ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Gizi lebih pada balita merupakan salah satu masalah gizi yang perlu diperhatikan karena dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Gizi lebih pada balita dapat disebabkan oleh pola makan yang tidak seimbang, seperti konsumsi makanan tinggi energi, gula, dan lemak secara berlebihan serta kurangnya aktivitas fisik. Pengetahuan ibu berperan penting dalam menentukan pemilihan jenis, jumlah, dan frekuensi makanan balita. Di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo masih ditemukan balita berisiko gizi lebih serta keterbatasan pengetahuan ibu mengenai gizi seimbang. Edukasi menggunakan media video dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan ibu sebelum dan sesudah edukasi serta menganalisis pengaruh edukasi gizi menggunakan media video terhadap pengetahuan ibu tentang gizi balita berisiko gizi lebih. Menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experiment dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel penelitian sebanyak 51 ibu yang memiliki balita berusia 36–60 bulan berisiko gizi lebih di wilayah Puskesmas Karang Rejo, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi yang diberikan berupa edukasi berupa video berdurasi 5 menit. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi melalui media video. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Sebelum diberikan edukasi, sebagian besar responden memiliki pengetahuan kategori kurang sebanyak 26 responden (51,0%). Sesudah diberikan edukasi, sebagian besar responden berada pada kategori cukup sebanyak 37 responden (72,5%). Nilai mean meningkat dari 60,49 menjadi 70,76. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p-value 0,001 (p0,05) sehingga terdapat pengaruh. Kesimpulannya terdapat pengaruh edukasi gizi menggunakan media video terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang gizi balita berisiko gizi lebih di Puskesmas Karang Rejo.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang perlu mendapat perhatian, termasuk pada kelompok remaja. Pengetahuan dan sikap yang baik diperlukan sebagai dasar dalam upaya pencegahan diabetes melitus sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap tentang diabetes melitus pada remaja di Desa Mansalong. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif dan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2026 dengan jumlah sampel sebanyak 260 remaja di SMP Negeri 1 Mansalong dan SMA Negeri 1 Mansalong. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ) sebanyak 24 pertanyaan dan kuesioner sikap sebanyak 14 pernyataan. Data dianalisis secara univariat menggunakan Jamovi dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 206 responden (79,2%) memiliki pengetahuan kurang tentang diabetes melitus, sedangkan 159 responden (61,2%) memiliki sikap positif terhadap pencegahan diabetes melitus. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa mayoritas remaja memiliki pengetahuan kurang, namun sebagian besar memiliki sikap positif terhadap pencegahan diabetes melitus. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan edukasi kesehatan tentang diabetes melitus pada remaja.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Henti jantung dan tersedak merupakan kondisi kegawatdaruratan yang membutuhkan deteksi dini dan penanganan awal secara cepat dan tepat. Pengetahuan dan kesiapan siswa penting dalam mendukung pemberian pertolongan pertama. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan kesiapan dalam deteksi dini dan penanganan awal kasus henti jantung dan tersedak pada siswa SMA Negeri 2 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 260 siswa yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Analisis data menggunakan uji Gamma. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar siswa memiliki pengetahuan henti jantung (63,1%) dan tersedak (92,3%) dalam kategori baik, sedangkan kesiapan penanganan henti jantung (60%) dan tersedak (64,6%) berada dalam kategori cukup. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan henti jantung dengan kesiapan penanganan henti jantung (p = 0,048; r = 0,225), dan tidak terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan tersedak dengan kesiapan penanganan tersedak (p = 0,822; r = -0,050). Kesimpulan penelitian menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan dan kesiapan pada kasus henti jantung, tetapi tidak pada kasus tersedak. Oleh karena itu, diperlukan edukasi dan pelatihan pertolongan pertama secara berkala untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapan siswa dalam menghadapi kasus henti jantung dan tersedak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Kesadaran lingkungan merupakan aspek penting dalam membentuk karakter dan perilaku peduli lingkungan, terutama pada siswa SMP yang bersekolah di wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan profil kesadaran lingkungan siswa SMP di wilayah pesisir Kota Tarakan ditinjau dari aspek pengetahuan, sikap, dan tindakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik survei. Sampel penelitian berjumlah 76 siswa kelas VIII dari SMP Negeri 10 Tarakan dan SMP Negeri 12 Tarakan. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert empat pilihan jawaban dan observasi sebagai data pendukung. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa mean, standar deviasi, frekuensi, persentase, dan kategorisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek pengetahuan didominasi kategori sedang sebesar 73,68%, rendah 17,11%, dan tinggi 9,21%. Aspek sikap didominasi kategori sedang sebesar 61,84%, rendah 22,37%, dan tinggi 15,79%. Aspek tindakan didominasi kategori sedang sebesar 65,79%, rendah 13,16%, dan tinggi 21,05%. Berdasarkan ketiga aspek tersebut, profil kesadaran lingkungan siswa SMP di wilayah pesisir Kota Tarakan berada pada kategori sedang. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kesadaran lingkungan siswa telah terbentuk, tetapi masih perlu diperkuat agar berkembang secara lebih optimal melalui pembelajaran IPA yang kontekstual dan pembiasaan perilaku peduli lingkungan di sekolah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Anemia masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang banyak ditemukan pada remaja putri dan dapat memengaruhi pertumbuhan, kemampuan mengikuti kegiatan pembelajaran, serta kondisi kesehatan reproduksi. Pemahaman mengenai anemia dan penerapan perilaku pencegahannya menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kesehatan remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan dan perilaku pencegahan anemia pada remaja putri SMP di wilayah pesisir Pantai Amal Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 66 remaja putri yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan perilaku pencegahan anemia yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden didominasi kategori kurang sebesar 48,5%, diikuti kategori cukup sebesar 30,3% dan baik sebesar 21,2%. Perilaku pencegahan anemia didominasi kategori cukup sebesar 80,3%, diikuti kategori kurang sebesar 15,2% dan baik sebesar 4,5%. Berdasarkan tingkat pencegahan, perilaku yang memiliki frekuensi jawaban tertinggi meliputi sarapan dengan makanan sumber karbohidrat pada pencegahan primer, pemeriksaan hemoglobin pada pencegahan sekunder, serta menghindari makanan cepat saji pada pencegahan tersier. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan responden mengenai pencegahan anemia didominasi kategori kurang, sedangkan perilaku pencegahan anemia didominasi kategori cukup. Temuan ini menunjukkan perlunya penguatan edukasi kesehatan dan pembiasaan perilaku pencegahan anemia pada remaja putri.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) merupakan media komunikasi, informasi, dan edukasi yang memuat informasi mengenai kesehatan ibu dan anak, termasuk teknik menyusui yang benar. Pemanfaatan Buku KIA diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu nifas dalam menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemanfaatan Buku KIA dengan pengetahuan dan keterampilan ibu nifas tentang teknik menyusui yang benar di Rumah Sakit Umum CARSA Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 64 ibu nifas yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pemanfaatan Buku KIA, kuesioner pengetahuan, dan lembar observasi keterampilan teknik menyusui. Analisis data menggunakan uji Pearson Chi-Square untuk menganalisis hubungan pemanfaatan Buku KIA dengan pengetahuan ibu nifas, sedangkan hubungan pemanfaatan Buku KIA dengan keterampilan dianalisis menggunakan Fisher's Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu nifas yang memanfaatkan Buku KIA sebagian besar memiliki pengetahuan baik (80,0%), sedangkan ibu yang tidak memanfaatkan Buku KIA sebagian besar memiliki pengetahuan kurang (58,3%). Hasil uji Pearson Chi-Square diperoleh p-value = 0,002 (p 0,05) yang menunjukkan terdapat hubungan antara pemanfaatan Buku KIA dengan pengetahuan ibu nifas. Sementara itu, hasil Fisher’s Exact Test diperoleh p-value = 0,186 (p > 0,05) sehingga tidak terdapat hubungan antara pemanfaatan Buku KIA dengan keterampilan ibu nifas tentang teknik menyusui yang benar di Rumah Sakit Umum CARSA Kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Transformasi Layanan Primer melalui Integrasi Layanan Primer (ILP) mengubah Posyandu menjadi Posyandu Siklus Hidup yang melayani seluruh kelompok usia. Keberhasilan implementasi kebijakan ini sangat bergantung pada pengetahuan kader dalam pengelolaan Posyandu sesuai standar. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan kader masih belum optimal dan penelitian yang menggambarkan pengetahuan kader dalam pengelolaan Posyandu Siklus Hidup masih terbatas. Kader di UPTD Puskesmas Tanjung Palas juga masih beradaptasi dengan sistem pelayanan dan administrasi Posyandu Siklus Hidup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan kader Posyandu dalam pengelolaan Posyandu siklus hidup di wilayah kerja UPTD. Puskesmas Tanjung Palas berdasarkan standar Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP). Metode pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling, dengan jumlah sampel riil yang memenuhi kriteria inklusi dan berpartisipasi penuh dalam penelitian ini adalah sebanyak 127 orang dengan total populasi berjumlah 136 orang. Hasil penelitian ini didapatkan sebagian besar kader memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori cukup 71 orang (55,9%) dan kategori kurang 56 orang (44,1%). Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan kader posyandu di UPTD Puskesmas Tanjung Palas masih perlu ditingkatkan Kembali. Perawat dapat melakukan evaluasi dan edukasi Kembali sehingga dapat meningkatkan pengetahuan kader puskesmaas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Cakupan imunisasi dasar lengkap di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Palas masih belum mencapai target 90% yang ditetapkan sehingga diperlukan penelitian untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan imunisasi dasar lengkap. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan ibu, sikap ibu, pekerjaan ibu, dan dukungan keluarga dengan imunisasi dasar lengkap di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Palas. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 187 ibu yang memiliki anak usia 12–23 bulan, dengan sampel sebanyak 123 responden yang diperoleh menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner serta lembar observasi Buku KIA/KMS dan dianalisis secara univariat serta bivariat. Analisis bivariat dilakukan dengan uji Chi-Square pada variabel yang memenuhi asumsi, sedangkan variabel yang tidak memenuhi asumsi dianalisis menggunakan uji Fisher's Exact, dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik 87,8%, sikap positif 94,3%, tidak bekerja 72,4%, memperoleh dukungan keluarga 64,2%, dan sebanyak 108 anak 87,8% telah memperoleh imunisasi dasar lengkap. Analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara sikap ibu dengan imunisasi dasar lengkap p = 0,039, sedangkan pengetahuan ibu p = 0,393, pekerjaan ibu p = 0,758, dan dukungan keluarga p = 0,348 tidak berhubungan secara signifikan. Disimpulkan bahwa sikap ibu merupakan faktor yang berhubungan dengan imunisasi dasar lengkap di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Palas. Oleh karena itu, tenaga kesehatan perlu memperkuat komunikasi, informasi, dan edukasi secara berkelanjutan agar ibu semakin yakin dan patuh dalam melaksanakan imunisasi sesuai jadwal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Pemberian ASI eksklusif merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan status kesehatan dan pertumbuhan bayi. Namun, cakupan ASI eksklusif masih dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya pengetahuan ibu dan dukungan suami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dan dukungan suami dengan pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Setabu tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 30 responden ibu yang memiliki bayi usia 6–12 bulan yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berusia 20–35 tahun sebanyak 35 orang (87,5%), berpendidikan SMA sebanyak 21 orang (52,5%), dan merupakan ibu rumah tangga sebanyak 21 orang (52,5%). Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik tentang ASI eksklusif sebanyak 23 orang (57,5%) dan mendapatkan dukungan suami yang baik sebanyak 22 orang (55%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan ibu dengan pemberian ASI eksklusif dengan nilai p=0,012 serta terdapat hubungan signifikan antara dukungan suami dengan pemberian ASI eksklusif dengan nilai p=0,026. Perlunya peningkatan edukasi kesehatan serta keterlibatan suami dalam mendukung ibu selama proses menyusui untuk meningkatkan keberhasilan ASI eksklusif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN EFIKASI DIRI DALAM TINDAKAN RESUSITASI JANTUNG PARU PADA MASYARAKAT PESISIR ABSTRAK Henti jantung merupakan kondisi darurat yang memerlukan tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP) secara cepat untuk meningkatkan peluang keselamtan korban. Masyarakat pesisir memiliki potensi sebagai penolong pertama sehingga pengetahuan dan efikasi diri dalam melakukan RJP sangat penting dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan efikasi diri dalam tindakan RJP pada masyarakat pesisir, Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 108 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan efikasi diri, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang dan efikasi diri rendah yang dimana terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan efikasi diri dalam tindakan RJP. Semakin baik pengetahuan seseorang tentang RJP, semakin tinggi pula keyakinannya untuk melakukan tindakan RJP saat terjadi keadaan darurat. Kesimpulan penelitian ini, pengetahuan tentang RJP akan meningkatkan efikasi diri dalam melakukan tindakan RJP pada korban henti jantung di masyarakat pesisir. Diperlukan edukasi dan pelatihan RJP secara berkelanjutan untuk meningkatkan pengetahuan dan efikasi diri masyarakat pesisir dalam memberikan pertolongan pertama pada korban henti jantung.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERSEPSI IBU DENGAN KEPATUHAN IBU DALAM MEMBERIKAN IMUNISASI DASAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANJUNG HARAPAN ABSTRAK Imunisasi merupakan upaya pencegahan penyakit yang efektif dalam menurunkan angka kesakitan, kecacatan, dan kematian pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan persepsi ibu dengan kepatuhan ibu dalam memberikan imunisasi dasar pada balita. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan crosssectional. Penelitian ini melibatkan 53 ibu yang memiliki balita usia 0–1 tahun dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan data Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan kepatuhan pemberian imunisasi dasar (p=0,111), tidak terdapat hubungan antara persepsi ibu dengan kepatuhan pemberian imunisasi dasar (p=0,208). Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam meningkatkan edukasi dan pembentukan persepsi positif ibu terhadap imunisasi guna meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan. Upaya pencegahan stunting memerlukan keterlibatan berbagai pihak, termasuk kader kesehatan yang berperan dalam pemantauan pertumbuhan balita, edukasi gizi, penyuluhan kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Keaktifan kader dalam menjalankan perannya diduga dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan yang dimiliki mengenai stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan keaktifan peran kader dalam upaya pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Long Bawan Kabupaten Nunukan tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 78 kader kesehatan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan dan keaktifan peran kader. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup sebanyak 43 orang (55,1%) dan keaktifan peran kader kategori cukup aktif sebanyak 39 orang (50,0%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value = 0,011 (p 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan keaktifan peran kader dalam upaya pencegahan stunting. Dapat disimpulkan bahwa semakin baik tingkat pengetahuan kader, semakin tinggi pula keaktifan kader dalam menjalankan perannya dalam pencegahan stunting. Oleh karena itu, diperlukan pembinaan, pelatihan, dan peningkatan kapasitas kader secara berkelanjutan guna mendukung keberhasilan program pencegahan stunting, khususnya di wilayah perbatasan dengan keterbatasan akses pelayanan kesehatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Tersedak merupakan kondisi kegawatdaruratan yang terjadi akibat adanya sumbatan pada saluran napas oleh benda asing dan dapat menyebabkan hipoksia hingga kematian apabila tidak segera ditangani. Anak usia sekolah dasar termasuk kelompok yang rentan mengalami tersedak, sehingga guru sebagai penolong pertama di lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam memberikan pertolongan pertama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, self-efficacy, dan sikap guru sekolah dasar dalam penanganan tersedak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 83 guru sekolah dasar yang diperoleh menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan, kuesioner self-efficacy, dan kuesioner sikap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik (91,6%), self-efficacy sedang (59%), dan sikap netral (62,7%). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa guru sekolah dasar memiliki pengetahuan yang baik, namun self-efficacy dan sikap dalam penanganan tersedak masih perlu ditingkatkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) merupakan media edukasi kesehatan yang berisi informasi penting mengenai kehamilan, termasuk tanda bahaya kehamilan trimester III. Pemanfaatan Buku KIA diharapkan dapat membantu ibu hamil meningkatkan pengetahuan, memahami informasi kesehatan secara mandiri, serta dapat mendeteksi tanda bahaya kehamilan secara dini sehingga dapat mencegah terjadinya komplikasi pada ibu maupun janin. Pengetahuan yang baik mengenai tanda bahaya kehamilan sangat penting untuk mendukung pengambilan keputusan yang tepat dalam mencari pertolongan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemanfaatan Buku KIA dengan pengetahuan ibu tentang tanda bahaya kehamilan trimester III di Puskesmas Karang Rejo. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel penelitian sebanyak 135 ibu hamil trimester III yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pemanfaatan Buku KIA dan kuesioner pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan trimester III. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok ibu hamil yang tidak memanfaatkan Buku KIA, sebagian besar memiliki pengetahuan kurang sebesar 83,3%, sedangkan pada kelompok ibu hamil yang memanfaatkan Buku KIA, mayoritas memiliki pengetahuan baik sebesar 83,8%. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai p-value = 0,000 (P 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pemanfaatan Buku KIA dengan pengetahuan ibu tentang tanda bahaya kehamilan trimester III di Puskesmas Karang Rejo.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanda bahaya masa nifas merupakan gejala abnormal yang mengindikasikan adanya komplikasi selama periode pasca persalinan dan berpotensi meningkatkan kesakitan maupun kematian ibu apabila tidak dikenali secara dini. Pengetahuan mengenai tanda bahaya perlu dimiliki oleh setiap ibu nifas sebagai upaya pencegahan komplikasi. Salah satu media edukasi yang dapat dimanfaatkan adalah Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), namun pemanfaatannya oleh ibu nifas masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemanfaatan buku KIA dengan pengetahuan ibu nifas tentang tanda bahaya masa nifas di wilayah kerja Puskesmas Mamburungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional dan desain cross-sectional. Populasi berjumlah 120 ibu nifas dengan sampel 55 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Instrumen penelitian berupa kuesioner pemanfaatan buku KIA dan pengetahuan ibu nifas tentang tanda bahaya masa nifas. Hasil uji statistik menggunakan Kendalss Tau c ditunjukan bahwa nilai p-value 0,004 0,05 menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pemanfaatan buku KIA dengan pengetahuan ibu nifas tentang tanda bahaya masa nifas. Ibu nifas yang memanfaatkan buku KIA dengan baik cenderung memiliki tingkat pengetahuan yang lebih baik dibandingkan dengan ibu yang kurang memanfaatkan buku KIA. Pemanfaatan buku KIA berhubungan dengan peningkatan pengetahuan ibu nifas dalam mengenali tanda bahaya masa nifas. Disarankan agar tenaga kesehatan meningkatkan edukasi dan pendampingan penggunaan buku KIA pada setiap kunjungan nifas guna mendukung deteksi dini komplikasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Status gizi bayi merupakan indikator penting untuk menilai pertumbuhan dan perkembangan anak. Status gizi yang baik mencerminkan terpenuhinya kebutuhan zat gizi sesuai kebutuhan tubuh, sedangkan ketidakseimbangan asupan dapat menyebabkan malnutrisi dan mengganggu tumbuh kembang bayi. Salah satu faktor yang memengaruhi status gizi adalah tingkat pengetahuan ibu mengenai pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI). Pengetahuan yang baik terkait waktu pemberian, jenis makanan, tekstur, frekuensi, dan jumlah MP-ASI sesuai usia bayi berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan gizi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian MP-ASI dengan status gizi bayi usia 6–12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 6–12 bulan sebanyak 74 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sehingga diperoleh 74 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner tingkat pengetahuan ibu dan data status gizi berdasarkan indikator berat badan menurut panjang badan (BB/PB). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu memiliki pengetahuan baik tentang pemberian MP-ASI (81,1%) dan sebagian besar bayi memiliki status gizi normal. Hasil uji statistik menunjukkan p-value=0,000, yang berarti terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian MP-ASI dengan status gizi bayi usia 6–12 bulan. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian MP-ASI dengan status gizi bayi usia 6–12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan. Diperlukan peningkatan edukasi kepada ibu mengenai pemberian MP-ASI yang tepat untuk mendukung status gizi optimal dan mencegah masalah gizi sejak dini
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan investasi, modal, dan motivasi terhadap minat investasi. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis, khususnya program studi manajemen di universitas Borneo Tarakan yang telah menempuh mata kuliah pasar modal pada angkatan 2022 dan 2023. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 180 responden yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen kuesioner melalui Google form. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan bantuan aplikasi SPSS versi 31. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan investasi, modal, dan motivasi berpengaruh positif dan signifikan. Selain itu secara simultan pengetahuan investasi modal, dan motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat investasi mahasiswa
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peningkatan kinerja inovasi layanan pada instansi pemerintah menjadi hal yang semakin penting, khususnya dalam menghadapi tuntutan pelayanan publik yang semakin dinamis. Kepercayaan dan berbagi pengetahuan dipandang sebagai faktor kunci yang mampu mendorong terciptanya inovasi layanan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepercayaan dan berbagi pengetahuan terhadap kinerja inovasi layanan pada Pegawai Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian adalah seluruh pegawai sebanyak 101 responden menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner terstruktur berskala likert dan dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja inovasi layanan. Selain itu, berbagi pengetahuan juga terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja inovasi layanan. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat kepercayaan dan intensitas berbagi pengetahuan di dalam organisasi, maka semakin tinggi pula kemampuan organisasi dalam menghasilkan inovasi layanan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Manajemen Pengetahuan, Keterampilan, Sikap, dan Kepercayaan Terhadap Kinerja Karyawan. Dimana manajemen pengetahuan, keterampilan, sikap, dan kepercayaan sebagai variabel bebas dan kinerja karyawan sebagai variabel terikat. Penelitian ini dilakukan di PT Berkah Laut Raya Kota Tarakan, penelitian dilakukan selama satu bulan. Metode sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik sampling jenuh. Data yang diperoleh berdasarkan penyebaran kuesioner jumlah kuesioner yang disebar 43 kuesioner. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda. Tahap pertama menguji validitas dan reliabilitas pernyataan dari setiap variabel. Tahap kedua dengan menguji asumsi klasik. manajemen pengetahuan, keterampilan, sikap, kepercayaan terhadap kinerja karyawan dan menguji Hipotesis secara parsial (uji t). Dari hasil pengolahan data secara parsial dalam penelitian ini manajemen pengetahuan berpengaruh secara positif terhadap kinerja karyawan, dari hasil pengolahan data secara parsial dalam penelitian ini keterampilan berpengaruh secara positif terhadap kinerja karyawan, hasil pengolahan data secara parsial dalam penelitian ini sikap berpengaruh secara positif terhadap kinerja karyawan, dan hasil pengolahan data secara parsial dalam penelitian ini kepercayaan berpengaruh secara positif terhadap kinerja karyawan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen pengetahuan dan dukungan manajerial terhadap kepuasan kerja dan kinerja pegawai, serta menganalisis peran kepuasan kerja sebagai variabel mediasi dalam hubungan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada lingkungan Pemerintah Kabupaten Malinau dengan responden yang terdiri dari operator kepegawaian pada berbagai organisasi perangkat daerah. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada responden penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) untuk menguji hubungan antar variabel dalam model penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pengetahuan dan dukungan manajerial berpengaruh terhadap kepuasan kerja pegawai. Selain itu, manajemen pengetahuan dan dukungan manajerial juga berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Penelitian ini juga menemukan bahwa kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Lebih lanjut, hasil analisis menunjukkan bahwa kepuasan kerja berperan sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara manajemen pengetahuan dan dukungan manajerial terhadap kinerja pegawai. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja pegawai tidak hanya dipengaruhi oleh faktor organisasi secara langsung, tetapi juga melalui peningkatan kepuasan kerja pegawai. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian manajemen sumber daya manusia sektor publik, khususnya terkait pentingnya pengelolaan pengetahuan organisasi serta dukungan pimpinan dalam meningkatkan kepuasan kerja dan kinerja pegawai. Implikasi praktis dari penelitian ini menunjukkan bahwa organisasi perlu memperkuat praktik manajemen pengetahuan serta meningkatkan kualitas dukungan manajerial untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih kondusif dan mendorong peningkatan kinerja pegawai.