ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dosen merupakan komponen penting dalam pendidikan tinggi yang berperan sebagai pendidik, pembimbing, dan fasilitator dalam proses pembelajaran. Persepsi mahasiswa terhadap dosen sangat berpengaruh terhadap kenyamanan belajar, motivasi, serta kualitas interaksi akademik yang terbentuk selama perkuliahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi mahasiswa terhadap dosen ideal pada Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan grounded theory. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terbuka (mendalam) kepada mahasiswa aktif Pendidikan Biologi yang telah menempuh perkuliahan dengan lebih dari satu dosen. Penentuan informan dilakukan secara bertahap menggunakan theoretical sampling hingga mencapai kejenuhan data (theoretical saturation). Analisis data dilakukan melalui tahapan open coding, axial coding, dan selective coding berdasarkan Strauss dan Corbin. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menggambarkan karakteristik dosen ideal menurut mahasiswa yang mencakup aspek pendagogik, aspek profesional, aspek kepribadian, serta aspek sosial, sehingga dapat menjadi bahan refleksi bagi dosen dan meningkatkan mutu pembelajaran di perguruan tinggi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara persepsi mahasiswa mengenai Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dan soft skills dengan persepsi kesiapan menjadi guru pada mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kepercayaan diri pada mahasiswa Pendidikan Biologi serta tantangan geografis di wilayah dekat perbatasan yang menuntut kesiapan mental yang kuat. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif jenis ex post facto dengan jumlah sampel sebanyak 54 responden yang diambil melalui teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM-PLS) melalui perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, persepsi PLP dan soft skills berhubungan signifikan terhadap kesiapan menjadi guru dengan kontribusi sebesar 80,1% (R-square 0,801). Secara parsial, soft skills memiliki hubungan positif yang sangat signifikan (p = 0,000), sedangkan persepsi mengenai PLP tidak menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik (p = 0,381). Hal ini mengindikasikan bahwa kesiapan mahasiswa lebih ditentukan oleh kematangan kualitas personal (soft skills) dibandingkan pengalaman lapangan yang masih bersifat administratif. Penelitian ini merekomendasikan peneliti selanjutnya untuk memperluas jumlah sampel, menggunakan instrumen dengan pernyataan negatif untuk menghindari bias, serta mempertimbangkan analisis Rasch Model untuk memperoleh akurasi pengukuran yang lebih presisi
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Praktisi Mengajar merupakan salah satu program dari Kampus Merdeka. Pada program praktisi mengajar, dosen berkolaborasi dengan praktisi yang telah berpengalaman pada bidangnya. Tujuannya adalah memberikan gambaran nyata mengenai kondisi dunia kerja dan industri secara langsung berdasarkan pengalaman para praktisi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap program praktisi mengajar (PM) pada mata kuliah biologi laut tahun ajaran 2023/2024 FKIP Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan instrumen berupa kuesioner (Google Form) dan dokumentasi. Sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yaitu teknik pengambilan data dengan pertimbangan tertentu. Pertimbangan tertentu yang diambil dalam penelitian ini yaitu 38 mahasiswa pendidikan biologi angkatan 2022 yang mengikuti program praktisi mengajar (PM) pada mata kuliah biologi laut. Pengumpulan data mengunakan kuesioner dengan model skala likert dan dokumentasi. Data dianalisis dengan perhitungan nilai persentase. Berdasarkan hasil kuesioner yang diberikan peneliti kepada responden diperoleh nilai rata-rata secara keseluruhan dari aspek persepsi mahasiswa dengan nilai rata-rata 78% kategori sangat baik, sedangkan berdasarkan aspek Attitude (Sikap) memperoleh rata-rata 84% dengan kategori sangat baik, berdasarkan aspek Motivies (Motivasi) memperoleh rata-rata 74% dengan kategori baik, berdasarkan aspek Interest (Minat) memperoleh rata-rata 79% dengan kategori sangat baik, berdasarkan aspek Experiences (Pengalaman) memperoleh rata-rata 76% dengan kategori sangat baik, berdasarkan aspek Expectations (Harapan) memperoleh rata-rata 81% dengan kategori sangat baik. Hasil penelitian tersebut menggambarkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap program Praktisi Mengajar (PM) memperoleh persepsi positif dalam pelaksanaan program praktisi mengajar pada mata kuliah biologi laut tahun ajaran 2023/2024.