Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Tersedak
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DENGAN KESIAPAN DALAM DETEKSI DINI DAN PENANGANAN AWAL KASUS HENTI JANTUNG DAN TERSEDAK PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Henti jantung dan tersedak merupakan kondisi kegawatdaruratan yang membutuhkan deteksi dini dan penanganan awal secara cepat dan tepat. Pengetahuan dan kesiapan siswa penting dalam mendukung pemberian pertolongan pertama. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan kesiapan dalam deteksi dini dan penanganan awal kasus henti jantung dan tersedak pada siswa SMA Negeri 2 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 260 siswa yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Analisis data menggunakan uji Gamma. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar siswa memiliki pengetahuan henti jantung (63,1%) dan tersedak (92,3%) dalam kategori baik, sedangkan kesiapan penanganan henti jantung (60%) dan tersedak (64,6%) berada dalam kategori cukup. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan henti jantung dengan kesiapan penanganan henti jantung (p = 0,048; r = 0,225), dan tidak terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan tersedak dengan kesiapan penanganan tersedak (p = 0,822; r = -0,050). Kesimpulan penelitian menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan dan kesiapan pada kasus henti jantung, tetapi tidak pada kasus tersedak. Oleh karena itu, diperlukan edukasi dan pelatihan pertolongan pertama secara berkala untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapan siswa dalam menghadapi kasus henti jantung dan tersedak.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Pengetahuan, Self-efficacy, dan Sikap Guru Sekolah Dasar dalam Penanganan Tersedak

2026•

Tersedak merupakan kondisi kegawatdaruratan yang terjadi akibat adanya sumbatan pada saluran napas oleh benda asing dan dapat menyebabkan hipoksia hingga kematian apabila tidak segera ditangani. Anak usia sekolah dasar termasuk kelompok yang rentan mengalami tersedak, sehingga guru sebagai penolong pertama di lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam memberikan pertolongan pertama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, self-efficacy, dan sikap guru sekolah dasar dalam penanganan tersedak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 83 guru sekolah dasar yang diperoleh menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan, kuesioner self-efficacy, dan kuesioner sikap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik (91,6%), self-efficacy sedang (59%), dan sikap netral (62,7%). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa guru sekolah dasar memiliki pengetahuan yang baik, namun self-efficacy dan sikap dalam penanganan tersedak masih perlu ditingkatkan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail