 ml; median sebesar 5 ml; standar deviasi sebesar 4.378 ml; nilai minimum sebesar 0 ml, nilai maksimum sebesar 10 ml. Diperoleh bahwa produksi ASI posttest pada ibu post partum yaitu mean sebesar 415 ml; median sebesar 405 ml; standar deviasi sebesar 109,848 ml; nilai minimum sebesar 300 ml, nilai maksimum sebesar 610 ml. Diperoleh dari hasil uji wilcoxon nilai-p=0,005 (nilai-p0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian rebusan jahe dan aromaterapi lavender terhadap peningkatan produksi ASI di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Lapang.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KONSUMSI AIR REBUSAN BUAH PEPAYA TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PULAU SAPI

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif dapat mencegah kematian anak balita di dunia. Berdasarkan survei di Indonesia, 38% ibu berhenti memberikan ASI karena kurangnya produksi ASI. Salah satu penyebab kegagalan tersebut adalah produksi ASI yang tidak lancar, produksi dan pengeluaran ASI dipengaruhi oleh hormo prolaktin dan oksitosin, dan hormone prolactin berhubungan erat dengan jenis jenis nutrisi yang dikonsumsi. Salah satu jenis nutrisi yang dapat menigkatkan kerja hormone prolactin adalah buah papaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh air rebusan buah pepaya terhadap peningkatan produksi ASI eksklusif pada ibu menyusui. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan eksperimen semu (quasy experiment) dengan menggunakan one group post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Ibu yang menyusui di puskesmas pulau sapi sebanyak 30 responden dengan teknik total sampling yaitu 30 ibu yang menyusui. Analisis data yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Berdasarkan uji Wilcoxon Signed Rank Test pre dan post, diperoleh nilai Z sebesar -4,799b dengan nilai p-value sebesar 0,000. Nilai uji p-value 0,000 0,005 (H0 ditolak). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara sebelum dilakukan pemberian air rebusan buah pepaya dan sesudah diberikan rebusan buah pepaya. Saran dari penelitian ini diharapkan bagi ibu menyusui untuk meningkatkan pemahamannya tentang cara merawat anaknya. payudara dan manfaat mengkonsumsi rebusan pepaya secara rutin agar produksi ASI tetap meningkat sehingga ibu dapat memberikan ASI eksklusi dan semoga penelitian ini berguna sebagai acuan dalam pengabdian masyarakat untuk menerapkan pemberian buah pepaya untuk kelancaran produksi ASI dapat disosialisasikan kepada masyarakat.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KAPSUL JAHE MERAH (Zingiber officinale Var.Rubrum) TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS DI PUSKESMAS PANTAI AMAL

2024•

PENGARUH KAPSUL JAHE MERAH (Zingiber officinale Var.Rubrum) TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS DI PUSKESMAS PANTAI AMAL Abstrak Pemberian ASI eksklusif, merupakan intervensi kunci yang berdampak besar terhadap angka kematian dan kesakitan anak. ASI mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan untuk bayi sejak lahir hingga enam bulan pertama kehidupan bayi. Sekitar 44% bayi berusia 0-6 bulan di seluruh dunia mendapatkan ASI eksklusif selama periode 2015-2020. Cakupan ASI eksklusif Indonesia pada tahun 2022 tercatat hanya 67,96%, turun dari 69,7% di tahun 2021, menandakan perlunya dukungan lebih intensif agar cakupan ini bisa meningkat. Produksi ASI pada hari-hari pertama setelah melahirkan memang tidak sebanyak produksi ASI pada hari-hari berikutnya, sehingga ibu yang tidak mengkonsumsi makanan atau minuman khusus untuk meningkatkan produksi ASI akan cenderung diproduksi secara normal atau turun. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kapsul jahe merah (zingiber officinale var. rubrum) terhadap produksi asi pada ibu nifas. Desain penelitian : quasi eksperiment dengan pendekatan (one group pretest postest). Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 21 ibu nifas di wilayah kerja puskesmas Pantai Amal dengan Teknik sampling accidental sampling. Instrument yang digunakan, lembar observasi. Hasil analisis bivariat rata-rata produksi ASI ibu nifas sebelum diberikan intervensi (kapsul jahe merah) adalah 20,48ml dan setelah diberikan perlakuan rata-rata produksi ASI adalah 121,43ml, terjadi peningkatan rata-rata produksi ASI sebelum dan sesudah diberikan intervensi yaitu 100.95ml dengan hasil p Value 0,000 0,05 artinya ada pengaruh peningkatan produksi ASI ibu yang mengkonsumsi kapsul jahe merah sebelum dan sesudah konsumsi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KONSUMSI NUGGET JANTUNG PISANG KEPOK (Musa paradisiaca normalis) TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANTAI AMAL

2024•

PENGARUH KONSUMSI NUGGET JANTUNG PISANG KEPOK (Musa paradisiaca normalis) TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANTAI AMAL ABSTRAK Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan yang terbaik untuk bayi karena merupakan makanan alamiah yang sempurna,mudah dicerna serta mengandung gizi yang dibutuhkan dalam pertumbuhan dan kekebalan tubuh, kebersihannya pun terjamin sehingga dapat terhindar dari gangguan pencernaan seperti diare, muntah dan lainnya.Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi produksi ASI yaitu melalui asupan makanan yang dikonsumsi oleh ibu yang dapat mempengaruhi peningkatan produksi ASI sehingga ibu membutuhkan nutrisi yang menjamin dalam pembentukan ASI yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Jantung pisang memiliki kandungan laktagongum yang dapat menstimulasi hormon oksitosin dan prolaktin serta memiliki kandungan zat gizi bermanfaat bagi tubuh yaitu energi sebesar 30 kkl, protein sebesar 1 gr, karbanhidrat sebesar 7 gr, lemak sebesar 50 mg, Vitamin A sebesar170 mg, Vitamin B1 sebesar 0,05 mg dan vitamin C sebesar 10 mg. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh pemberian nugget jantung pisang kepok (Musa paradisiaca normalis) terhadap produksi ASI pada ibu nifas. Jenis penelitian ini menggunakan quasi experimental rancangan penelitian ini one group pretest – posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas pada bulan Oktober 2023 – Januari 2024 berjumlah 166 responden. Sampel dalam penelitian ini 16 responden dengan teknik probabiliyt sampling mengunakan metode Purposive Sampling. Jantung pisang kepok diberikan sebanyak 118 gram dengan 2 kali pemberian pagi dan sore selama 7 hari. Data dianalisis menggunakan wilcoxon dengan hasil diperoleh hasil uji wilcoxon nilai p = 0,01sehingga Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti ada pengaruh konsumsi nugget jantung pisang kepok terhadap produksi ASI pada ibu nifas. Dapat diismpulkan bahwa ada pengaruh konsumsi nugget jantung pisang kepok terhadap produksi ASI. Diharapkan mengedukasi dan memberikan informasi ibu nifas terkait peningkatan produksi ASI dengan konsumsi nugget jantung pisang kepok. Kata Kunci : Jantung Pisang, Produksi ASI, Ibu Nifas

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail