Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

15 hasil
Subjek: Ibu Nifas
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubunngan Pemanfaatan Buku KIA dengan Pengetahuan dan Keterampilan Ibu Nifas Tentang Teknik Menyusui yang Benar

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) merupakan media komunikasi, informasi, dan edukasi yang memuat informasi mengenai kesehatan ibu dan anak, termasuk teknik menyusui yang benar. Pemanfaatan Buku KIA diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu nifas dalam menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemanfaatan Buku KIA dengan pengetahuan dan keterampilan ibu nifas tentang teknik menyusui yang benar di Rumah Sakit Umum CARSA Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 64 ibu nifas yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pemanfaatan Buku KIA, kuesioner pengetahuan, dan lembar observasi keterampilan teknik menyusui. Analisis data menggunakan uji Pearson Chi-Square untuk menganalisis hubungan pemanfaatan Buku KIA dengan pengetahuan ibu nifas, sedangkan hubungan pemanfaatan Buku KIA dengan keterampilan dianalisis menggunakan Fisher's Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu nifas yang memanfaatkan Buku KIA sebagian besar memiliki pengetahuan baik (80,0%), sedangkan ibu yang tidak memanfaatkan Buku KIA sebagian besar memiliki pengetahuan kurang (58,3%). Hasil uji Pearson Chi-Square diperoleh p-value = 0,002 (p 0,05) yang menunjukkan terdapat hubungan antara pemanfaatan Buku KIA dengan pengetahuan ibu nifas. Sementara itu, hasil Fisher’s Exact Test diperoleh p-value = 0,186 (p > 0,05) sehingga tidak terdapat hubungan antara pemanfaatan Buku KIA dengan keterampilan ibu nifas tentang teknik menyusui yang benar di Rumah Sakit Umum CARSA Kota Tarakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN AROMATERAPI LAVENDER DENGAN INTENSITAS NYERI IBU NIFAS POST SECTIO CAESAREA 6-12 JAM PERTAMA DI RUMAH SAKIT PERTAMINA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ibu nifas post sectio caesarea sering mengalami nyeri pada area luka operasi akibat insisi pada dinding abdomen dan uterus. Nyeri umumnya mulai dirasakan ketika efek anestesi spinal berkurang, terutama pada 6–12 jam pertama pascaoperasi. Nyeri yang tidak ditangani dengan baik dapat mengganggu mobilisasi dini, kenyamanan, istirahat, proses laktasi, serta pemulihan ibu pada masa nifas. Salah satu terapi komplementer yang dapat digunakan untuk membantu meningkatkan kenyamanan dan mengurangi persepsi nyeri adalah aromaterapi lavender. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pemberian aromaterapi lavender dengan intensitas nyeri pada ibu nifas post sectio caesarea 6–12 jam pertama di Rumah Sakit Pertamina Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan desain eksperimen semu (quasi experiment) menggunakan rancangan post-test only control group design. Sampel penelitian berjumlah 20 ibu nifas post sectio caesarea 6–12 jam pertama yang dibagi menjadi 10 responden kelompok intervensi dan 10 responden kelompok kontrol. Kelompok intervensi diberikan terapi standar rumah sakit berupa analgetik ditambah aromaterapi lavender, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan terapi standar rumah sakit tanpa aromaterapi lavender. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher-Freeman-Halton Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi terdapat 3 responden (30,0%) mengalami nyeri ringan, 7 responden (70,0%) nyeri sedang, dan tidak terdapat responden nyeri berat. Pada kelompok kontrol, tidak terdapat responden nyeri ringan, 7 responden (70,0%) mengalami nyeri sedang, dan 3 responden (30,0%) nyeri berat. Hasil uji Fisher-Freeman-Halton Exact Test diperoleh nilai p-value = 0,048. Kesimpulannya, terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian aromaterapi lavender dengan intensitas nyeri pada ibu nifas post sectio caesarea 6–12 jam pertama.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Praktik Pangan Ibu Nifas di Suku Dayak lundayeh: Pantangan, Kebiasaan dan Perubahan Tradisi

2026•

Masa nifas merupakan periode kritis yang membutuhkan asupan nutrisi optimal untuk mendukung pemulihan ibu, penyembuhan luka, dan produksi ASI. Namun, di berbagai komunitas adat, pemenuhan nutrisi bagi ibu pascapersalinan seringkali dibatasi oleh pantangan makanan yang diwariskan, termasuk di kalangan masyarakat Dayak Lundayeh. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara komprehensif pantangan makanan bagi ibu pascapersalinan di suku Dayak Lundayeh, termasuk jenis pantangan, metode pengolahan makanan, pola konsumsi yang dibutuhkan, pergeseran praktik antargenerasi, dan perspektif budaya dan kesehatan terhadap fenomena tersebut. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan informan purposive sampling yang dikombinasikan dengan snowball sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur mendalam dan dokumentasi dengan tujuh informan, yang terdiri dari sesepuh desa, ibu nifas, ketua adat, dan bidan desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pantangan makanan meliputi berbagai jenis sayuran, makanan laut, daging, buah asam, dan makanan pedas, serta pembatasan metode pengolahan makanan yang harus diolah kering. Pola konsumsi wajib bubur panas disertai jahe merah dan kopi juga ditemukan, serta pergeseran pantangan makanan di antara generasi yang tidak lagi tinggal bersama orang tua ataupun mertua. Studi ini menyimpulkan bahwa pantangan makanan pascapersalinan adalah fenomena multidimensional yang membutuhkan pendekatan pendidikan gizi yang peka terhadap budaya lokal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN MATERNITAS PADA IBU NIFAS PASCA SECTIO CAESAREA DENGAN INDIKASI TALI PUSAT TERLILIT (NUCHAL CHORD) DI RUMAH SAKIT UMUM dr. H. JUSUF. SK TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Lilitan tali pusat (Nuchal Cord) merupakan kondisi melingkarnya tali pusat di sekitar leher janin yang berisiko menyumbat aliran darah umbilikalis. Kondisi klinis ini sering kali membutuhkan tindakan terminasi kehamilan darurat melalui operasi Sectio Caesarea (SC) demi keselamatan ibu dan janin. Tujuan: Mengetahui dan menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan maternitas pada ibu nifas pasca-SC dengan indikasi tali pusat terlilit (Nuchal Cord). Metode: Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua pasien nifas pasca-SC di Ruang Mawar RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi fisik, dan studi dokumentasi rekam medis. Hasil: Pengkajian awal menunjukkan kedua pasien mengeluhkan nyeri pada luka insisi, keterbatasan mobilisasi fisik, serta kendala dalam memproduksi ASI. Masalah keperawatan yang ditegakkan adalah nyeri melahirkan, menyusui tidak efektif, dan kesiapan peningkatan menjadi orang tua. Setelah diberikan intervensi keperawatan selama 3x24 jam berupa perawatan pasca-SC, latihan mobilisasi dini, edukasi laktasi, dan pijat oksitosin, kedua pasien menunjukkan kemajuan klinis yang signifikan. Skala nyeri melahirkan menurun dari 6 menjadi 2 pada pasien 1, dan dari 4 menjadi 2 pada pasien 2. Produksi ASI pada kedua pasien menjadi lancar serta kesiapan peran orang tua terpenuhi. Kesimpulan: Pemberian asuhan keperawatan maternitas yang komprehensif dan terarah terbukti efektif untuk menurunkan intensitas nyeri pasca-SC, mengoptimalkan keberhasilan proses menyusui, serta meningkatkan kesiapan psikologis adaptasi menjadi orang tua.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN MATERNITAS PADA IBU NIFAS PASCA SECTIO CAESAREA DENGAN INDIKASI RIWAYAT PLASENTA PREVIA DI RUMAH SAKIT UMUM dr. H. JUSUF SK TARAKAN

2026•

Plasenta previa merupakan komplikasi kehamilan trimester akhir yang dapat menyebabkan perdarahan masif dan menjadi indikasi tindakan Sectio Caesarea (SC). Ibu nifas pasca-SC dengan indikasi plasenta previa berisiko mengalami nyeri melahirkan, hambatan proses menyusui, dan adaptasi terhadap peran baru sebagai orang tua. Studi kasus ini bertujuan menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan maternitas komprehensif pada ibu nifas pasca-SC dengan indikasi plasenta previa di RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan. Subjek penelitian terdiri dari dua ibu nifas primipara pasca-SC hari pertama yang dirawat di Ruang Mawar. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi fisik, studi dokumentasi, dan pemeriksaan penunjang. Hasil menunjukkan kedua pasien mengalami nyeri jahitan operasi dengan skala 6 dan 7. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan meliputi nyeri melahirkan, menyusui tidak efektif, dan kesiapan peningkatan menjadi orang tua, serta risiko syok pada salah satu pasien akibat perdarahan aktif. Intervensi keperawatan dilakukan selama 3×24 jam berupa manajemen perawatan pasca-SC, mobilisasi dini, pijat laktasi, pendampingan menyusui, manajemen perdarahan, dan edukasi fase bayi. Evaluasi menunjukkan penurunan skala nyeri menjadi 1 dan 2, peningkatan kemampuan mobilisasi, efektivitas menyusui, serta peningkatan kesiapan menjadi orang tua. Penerapan asuhan keperawatan maternitas secara komprehensif membantu mempercepat pemulihan ibu pasca-SC, meningkatkan keberhasilan menyusui, dan mendukung adaptasi peran orang tua.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS DENGAN MENERAPKAN PIJAT OKSITOSIN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI DI DESA MALINAU HILIR

2025•

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS DENGAN MENERAPKAN PIJAT OKSITOSIN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI DI DESA MALINAU HILIR Mutiara1, Ratnanengsih2, Dr Yeti Mareta Undaryati3 Prodi Profesi Kebidanan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan123 Email: [email protected] ABSTRAK Produksi Air Susu Ibu (ASI) yang tidak lancar merupakan salah satu permasalahan yang sering dialami ibu nifas dan dapat menghambat keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Ketidaklancaran produksi ASI dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain kurangnya stimulasi hormon prolaktin dan oksitosin, kondisi psikologis ibu, kelelahan, serta kurangnya dukungan dan edukasi menyusui. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi ASI adalah penerapan pijat oksitosin.Studi kasus ini bertujuan untuk melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan menerapkan pijat oksitosin guna meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui di Desa Malinau Hilir. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan manajemen kebidanan yang meliputi pengkajian data subjektif dan objektif, penetapan diagnosis kebidanan, perencanaan dan pelaksanaan asuhan, serta evaluasi hasil tindakan. Subjek dalam studi kasus ini adalah seorang ibu nifas yang mengalami masalah produksi ASI tidak lancar. Intervensi pijat oksitosin dilakukan sesuai standar prosedur. Hasil asuhan menunjukkan bahwa setelah dilakukan pijat oksitosin, terjadi peningkatan kelancaran produksi ASI yang ditandai dengan bertambahnya volume asi setiap harinya, payudara terasa lebih lembek setelah menyusui, peningkatan frekuensi dan durasi menyusu bayi, serta berkurangnya keluhan ibu terkait ASI tidak lancar. Ibu juga tampak lebih rileks dan percaya diri dalam proses menyusui. Dapat disimpulkan bahwa penerapan pijat oksitosin efektif dalam meningkatkan produksi dan kelancaran ASI pada ibu nifas. Oleh karena itu, pijat oksitosin dapat direkomendasikan sebagai salah satu intervensi komplementer dalam asuhan kebidanan pada ibu nifas untuk mendukung keberhasilan ASI eksklusif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DENGAN PENERAPAN AROMATERAPI LAVENDER UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR DI PUSKESMAS KARANG REJO

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Gangguan tidur merupakan salah satu ketidaknyamanan yang sering dialami ibu nifas akibat perubahan fisiologis dan psikologis pascapersalinan. Kondisi ini dapat mengganggu proses pemulihan, keseimbangan emosional, serta kelancaran menyusui. Prevalensi gangguan tidur pada ibu nifas tercatat sebesar 74,7% di Amerika Utara, 53,6% di Asia, dan 50,4% di Eropa. Di Indonesia sendiri, gangguan tidur pada ibu nifas juga menjadi perhatian, karena dapat berkontribusi terhadap tingginya angka postpartum blues, yang tercatat mencapai 50–70%. Aromaterapi lavender menjadi salah satu metode non farmakologi dalam membantu ibu mengatasi gangguan tidur. Kandungan linalool dan linalyl acetate dalam minyak lavender diketahui memiliki efek relaksasi, menenangkan, serta dapat membantu meningkatkan kualitas tidur tanpa efek samping bagi ibu maupun bayi. Penelitian ini bertujuan: Mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap kualitas tidur pada ibu nifas di Puskesmas Karang Rejo. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus terhadap satu orang ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo yang mengalami gangguan tidur. Intervensi diberikan berupa aromaterapi lavender melalui diffuser sebanyak 5 tetes minyak lavender ke dalam 100 mL air, dihirup dari jarak 1 meter selama 10 menit menjelang tidur malam selama 7 hari berturut-turut. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: pre-test PSQI menunjukkan skor kualitas tidur ibu nifas tergolong buruk skor 12, setelah intervensi aromaterapi lavender selama 7 hari, hasil post-test menunjukkan adanya penurunan skor PSQI menjadi 5, yang berarti kualitas tidur ibu mengalami perbaikan dan masuk dalam kategori baik. Pemberian aromaterapi lavender efektif dalam meningkatkan kualitas tidur pada ibu nifas di Puskesmas Karang Rejo.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS DENGAN PEMBERIAN KOMPRES DAUN SIRIH PADA KASUS BENDUNGAN ASI

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS DENGAN PEMBERIAN KOMPRES DAUN SIRIH PADA KASUS BENDUNGAN ASI ABSTRAK Bendungan ASI merupakan masalah umum yang terjadi pada masa nifas, terutama pada hari-hari awal setelah persalinan. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri, pembengkakan payudara, hingga gangguan dalam proses menyusui. Salah satu terapi komplementer yang dapat digunakan untuk mengatasi bendungan ASI adalah kompres daun sirih yang memiliki sifat antiinflamasi dan antibakteri.Tujuannya adalah untuk memberikan gambaran asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan bendungan ASI melalui penerapan kompres daun sirih sebagai terapi komplementer. Metode Penelitian yang diguanakan menggunakan metode studi kasus yang dilakukan pada seorang ibu nifas yang mengalami bendungan ASI. Intervensi yang diberikan berupa kompres hangat daun sirih selama 15–20 menit sebanyak dua kali sehari selama tiga hari berturut-turut. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi asuhan kebidanan.Hasil setelah dilakukan kompres daun sirih secara rutin, ibu mengalami penurunan nyeri dan pembengkakan pada payudara. ASI mulai keluar lancar, dan proses menyusui berjalan lebih baik. Ibu merasa lebih nyaman dan tidak mengalami gejala infeksi. Dapat disimpukan bahwa Kompres daun sirih efektif sebagai terapi komplementer dalam menangani bendungan ASI pada ibu nifas Terutama pada perubahan konsistensi dan peregangan payudara. Asuhan kebidanan yang holistik dan penggunaan terapi herbal tradisional dapat menjadi pilihan aman dan alami dalam mendukung keberhasilan menyusui.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN PENGARUH PEMBERIAN KOMPRES DAUN KUBIS PADA IBU NIFAS DENGAN BENDUNGAN ASI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PULAU SAPI

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Masa nifas merupakan masa pemulihan yang sangat penting bagi ibu setelah melahirkan, salah satu masalah umum yang sering terjadi pada periode ini adalah bendungan air susu ibu (ASI). Bendungan ASI terjadi akibat produksi ASI yang berlebihan atau pengeluaran ASI yang tidak optimal, sehingga menyebabkan pembengkakan, nyeri, dan ketidaknyamanan pada payudara. Penanganan bendungan ASI secara non-farmakologis menjadi pilihan yang aman dan efektif, salah satunya adalah dengan menggunakan kompres daun kubis. Daun kubis mengandung senyawa antiinflamasi yang dipercaya dapat mengurangi pembengkakan dan nyeri pada payudara. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian kompres daun kubis terhadap penurunan gejala bendungan ASI pada ibu nifas. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Pulau Sapi dengan metode pendekatan asuhan kebidanan secara komprehensif. Subjek studi adalah ibu nifas dengan keluhan nyeri dan pembengkakan pada payudara. Intervensi yang diberikan berupa kompres daun kubis dingin selama 30 menit, dua kali sehari selama tiga hari berturut-turut. Hasil asuhan menunjukkan adanya pengurangan pembengkakan, serta peningkatan kenyamanan ibu setelah intervensi dilakukan. Selain itu, proses menyusui menjadi lebih lancar dan tidak menimbulkan keluhan nyeri yang signifikan. Intervensi ini juga diterima dengan baik oleh ibu karena metode yang alami, mudah diperoleh, dan tidak menimbulkan efek samping. Kesimpulannya, pemberian kompres daun kubis dapat menjadi salah satu alternatif terapi komplementer yang efektif dan efisien dalam menangani bendungan ASI pada ibu nifas. Diharapkan intervensi ini dapat diterapkan secara luas di layanan kesehatan tingkat pertama sebagai upaya mendukung keberhasilan menyusui.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS PENERAPAN PIJAT PAYUDARA UNTUK MEMPERLANCAR ASI

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS PENERAPAN PIJAT PAYUDARA UNTUK MEMPERLANCAR ASI Masa nifas merupakan periode penting dalam kehidupan ibu yang membutuhkan perhatian khusus, terutama terkait produksi Air Susu Ibu (ASI). Salah satu masalah yang umum terjadi adalah ASI yang tidak lancar. Pijat payudara merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat membantu memperlancar pengeluaran ASI dengan merangsang hormon oksitosin. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif kepada ibu nifas hari ke-3 dengan keluhan ASI tidak lancar melalui penerapan teknik pijat payudara. Metode yang digunakan adalah studi kasus terhadap satu responden di Puskesmas Malinau Seberang dengan intervensi berupa edukasi menyusui, pijat payudara yang dilakukan 1–2 kali per hari sebanyak 3–4 kali per minggu, serta anjuran konsumsi makanan bergizi dan menyusui secara rutin. Hasil studi menunjukkan adanya peningkatan produksi ASI setelah intervensi dilakukan. Ibu menyatakan ASI mulai keluar lebih banyak, bayi tampak lebih puas setelah menyusu, dan keluhan tidak lancarnya ASI berkurang. Kesimpulannya, pijat payudara terbukti efektif sebagai upaya untuk memperlancar ASI pada ibu nifas dan dapat dijadikan salah satu intervensi dalam praktik asuhan kebidanan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS DENGAN PEMBERIAN PIJAT OKSITOSIN DAN PIJAT MARMET UNTUK MEMPERLANCAR ASI

