ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Efikasi diri calon guru merupakan keyakinan terhadap kemampuan diri dalam melaksanakan tugas keguruan dan menghadapi tuntutan pembelajaran. Efikasi diri penting dikaji pada mahasiswa Pendidikan Matematika semester akhir karena meskipun telah memperoleh pengalaman akademik dan praktik mengajar, masih ditemukan mahasiswa yang belum sepenuhnya yakin terhadap kemampuannya dalam melaksanakan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efikasi diri mahasiswa Pendidikan Matematika semester akhir dalam kesiapan menjadi guru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Partisipan terdiri dari lima mahasiswa Pendidikan Matematika semester akhir. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara. Data dianalisis menggunakan model analisis data kualitatif Creswell dan Creswell (2023). Berdasarkan analisis data, diperoleh empat tema yang mendeskripsikan efikasi diri mahasiswa dalam kesiapan menjadi guru, yaitu: (1) persepsi terhadap tingkat kesulitan materi membentuk keyakinan mahasiswa sebagai calon guru, (2) kemampuan mahasiswa dalam mempertahankan keyakinan ketika menghadapi tantangan pembelajaran, (3) mahasiswa menunjukkan perbedaan dalam menerapkan keyakinan pada berbagai konteks pembelajaran, dan (4) refleksi keyakinan mahasiswa terhadap kesiapan menjadi guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri mahasiswa bervariasi. Mahasiswa cenderung memiliki keyakinan lebih tinggi ketika menghadapi materi yang dianggap mudah dan menurun ketika menghadapi materi yang dianggap sulit. Dalam menghadapi tantangan pembelajaran, mahasiswa menunjukkan perbedaan dalam mempertahankan keyakinan. Sebagian mahasiswa mampu mempertahankan keyakinannya melalui kemampuan beradaptasi, mencari solusi, melakukan refleksi, dan memanfaatkan pengalaman mengajar, meskipun pada kondisi tertentu masih terdapat keraguan. Keyakinan mahasiswa berbeda dalam penerapannya pada berbagai konteks pembelajaran. Sebagian mahasiswa mampu menerapkan keyakinannya pada berbagai kondisi dan cakupan pembelajaran, sedangkan sebagian lainnya masih terbatas pada kondisi atau cakupan tertentu. Meskipun demikian, mahasiswa menunjukkan keyakinan bahwa dirinya siap untuk menjadi guru. Keyakinan dikaitkan dengan pengalaman mengajar, kemampuan melakukan refleksi, persiapan sebelum mengajar, serta kemauan untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Henti jantung dan tersedak merupakan kondisi kegawatdaruratan yang membutuhkan deteksi dini dan penanganan awal secara cepat dan tepat. Pengetahuan dan kesiapan siswa penting dalam mendukung pemberian pertolongan pertama. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan kesiapan dalam deteksi dini dan penanganan awal kasus henti jantung dan tersedak pada siswa SMA Negeri 2 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 260 siswa yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Analisis data menggunakan uji Gamma. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar siswa memiliki pengetahuan henti jantung (63,1%) dan tersedak (92,3%) dalam kategori baik, sedangkan kesiapan penanganan henti jantung (60%) dan tersedak (64,6%) berada dalam kategori cukup. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan henti jantung dengan kesiapan penanganan henti jantung (p = 0,048; r = 0,225), dan tidak terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan tersedak dengan kesiapan penanganan tersedak (p = 0,822; r = -0,050). Kesimpulan penelitian menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan dan kesiapan pada kasus henti jantung, tetapi tidak pada kasus tersedak. Oleh karena itu, diperlukan edukasi dan pelatihan pertolongan pertama secara berkala untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapan siswa dalam menghadapi kasus henti jantung dan tersedak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kesiapan belajar terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMA Muhammadiyah Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian survey. Sampel penelitian ini termasuk sampel jenuh dengan jumlah 64 siswa kelas X SMA Muhammadiyah Tarakan. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh bahwa kesiapan belajar siswa secara umum berada pada kategori sangat tinggi dengan nilai rata-rata 94,16, sedangkan hasil belajar matematika siswa berada pada kategori baik berdasarkan rata-rata nilai akhir semester sebesar 80,45. Selain itu, hasil analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa kesiapan belajar memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa. Persamaan regresi yang diperoleh Y ̂=21,384+0,628X menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan kesiapan belajar akan meningkatkan hasil belajar matematika sebesar 0,628. