Evaluasi Kinerja Moda Transportasi Speed Boat Rute Tarakan - Nunukan di Pelabuhan tengkayu I Kota Tarakan
.
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
.
.
A
A
This investigation aimed to investigate the impact of audiobooks on the listening comprehension of students in the English language study at SMA Negeri 2 Tarakan. This investigation employed a pre-experimental design. The researcher collected data from a single class, X-F, composed of 35 students. A written listening test was implemented. The results indicated that the students’ score prior to treatment was 53.91, increasing to 77.60 following the treatment. Consequently, Ha was accepted, and Ho was rejected. The findings demonstrated that audiobooks have the potential to significantly enhance students’ listening comprehension. This media offered advantages in consistent speaking speed, correct pronunciation, and intonation, as well as more comprehensive comprehension of context and details in identifying information from descriptive, narrative, and recount contexts. Therefore, audiobooks can be a highly effective tool for enhancing listening abilities, particularly in the context of language education, during the teaching and learning process.
This investigation aimed to investigate the impact of audiobooks on the listening comprehension of students in the English language study at SMA Negeri 2 Tarakan. This investigation employed a pre-experimental design. The researcher collected data from a single class, X-F, composed of 35 students. A written listening test was implemented. The results indicated that the students’ score prior to treatment was 53.91, increasing to 77.60 following the treatment. Consequently, Ha was accepted, and Ho was rejected. The findings demonstrated that audiobooks have the potential to significantly enhance students’ listening comprehension. This media offered advantages in consistent speaking speed, correct pronunciation, and intonation, as well as more comprehensive comprehension of context and details in identifying information from descriptive, narrative, and recount contexts. Therefore, audiobooks can be a highly effective tool for enhancing listening abilities, particularly in the context of language education, during the teaching and learning process.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar dan bimbingan orang tua dengan kesiapan belajar siswa kelas V SDN Utama 2 Tarakan di masa pembelajaran daring. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Utama 2 Tarakan tahun ajaran 2020/2021 dengan jumlah 177 siswa. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis korelasi sederhana untuk menguji hubungan antara motivasi belajar dengan kesiapan belajar dan bimbingan orang tua dengan kesiapan belajar. Untuk menguji hubungan antara motivasi belajar dan bimbingan orang tua secara simultan terhadap kesiapan belajar digunakan analisis korelasi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) besarnya korelasi antara motivasi belajar dengan kesiapan belajar sebesar 0,698 > rtabel 0,124 maka hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Data Hipotesis ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara motivasi belajar dengan kesiapan belajar siswa. Siswa yang memiliki motivasi belajar yang tinggi akan mempersiapkan dengan baik segala sesuatu yang diperlukan dalam proses pembelajaran. (2) besarnya korelasi antara bimbingan orang tua dengan kesiapan belajar sebesar 0,643 > rtabel 0,124 maka hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Data Hipotesis ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara bimbingan orang tua dengan kesiapan belajar siswa. Bimbingan yang diberikan orang tua berperan besar dalam terbentuknya kesiapan belajar siswa. Meningkatnya bimbingan orang tua akan diikuti dengan peningkatan kesiapan belajar siswa. (3) besarnya korelasi antara motivasi belajar dan bimbingan orang tua terhadap kesiapan belajar sebesar 0,789 > rtabel 0,124 maka hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Data Hipotesis ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara motivasi belajar dan bimbingan orang tua secara bersama-sama dengan kesiapan belajar siswa. Siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi yang kemudian dibimbing dengan baik oleh orang tua maka kesiapan belajar yang ditunjukkan akan sangat baik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar dan bimbingan orang tua dengan kesiapan belajar siswa kelas V SDN Utama 2 Tarakan di masa pembelajaran daring. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Utama 2 Tarakan tahun ajaran 2020/2021 dengan jumlah 177 siswa. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis korelasi sederhana untuk menguji hubungan antara motivasi belajar dengan kesiapan belajar dan bimbingan orang tua dengan kesiapan belajar. Untuk menguji hubungan antara motivasi belajar dan bimbingan orang tua secara simultan terhadap kesiapan belajar digunakan analisis korelasi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) besarnya korelasi antara motivasi belajar dengan kesiapan belajar sebesar 0,698 > rtabel 0,124 maka hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Data Hipotesis ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara motivasi belajar dengan kesiapan belajar siswa. Siswa yang memiliki motivasi belajar yang tinggi akan mempersiapkan dengan baik segala sesuatu yang diperlukan dalam proses pembelajaran. (2) besarnya korelasi antara bimbingan orang tua dengan kesiapan belajar sebesar 0,643 > rtabel 0,124 maka hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Data Hipotesis ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara bimbingan orang tua dengan kesiapan belajar siswa. Bimbingan yang diberikan orang tua berperan besar dalam terbentuknya kesiapan belajar siswa. Meningkatnya bimbingan orang tua akan diikuti dengan peningkatan kesiapan belajar siswa. (3) besarnya korelasi antara motivasi belajar dan bimbingan orang tua terhadap kesiapan belajar sebesar 0,789 > rtabel 0,124 maka hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Data Hipotesis ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara motivasi belajar dan bimbingan orang tua secara bersama-sama dengan kesiapan belajar siswa. Siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi yang kemudian dibimbing dengan baik oleh orang tua maka kesiapan belajar yang ditunjukkan akan sangat baik.
.
Motor induksi tiga fasa merupakan motor yang bekerja berdasarkan prinsip kerja mengubah energy listrik menjadi energy mekanik. Motor induksi tiga fasa tidak asing dan banyak dijumpai pada dunia industry kecil,menengah, maupun besar. dalam dunia industry motor induksi tiga fasa digunakan se-bagai penggerak. Dalam proses ingin menjalankan motor induksi tiga fasa dibutuhakan suatu metode untuk menjalankan motor induksi tiga fasa, hal ini dikarenakan motor induksi tiga fasa memiliki lonjakan arus yang sangat tinggi yakni 5-7 kali dari arus nominalnya. Secara umum metode tiga fasa yang bisaa digunakan yakni metode Direct On Line, Wye-Delta, dan Auto-transformator dari ketiga metode ini mempunyai karakteristik yang berbeda, sehingga perlu terlebih dahulu mempelajarinya agar tidak terjadi kesalahan ssat pememilihan metode digunakan untuk spesifikasi motor yang digunakan , apabila terjadi kesalahan pemilihan metode dampaknya cukup besar yakni motor induksi tiga fasa dapat terbakar, dan peralatan motor induksi tiga fasa terganggu. Maka dari itu peneliti hendak melakukan penelitian mengenai studi “ ANALISIS MOTOR INDUKSI TIGA FASA DENGAN ROTOR SANGKAR TUPAI”. Dalam penelitian ini dilakukan dengan cara mempelajari studi litelatur, mengumpulkan data-data yang di inginkan, mengelolah data serta menganalisa dan membandikan dari ketiga metode yang digunakan”
Salah satu upaya untuk meningkatkan sumberdaya petani, adalah melalui kegiatan penyuluhan pertanian. Kegiatan penyuluhan pertanian di Kota Tarakan telah lama dilakukan di kelompok-kelompok tani yang tersebar di empat kecamatan yang ada di Kota Tarakan. Sampai saat ini jumlah tenaga penyuluh pertanian di Kota Tarakan masih sangat terbatas, berdasarkan data yang diperoleh dari instansi terkait jumlah PPL yang ada berjumlah 10 orang (Disnaktan Kota Tarakan, 2018). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) mendeskripsikan tugas pokok penyuluh pertanian di Kota Tarakan, 2) menganalisa tingkat keberhasilan penyuluh dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan di kelompok tani tunggul batu kota Tarakan. . Metode analisis yang digunakan pada peneltian ini adalah analisis deskriptif dan analisis kuantitatif dengan menggunakan skala likert. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa 1) Terdapat beberap tugas pokok penyuluh pertanian di kelompok tani Tunggul batu Kota Tarakan yaitu Mengidentifikasi potensi wilayah dan agrosistem serta kebutuhan teknologi dibidang pertanian. Menyusun program penyuluhan pertanian, Menyusun Rencana Kerja Penyuluhan Pertanian (RKPP), Menerapkan metode penyuluhan pertanian, Menyusun materi penyuluhan pertanian, Mengembangkan swadaya dan swakarsa petani, Mengevaluasi dan melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian dan dampaknya. 2) Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa tingkat keberhasilan penyuluh dalam melakukan kegiatan penyuluhan di Kelompok Tani Tunggul Batu adalah sangat baik dengan skor sebesar 25.85.