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Masa nifas merupakan periode penting bagi ibu pasca persalinan, khususnya dalam pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif. Produksi dan kelancaran ASI sering kali dipengaruhi oleh kondisi fisik dan psikologis ibu. Upaya non-farmakologis seperti pijat oksitosin dan pijat marmet terbukti efektif dalam merangsang produksi ASI. Pemberian kedua teknik pijat ini diyakini mampu merangsang refleks pengeluaran ASI secara lebih efektif. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas produksi ASI adalah dengan melakukan stimulus pengeluaran hormon prolaktin melalui pijat oksitosin. Pijat marmet dilakukan karena kesulitan dalam mengeluarkan ASI saat bayi menyusu. Pemberian pijat marmet pada ibu nifas secara rutin dengan cara memerah dan memijat payudara akan merangsang hormon prolaktin yang dapat meningkat kelancaran produksi ASI guna memenuhi kebutuhan nutrisi pada bayi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan penerapan pijat oksitosin dan pijat marmet sebagai intervensi untuk memperlancar ASI. Metode pelaksanaan asuhan dilakukan secara komprehensif mulai dari pengkajian, perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Subjek asuhan adalah ibu nifas yang mengalami keluhan ASI belum lancar. Intervensi yang diberikan meliputi pijat oksitosin dan teknik pijat marmet selama 15-20 menit, dilakukan dua kali sehari selama tiga hari berturut-turut. Evaluasi dilakukan melalui observasi peningkatan jumlah ASI, respon bayi saat menyusui, serta kenyamanan ibu setelah intervensi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan produksi ASI yang signifikan setelah dilakukan pemberian kombinasi pijat oksitosin dan pijat marmet. Ibu merasa lebih rileks, dan bayi tampak puas saat menyusu, tidak terlihat rewel lagi. Intervensi ini juga meningkatkan ikatan emosional antara ibu dan bayi. Kesimpulan dari asuhan ini adalah bahwa pijat oksitosin dan pijat marmet merupakan metode sederhana, aman, dan efektif dalam membantu memperlancar ASI pada ibu nifas. Diharapkan intervensi ini dapat diterapkan secara luas sebagai bagian dari asuhan kebidanan untuk mendukung keberhasilan menyusui.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Intervensi Pijat Laktasi, Perawatan Payudara dan Terapi Hypnobreastfeeding pada Ibu Pasca Persalinan Sectio Caesarea

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi alamiah bagi bayi yang sangat baik untuk pertumbuhan bayi. Banyaknya ibu postpartum yang tidak memberikan ASI eksklusif pada bayi karena kurangnya rangsangan hormon prolaktin dan oksitosin. Tujuan studi kasus ini untuk menerapkan intervensi inovasi hypnobreastfeeding melalui mendengarkan audio bersamaan dengan pijat laktasi dan perawatan payudara. Studi kasus ini dilakukan kepada satu ibu postpartum post sectio caesarea selama 30 menit selama enam hari dengan rincian tiga hari implementasi saat perawatan di rumah sakit dan tiga hari implementasi saat perawatan di rumah. Hasilnya adalah terjadi peningkatan produksi ASI sebanyak 35cc pada hari ketiga perawatan di rumah sakit, perlekatan bayi pada payudara ibu meningkat, kemampuan ibu memposisikan bayi dengan benar meningkat, tetesan/pancaran ASI meningkat sebanyak 35 tetes, kepercayaan diri ibu meningkat, bayi tidur setelah menyusu dan hisapan bayi meningkat pada hari ketujuh perawatan di rumah serta lecet pada puting, kelelahan dan kecemasan meningkat pada hari kelima perawatan di rumah. Kesimpulannya adalah kombinasi dari intervensi inovasi ini memberikan hasil yang baik namun diperlukan penambahan edukasi posisi menyusui dan promosi perlekatan untuk meningkatkan kemampuan adaptasi ibu pasca melahirkan di rumah. Diharapkan studi kasus ini dapat digunakan pasien dan keluarga secara mandiri untuk mengatasi masalah menyusui tidak efektif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN JAHE MERAH TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI LUKA PERINEUM PADA IBU NIFAS DI RUMAH SAKIT UMUM CARSA KOTA TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nyeri luka perineum yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan ketidaknyamanan seperti nyeri dan takut melakukan mobilisasi dini yang memicu subinvolusi, pengusiran lochea yang buruk, dan perdarahan postpartum yang dapat meningkatkan risiko kematian ibu. Jahe merah mengandung minyak atsiri seperti gingerol, shoagal dan zingerone yang cukup kaya dan memiliki efek pereda nyeri, kandungan kimia gingerol pada jahe merah mampu memblokir prostaglandin sehingga nyeri termasuk nyeri perineum dapat mereda. Mengetahui pengaruh pemberian jahe merah terhadap intensitas nyeri luka perineum pada ibu nifas di RSU Carsa Kota Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasy eksperimental design dengan rancangan penelitian pre-test dan post test dengan kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu nifas yang melakukan rawat inap hari pertama di bulan Mei-Juni 2024 yang berjumlah 20 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 responden dengan teknik sampling menggunakan metode Accidental Sampling, dimana semua responden diberikan intervensi selama 7 hari. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan NRS (Numeric Rating Scale). Uji normalitas menggunakan Shapiro Wilk. Analisa Bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian uji hipotesis nilai p value = 0,005 0,05 yang berarti ada pengaruh pengaruh pemberian jahe merah terhadap penurunan intensitas nyeri luka perineum pada ibu nifas, maka H1 diterima. Bagi rumah sakit diharapkan untuk memberikan informasi kepada ibu tentang pengobatan non farmakologis seperti jahe merah melalui konseling atau dengan media leaflet pada saat masa nifas hari pertama untuk menurunkan intensitas nyeri luka perineum.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU NIFAS DALAM MELAKUKAN PERAWATAN LUKA PERINEUM DI PUSKESMAS KARANG REJO