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai signifikansi 0,000 0,05 sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Artinya, terdapat pengaruh yang signifikan antara kesiapan belajar terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMA Muhammadiyah Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara persepsi mahasiswa mengenai Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dan soft skills dengan persepsi kesiapan menjadi guru pada mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kepercayaan diri pada mahasiswa Pendidikan Biologi serta tantangan geografis di wilayah dekat perbatasan yang menuntut kesiapan mental yang kuat. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif jenis ex post facto dengan jumlah sampel sebanyak 54 responden yang diambil melalui teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM-PLS) melalui perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, persepsi PLP dan soft skills berhubungan signifikan terhadap kesiapan menjadi guru dengan kontribusi sebesar 80,1% (R-square 0,801). Secara parsial, soft skills memiliki hubungan positif yang sangat signifikan (p = 0,000), sedangkan persepsi mengenai PLP tidak menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik (p = 0,381). Hal ini mengindikasikan bahwa kesiapan mahasiswa lebih ditentukan oleh kematangan kualitas personal (soft skills) dibandingkan pengalaman lapangan yang masih bersifat administratif. Penelitian ini merekomendasikan peneliti selanjutnya untuk memperluas jumlah sampel, menggunakan instrumen dengan pernyataan negatif untuk menghindari bias, serta mempertimbangkan analisis Rasch Model untuk memperoleh akurasi pengukuran yang lebih presisi
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Menarche merupakan fase penting dalam perkembangan remaja putri yang sering kali menimbulkan kebingungan, tidak percaya diri dan kekhawatiran jika tidak disertai dengan kesiapan yang memadai. Edukasi sejak awal diperlukan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan remaja putri dalam menghadapi menarche. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media video edukasi terhadap kesiapan remaja putri sekolah dasar dalam menghadapi menarche. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest control group. Penelitian ini menggunakan total sampling yang berjumlah 30 responden. Sampel terdiri dari dua kelompok, yaitu kelompok intervensi yang diberikan media video edukasi dan kelompok kontrol yang diberikan e-book. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner kesiapan menarche dengan total 30 butir pertanyaan. Data dianalisis menggunakan uji Paired T-Test untuk mengetahui perbedaan rata-rata kesiapan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah diberikan perlakuan. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Pada kelompok kontrol p value 0,0260,005 dan kelompok intervensi p value 0,0010,005 yang berarti media video edukasi efektif terhadap kesiapan remaja putri menghadapi menarche. Dengan demikian, media video dapat menjadi metode edukasi yang interaktif dan efektif dalam edukasi kesehatan reproduksi di kalangan remaja.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kegawatdaruratan dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, sehingga kesiapan peran keluarga dalam memberikan pertolongan pertama (first aid) sangat penting untuk mencegah kecacatan atau kematian. Peran keluarga menjadi prioritas utama dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kesiapan peran keluarga dalam pemberian first aid pada kondisi kegawatdaruratan yaitu pengetahuan, tingkat pendidikan dan motivasi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 126 orang masyarakat perumahan BTN Intraca RT 16 Kota Tarakan yang dipilih melalui teknik random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistic chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan, tingkat pendidikan dan motivasi dengan kesiapan peran keluarga dalam pemberian first aid pada kondisi kegawatdaruratan. Penelitian ini dapat meningkatkan peran keluarga sebagai penolong pertama serta menjadi dasar pengembangan edukasi untuk memperkuat ketahanan kesehatan di tingkat keluarga.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kegawatdaruratan seperti henti jantung, memerlukan penanganan cepat untuk mencegah kematian. Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan intervensi awal yang krusial. Mahasiswa keperawatan perlu dilatih untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapan mereka dalam memberikan pertolongan pertama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan BHD dengan metode Flipped Classroom terhadap peningkatan pengetahuan dan kesiapan mahasiswa keperawatan dalam memberikan pertolongan pertama. Desain penelitian menggunakan quasi-eksperimental jenis one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 68 mahasiswa yang diambil dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner mengenai tingkat pengetahuan dan kesiapan melakukan BHD. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan kesiapan mahasiswa keperawatan setelah mengikuti pelatihan BHD dengan metode Flipped Classroom. Pelatihan menggunakan metode Flipped Classroom efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapan mahasiswa dalam melakukan pertolongan pertama, yang dapat berkontribusi pada upaya penanganan kegawatdaruratan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana tingkat kesiapan mengajar IPAS mahasiswa PGSD UBT angkatan 2020 jika ditinjau dari self-efficacy. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah mixed method. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa PGSD UBT angkatan 2020 yang telah melaksanakan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dan pernah mengajar IPAS. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 40 mahasiswa yang diambil menggunakan teknik sampling jenuh (total sampling). Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa angket self-efficacy dan pedoman wawancara. Berdasarkan analisis data, dapat dilihat bahwa kesiapan mengajar IPAS mahasiswa PGSD UBT jika di tinjau dari Self efficacy berada pada kategori tinggi dengan rata-rata persentase sebesar 62.91 pada kategori tinggi dan 37.08 pada kategori sedang. Hal ini terlihat dari persentase Self efficacy mahasiswa dari 6 indikator self efficacy mahasiswa yaitu: (i1) Keyakinan dalam menghadapi tugas mengajar yang sulit 20 (50%) tinggi dan 20 (50%) sedang, (i2) Keyakinan dalam merencanakan tugas mengajar IPAS 26 (65%) tinggi dan 14 (35%) sedang, (i3) Keyakinan dalam menghadapi berbagai situasi ketika mengajar IPAS 26 (65%) tinggi dan 14 (35%) sedang, (i4) Keyakinan untuk mengantisipasi situasi mengajar yang belum pernah dialami 29 (72.5%) tinggi dan 11 (27.5%) sedang, (i5) Keyakinan untuk bertahan lebih lama saat mengalami kesulitan dalam mengajar IPAS 25 (62.5%) tinggi dan 15 (37.5%) sedang dan (i6) Keuletan dalam berusaha mengatasi tantangan ketika mengajar IPAS 25 (62.5%) tinggi dan 15 (37.5%) sedang. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa kesiapan mengajar IPAS mahasiswa PGSD UBT di tinjau dari self efficacy berada pada ketegori tinggi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Baby spa treatment adalah salah satu jenis terapi komplementer yang memiliki banyak manfaat untuk tumbuh kembang bayi dan balita. Jumlah Bidan yang melakukan pelayanan baby spa treatment masih terbatas di kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan efikasi diri dan motivasi bidan terhadap kesiapan pelayanan baby spa treatment di Kota Tarakan Tahun 2024. Penelitian ini deskriptif analitis dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Uji statistic menggunakan Chi-square, populasi peneltian berjumlah 38 bidan sampel menggunakan total sampling yang berjumlah 38. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 21 bidan (55,3%) memiliki efikasi diri rendah, 28 bidan (73,7%) memiliki motivasi baik, terdapat 22 bidan (57,9%) memiliki tingkat kesiapan siap. Hasil analisis bivariat didapatkan hasil ada hubungan efikasi diri P=0,037 α (0,05), dan ada hubungan motivasi P=0,037 α (0,05) dengan kesiapan bidan terhadap pelayanan baby spa treatment di kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Kesiapan menarche pada anak sering dianggap hal yang sepeleh dan tabuh, namun hal ini harus diperhatikan dalam kesiapan anak untuk memasuki fase dewasa. Faktor dari ketidaksiapan anak dalam menghadapi menarche adalah kurangnya edukasi atau perhatian dari orang terdekat terutama ibu, kurangnya Pendidikan dari orang tua dan rendahnya status ekonomi orang tua. Dampak dari ketidaksiapan anak dalam menghadai menarche anak akan merasa cemas berlebihan dan kebingungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan adanya kesiapan dalam menghadapi menarche di SD 033 Kota Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode analisis deskriptif. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 108 remaja putri kelas IV dan V Di SD 033 Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan kesiapan menarche anak di SD 033 Kota Tarakan siap sebanyak 85,2% dan indikator kesiapan penghayatan siap sebanyak 88,0%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) sering kali dihadapkan dengan diskriminasi termasuk di lingkungan sekolah. Kemudian masih banyak sekolah umum yang tidak dapat menerima anak-anak yang berkebutuhan khusus dikarenakan guru umum tidak memiliki pemahaman dan ilmu tentang penanganan anak berkebutuhan khusus. ABK melaksanakan Pendidikan di Sekolah Luar Biasa (SLB), namun ada juga sekolah yang mampu menerima anak regular dan anak berkebutuhan khusus yang dikenal dengan sekolah inklusi. Penelitian ini dilaksanakan di 3 sekolah negeri sebagai tempat penelitian yaitu SD Negeri 009, SD Negeri 010 dan SD Negeri 049 Kota Tarakan yang telah ditunjuk langsung oleh Dinas Provinsi Kalimantaan Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap dan emosi guru pada kesiapan pelaksanaan sekolah inklusi di Kota Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode campuran (Mixed Method) dengan desain metode penelitian campuran sekuensial eksplanatori (Eksplanatory Sequential Design) yaitu penelitian kuantitatif dan kualitaitif, dengan 30 wali kelas sebagai sampel penelitian. Berdasarkan hasil kuesioner terdapat rata-rata presentase kesiapan sikap dan emosi guru yaitu 76.22%, k emudian diperkuat dengan data wawancara yang diperoleh, maka perlunya kesiapan guru yang memadai dan fasilitas yang dapat mendukung dan memperoleh bantuan dari guru pendamping dalam pelaksanaan sekolah inklusi. Sehingga sikap dan emosi guru sekolah dasar negeri memiliki kesiapan pada sekolah inklusi dengan penerapan sekolah inklusi sesuai dengan peraturan dan prosedur yang matang. Adanya kesiapan sikap dan emosi guru sekolah dasar pada pelaksanaan sekolah inklusi maka perlunya pemerintah memberikan dukungan dan fasilitas kepada guru-guru dan sekolah dalam melaksanakan sekolah inklusi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Kesadaran gizi ibu dan hubungannya dengan bayi yang lahir dengan berat badan lahir rendah yang mengindikasikan malnutrisi disana berhubungan dengan asupan gizi yang diterima anak dari mereka, dan hal ini berdampak pada prevalensi stunting. Pasangan dapat mencegah stunting dengan mengikuti program keluarga berencana (di bawah dua tahun). KB Pasca Persalinan (KBPP) merupakan salah satu KB yang sangat penting karena kembalinya kesuburan pada seorang ibu setelah melahirkan tidak dapat diprediksi dan dapat terjadi sebelum datangnya siklus haid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi KB pasca persalinan terhadap tingkat pengetahuan dan kesiapan ibu hamil sebagai upaya pencegahan stunting. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode quasi experimental dengan pendekatan one group pretest posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang berkunjung di Posyandu Sumber Kasih pada saat edukasi diberikan sebanyak 20 orang. Jumlah sampel sebanyak 20 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling dengan uji statistik menggunakan uji Nonparametric Wilcoxon Test. Hasil penelitian ini dengan mengunakan uji wilcoxon rank test diperoleh masing-masing nilai tingkat pengetahuan dan kesiapan ibu hamil dengan nilai p-value 0,05. Berdasarkan hasil yang didapatkan maka dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi KB pasca persalinan berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan dan kesiapan ibu hamil sebagai upaya pencegahan stunting serta mengacu pada hasil yang didapatkan dalam penelitian ini merekomendasikan peneliti selanjutnya untuk meneliti tentang Peningkatan keikutsertaan ibu hamil dalam menggunakan KB Pasca Persalinan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Angka kematian ibu di Indonesia masih tinggi disebabkan oleh beberapa faktor yang berhubungan langsung dengan permasalahan kurangnya kesiapan menghadapi persalinan. Hasil Long Form SP2020 menunjukkan Angka Kematian Ibu di Kalimantan Utara sebesar 194 yang artinya terdapat 194 kematian perempuan pada saat hamil, saat melahirkan atau masa nifas per 100.000 kelahiran hidup. Angka kematian ibu pada tahun 2022 di Kabupaten Nunukan tercatat 5 kematian ibu atau 173 per 100.000 penduduk ibu di Kabupaten Nunukan. Informasi tentang kesiapan ketika menghadapi persalinan seharusnya sudah direncanakan sejak awal kehamilan sehingga dapat menurunkan angka kematian dari kasus kegawatdaruratan persalinan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan gambaran kesiapan persalinan pada ibu hamil primigravida di wilayah Kecamatan Nunukan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 32 ibu hamil primigravida di wilayah Kecamatan Nunukan. Hasil analisis univariat didapatkan kesiapan persalinan pada ibu hamil primigravida di wilayah Nunukan adalah baik. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa ibu hamil primigravida yang memiliki kesiapan baik dalam persalinan dapat menjadi tolak ukur keberhasilan persalinan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 70 Tahun 2009 tentang pendidikan inklusif bagi peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki kecerdasan atau bakat istimewa, pemerintah kabupaten/kota menunjuk minimal satu sekolah inklusi dalam setiap kecamatan, dikarenakan belum terdapat sekolah inklusi di Kota Tarakan maka dari itu keberadaan sekolah inklusi di kota Tarakan sangat diperlukan, agar anak berkebutuhan khusus yang masih bisa ditangani bisa mendapatkan hak pendidikan di sekolah regular, kesiapan guru dalam program inklusi ini sangat penting agar program inklusi berjalan dengan semestinya sesuai tujuan yang ingin dicapai dengan aspek kesiapan sikap dan emosi, kesiapan kognitif dan kesiapan berprilaku. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesiapan guru sekolah menengah atas negeri yang ada di kota Tarakan dalam persiapan program Inklusi. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan dekriptif dan informan penelitian terdiri dari 9 subjek diantaranya kepala sekolah, guru bimbingan dan konseling serta guru mata pelajaran. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data, menggunakan metode Miles dan Huberman: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa kesiapan sikap dan emosi hanya dua guru yang siap karena sudah memiliki pengalaman mengikuti pelatihan inklusi, sisanya menyatakan belum siap karena belum memahami tentang program inklusi. Pada aspek kognitif hanya dua guru yang siap karena telah memahami metode pelajaran dan proses pembelajaran pada program inklusi melalui pelatihan, sisanya terdapat guru yang belum siap karena belum memiliki pengalaman dan pemahaman terhadap inklusi. Pada aspek berperilaku guru-guru memiliki kesiapan dalam melakukan kerja sama dengan instansi manapun untuk meningkatkan kreativitas anak berkebutuhan khusus.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: pengaruh kesiapan belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa; pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa; pengaruh kesiapan belajar dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas IX SMP Negeri 10 Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2021/2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 90 siswa di kelas IX SMP Negeri 10 Tarakan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menyebarkan kuesioner kesiapan belajar dan motivasi belajar siswa dan dokumen penilaian akhir semester (PAS) semester genap tahun ajaran 2021/2022. Data yang diperoleh diolah dengan program pengolahan statistik yaitu menggunakan aplikasi SPSS 23.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh secara parsial antara kesiapan belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas IX SMP Negeri 10 Tarakan dengan persamaan regresi Ŷ = 40,220 + 0,341X1, dan terdapat pengaruh secara parsial motivasi belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas IX SMP Negeri 10 Tarakan dengan persamaan regresi Ŷ= 42,009 + 0,327X2. Selain itu hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan antara kesiapan belajar dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas IX SMP Negeri 10 Tarakan, dengan persamaan regresi Ŷ = 41,624 + 0, 720X1 -0,421X2. Berdasarkan hasil analisis statistik maka dapat di simpulkan bahwa terdapat pengaruh positif antara kesiapan belajar dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar matematika.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN KESIAPAN FAMILY CAREGIVER DALAM MERAWAT PASIEN STROKE DIRUMAH Abstrak Latar belakang stroke adalah masalah utama kesehatan di negara-negara maju maupun di negara yang sedang berkembang saat ini, stroke bahkan telah menjadi penyebab kematian kedua terbanyak setelah penyakit jantung di dunia dan stroke penyebab utama kecacatan pada orang dewasa. Family caregiver adalah anggota keluarga, kerabat, teman atau tetangga yang memiliki kedekatan hubungan pribadi yang signifikan dan menyediakan berbagai bantuan untuk orang tua atau orang dewasa dengan kondisi kronis atau cacat, Tujuan penelitian untuk menganalisa Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan dan Kesiapan Family Caregiver Dalam Merawat Pasien Stroke Dirumah. Jenis penelitian ini adalah kuantatif dengan Metode Wilcoxon Signed Raked Test, Desain Penelitian quasi eksperiment, . Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh family caregiver pasien stroke di ruang rawat inap RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan, Pengambilan sampel pada populasi ini adalah Purposive Sampling dengan menggunakan rumus roscoe sehingga diperoleh 30 responden yang terdiri dari 15 kelompok kontrol dan 15 kelompok intervensi, data diperoleh dengan membagikan kuesioner kesiapan dan pengetahuan, data dianalisis menggunakan uji wilcoxon. Hasil analisis Wilcoxon Signed Raked Test menggunakan aplikasi SPPSS Versi 24, didapatkan pada hasil Pre-Test dan Post-Test pada kelompok kontrol mendapatkan p=0,001 dan pre-test dan post test kelompok intervensi mendapatkan p=0,003, maka dapat disimpulkan bahwa p 0,005 sehingga ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan kesiapan family caregiver dalam merawat pasien stroke dirumah
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesiapan mengajar matematika mahasiswa PGSD UBT jika ditinjau dari self-efficacy. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah kuantitatif deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa aktif PGSD UBT yang telah melaksanakan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP). Sampel dalam penelitian ini berjumlah 63 mahasiswa yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa angket self-efficacy dan pedoman wawancara. Berdasarkan analisis data, hasil penelitian dan pembahasan, menunjukkan self-efficacy mahasiswa berada pada kategori rendah sebesar 9,52%, kategori sedang sebesar 80,95%, dan kategori tinggi sebesar 9,52%. Dapat disimpulkan bahwa self-efficacy mahasisa PGSD UBT dalam mengajar matematika berada pada kategori sedang yakni 80,95%. Beberapa temuan tambahan menunjukkan bahwa self-efficacy mahasiswa dapat dilihat dari tingkat penguasaan materi matematika, pengalaman mengajar matematika di sekolah dasar, keterampilan menjelaskan, keterampilan pengelolaan kelas, keterampilan mengadakan variasi, persepsi mahasiswa terhadap matematika, kemampuan menjawab pertanyaan, dan kemampuan berinovasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Kesiapan belajar mandiri secara Online merupakan suatu kondisi awal yang dipersiapkan oleh siswa untuk melakukan kegiatan belajar mengajar. Dalam kondisi siswa tersebut siap untuk memberikan jawaban secara mandiri dan menyikapi situasi dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kesiapan belajar secara Online terhadap hasil belajar siswa kelas VIII di SMPN 08 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel 97 peserta didik. Variabel dalam penelitian ini adalah kesiapan belajar mandiri secara Online X dan hasil belajar kognitif sebagai variabel Y. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik test yaitu soal ulangan harian dan non-test yaitu observasi, angket dan dokumentasi, kemudian dianalisa dengan Uji Resgresi Sederhana. Berdasarkan analisis deskriptif persentase diperoleh nilai rata-rata 62,68 dengan standar deviasi 20,84. Pada variabel hasil belajar juga diperoleh hasil dengan presentase 40,2% termasuk dalam kategori sedang. Pada analisis regresi sederhana diperoleh hasil nilai signifikan sebesar 0,014 dimana nilai signifikan tersebut lebih 0,05. Sebagai kesimpulan diketahui bahwa terdapat pengaruh kesiapan belajar mandiri secara Online terhadap hasil belajar siswa. Peneliti menemukan bahwa kesiapan belajar mandiri siswa termasuk dalam kategori tinggi dengan jumlah 65,6%, sedangkan hasil belajar siswa termasuk dalam kategori sedang dengan jumlah 40,2. Setiap peningkatan pengaruh kesiapan belajar siswa sebesar 1%, maka hasil belajar siswa juga akan meningkat sebesar 0,322.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar dan bimbingan orang tua dengan kesiapan belajar siswa kelas V SDN Utama 2 Tarakan di masa pembelajaran daring. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Utama 2 Tarakan tahun ajaran 2020/2021 dengan jumlah 177 siswa. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis korelasi sederhana untuk menguji hubungan antara motivasi belajar dengan kesiapan belajar dan bimbingan orang tua dengan kesiapan belajar. Untuk menguji hubungan antara motivasi belajar dan bimbingan orang tua secara simultan terhadap kesiapan belajar digunakan analisis korelasi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) besarnya korelasi antara motivasi belajar dengan kesiapan belajar sebesar 0,698 > rtabel 0,124 maka hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Data Hipotesis ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara motivasi belajar dengan kesiapan belajar siswa. Siswa yang memiliki motivasi belajar yang tinggi akan mempersiapkan dengan baik segala sesuatu yang diperlukan dalam proses pembelajaran. (2) besarnya korelasi antara bimbingan orang tua dengan kesiapan belajar sebesar 0,643 > rtabel 0,124 maka hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Data Hipotesis ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara bimbingan orang tua dengan kesiapan belajar siswa. Bimbingan yang diberikan orang tua berperan besar dalam terbentuknya kesiapan belajar siswa. Meningkatnya bimbingan orang tua akan diikuti dengan peningkatan kesiapan belajar siswa. (3) besarnya korelasi antara motivasi belajar dan bimbingan orang tua terhadap kesiapan belajar sebesar 0,789 > rtabel 0,124 maka hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Data Hipotesis ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara motivasi belajar dan bimbingan orang tua secara bersama-sama dengan kesiapan belajar siswa. Siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi yang kemudian dibimbing dengan baik oleh orang tua maka kesiapan belajar yang ditunjukkan akan sangat baik.