ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi alamiah bagi bayi yang sangat baik untuk pertumbuhan bayi. Banyaknya ibu postpartum yang tidak memberikan ASI eksklusif pada bayi karena kurangnya rangsangan hormon prolaktin dan oksitosin. Tujuan studi kasus ini untuk menerapkan intervensi inovasi hypnobreastfeeding melalui mendengarkan audio bersamaan dengan pijat laktasi dan perawatan payudara. Studi kasus ini dilakukan kepada satu ibu postpartum post sectio caesarea selama 30 menit selama enam hari dengan rincian tiga hari implementasi saat perawatan di rumah sakit dan tiga hari implementasi saat perawatan di rumah. Hasilnya adalah terjadi peningkatan produksi ASI sebanyak 35cc pada hari ketiga perawatan di rumah sakit, perlekatan bayi pada payudara ibu meningkat, kemampuan ibu memposisikan bayi dengan benar meningkat, tetesan/pancaran ASI meningkat sebanyak 35 tetes, kepercayaan diri ibu meningkat, bayi tidur setelah menyusu dan hisapan bayi meningkat pada hari ketujuh perawatan di rumah serta lecet pada puting, kelelahan dan kecemasan meningkat pada hari kelima perawatan di rumah. Kesimpulannya adalah kombinasi dari intervensi inovasi ini memberikan hasil yang baik namun diperlukan penambahan edukasi posisi menyusui dan promosi perlekatan untuk meningkatkan kemampuan adaptasi ibu pasca melahirkan di rumah. Diharapkan studi kasus ini dapat digunakan pasien dan keluarga secara mandiri untuk mengatasi masalah menyusui tidak efektif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemberian air susu ibu pada bayi merupakan metode pemberian makanan yang terbaik, Target Sustainable Development Goals (SDGs) pada 2030, ialah mengakhiri kematian bayi yang dapat dicegah oleh seluruh negara agar menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB) setidaknya hingga 12 per 1.000 kelahiran hidup dengan pemberian ASI secara eksklusif, namun cakupan ASI Ekslusif di Kalimantan utara mengalami penurunan hal ini disebabkan oleh banyak faktor salah satunya kurangnya produksi ASI pada ibu menyusui, adapun cara untuk meningkatkan produksi ASI yaitu dengan terapi tambahan yaitu Hypnobreastfeeding. Hypnobreastfeeding merupakan teknik relaksasi yang membantu kelancaran proses menyusui secara holistik yang memperhatikan Mind, Body and Soul ibu menyusui. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan pengaruh hypnobreastfeeding terhadap produksi ASI pada ibu menyusui di Puskesmas Karang Rejo. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif. dengan desain eksperimen sederhana Posttest Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas karang Rejo, jumlah sampel yaitu 24 ibu menyusui yang sudah sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi, analisis data yang dilakukan menggunakan uji Independent sample t-test. Hasil uji Independent t-test menunjukkan bahwa ada perbedaan produksi ASI antara ibu menyusui yang diberikan intervensi hypnobreastfeeding dengan ibu menyusui yang diberikan KIE manajemen laktasi, hal ini ditunjukkan dari perbedaan rata-rata produksi ASI pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pada ibu menyusui yang diberikan hypnobreastfeeding menunjukkan rata-rata produksi ASI yaitu 119.1667, sedangkan pada kelompok kontrol yang diberikan KIE manajemen laktasi menunjukkan rata-rata produksi ASI yaitu 82.5000. selain itu hasil dari p value 0,000 (p 0,05) yang berarti ada pengaruh yang signifikan antara pemberian terhadap produksi ASI pada ibu menyusui di puskesmas Karang Rejo.