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pada luka perineum antara lain adanya keluhan nyeri dan tidak nyaman pada daerah genitalia, tampak luka jahitan terbuka, ada nanah, kulit perineum tampak merah dan berbau. Penatalaksanaan dilakukan perawatan luka setiap hari. melakukan vulva hygiene, mengajarkan untuk diit tinggi protein. Faktor penyebab lain terjadinya infeksi nifas diantaranya, daya tahan tubuh yang kurang, perawatan nifas yang kurang baik, kurang gizi/mal nutrisi, anemia, hygiene yang kurang baik, serta kelelahan. Tujuan dari penelitian ini untuk menunjukkan edukasi bagi ibu nifas sangat signifikan meningkatkan pengetahuan ibu dalam perawatan masa nifas di Puskesmes Karang Rejo Kota Tarakan. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Adapun populasi dalam penelitian ini ibu pasca bersalin dan sampel 23 responden dengan menggunakan accidental sampling. Hasil penelitian ini sebagian besar memiliki Karakteristik ibu nifas berdasarkan usia di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan sebagian besar rentang usia 20-35 tahun sebanyak 9 0rang (39%). Dan Karakteristik ibu nifas berdasarkan pekerjaan di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan sebagian besar Tidak Berkerja sebanyak 12 orang (52,2%).selanjutnya Karakteristik ibu nifas berdasarkan pendidikan di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan sebagian besar berada pada rentang SMA sebanyak 7 orang (30,4%).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISTIK TINGKAT PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG PERAWATAN TALI PUSAT

2023•

KARAKTERISTIK TINGKAT PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG PERAWATAN TALI Abstrak Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang sebagai konstruksi kognitif seseorang terhadap obyek, pengalaman, maupun lingkungannya. Pengetahuan ibu nifas dalam merawat tali pusat melalui pengalaman merupakan pengenalan pribadi langsung terhadap obyek pengetahuan yang baik dan benar untuk menurunkan resiko terjadinya infeksi pada tali pusat. Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk memaparkan Bagaimana pengetahuan ibu nifas tentang perawatan tali pusat di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan. Dimana populasinya adalah Semua ibu nifas pada bulan Mei – Juni 2023 di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan yaitu sejumlah 30 responden. Teknik pengambilan menggunakan accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian yaitu angket berupa kuesioner yang disajikan dalam bentuk tabel dan pengolahan datanya menggunakan prosentase. Dari analisa yang diperoleh didapatkan sebanyak 23 responden berpengetahuan kurang, dan sebanyak 5 responden berpengetahuan baik, kemudian responden yang berpengetahuan cukup sebanyak 2 responden, berpengetahuan rendah yang dipengaruhi oleh pendidikan dan umur. Hasil penelitian ini direkomendasikan untuk peneliti selanjutnya untuk meneliti tentang pengaruh perawatan tali pusat dengan kejadian infeksi tali pusat. Kata kunci : Pengetahuan , Ibu nifas, Perawatan tali pusat

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail