Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Penulis: MAYTI LIBUT
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS DENGAN PEMBERIAN PIJAT OKSITOSIN DAN PIJAT MARMET UNTUK MEMPERLANCAR ASI

2025•

Masa nifas merupakan periode penting bagi ibu pasca persalinan, khususnya dalam pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif. Produksi dan kelancaran ASI sering kali dipengaruhi oleh kondisi fisik dan psikologis ibu. Upaya non-farmakologis seperti pijat oksitosin dan pijat marmet terbukti efektif dalam merangsang produksi ASI. Pemberian kedua teknik pijat ini diyakini mampu merangsang refleks pengeluaran ASI secara lebih efektif. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas produksi ASI adalah dengan melakukan stimulus pengeluaran hormon prolaktin melalui pijat oksitosin. Pijat marmet dilakukan karena kesulitan dalam mengeluarkan ASI saat bayi menyusu. Pemberian pijat marmet pada ibu nifas secara rutin dengan cara memerah dan memijat payudara akan merangsang hormon prolaktin yang dapat meningkat kelancaran produksi ASI guna memenuhi kebutuhan nutrisi pada bayi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan penerapan pijat oksitosin dan pijat marmet sebagai intervensi untuk memperlancar ASI. Metode pelaksanaan asuhan dilakukan secara komprehensif mulai dari pengkajian, perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Subjek asuhan adalah ibu nifas yang mengalami keluhan ASI belum lancar. Intervensi yang diberikan meliputi pijat oksitosin dan teknik pijat marmet selama 15-20 menit, dilakukan dua kali sehari selama tiga hari berturut-turut. Evaluasi dilakukan melalui observasi peningkatan jumlah ASI, respon bayi saat menyusui, serta kenyamanan ibu setelah intervensi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan produksi ASI yang signifikan setelah dilakukan pemberian kombinasi pijat oksitosin dan pijat marmet. Ibu merasa lebih rileks, dan bayi tampak puas saat menyusu, tidak terlihat rewel lagi. Intervensi ini juga meningkatkan ikatan emosional antara ibu dan bayi. Kesimpulan dari asuhan ini adalah bahwa pijat oksitosin dan pijat marmet merupakan metode sederhana, aman, dan efektif dalam membantu memperlancar ASI pada ibu nifas. Diharapkan intervensi ini dapat diterapkan secara luas sebagai bagian dari asuhan kebidanan untuk mendukung keberhasilan menyusui.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS DENGAN PEMBERIAN PIJAT OKSITOSIN DAN PIJAT MARMET UNTUK MEMPERLANCAR ASI

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Masa nifas merupakan periode penting bagi ibu pasca persalinan, khususnya dalam pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif. Produksi dan kelancaran ASI sering kali dipengaruhi oleh kondisi fisik dan psikologis ibu. Upaya non-farmakologis seperti pijat oksitosin dan pijat marmet terbukti efektif dalam merangsang produksi ASI. Pemberian kedua teknik pijat ini diyakini mampu merangsang refleks pengeluaran ASI secara lebih efektif. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas produksi ASI adalah dengan melakukan stimulus pengeluaran hormon prolaktin melalui pijat oksitosin. Pijat marmet dilakukan karena kesulitan dalam mengeluarkan ASI saat bayi menyusu. Pemberian pijat marmet pada ibu nifas secara rutin dengan cara memerah dan memijat payudara akan merangsang hormon prolaktin yang dapat meningkat kelancaran produksi ASI guna memenuhi kebutuhan nutrisi pada bayi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan penerapan pijat oksitosin dan pijat marmet sebagai intervensi untuk memperlancar ASI. Metode pelaksanaan asuhan dilakukan secara komprehensif mulai dari pengkajian, perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Subjek asuhan adalah ibu nifas yang mengalami keluhan ASI belum lancar. Intervensi yang diberikan meliputi pijat oksitosin dan teknik pijat marmet selama 15-20 menit, dilakukan dua kali sehari selama tiga hari berturut-turut. Evaluasi dilakukan melalui observasi peningkatan jumlah ASI, respon bayi saat menyusui, serta kenyamanan ibu setelah intervensi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan produksi ASI yang signifikan setelah dilakukan pemberian kombinasi pijat oksitosin dan pijat marmet. Ibu merasa lebih rileks, dan bayi tampak puas saat menyusu, tidak terlihat rewel lagi. Intervensi ini juga meningkatkan ikatan emosional antara ibu dan bayi. Kesimpulan dari asuhan ini adalah bahwa pijat oksitosin dan pijat marmet merupakan metode sederhana, aman, dan efektif dalam membantu memperlancar ASI pada ibu nifas. Diharapkan intervensi ini dapat diterapkan secara luas sebagai bagian dari asuhan kebidanan untuk mendukung keberhasilan menyusui.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS LONG LOREH