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Persepsi merupakan reaksi yang ingin diketahui peneliti dari informan dan narasumber tentang suatu topik tertentu khususnya MBKM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi mahasiswa pendidikan Biologi Universitas Borneo Tarakan terhadap Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka.Pendekatan yang digunakan kualitatif menggunakan metode wawancara. Informan penelitian in terdiri dari 8 mahasiswa yang mewakili angkatan tahun akadmik 2020, 2021, 2022, dan 2023. Hasil penelitian yaitu (1) pengetahuan mahasiswa tentang program MBKM berada pada level pengetahuan (C1) dan level mengaplikasikan (C3), (2) mahasiswa mendapatkan informasi mengenai MBKM dari kampus, dosen pembimbing alam,senior, instagram, website, laman MBKM, dan poster. (3) Mahasiswa ada yang tertarik, ragu-ragu, bahkan ada yang tidak tertarik mengikuti MBKM, (4) Jenis program MBKM yang diminati mahasiswa yaitu pertukaran mahasiswa, IISMA, dan kampus mengajar, (5) Manfaat yang didapatkan mahasiswa dari program MBKM yaitu dapat mengembangkan minat belajar, mendapatkan kesempatan belajar di luar kampus, mengenal orang abru, sesuai dengan kebutuhan lulusan di masa depan, menambah wawasan, menambah pengalaman, mengetahui kondisi riil di dunia kerja, berdampak baik pada jurusan, dan dapat meningkatkan hardskill dan softskill. (6) Kendala mahasiswa mengikuti program MBKM yaitu tidak ada yang tidak memenuhi kriteria semester, khawatir mengenai konversi nilai, ragu-ragu, khawatir ketinggaln mata kuliah, khawatir akan terkendala dalam menyusun skripsi, khawatir tidak dapat beradaptasi dengan orang baru, pendanaan, dan takut ditempatkan di lokasi yang tidak siap secara mental (pedalaman).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penyebab keterlambatan mahasiswa jurusan pendidikan biologi FKIP UBT dalam menyelesaikan Skripsi. penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa pendekatan desktriptif kuantitatif, dalam penelitian ini, mengunakan metode yaitu survei. Populasi dalam penelitian ini mahasiswa pendidikan biologi FKIP UBT yang berjumlah 106 orang. Jumlah sampel penelitian 70 orang yang diambil dengan memakai gambar nomogram Harry king dengan tingkat ketelitian kesalahan 5%. Teknik pengambilan sampelnya adalah probability sampling. Pengumpulan data mengunakan Angket dan wawancara sebagai pendukung dengan model skala likert. Data dianalisis dengan perhitungan nilai persentase. Hasil penelitian menunjukan bahwa aspek motivasi berada pada kategori tinggi dengan persentase 74%, aspek kecerdasan berada pada kategori tinggi dengan persentase 67%, aspek aktivitas berada pada kategori tinggi dengan persentase 69%, aspek ketersedian sumber belajar berada pada kategori tinggi dengan persentase 66%, aspek dosen pembimbing berada pada kategori tinggi dengan persentase 72%,aspek teman sebaya berada pada kategori tinggi dengan persentase 61%, dan aspek keluarga berada pada kategori tinggi dengan persentase 66%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan literasi digital mahasiswa Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi sampel merupakan keseluruhan mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Borneo Tarakan angkatan 2021 yang berjumlah 58 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner (angket) pada 30 responden berdasarkan teknik Simple Random Sampling (SRS). Teknik analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi digital responden dalam delapan aspek yang meliputi: Functional skill and beyond, Creativity, Collaboration, Comunication, The ability to find and select information, Critical thinking and evaluation dan Cultural and social understanding, serta E-Safety, termasuk dalam kategori “Sangat Baik” dengan rentang nilai presentase 83,15% hingga 88,06%. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan literasi digital mahasiswa Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan berada pada kategori “Sangat Baik”
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Literasi digital merupakan upaya pemanfaatan teknologi untuk memahami, mengakses, merangkai dan berbagi informasi sebagai kompetensi dalam mengembangkan keterampilan membaca dan menulis. Pelajar harus menguasai literasi digital agar tidak terpengaruh hoax dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi digital mahasiswa pendidikan biologi dan mengetahui faktor-faktor yang dapat mendukung literasi digital mahasiswa pendidikan biologi dalam mengikuti proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Sampel penelitiannya adalah mahasiswa Pendidikan Biologi yang berjumlah 78 mahasiswa dengan menggunakan teknik total sampling. Data diperoleh dari hasil kuesioner dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa pendidikan biologi memiliki kemampuan literasi digital pada setiap komponen penggunaan media digital (use skill) 53%, kemampuan berpikir kritis 66%, dan kemampuan komunikasi 59%. Mayoritas siswa memiliki keterampilan dasar dalam mengelola platform digital, namun masih perlu peningkatan terutama dalam mencari informasi dan menyesuaikan cara berkomunikasi, kemampuan menganalisis informasi dengan baik dan berkomunikasi secara efektif melalui media digital. Keterbatasan literasi digital dapat menyebabkan kesulitan dalam mengakses informasi yang dibutuhkan siswa, meningkatkan risiko terpapar informasi yang salah, menghambat kemampuan berkomunikasi dan berkolaborasi, serta menghambat peluang kerja. Penelitian di masa depan perlu menggali lebih dalam faktor-faktor yang mempengaruhi literasi media digital, penggunaan internet, dan mengkaji dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Abstrak Minat Entrepreneur bagi mahasiswa Universitas Borneo Tarakan, khususnya Jurusan Pendidikan Biologi merupaka sebagai tolak ukur keefektifan mata kuliah kewirausahaan yang dapat menjadi bahan evaluasi kepada pengajar atau dosen mata kuliah tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan metode deskriptif atau gambar di Universitas Borneo Tarakan Fakultas Pendidikan Biologi. Hasil penelitian tentang minat terhadap entrepreneur adalah pada indikator ketertarikan dalam entrepreneur dengan persentase 94% termasuk kategori sangat tinggi, indikator kesenangan terhadap dunia entrepreneur dengan persentase 97% termasuk pada kategori sangat tinggi, indikator keinginan mencari informasi/ pengetahuan tentang entrepreneur dengan persentase 94% termasuk pada kategori sangat tinggi dan indikator termotivasi untuk sukses dengan entrepreneur dengan persentase 90% termasuk dalam kategori sangat tinggi. Minat entrepreneur mahasiswa pendidikan biologi angkatan 2017-2021 termasuk dalam kategori sangat tinggi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswa dalam memilih Jurusan Pendidikan Biologi di Universitas Borneo Tarakan dan mengetahui motivasi mahasiswa yang berlatar belakang Pendidikan non IPA pada jenjang pendidikan sebelumnya dalam memilih Jurusan Pendidikan Biologi. Motode penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah mahasiswa Tahun Akademik 2022/2023 Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Borneo Tarakan. Data diperoleh dari hasil observasi dan wawancara yang terdiri dari 18 butir pertanyaan mengenai ” faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi mahasiswa dalam memilih Jurusan Pendidikan Biologi”. Berdasarkan hasil wawancara, faktor yang mempengaruhi mahasiswa dalam memilih Jurusan Pendidikan Biologi yaitu, 1) faktor internal: faktor minat, faktor kemampuan dan keinginan tentang kemajuan diri, faktor cita-cita, faktor persepsi, faktor kesiapan, 2) faktor eksternal: faktor prospek peluang kerja, Faktor dukungan keluarga dan orang tua, faktor masyarakat dan teman. Berdasarkan hasil wawancara terdapat beberapa motivasi mahasiswa berlatar belakang non IPA dalam memilih Jurusan Pendidikan Biologi yaitu: 1) motivasi intrinsik: aspirasi, pengetahuan tentang kemajuan diri, mengembangkan sikap untuk berhasil kearah tujuan tertentu, keinginan siswa untuk belajar, 2) motivasi ekstrinsik: adanya ajakan, arahan atau paksaan dari orang tua.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Plant Blindness pada Mahasiswa semester awal Pendidikan Biologi. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian adalah Mahasiswa semester awal pendidikan biologi. Data yang diperoleh berdasarkan hasil observasites dan hasil respon mahasiswa pada lembar kuesioner tentang gambaran Plant Blindness pada Mahasiswa Semester Awal Pendidikan Biologi Universitas Borneo Tarakan. Berdasarkan hasil observasi ditemukan 18 jenis tumbuhan dari tumbuhan lumut, tumbuhan paku, tumbuhan berbiji terbuka dan tumbuhan berbiji tertutup. Berdasarkan hasil tes diperoleh nilai rata – rata responden 20,57 hasil tersebut masih dibawah ≤ 25% sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat Plant Blindness pada Mahasiswa Semester Awal Pendidikan Biologi Universitas Borneo Tarakan tergolong pada kategori “Sangat Tinggi”. Berdasarkan hasil kuesioner terdapat beberapa faktor pemicu adanya Plant Blindness pada mahasiswa yaitu: 1) mahasiswa kurang mengerti cara merawat tumbuhan, 2) Mahasiswa masih kurang mengetahui manfaat dari tumbuhan, 3) kurangnya kontak pribadi secara langsung dengan tumbuhan, 4). Tumbuhan tidak dapat diajak berinteraksi seperti hewan, 5) Beberapa tumbuhan memiliki jenis yang hampir serupa sehingga sulit untuk dikenali 6) Mahasiswa lebih tertarik pada pembelajaran dengan berinteraksi atau kontak secara langsung dengan objek yang dipelajari. Hasil analisis akan dijadikan bahan evaluasi sebagai acuan bagi pendidik dalam membuat arah pembelajaran biologi kedepannya khususnya pembelajaran tentang tumbuhan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi Kelimpahan dan Dominansi Ikan di Sungai Segah dan Implementasinya Terhadap Pembelajaran Biologi Kelas X SMA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Kelimpahan dan Dominansi Ikan di Sungai Segah Kecamatan Segah dan implementasinya pada pembelajaran biologi Kelas X SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Sampel dari penelitian ini adalah seluruh spesies ikan yang terdapat di Sungai Segah Kecamatan Segah. Analisis data penelitian ini adalah indeks kelimpahan dan indeks dominansi serta identifikasi hasil penelitian sebagai potensi implementasinya pada pembelajaran Biologi. Hasil penelitian ini dengan indeks kelimpahan yang didapatkan pada saat dikategorikan tinggi adalah jenis Barbonymus balleroides dengan indeks kelimpahan 37,5%, kemudian 4 jenis laiinna dikategorikan sedang karena memiliki nilai kelimpahan 20%. Hasil indeks Dominansi ikan di Sungai Segah Kecamatan Segah rata-rata bernilai 0,38 yang menunjukkan bahwa tidak ada spesies yang mendominansi Hasil analisis keterkaitan penelitian kelimpahan dan dominansi ikan dengan pembelajaran Biologi, terdapat materi animalia vertebrata kelas X SMA dengan Kompetensi Dasar (KD) 3.8. Langkah pemanfaatan hasil penelitian menjadi potensi implementasi pada pembelajaran Biologi, antara lain: (1) kejelasan potensi; (2) kesesuai dengan tujuan pembelajaran; (3) kejelasan sasar; (4) kejelasan informasi; (5) pedoman eksplorasi; (6) kejelasan perolehan yang ingin dicapai
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian bertujuan untuk menganalisis kelimpahan dan dominansi ikan di Sungai Sembakung Kecamatan Lumbis dan untuk mengetahui potensi implementasinya pada pembelajaran biologi Kelas X SMA berdasarkan hasil penelitian. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Sampel dari penelitian ini adalah seluruh spesies dari ikan yang terdapat di Sungai Sembakung Kecamatan Lumbis. Analisis data dalam penelitian ini adalah indeks kelimpahan relatif, indeks dominansi, dan identifikasi hasil penelitian sebagai potensi implementasinya pada pembelajaran Biologi. Indeks kelimpahan relatif yang didapatkan pada saat penelitian di sungai Sembakung Kecamatan Lumbis yang kelimpahannya dikategorikan tinggi adalah jenis Barbonymus balleroides dengan nilai 57,69%, kemudian 13 jenis lainnya dikategorikan rendah karena memiliki nilai kelimpahan relatif 15%. Hasil indeks Dominansi ikan di sungai sembakung Kecamatan Lumbis rata-rata bernilai 0,00 yang menunjukkan bahwa tidak ada spesies yang mendominansi. Hasil analisis keterkaitan penelitian kelimpahan dan dominansi ikan dengan pembelajaran Biologi, terdapat pada materi animalia vertebrata kelas X SMA dengan Kompetensi Dasar (KD) 3.8. Langkah pemanfaatan hasil penelitian menjadi potensi implementasi pada pembelajaran Biologi, antara lain: (1) kejelasan potensi; (2) kesesuaian dengan tujuan pembelajaran; (3) kejelasan sasaran; (4) kejelasan informasi; (5) pedoman eksplorasi; (6) kejelasan perolehan yang ingin dicapai