2024•

Pendidikan kesehatan atau promosi kesehatan adalah suatu bentuk intervensi atau upaya yang ditujukan kepada perilaku, agar perilaku tersebut kondusif untuk kesehatan. ASI Eksklusif adalah pemberian ASI saja tanpa tambahan makanan apapun pada anak dari 0-6 bulan. Faktor yang mempengaruhi pemberian ASI Eksklusif yaitu pengetahuan dan sikap ibu. Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia tahun 2019, cakupan ASI eksklusif di Indonesia 6 bulan sebesar 50%, belum memenuhi target kemenkes RI yaitu 80%.Tujuan penelitian adalah untuk diketahuinya pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu tentang ASI Eksklusif di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Long Loreh tahun 2024. Desain penelitian kuantitatif menggunakan rancangan eksperimen dengan pendekatan one group pretest and posttest design. Sampel penelitian ini ibu yang menyusui atau mempunyai bayi di Posyandu Puskesmas Long Loreh dengan Total Sampling, berjumlah 55 ibu. Teknik analisis data dengan uji statistic Uji Chis quare (α=0,05) . Hasil penelitian univariat: pengetahuan sebelum pendidikan kesehatan yaitu pengetahuan baik hanya 27,3%, pengetahuan cukup (50,9%) dan kurang baik sebesar 21,8%, setelah pendidikan kesehatan pengetahuan baik meningkat menjadi 72,7%, dan pengetahuan cukup 27,3%.Berdasarkan uji statistic bivariate Wilcoxon didapatkan perbedaan tingkat pengetahuan p0,000 (p0,05) sebelum dan sesudah diebrikan pendidikaan kesehatan tentang ASI Eksklusif. Simpulan penelitian: pendidikan kesehatan bisa dilakukan terhadap ibu disetiap posyandu agar menambah pengetahuan dan memberikan sikap positif dalam memberikan ASI Eksklusif pada anak dari 0-6 bulan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS LONG LOREH

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendidikan kesehatan atau promosi kesehatan adalah suatu bentuk intervensi atau upaya yang ditujukan kepada perilaku, agar perilaku tersebut kondusif untuk kesehatan. ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja tanpa tambahan makanan apapun pada anak dari 0-6 bulan. Faktor yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif yaitu pengetahuan dan sikap ibu. Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia tahun 2019, cakupan ASI eksklusif di Indonesia 6 bulan sebesar 50%, belum memenuhi target kemenkes RI yaitu 80%. Tujuan penelitian adalah untuk diketahuinya hubungan pendidikan kesehatan dengan pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif di wilayah kerja UPTD Puskesmas Long Loreh tahun 2024. Desain penelitian kuantitatif menggunakan rancangan eksperimen dengan pendekatan one group pretest and posttest design. Sampel penelitian ini ibu yang menyusui atau mempunyai bayi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Long Loreh dengan Total Sampling, berjumlah 55 ibu. Teknik analisis data dengan uji statistic Uji chi square (α=0,05). Hasil penelitian univariat: pengetahuan sebelum pendidikan kesehatan yaitu pengetahuan baik hanya (27,3%), pengetahuan cukup (50,9%) dan kurang baik sebesar (21,8%), setelah pendidikan kesehatan pengetahuan baik meningkat menjadi (72,7%), dan pengetahuan cukup (27,3%).Berdasarkan uji statistic chi square didapatkan hasil p0,004 (p0,05) yang artinya ada hubungan antara pendidikan kesehatan dengan pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Simpulan penelitian: pendidikan kesehatan bisa dilakukan terhadap ibu disetiap posyandu agar menambah pengetahuan dan memberikan sikap positif dalam memberikan ASI eksklusif pada anak dari 0-6 bulan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail